Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 5

Mantap! Dorong Budaya Hidup Sehat, Persebaya Kampung Wani Bersama Antangin Meriahkan Benowo Krajan

0
Pemain Persebaya Rivera, Gali Freitas, dan Toni Firmansyah berfoto bersama warga Benowo Krajan dalam acara Antangin Kampung Wani.
KEBERSAMAAN PERSEBAYA DAN WARGA: Pemain Persebaya Francisco Rivera, Gali Freitas, dan Toni Firmansyah berfoto bersama warga RW 02 Benowo Krajan dalam acara Persebaya Kampung Wani di Surabaya, Minggu (19/4/2026). Kegiatan kolaborasi dengan Antangin ini bertujuan mengampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga dan interaksi sosial. (Laga.id/istimewa Official Persebaya)

Laga.id, Surabaya – Ratusan warga RT 03/RW 02 memadati Lapangan Benowo Krajan untuk mengikuti kegiatan Persebaya Kampung Wani bersama Antangin yang menyuguhkan jalan sehat hingga interaksi bersama pemain bintang pada Minggu (19/4/2026). Acara ini sebagai bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran pola hidup sehat masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara klub kebanggaan Surabaya dengan para pendukungnya.

Kegiatan tersebut dimulai tepat pukul 06.00 WIB dengan prosesi menyanyikan lagu Indonesia Raya secara serempak oleh seluruh peserta. Selanjutnya, kemeriahan semakin memuncak saat panitia menyelenggarakan games football 5 vs 5 serta sesi fan sign yang melibatkan partisipasi aktif dari warga sekitar.

Kehadiran tiga pilar Persebaya, yakni Francisco Rivera, Gali Freitas, dan Toni Firmansyah, menjadi magnet utama dalam agenda ini. Akibatnya, warga dari berbagai usia langsung berebut kesempatan untuk berswafoto serta meminta tanda tangan para pemain idola mereka secara bergantian.

Gelandang muda Persebaya, Toni Firmansyah, mengaku sangat bahagia karena bisa kembali ke lingkungan tempat ia tumbuh besar sejak kecil. Oleh karena itu, momen pulang kampung ini dirasa sangat spesial bagi pemain muda berbakat asli daerah Benowo tersebut.

“Rasanya senang sekali bisa kembali ke sini. Banyak wajah yang saya kenal sejak kecil. Antusiasme warga luar biasa, semoga kegiatan seperti ini bisa terus mempererat kebersamaan antara Persebaya dan masyarakat,” ujar Toni Firmansyah.

Sementara itu, Junior Brand Manager Antangin, Gideon Cahya Negara, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung gaya hidup sehat masyarakat. Melalui program Persebaya Kampung Wani bersama Antangin, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk tetap aktif berolahraga dalam kehidupan sehari-hari.

Gideon juga menambahkan bahwa dirinya merasa bangga melihat kedekatan yang sangat erat antara warga dengan sosok Toni Firmansyah. Baginya, momen tersebut memperlihatkan bagaimana sepak bola mampu menyatukan masyarakat sekaligus menghadirkan kebanggaan bagi lingkungan asal pemain.

“Kami melihat bagaimana warga sangat bangga dengan Toni sebagai putra daerah. Kedekatan seperti ini menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menghadirkan kebersamaan dan kebanggaan bagi lingkungan tempat seorang pemain berasal,” terang Gideon.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RW 02 Benowo Krajan, Rianto, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara yang membawa dampak positif bagi warganya tersebut. Menurutnya, dukungan dari pihak sponsor dan klub memberikan ruang kebersamaan yang sangat menyehatkan bagi seluruh warga.

“Dengan adanya dukungan dari Persebaya dan Antangin, kegiatan seperti ini bisa menjadi ruang kebersamaan bagi warga. Selain menyehatkan, acara ini juga mempererat hubungan antara masyarakat dan klub kebanggaan mereka,” pungkas Rianto.

Acara kemudian ditutup dengan pembagian door prize menarik yang disambut meriah oleh seluruh peserta yang hadir di lapangan. Sebagai penutup yang menyentuh, warga dan pemain bersama-sama menyanyikan lagu “Song For Pride” dengan penuh rasa bangga.

Sinergi antara prestasi olahraga dan dukungan kesehatan herbal ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih kuat serta solid dalam mendukung tim kebanggaannya. (*)

Waspada! IPSI Kota Surabaya Terjunkan Kekuatan Penuh Demi Enam Emas

0
Bambang Haryo Soekartono foto bersama atlet IPSI Surabaya dan pengurus organisasi.
SINERGI MENUJU JUARA: Ketua IPSI Kota Surabaya, Bambang Haryo Soekartono (tengah), berfoto bersama para atlet dan pengurus usai meninjau persiapan akhir menuju Kejurprov Jatim 2026. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya mematok target tinggi untuk mempertahankan gelar juara umum pada Kejurprov Jatim yang dimulai 17 Mei mendatang. Persiapan intensif melalui Puslatcab selama enam bulan telah mendongkrak performa fisik dan teknik atlet IPSI Kota Surabaya hingga lebih dari 50 persen.

