Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 6

Mantap! KONI Jatim Gandeng RS Mitra Keluarga Kenjeran, Jamin Layanan Medis Atlet Lebih Optimal

0
Ketua Umum KONI Jatim dan Direktur RS Mitra Keluarga Kenjeran menunjukkan naskah MoU kerja sama kesehatan atlet.
SOLUSI CEDERA ATLET: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (depan kiri) bersama Direktur RS Mitra Keluarga Kenjeran, dr. Monita Fenny Sudarsono, M.Kes., sembari menunjukkan berkas kerja sama medis di Surabaya, Kamis (16/4/2026). (Laga.id/istimewa KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi menjalin kerja sama strategis dengan RS Mitra Keluarga Kenjeran guna menjamin standar pelayanan medis dan percepatan pemulihan cedera bagi para atlet. Langkah ini menjadi fondasi krusial dalam memitigasi risiko fisik atlet demi menjaga keberlanjutan prestasi olahraga di kancah nasional maupun internasional.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, bersama Direktur RS Mitra Keluarga Kenjeran, dr. Monita Fenny Sudarsono, M.Kes., di Surabaya, Kamis (16/4/2026). Melalui kolaborasi ini, para atlet kini mendapatkan akses prioritas terhadap fasilitas kesehatan yang komprehensif, mulai dari tahap pencegahan hingga rehabilitasi medis yang mendalam.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, menjelaskan bahwa kolaborasi ini mencakup berbagai layanan kesehatan penting bagi atlet. Di antaranya adalah layanan rawat inap, rawat jalan, serta medical check-up yang terintegrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Tak hanya itu, dukungan juga diberikan dalam bentuk penyediaan tim medis profesional, ambulans, hingga obat-obatan dasar selama penyelenggaraan event olahraga di bawah naungan KONI Jatim.

“Kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memastikan atlet Jatim mendapatkan perlindungan kesehatan secara maksimal. Kami ingin atlet bisa fokus berprestasi tanpa khawatir terhadap risiko cedera,” ujar Nabil.

Proses penandatanganan kerja sama medis antara KONI Jawa Timur dan RS Mitra Keluarga Kenjeran Surabaya.
PROTEKSI KESEHATAN ATLET: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (kiri) bersama Direktur RS Mitra Keluarga Kenjeran dr. Monita Fenny Sudarsono (kanan) menandatangani nota kesepahaman (MoU) layanan kesehatan atlet di Surabaya.

Menurutnya, aspek kesehatan menjadi salah satu faktor kunci dalam pembinaan atlet berprestasi. Dengan dukungan medis yang memadai, proses pemulihan cedera dapat berlangsung lebih cepat dan tepat.

RS Mitra Keluarga Kenjeran dipilih sebagai mitra utama bukan tanpa alasan. Rumah sakit ini memiliki fasilitas unggulan berupa Orthopedic Center yang fokus pada penanganan cedera sendi dan tulang—dua jenis cedera yang paling sering dialami atlet.

Fasilitas tersebut dinilai sangat relevan untuk mendukung kebutuhan atlet, baik dalam proses diagnosis, perawatan, maupun rehabilitasi cedera.

“Terima kasih kepada RS Mitra Keluarga Kenjeran yang telah mendukung pembinaan prestasi atlet-atlet Jatim. Prestasi kita adalah prestasi Jawa Timur, dan prestasi Jawa Timur juga merupakan prestasi Indonesia,” kata Nabil.

Ia menambahkan, kerja sama ini selaras dengan visi besar KONI Jatim yang terangkum dalam tagline: ‘Dari Jawa Timur untuk Indonesia, Menuju Prestasi Dunia.’

Sementara itu, dr. Monita menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KONI Jatim. Menurutnya, pihak rumah sakit siap memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung pengembangan olahraga di Jawa Timur melalui layanan kesehatan terbaik.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan prestasi atlet Jatim. Kami akan memaksimalkan fasilitas yang ada, termasuk Orthopedic Center, untuk mendukung penanganan cedera atlet secara profesional,” jelas dr. Monita.

Ia juga menegaskan bahwa fasilitas tersebut akan didukung oleh tim dokter yang berpengalaman di bidang ortopedi, sehingga mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan sesuai standar medis.

