Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 50

Belum Berjalan Sudah Kisruh, DPR Bersama Stakeholder Olahraga Bahas Revisi Permenpora 14/2024

0
SINGGUNG: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menjelaskan problem terkait Permenpora 14/2024 kepada Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani yang menggelar pertemuan dengan Pemkot Surabaya bersama beberapa perwakilan pengurus olahraga di ruang sidang Balai Kota Surabaya, Kamis (18/9/2025). (Laga.id/istimewa)

Laga.id, Surabaya – Sorotan demi sorotan membuat Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 mulai mendapat respon lembaga legislatif. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai perlu dikaji ulang sebelum diterapkan.

Regulasi yang berlaku efektif pada 1 Oktober 2025 ini dinilai berpotensi menimbulkan masalah bagi keberlangsungan olahraga Indonesia, terutama terkait dualisme cabang olahraga (cabor) dan keikutsertaan di ajang internasional.

“Permenpora 14/2024 kemarin kan belum dilaksanakan, sudah ribut-ribut. Kami meminta Menpora untuk membentuk tim kecil guna me-review ulang aturan ini,” ujar Lalu usai pertemuan dengan Pemkot Surabaya bersama beberapa perwakilan pengurus olahraga di ruang sidang Balai Kota Surabaya, Kamis (18/9/2025).

ASPRIRASI: Kehadiran Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, dimanfaatkan untuk menyampaikan keluh kesah terkait Permenpora 14/2024 ketika bertemu Pemkot Surabaya bersama beberapa perwakilan pengurus olahraga di ruang sidang Balai Kota Surabaya, Kamis (18/9/2025). (Laga.id/istimewa)

Ia mengingatkan agar regulasi tersebut tidak merugikan atlet maupun organisasi olahraga Indonesia, khususnya yang ada di daerah, terlebih lagi daerah tempat pembibitan dari atlet sendiri.

“Jangan hanya gara-gara dualisme cabor, kita tidak bisa ikut event-event internasional. Bahkan berpotensi diban oleh organisasi olahraga internasional. Karena itu, perlu dicari solusi terbaik agar tidak ada yang menjadi korban,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Transformasi dan Tata Kelola Birokrasi Kemenpora, Hamka Hendra Noer, mengungkapkan bahwa opsi revisi memang terbuka. Apalagi, Permenpora 14/2024 belum dijalankan, namun cukup membuat gaduh para atlet dan juga pengurus KONI, maupun para pengurus cabor.

“Ada tim yang dibentuk antara cabor, KONI, dan stakeholder olahraga untuk merevisi. Kalau memang ada pasal-pasal yang perlu diperbaiki, silakan dicari usulan terbaik yang bisa diterima semua pihak,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, yang membenarkan adanya langkah pembentukan tim bersama Kemenpora, KONI, NPC, dan KOI.

“Sedang proses. Tim sudah dibentuk untuk melakukan diskusi, paling tidak semacam revisi pasal-pasal yang dianggap bermasalah,” jelasnya.

Dengan adanya sinergi antara DPR, Kemenpora, KONI, NPC, dan KOI, revisi Permenpora 14/2024 diharapkan dapat menghasilkan aturan yang lebih adil, selaras dengan kepentingan semua pihak, serta tidak menghambat prestasi olahraga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Preview Super League: Tanpa Rivera, Persebaya Punya Cara Jegal Semen Padang

0
PERAN PENGGANTI: Milos Raickovic (depan kiri) siap menggantikan peran Francisco Rivera yang absen ketika Persebaya menjamu Semen Padang pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo besok malam WIB. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Tugas berat menanti skuad Persebaya Surabaya pada lanjutan Super League 2025/2026. Persebaya tidak dapat diperkuat gelandang kreatif Francisco Rivera saat menjamu Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo besok malam WIB.

Kehilangan Rivera di lapangan tengah bakal memusingkan Persebaya. Selama ini, Persebaya cukup ketergantungan dengan Rivera sebagai jenderal lapangan tengah. Gelandang berusia 30 tahun ini absen usai mendapat kartu merah di markas Persib Bandung, Jumat (12/9/2025) lalu.