Ketua IPSI Kota Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, menjelaskan bahwa dari 28 atlet yang dikirim, sebanyak 24 orang merupakan wajah baru yang dipersiapkan sebagai lapis kedua. Strategi ini diambil sebagai langkah regenerasi demi menjaga kesinambungan prestasi silat di Kota Pahlawan.

“Ini memang fokus kami pada pengaderan, di mana mereka disiapkan sebagai lapis kedua untuk nantinya naik ke lapis pertama menuju ajang POPDA dan Porprov,” ujar Bambang saat meninjau latihan atlet di Surabaya, Minggu (26/4/2026).

Ketua IPSI Surabaya Bambang Haryo Soekartono bersalaman dengan atlet pencak silat.
SUNTIKAN MOTIVASI: Bambang Haryo Soekartono menyalami para atlet silat Surabaya sebagai bentuk dukungan moril sebelum mereka bertanding memperebutkan gelar juara umum. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Kota Surabaya dipastikan turun dengan kekuatan penuh yang mencakup 12 kategori seni dan 16 kategori tanding. Pihaknya menargetkan minimal enam medali emas, meningkat dari capaian sebelumnya di Malang yang meraih lima emas.

“Jika mereka lolos di Kejurprov, mereka akan siap masuk ke Puslatda Provinsi untuk menghadapi Pra-PON dan PON,” tambah Bambang menekankan pentingnya jenjang prestasi atlet.

Pria yang juga anggota DPR RI ini menyebutkan bakal mengandalkan kontribusi besar atlet putri, terutama di nomor seni beregu dan tunggal putri yang tahun lalu menyapu bersih emas. Ia menilai peluang atlet putri untuk mendulang prestasi kembali sangat terbuka lebar.

“Kita juga memiliki atlet andalan seperti Mbak Sarah (Tria Monita) dari Surabaya yang merupakan seorang juara, jadi atlet putri memiliki peluang sangat besar,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris IPSI Surabaya, Faisal Ardianto, menambahkan bahwa pola latihan kini semakin diperketat dengan jadwal rutin empat kali seminggu. Dua minggu menjelang laga, para atlet akan menjalani program intensif di asrama (TC) dengan latihan dua kali sehari di KONI Jawa Timur.

“Target kami untuk menghadapi Kejurprov Dewasa pada bulan Mei mendatang adalah meraih lima medali emas,” ungkap Faisal.

Penentuan target tersebut merujuk pada evaluasi peraih medali di Porprov Malang 2025 yang kini diproyeksikan naik tingkat menjadi emas. Beberapa nomor unggulan meliputi kategori Regu Putri, Tunggal Putri, serta kategori tanding Kelas J, F, dan H.

“Kualitas tim lapis kedua tidak jauh berbeda dengan tim utama, dan kami optimis kemampuan mereka akan terus bertambah dengan intensitas latihan yang ada,” kata Faisal.

Ambisi besar ini juga diproyeksikan untuk target jangka panjang pada gelaran PON di NTB-NTT mendatang dengan target minimal 4 emas, 6 perak, dan 6 perunggu. Melalui manajemen atlet yang terstruktur, supremasi silat Surabaya diharapkan tetap tegak tak tergoyahkan. (*)

PB IWbA Panggil Tiga Atlet Woodball Jawa Timur Perkuat Tim Nasional di Hong Kong

0
Foto seremoni pelepasan atlet woodball Jawa Timur oleh Ketua KONI Jatim dan Ketua IWbA Jatim Ali Kuncoro untuk turnamen internasional di Hong Kong.
GEBRAK: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil bersama Ketua Pengprov IWbA Jatim Ali Kuncoro saat melepas keberangkatan tiga atlet woodball Jawa Timur yang akan memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam ajang Hong Kong Open Woodball Championship 2026 di Kantor KONI Jatim, Jumat (24/4). (Laga.id/istimewa KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Woodball Indonesia (PB IWbA) resmi memanggil tiga atlet andalan Jawa Timur untuk memperkuat tim nasional pada ajang Hong Kong Open Woodball Championship 2026. Pemanggilan ini menjadi bukti nyata dominasi serta keberhasilan sistem pembinaan olahraga woodball di Jatim dalam melahirkan talenta berstandar internasional.

Kejuaraan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 April hingga 5 Mei 2026 di Hong Kong sebagai upaya strategis meningkatkan posisi Indonesia pada peta persaingan woodball global. Adapun ketiga atlet yang dipercaya mengenakan seragam Merah Putih adalah I Putu Ari Kuncoro dan Alberthus Nathan Yusanto di sektor putra, serta Aileen Christabel Melati Putri di sektor putri.

“Tiga atlet kami menjadi tulang punggung dari total delapan atlet yang memperkuat timnas Indonesia,” ujar Ketua Pengprov IWbA Jawa Timur, Ali Kuncoro, saat mengantar para atlet berpamitan di Kantor KONI Jawa Timur, Surabaya, Jumat (24/4).

