Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 44

Gulat Kembali Sumbang Medali untuk Jatim

0
SENYUM: Pegulat putri Varadisa Septi Putri Hidayat turut menyumbangkan medali emas bagi kontingen Jatim pada ajang PON Bela Diri 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Perolehan medali kontingen Jawa Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 kembali bertambah. Total 3 medali dibawa pulang tim cabang olahraga (cabor) Gulat Jatim di Djarum Arena 2B, Selasa (14/10/2025).

Varadisa Septi Putri Hidayat, kelas gaya bebas -76kg putri berhasil meraih medali emas. Sementara peraih medali perak adalah Rizma Ayu Pamungkas yang turun di kelas gaya bebas -62kg putri dan Fitri Nur Andriani, kelas gaya bebas -68kg putri.

Seusai laga, Varadisa mengaku mendapat pengalaman berharga di PON Bela Diri kali ini. Dia mengusung target tinggi dan meraih banyak prestasi pada ajang-ajang berikutnya.

“Saya merasa PON ini cukup deru, apalagi baru pertama kali, (jujur) agak deg-degan. Tapi saya merasa bersemangat karena lawan-lawannya banyak yang baru. Di kelas saya ada dua (pegulat) yang tampil di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 tidak tampil,” ungkapnya.

“Ke depannya saya membidik Asian Games tahun depan, karena untuk SEA Games 2025 saya tidak bisa ikut karena tidak ada kelasnya. Juga saya tetap berjuang agar dapat tampil di PON XXI Nusa Tenggara 2028,” tambah Varadisa.

Hingga hari ini, Jatim dapat total 6 medali emas, 3 medali perak dan 4 medali perunggu. Perolehan medali tersebut dikumpulkan cabor Gulat dengan 5 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu.

Kemudian ada Taekwondo yang meraih 1 medali emas. Selanjutnya ada cabor Judo yang mengondol 1 medali perak dan 3 medali perunggu.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil mengapresiasi prestasi yang ditunjukkan para atlet. Dia juga berharap cabor-cabor lain termotivasi untuk mengikuti jejak prestasi yang ditorehkan Gulat.

“Prestasi yang diperoleh cabor Gulat itu sesuai dengan yang kami prediksi. Yang lain masih menyusul, insya Allah. Karena cabor Tarung Derajat sudah meloloskan tiga atlet ke semifinal,” kata Nabil.

“Cabor-cabor lain masih ada harapan besar untuk meraih medali emas. Terutama Jujit-su dan Pencak Silat serta Tarung Derajat, Karate juga ada peluang bagus,” tambah mantan Komisioner KPU Jatim tersebut.

Nabil menyebutkan pihaknya bakal melakukan evaluasi kepada cabor-cabor yang perolehan medali tidak sesuai target. Menurutnya, dasar dari sport science yang diterapkan KONI Jatim cukup akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. (*)

Liga 4 Jatim Segera Digelar, PSSI Jatim Buka Jalur Baru Calon Peserta

0
SUDAH BERSIAP: Asprov PSSI Jatim menggelar workshop sekaligus memberi kepastian kick-off Liga 4 Jatim 2025 direncanakan dimulai 7 Desember 2025 mendatang. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas PSSI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Timur mulai mempersiapkan langkah menyambut penyelenggaraan Liga 4 Jatim 2025. Persiapan diawali dengan workshop bersama seluruh calon peserta yang digelar di Fave Mex Surabaya, Senin (13/10/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanuddin, didampingi Sekretaris PSSI Jatim Djoko Tetuko, serta anggota Exco PSSI Jatim, yaitu Thoriq Alkatiri, Djohan Susanto, dan Cholid Ghoromah.

Pada kesempatan tersebut, PSSI Jatim memberikan sosialisasi terkait rencana gelaran Liga 4 Jatim, mulai dari regulasi kompetisi hingga proses pendaftaran tim.

Amir Burhanuddin menjelaskan bahwa terdapat sejumlah regulasi lama yang tetap diberlakukan, seperti kuota tujuh pemain senior, dengan lima pemain diperbolehkan tampil di lapangan dan dua sebagai cadangan.

