Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 51

Efisiensi, KONI Jatim Hanya Terjunkan 73 Atlet di PON Beladiri

0
MINIM: Anggaran yang terbatas membuat KONI Jatim tidak memaksimalkan kuota atlet-atlet untuk turun di PON Beladiri 2025. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Gelaran perdana Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 sudah di depan mata. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur telah menetapkan 73 atlet dan 22 pelatih yang akan diberangkatkan ke ajang yang dipusatkan di Kudus, 11-26 Oktober 2025.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Jatim, Dudi Harjantoro, mengatakan KONI Jatim bersikap realistis menyambut PON kali ini karena jumlah peserta tidak banyak dibandingkan dengan 225 nomor pertandingan.

Dudi menjelaskan, KONI Jatim benar-benar ingin meraih medali semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Oleh karena itu, atlet yang diberangkatkan adalah mereka yang memiliki rekam jejak prestasi terbaik.

“Kami akan mengikuti seluruh cabang olahraga (10 cabor), tetapi tidak semua nomor kami isi. Atlet yang diberangkatkan adalah mereka yang sebelumnya meraih emas dan perak pada PON lalu,” ungkap Dudi, Rabu (17/9/2025).

Selain itu, pihaknya juga merekrut atlet terbaik hasil dari single event tingkat nasional yang diikuti masing-masing cabor. Hal ini karena ada beberapa cabor yang menetapkan syarat pembatasan usia maupun larangan bagi atlet nasional untuk ikut serta.

“Dalam pengiriman atlet, kami sangat realistis. Itu yang pertama. Kedua, karena faktor anggaran,” tuturnya.

Dudi secara rinci menyebutkan, ada 20 atlet wushu dari 26 nomor pertandingan, 11 atlet gulat dari 18 nomor, 9 atlet jiujitsu dari 18 nomor, 8 atlet pencak silat dari 16 nomor, 8 atlet judo dari 19 nomor, 7 atlet tarung derajat dari 20 nomor, 6 atlet karate dari 16 nomor, 2 atlet taekwondo dari 22 nomor, 1 atlet sambo dari 32 nomor, dan 1 atlet kempo dari 28 nomor.

Meski mengirim jumlah atlet yang minim, Dudi tetap optimistis Jatim bisa mendulang banyak medali emas. Untuk persiapan, saat ini para atlet sudah menjalani pemusatan latihan yang dilakukan pengprov cabor dan berada dalam pantauan KONI Jatim.

“Kami optimistis 75 persen bisa mendapat medali emas,” pungkasnya. (*)

Gandeng IKBIS, Bukti Keseriusan KONI Jatim Peduli Masa Depan Atlet

0
PEDULI ATLET: Ketum KONI Jatim Muhammad Nabil (kanan) bersama Rektor IKBIS Dr. Ahmad Hariyanto M.Si menjalin kerja sama untuk masa depan atlet setelah pensiun, siang tadi. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Pembinaan atlet tidak hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga masa depan mereka setelah pensiun. Langkah ini menjadi komitmen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur terhadap masa depan atlet berprestasi.

KONI Jatim menjalin kerja sama dengan Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya (IKBIS) dalam bidang pendidikan untuk atlet Jawa Timur. Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, dan Rektor IKBIS, Dr. Ahmad Hariyanto M.Si, meresmikan kerja sama ini dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Selasa (16/9/2025).

Nabil menegaskan bahwa program ini membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk mendapatkan beasiswa pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan faktor penting yang kerap terabaikan karena kesibukan latihan dan jadwal kompetisi.

“Kami punya tanggung jawab moral. Jangan sampai seorang atlet hebat di masa keemasannya, tetapi tidak memiliki bekal setelah pensiun, karena karier atlet ada batasnya,” tegas Nabil.

Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi solusi agar atlet tidak hanya sukses di lapangan, tetapi juga mampu meniti masa depan yang cerah di bidang akademik maupun profesional. Selain beasiswa, KONI Jatim sebelumnya juga telah menggagas pelatihan kewirausahaan yang terbukti memberikan dampak positif bagi para atlet.

Nabil menilai program seperti ini penting untuk membekali atlet dengan keterampilan tambahan. Kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis yang ditempuh untuk terus menunjukkan komitmen KONI Jatim kepada para atlet.