Ia menambahkan bahwa kepercayaan ini merupakan buah dari konsistensi latihan yang selama ini dijalankan oleh para atlet di daerah.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, turut menekankan pentingnya menjaga stabilitas performa serta mental bertanding selama berkompetisi di luar negeri. Pihaknya berharap delegasi ini mampu memberikan hasil maksimal sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional melalui torehan prestasi yang membanggakan.

“Para atlet harus tetap percaya diri, tetapi tidak boleh meremehkan lawan,” tegas Nabil di hadapan para pengurus dan atlet.

Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi momentum krusial untuk mengukur daya saing Indonesia sekaligus mempertegas eksistensi woodball Jatim sebagai barometer kekuatan nasional.

Melalui persiapan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, para atlet kini mengemban misi besar untuk membawa pulang medali dari bumi Hong Kong. Fokus utama saat ini adalah menjaga kondisi fisik agar tetap prima hingga hari pertandingan dimulai.

Ayunan tongkat mereka di lapangan hijau nanti bukan sekadar mengejar skor, melainkan upaya keras menegakkan martabat merah putih di kasta tertinggi woodball dunia. (*)

Simak! Henky Irawan Resmi Terpilih Pimpin FPTI Jawa Timur

0
Serah terima pataka Ketua Umum FPTI Jawa Timur dari Dhanu Iswara ke Henky Irawan.
NAHKODA BARU: Ketua Umum Pengprov FPTI Jawa Timur terpilih periode 2026-2030, Henky Irawan (kanan), menerima pataka organisasi dari pejabat lama, Dhanu Iswara (kiri), dalam Musprov FPTI Jatim di Surabaya, Sabtu (18/4/2026). (Laga.id/istimewa FPTI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Pengusaha asal Surabaya, Henky Irawan, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengprov FPTI Jawa Timur periode 2026-2030. Keputusan tersebut ditetapkan dalam musyawarah provinsi yang dihadiri 32 pengurus kota dan kabupaten di Ruang Pertemuan KONI Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026).

Henky menggantikan posisi Dhanu Iswara setelah mendapat dukungan penuh untuk menjalankan lima program prioritas organisasi. Rencana strategis tersebut mencakup pembinaan atlet berjenjang, penguatan organisasi, profesionalisasi pelatih, hingga tata kelola modern.

Fokus utama kepemimpinan baru ini terletak pada intensitas kompetisi sebagai sarana utama melahirkan juara masa depan. Oleh karena itu, Henky berkomitmen menyelenggarakan kompetisi tingkat provinsi setiap tiga bulan serta kejuaraan nasional terbuka setiap tahun.

“Ini komitmen saya untuk memastikan arah besar organisasi tercapai melalui dukungan seluruh pengkot dan pengkab di Jawa Timur,” tegas Henky Irawan usai terpilih.

Selain itu, ia bertekad meneruskan misi pengurus sebelumnya untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pembinaan panjat tebing nasional. Visi tersebut bertujuan agar atlet-atlet daerah mampu menembus dominasi prestasi di level internasional.

Sekjen PP FPTI, Pristiawan Buntoro, menilai langkah estafet kepemimpinan di Jawa Timur sudah berada pada jalur yang tepat. Hal ini didasari atas konsistensi daerah tersebut dalam menyumbang atlet berkualitas untuk kebutuhan tim nasional.

“Parameternya jelas, yakni sepuluh atlet pelatnas lolos Asian Games 2026 dan dua di antaranya berasal dari Jawa Timur,” ujar Pristiawan melalui sambungan virtual. Dua atlet tersebut adalah Alma Ariella Tsany dan Putra Tri Ramadhani, yang didampingi pelatih Galar Pandu Asromo.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, menambahkan bahwa modal utama prestasi panjat tebing Jatim adalah soliditas antar-pengurus. Keharmonisan ini terbukti efektif dalam menjaga tradisi medali emas yang tidak pernah terputus sejak PON 2000.

“Di mata saya, modal paling kuat adalah soliditas dan keguyuban antar-pengurus, serta membangun kesederhanaan. Sepertinya kecil, ternyata kuat untuk membangun prestasi,” tegasnya.

Bahkan, FPTI Jatim berhasil menyabet gelar juara umum pada dua edisi PON terakhir di Papua dan Aceh-Sumut. Catatan gemilang ini mengulang kesuksesan serupa yang pernah diraih pada medio 2008 di Kalimantan Timur.

Kabid Olahraga Prestasi Dispora Jatim, Abdul Wahab, turut mengapresiasi status Jawa Timur sebagai role model pembinaan olahraga nasional. Ia berharap konsistensi ini membuahkan hasil maksimal pada ajang internasional mendatang.

“Mudah-mudahan pada Asian Games di Jepang nanti, atlet panjat tebing kita mampu kembali mengibarkan Merah Putih,” pungkas Wahab.

Jawa Timur kini bersiap memanjat lebih tinggi, membawa ambisi lokal ke puncak dunia. (*)