Yang terbaru, PSSI Jatim tidak hanya membuka kesempatan bagi klub amatir, tetapi juga memberikan peluang bagi klub internal Askab/Askot PSSI melalui jalur Piala Bupati/Wali Kota di masing-masing daerah.

“Untuk musim ini ada dua jalur, yaitu jalur Piala Bupati/Wali Kota dan Piala Gubernur. Nantinya, juara Piala Bupati/Wali Kota akan mengikuti Piala Gubernur bersama klub amatir,” kata Amir.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Bupati/Wali Kota tidak bersifat wajib. Setiap daerah dapat menyesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing.

“Piala Bupati/Wali Kota akan kami akomodasi bagi daerah yang menyelenggarakan. Daerah yang tidak menyelenggarakan tidak akan mendapatkan slot bermain di Liga 4,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amir menegaskan bahwa meskipun berasal dari klub internal, seluruh peserta Piala Bupati/Wali Kota tetap wajib memenuhi persyaratan administrasi melalui sistem SIAP.

Terkait regulasi baru tersebut, CEO Deltras FC itu menyebutkan penyesuaian ini mengacu pada statuta PSSI yang baru. “Tujuannya adalah memperluas cakupan kompetisi agar kami dapat memperoleh lebih banyak referensi pemain potensial yang bisa dipantau untuk kebutuhan Timnas di masa depan,” pungkasnya.

Adapun kick-off Liga 4 Jatim 2025 direncanakan dimulai pada 7 Desember 2025 dan berakhir pada 15 Februari 2026. (*)

Penjaringan Calon Ketum Perbasi Jatim Sesuai Aturan, TPP: Demi Kemajuan Basket Jatim

0
TANGGAPI: TPP Perbasi Jatim menjelaskan polemik yang muncul dalam persyaratan bakal calon Ketua Umum DPD Perbasi Jatim periode 2025-2029. (Laga.id/Putu Aditama)

Laga.id, Surabaya – Proses penjaringan calon Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur periode 2025-2029 dipastikan berjalan sesuai ketentuan.

Hal itu dipastikan Ketua Tim Panitia Penjaringan (TPP) Perbasi Jatim, Vinsent Guido Lasakar, bahwa seluruh proses penyusunan persyaratan dilakukan sesuai hasil rapat internal dan ketentuan organisasi.

Menurutnya, calon Ketua DPD Perbasi Jatim harus memiliki komitmen kuat, keseriusan, karakter kepemimpinan yang baik, serta waktu yang cukup untuk mengurus organisasi secara totalitas.

“Kami ingin ketua yang tidak hanya duduk di belakang, tetapi benar-benar hadir membangun basket Jatim,” ujar Vinsent dalam keterangannya kepada media di Surabaya, Senin (13/10/2025).

Bukan tanpa alasan Vinsent memberikan tanggapan. Pasalnya, sebelumnya muncul polemik persyaratan bakal calon Ketua Umum DPD Perbasi Jatim. Dimana salah satu kandidat mempertanyakan dugaan adanya pungutan sebesar Rp150 juta sebagai “biaya komitmen keseriusan” bagi calon ketua.

Vinsent menanggapi hal itu sebagai bentuk keseriusan dimana nantinya dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk program pembinaan bola basket di daerah. Dana itu disetorkan ke rekening resmi Perbasi Jatim.

“Uang pendaftaran tidak dikembalikan, baik bagi calon yang terpilih maupun tidak. Namun dana itu tetap digunakan untuk pembinaan basket, jadi semua calon turut berkontribusi untuk kemajuan basket Jatim,” jelas Vinsent.

Dia menambahkan setiap bakal calon wajib memiliki pengalaman organisasi minimal satu periode dalam struktur kepengurusan Perbasi, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Ketentuan tersebut disusun agar calon memahami dinamika dan arah pembinaan bola basket di Jatim. Selain itu, bakal calon Ketua DPD Perbasi Jatim juga diwajibkan menyerahkan surat dukungan minimal 15 suara dari Ketua DPC Perbasi kabupaten/kota se-Jatim.