Padahal, pemain asal Meksiko itu memiliki kapabilitas mumpuni yang kredibel sebagai pengatur tempo permainan. Bahkan, pemain berusia 30 tahun itu beberapa kali menjadi penyelamat Persebaya dalam meraih kemenangan.

Meski begitu, Bajul Ijo bisa sedikit bernafas lega lantaran Milos Raickovic siap menggantikan peran Rivera. Pesepakbola asal Montenegro itu digadang-gadang menjadi pengganti peran Rivera menghadapi Kabau Sirah, julukan Semen Padang.

“Kita lihat saja nanti apa yang akan diputuskan pelatih untuk posisi tersebut, siapa yang akan menjalankan peran itu. Tetapi saya yakin semua pemain yang akan mengisi posisi (Rivera) akan memberikan 100 persen,” ucap Milos Raickovic dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan, Kamis (18/9/2025).

“Seperti yang saya katakan, kami percaya pada kualitas kami. Kami akan mengikuti arahan pelatih, dan saya pikir kami punya kualitas untuk menunjukkan kemampuan terbaik kami di laga nanti dan meraih tiga poin,” tegas gelandang berusia 31 tahun itu.

Di sisi lain, pelatih Persebaya Eduardo Perez tak mau absennya Rivera menjadi masalah dalam meraih tiga poin. Selain mengandalkan Milos Raickovic, tim asal Kota Pahlawan itu masih memiliki Toni Firmansyah, Rachmat Irianto, Alfan Suaib, Dimas Wicaksono, Alfredo Nararya, hingga Kadek Raditya yang bisa berperan sebagai gelandang.

“Kami memiliki 27 pemain di tim. Saya percaya dengan mereka. Dan kami memiliki pemain yang sangat bagus. Jadi, besok, jika Rivera tidak ada, kami masih memiliki pemain lain yang bisa bermain di posisi ini,” ucap Perez.

“Kami sudah tidak sabar untuk bermain di kandang, di depan suporter. Kami berlatih dengan keras. Dan tentu saja, kami berharap untuk bermain permainan yang bagus besok, dan meraih poin tiga untuk para suporter,” tandas pelatih asal Spanyol itu. (*)

FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Division B: Tembus Semifinal, Indonesia Tantang India

0
MEMUKAU: Salah satu pemain Timnas U-16 Putri Basket Indonesia (kiri) mencoba lepas dari adangan dua pemain Uzbekistan pada pertandingan FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Division B di Arena Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia malam ini WIB. (Laga.id/istimewa Humas DPP Perbasi)

Laga.id, Negeri Sembilan – Prestasi apik ditorehkan Timnas U-16 Putri Basket Indonesia yang lolos semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Division B. Mereka mengalahkan Uzbekistan U-16 Putri dengan kedudukan 77-52 pada kualifikasi babak semifinal di Arena Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Rabu (17/9/2025).

Usai pertandingan, Pelatih Timnas U-16 Putri Marlina Herawan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan para pemain di lapangan. Ini karena mereka menunjukkan semangat pantang menyerah sepanjang pertandingan dan kompak dalam menyerang maupun bertahan.

“Saya bersyukur dan bangga dengan penampilan seluruh pemain. Anak-anak tampil solid dalam defense dan memiliki semangat tinggi untuk bisa memenangkan pertandingan,” terang Coach Marlina dalam keterangan resmi yang diterima Laga.id.

Pemain Timnas U-16 Putri memang tampil luar biasa dalam pertandingan melawan Uzbekistan. Meski sempat kecolongan di awal kuarter pertama dengan tembakan dua angka Munirakhon Khalikova, para pemain langsung merespons melalui Fiorenza Celesta.

Disusul tembakan tiga angka Joanne Giovanni yang membuat kepercayaan diri pemain menebal sehingga Indonesia terus leading dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 17-14.

Memasuki kuarter kedua, para pemain semakin ngegas. Mereka sukses menambah 24 poin dan Uzbekistan hanya memproduksi 12 angka sehingga kuarter kedua ini masih menjadi milik Indonesia dengan keunggulan 41-26.