“Orthopedic Center kami dilengkapi dengan tenaga medis berkompeten yang siap menangani berbagai jenis cedera atlet,” tambahnya.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga mendorong prestasi atlet Jawa Timur di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Dengan sistem dukungan medis yang lebih terintegrasi, atlet dapat menjalani program latihan dan kompetisi dengan kondisi fisik yang lebih prima.

KONI Jatim optimistis, kolaborasi dengan RS Mitra Keluarga Kenjeran akan menjadi salah satu faktor pendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah dunia.

Sejalan dengan itu, dr. Monita berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia olahraga di Jawa Timur.

“Harapan kami, kerja sama ini bisa mewujudkan kesuksesan bersama, sesuai dengan semangat ‘Dari Jawa Timur untuk Indonesia, Menuju Prestasi Dunia,'” pungkasnya. (*)

Momentum Halal Bihalal, KONI Kabupaten Kediri Matangkan Persiapan Porprov 2027

0
Pengurus KONI Kabupaten Kediri dan perwakilan cabang olahraga berfoto bersama saat acara Halal Bihalal di Kebun Belimbing Turus untuk persiapan Porprov Jatim 2027.
SINERGI PRESTASI: Dewan Penasehat KONI Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., didampingi Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, berfoto bersama para pengurus (cabor) dalam acara Halal Bihalal di Kebun Belimbing Turus, Gurah, Minggu (12/4/2026). Momentum ini menjadi ajang pemantapan target posisi lima besar pada Porprov Jatim 2027. (Foto: Laga.id/istimewa Humas KONI Kabupaten Kediri)

Laga.id, Kediri – Ambisi besar diusung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri untuk mendobrak dominasi papan atas dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027 mendatang. Langkah strategis mulai dipetakan guna memastikan sejarah baru tercipta, yakni menembus posisi lima besar melalui penguatan regulasi atlet, pembangunan fasilitas olahraga secara masif, hingga transformasi birokrasi di tingkat daerah.

“Tentu hari ini bagian dari ikhtiar untuk bersilaturahmi dengan para pengurus cabor, saling mengenal. Barangkali nanti dalam percakapan-percakapan akan ada diskusi-diskusi terkait dengan para atlet kita, yang mana saya memiliki keyakinan penuh melihat potensi penduduk kita yang besar dari 26 kecamatan ini,” ujar Dewan Penasehat KONI Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., dalam acara Halal Bihalal Keluarga Besar KONI Kabupaten Kediri bersama Cabor se-Kabupaten Kediri di Kebun Belimbing Turus, Gurah, Minggu (12/4/2026).

Muhsin menekankan pentingnya perlindungan terhadap atlet lokal agar tidak mudah berpindah ke daerah lain. Menurutnya, regulasi biaya kompensasi pembinaan harus diperjelas secara hukum demi menghindari celah pungutan liar sekaligus mempertahankan talenta potensial. Ia meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) agar memiliki komitmen kuat dalam memproteksi aset prestasi daerah tersebut.

Pokoke pesene: ojo gampang ngeculne atlet, wes. Apalagi atlet yang berpeluang mendulang medali. Hanya dengan iming-iming gitu ya. Kalau kita kan juga bukan sekadar iming-iming ya, kita fakta gitu ya. Ada uang pembinaan, ada beasiswa prestasi sekitar Rp400 juta untuk atlet-atlet yang berprestasi,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tersebut.

Dukungan pemerintah daerah dipastikan semakin konkret dengan rencana pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) secara resmi pada 2027 serta kelanjutan proyek GOR Totok Kerot yang akan dilengkapi fasilitas representatif. Muhsin menegaskan bahwa kenaikan anggaran hibah yang mencapai ratusan persen saat ini harus dibarengi dengan prestasi yang setimpal di lapangan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, dalam sambutan turut menyoroti aspek ketertiban administrasi dan efektivitas pengiriman atlet. Berdasarkan evaluasi Porprov sebelumnya, rasio perolehan medali yang hanya mencapai 20 persen dari total kontingen menjadi catatan kritis untuk diperbaiki.