“Kalau belum pernah menjadi pengurus, dikhawatirkan calon tidak memahami arah pengembangan basket yang sudah berjalan. Kami ingin ketua yang paham lapangan,” terangnya.

Ia menegaskan, seluruh ketentuan tersebut disusun agar proses penjaringan calon Ketua DPD Perbasi Jatim periode 2025-2029 berjalan transparan dan sesuai mekanisme organisasi di tingkat pusat.

TPP Perbasi Jatim membuka pengambilan formulir pendaftaran pada 4-8 Oktober 2025, dengan batas akhir pengembalian berkas pada 28 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB di Kantor Perbasi Jatim.

Vinsent menilai, kehadiran langsung calon untuk mengambil formulir menjadi salah satu indikator keseriusan mereka dalam mengikuti proses penjaringan. Dia memastikan panitia bekerja secara profesional, netral, dan sesuai mandat organisasi tanpa memihak calon mana pun.

“Persyaratan ini kami buat untuk kepentingan bersama, demi kemajuan basket Jatim. Kami ingin pemimpin yang memiliki loyalitas, totalitas, dan tanggung jawab,” tandasnya. (*)

Pengprov PGSI Jatim Beri Bonus Umroh Peraih Emas

0
BONUS UMROH: Hasan Sidik (dua dari kiri) menjadi salah satu penyumbang medali emas dari cabor Gulat pada ajang PON Bela Diri 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Motivasi berlipat ditunjukkan atlet-atlet cabang olahraga (cabor) Gulat Jawa Timur pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Timur menyediakan tiket umroh untuk para peraih medali emas.

Bonus berupa tiket umroh disampaikan langsung oleh Ketua Umum PGSI Jatim, Ficky Erastho, ketika ditemui di Djarum Arena, Senin (13/10/2025). Dia menyaksikan langsung perjuangan pegulat Jatim meraih 4 medali emas dan 1 medali perunggu.

“Dari pengprov memberikan beberapa reward kepada atlet-atlet Jatim yang meraih medali emas. Alasan memilih umroh karena mayoritas dari Gulat Jatim memeluk agama Islam dan mereka sangat tertarik. Ini hasil pembicaraan antara atlet dengan pengurus,” beber Ficky.

“Kalau target tentunya kita ingin sebanyak-banyaknya. Apalagi masih ada pertandingan besok dan lusa. Alhamdulillah, dari 11 pegulat Jatim, ada lima yang bertanding di hari pertama. Kita sudah mengantongi 4 medali emas dan 1 perunggu,” tambahnya.

Salah satu pegulat peraih medali emas Jatim, Hasan Sidik mengaku bersyukur bisa meraih medali emas. Dia mengalahkan Haykal Fadillah dari DKI Jakarta di partai final nomor 60kg Putra gaya Greco Roman.

“Alhamdulillah sangat senang sekali. Dari masuk matras di pertandingan pertama, saya sudah optimis. Baru kali ini saya merasa nyaman bertanding, dan saya belum pernah melawan Haykal di ajang manapun,” terang bapak 3 anak itu.

Menariknya, pegulat berusia 36 tahun tersebut sempat pensiun usai tampil di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Selepas itu, Hasan bekerja sebagai pegawai Kementerian PUPR Bina Marga.

“Untuk persiapan ke PON Bela Diri 2025 ini saya merasa kurang. Karena saya baru dipanggil kurang lebih satu bulan sebelumnya. Saya juga kebetulan sudah bekerja usai memutuskan pensiun, tapi saya bersyukur meski persiapan kurang bisa meraih medali emas,” pungkas Hasan.

Sementara itu, para peraih medali emas dari cabor Gulat lainnya adalah Noverico Ramadhani (67kg Putra Grego Roman), Supriono (97kg Putra Grego Roman), Axel Mannuela (130kg Putra Grego Roman). Sedangkan peraih medali perunggu yaitu Agus Fajar (77kg Putra Grego Roman). (*)