Usai turun minum, Timnas U-16 Putri tetap menjaga dominasinya usai menambah 16 angka. Indonesia pun unggul di kuarter ini dengan kedudukan 57-37 karena Uzbekistan di kuarter tiga hanya mencetak 11 angka.

Di kuarter akhir, serangan dari Indonesia tidak kendor. Permainan disiplin dan soliditas kerja sama antarpemain membuat Indonesia mampu menambah 20 poin dan 15 poin dari Uzbekistan. Sehingga pertandingan ini menjadi milik Indonesia dengan kedudukan 77-52.

Inez Angelina Welly keluar sebagai pencetak poin terbanyak untuk Indonesia dengan catatan 23 angka, 3 rebound, 3 asis. Kemudian dari Uzbekistan ada Gulsevar Usmanova sebagai pencetak poin terbanyak dengan catatan 14 poin, 12 rebound, 2 asis.

Kesuksesan Indonesia kalahkan Uzbekistan ini antarkan Timnas U-16 Putri menantang India di babak semifinal. India lolos otomatis ke semifinal usai menempati peringkat pertama Grup A setelah kalahkan semua lawan seperti Iran, Uzbekistan, dan Samoa di fase grup.

Dengan status itu, India pun memiliki keunggulan recovery atas Indonesia. India memiliki recovery dua hari menatap laga semifinal karena mereka terakhir bertanding pada 15 September 2025. Mereka istirahat tanggal 16 dan 17 September mengingat pertandingan semifinal berlangsung 18 September 2025.

Sementara itu, Indonesia besok kembali bertanding usai kalahkan Uzbekistan. Situasi ini langsung direspons Coach Marlina Herawan. Dia lantas menyinggung kekuatan India yang memiliki keunggulan dari sisi size.

“Fokus kami setelah melawan Uzbekistan adalah pemulihan fisik dan game plan untuk pertandingan besok. India memiliki beberapa player yang size-nya lebih unggul dari kita. Namun skuad mereka tidak terlalu dalam. Kita akan melawan mereka as a team,” tegas Coach Marlina. (*)

Here We Go! Resmi Jadi Menpora, Tekad Erick Thohir Bangkitkan Kejayaan Olahraga Indonesia

0
JABATAN BARU: Erick Thohir (kiri) resmi dilantik sebagai Menpora RI oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Laga.id/istimewa Instagram @erickthohir)

Laga.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah resmi melantik sosok Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Kabinet Merah Putih sisa periode masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Usai prosesi pelantikan, Menpora Erick menyampaikan akan fokus membangun pemuda Indonesia agar mampu bersaing ditingkat dunia dan tetap cinta tanah air.

“Jadi nomor satu, yang pasti saya mendapat penugasan dari Bapak Presiden tentu saya sebagai profesional dan tentu sebagai pembantu presiden saya tegak lurus, dimana ini kadang-kadang orang lupa antara olahraga dan pemuda, padahal Menteri Pemuda dan Olahraga,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemenpora.

“Kalau kita bicara pemuda itu ada 131 juta pemuda yang kedepan ini merupakan basis dari bangsa kita itu sendiri. Artinya, pemuda ini kedepan harus kita bangun secara kapabilitas untuk bisa bersaing secara global,” imbuhnya.

“Dan tidak kalah pentingnya pemuda harus cinta tanah air dan harus menjadi bagian untuk membangun bangsa kita kedepan,” tegas Menpora Erick lagi.

Disisi keolahragaannya, Menpora Erick menegaskan kembali bahwa olahraga harus menjadi alat pemersatu bangsa dan diujungnya adalah prestasi tingkat dunia. Olahraga juga harus mampu mendorong tumbuhnya ekonomi di tengah masyarakat.

“Untuk olahraga sendiri, tentu olahraga harus menjadi alat pemersatu bangsa. Olahraga adalah duta bangsa di dunia, artinya kita harus menaikkan marwah dan martabat kita dan kedigdayaan kita sebagai bangsa,” urainya.

“Dan juga olahraga kedepan harus kita dorong banyaknya kompetisi di daerah dan pusat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan. Ini menjadi basis yang penting kenapa manusia itu perlu tidak hanya badan tapi juga pikiran yang sehat untuk membangun bangsa,” pungkasnya. (*)