“Sekilas evaluasi dari kemarin tahun 2025, kita memberangkatkan kurang lebih sekitar 500 atlet. Dari hitungan 500 atlet, diperoleh medali kurang lebih hanya 100 atlet yang mendapatkan medali, baik itu secara beregu,” ungkap Hakim.

“Berarti dari atlet yang kita kirimkan hanya 20% atlet yang berpotensi untuk mendapatkan medali. Sehingga ini menjadi dasar evaluasi kita untuk 2027 setidaknya minim 60% (potensi atlet meraih medali). Syukur-syukur bisa 100% (atlet meraih medali),” tambahnya.

Melalui sinergi antara kebijakan birokrasi yang mendukung dan persiapan teknis yang matang, Kabupaten Kediri optimis mampu menggeser peta kekuatan olahraga di Jawa Timur. Momentum Halal Bihalal ini menjadi titik balik bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan Bumi Panjalu kembali mengaum kencang di jajaran elit prestasi olahraga nasional. (*)

Dominasi GPPI Bungkam Electric PLN Tiga Set Langsung

0
Dua pemain GPPI, Medi Yoku dan Geofanny Eka Cahyaningtyas, melompat di depan net untuk melakukan blok terhadap serangan Neriman Ozsoy.
TEMBOK KOKOH: Spiker GPPI Mediol Stiovanny Yoku (kiri) bersama middle blocker Geofanny Eka Cahyaningtyas melakukan blok ganda untuk meredam serangan outside hitter Jakarta Electric, Neriman Ozsoy, pada laga Final Four Proliga 2026 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Sabtu (5/4/2026). GPPI menyapu bersih kemenangan atas Jakarta Electric dengan skor 3-0. (Laga.id/Aditya Wijaya).

Laga.id, Surabaya – Tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) tampil perkasa pada babak Final Four Proliga 2026 dengan menumbangkan Jakarta Electric PLN Mobile lewat skor telak 3-0 (25-16, 25-15, 25-19) di Jawa Pos Arena, Surabaya, Sabtu (5/4/2026) malam.

Kemenangan menyakinkan ini menjadi modal krusial bagi tim asuhan Alessandro Lodi untuk mengamankan tiket menuju Grand Final. Sejak set pertama dimulai, GPPI langsung tancap gas. Kolaborasi Arnetta Putri sebagai pengatur serangan dengan duo legiun asing, Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko, sukses mengacak-acak pertahanan Electric PLN.

Meski Kara Bajema dan Neriman Ozsoy mencoba membalas melalui spike keras, blok rapat yang dibangun Shella Bernadheta dan Geofanny Eka Cahyaningtyas sulit ditembus. GPPI menutup set pembuka dengan keunggulan 25-16.

Memasuki set kedua, performa impresif Yulis Indahyani sebagai libero membuat serangan lawan mentah. Mediol Stiovanny Yoku tampil gemilang melalui variasi back attack yang memastikan kemenangan 25-15 bagi tim asal Kota Pudak tersebut.

Ekspresi pelatih GPPI Alessandro Lodi saat pertandingan Final Four Proliga 2026 melawan Jakarta Electric PLN di Surabaya.
PUAS: Pelatih GPPI, Alessandro Lodi, memberikan instruksi dengan ekspresi ekspresif saat mendampingi timnya melawan Jakarta Electric PLN dalam laga Final Four Proliga 2026 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Minggu (5/4/2026) malam WIB. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Pada set penentu, Electric PLN mencoba bangkit melalui rotasi pemain. Namun, ketenangan Arnetta dalam mendistribusikan bola mematahkan momentum lawan. Laga berakhir dengan skor 25-19 untuk keunggulan GPPI.

Usai laga, Alessandro Lodi selaku pelatih kepala GPPI mengaku puas meski sempat meluapkan emosi di pinggir lapangan. Ia juga menyoroti kepemimpinan wasit yang dianggap kurang memuaskan.

“Tapi saya akui dipertandingan tadi seperti over, tapi itu memang gaya saya dalam melatih,” kata Lodi.

“Tapi tidak masalah karena tim kami bisa mengambil kemenangan penting hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, pemain GPPI, Arnetta Putri, menambahkan bahwa laga tersebut sejatinya memberikan tekanan tinggi bagi tim. “Tapi terus terang kami hari ini bisa menikmati pertandingan dan menang,” jelasnya.

Di sisi lain, asisten pelatih yang juga Direktur Teknik Electric PLN, Anantachai Yoonprathom mengakui skuadnya tampil di bawah performa terbaik.

“Banyak sekali kesalahan yang dilakukan timnya. Tapi saya akui GPPI bermain baik hari ini,” ucapnya.

Kegagalan strategi juga dirasakan pemain senior Agustin Wulandari. Menurutnya, tim sudah menyiapkan posisi untuk memaksimalkan dua pemain asing.

“Tapi tidak berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan,” keluh middle blocker berusia 34 tahun itu.

Bagi GPPI, kemenangan ini sekaligus mempertegas posisi sebagai salah satu kandidat terkuat peraih takhta juara musim ini. (*)

Target Semifinal, Timnas Futsal Indonesia Tuntaskan Official Training

0
Pemain Timnas Futsal Indonesia mendengarkan arahan pelatih Hector Souto saat sesi official training di Thailand.
INSTRUKSI TERAKHIR: Para pemain Timnas Futsal Indonesia mendengarkan arahan serius dari Pelatih Hector Souto dalam sesi official training di Nonthaburi Hall, Thailand, Minggu (5/4/2026). Sesi ini menjadi persiapan pemungkas skuad Garuda sebelum berlaga di ASEAN Futsal Championship 2026. (Laga.id/istimewa Official FFI)

Laga.id, Nonthaburi – Timnas Futsal Indonesia menunjukkan kesiapan tempur yang luar biasa menjelang laga perdana turnamen antarnegara Asia Tenggara. Seluruh pemain tampak sangat antusias dalam melahap menu latihan terakhir guna mematangkan strategi permainan. Upaya ini dilakukan agar target menembus babak semifinal dapat tercapai dengan hasil yang maksimal.

Skuad Garuda tuntaskan official training di arena pertandingan Nonthaburi Hall, Thailand, sebagai persiapan akhir menghadapi ajang bergengsi tersebut. Dalam keterangan yang diterima Laga.id, sesi latihan resmi ini dimanfaatkan secara maksimal untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan serta atmosfer stadion pada Minggu (5/4/2026).

Pelatih Kepala Hector Souto memfokuskan anak asuhnya pada pematangan skema taktik yang lebih mendalam. Selain itu, aspek eksekusi bola mati (set piece) dan kelancaran transisi permainan juga menjadi menu utama dalam sesi tersebut.

Langkah ini sangat krusial mengingat komposisi tim saat ini didominasi oleh pilar-pilar baru jebolan Profesional Futsal League (PFL). Adaptasi lapangan yang cepat diharapkan mampu memastikan detail sistem serta identitas permainan nasional dapat dieksekusi dengan sempurna.

Meskipun tekanan di level internasional cukup tinggi, para pemain menunjukkan mentalitas yang solid sepanjang latihan berlangsung. Oleh karena itu, tim pelatih merasa optimis bahwa skema yang telah disusun akan berjalan efektif di lapangan hijau.

Sebanyak 14 pemain yang dipanggil dilaporkan dalam kondisi fisik yang prima tanpa kendala cedera berarti. Kondisi kebugaran yang terjaga ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat.

Maka dari itu, tim medis terus memantau asupan nutrisi dan waktu istirahat seluruh personel agar performa mereka tetap stabil. Federasi Futsal Indonesia (FFI) kembali memohon doa dan dukungan penuh dari seluruh pencinta futsal di tanah air.

Dukungan masyarakat dianggap sebagai tambahan motivasi bagi skuad Garuda agar langkah awal di Thailand berjalan tanpa hambatan. Dengan demikian, kepercayaan diri para pemain diharapkan semakin meningkat saat peluit pertama dibunyikan esok hari.

Ambisi besar untuk membawa pulang trofi kini dimulai dari kedisiplinan di lapangan latihan hingga tetes keringat terakhir di arena pertandingan. Garuda tidak hanya datang untuk bertanding, melainkan untuk menegaskan dominasi futsal Indonesia di kancah regional. (*)