“Saya berbahagia dan mengapresiasi kegiatan kontributif yang mulia ini untuk pengembangan atlet di Jatim, khususnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad yang menyambut baik kerja sama ini mencontohkan, sebelumnya sudah ada atlet berprestasi Jatim yang menjadi lulusan IKBIS. Salah satunya adalah Sarah Tria Monita, peraih medali emas Asian Games 2018 dan medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 dari cabang olahraga pencak silat.

“Dengan program ini, kami menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan atlet. Mereka kami fasilitasi dengan program beasiswa agar tetap bisa melanjutkan pendidikan di tengah kesibukan berlatih,” jelas Ahmad.

Dengan adanya kerja sama KONI Jatim dan IKBIS Surabaya, dukungan pendidikan, atlet diharapkan mampu menjadi figur inspiratif yang berprestasi di arena olahraga sekaligus sukses dalam kehidupan setelah karier sebagai atlet berakhir. (*)

Erwin: Jangan Dibatasi! Kodrat Jatim Sudah Siapkan Petarung di POMNAS dan PON Bela Diri

0
BERI MOTIVASI: Para atlet tarung derajat yang menjalani pemusatan latihan di KONI Jatim mendapat suntikan semangat dari Wakil Ketua Pengprov Kodrat Jatim Muhsin (berdiri) jelang POMNAS 2025 dan PON Bela Diri siang tadi. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur bersiap menghadapi dua ajang nasional. Mereka bakal menerjukan kekuatan terbaik untuk terjun di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Kudus, Oktober 2025 dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Solo, 19-27 September 2025.

Ketua Harian Kodrat Jatim, Erwin H. Poedjono mengatakan total ada 47 atlet tarung derajat yang mengikuti pemusatan latihan sejak Agustus 2025 lalu. Terdiri dari 23 atlet tarung derajat proyeksi POMNAS dan 24 atlet yang dipersiapkan untuk PON Bela Diri. Untuk atlet kelas tarung menggelar TC di Surabaya dan persiapan kelas seni dipusatkan di Malang.

“Kita siapkan dua tim berbeda, karena jarak waktu berdekatan antara POMNAS dengan PON Beladiri. Kalau kita paksakan atlet POMNAS langsung main di PON Bela Diri, cukup beresiko karena recovery yang pendek dan bisa terjadi cedera,” ujarnya saat mengunjungi TC di Lapangan KONI Jatim, Jumat (12/9/2025) siang.

Erwin yang datang bersama anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo mengatakan, Jatim menerjunkan 19 atlet untuk gelaran POMNAS. Terdiri dari 13 atlet kelas tarung dan 6 atlet kelas seni. Ada empat atlet kelas seni yang tereliminasi dari TC karena penerapan sistem promosi dan degradasi (promdeg).

PERTEMUAN: Ketua Harian Kodrat Jatim, Erwin H. Poedjono (tengah) bersama anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo (kiri) bertemu Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil disela-sela mengunjungi pemusatan latihan atlet-atlet tarung derajat di KONI Jatim siang tadi. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Sementara untuk tim PON Bela Diri, Kodrat Jatim masih belum memastikan siapa yang akan dikirim. Namun melihat semangat atlet selama menjalani TC, Erwin memastikan akan Jatim akan tampil di seluruh kelas, baik kelas tarung maupun kelas seni.

“Tahun ini tidak ada Kejurnas, kita anggap POMNAS dan PON Bela Diri ini adalah Kejurnas. Jadi kita siapkan tim terbaik, atlet harus tampil maksimal, hasil dari POMNAS dan PON Bela Diri bisa menjadi tolak ukur, mereka bisa masuk Pulstada untuk PON 2028 atau tidak,” terang pria yang juga Direktur Utama PT. Dharma Lautan Utama itu.

Terkait adanya kabar tim PON Bela Diri Jatim dibatasi kouta lantaran anggaran tidak turun imbas diberlakukannya Permenpora No. 14 Tahun 2024, Erwin enggan berkomentar banyak. Diketahui, konflik Permenpora No. 14 Tahun 2024 mencuat setelah peran KONI akan diambilalih Dispora.

“Kami ini membina atlet, soal regulasi silahkan dibicarakan oleh pembuat kebijakan. Yang penting jangan sampai atlet jadi korban, mereka sudah berlatih keras selama TC. Jauh dari keluarga dan berkorban lainnya. Jangan dihalangi semangat mereka mengejar prestasi,” harap Erwin. (*)

Berpeluang Debut, Begini Kondisi Diego Mauricio Bersama Persebaya

0
DINANTIKAN: Penyerang anyar Diego Mauricio (kiri) berpeluang beraksi bersama Persebaya saat menantang Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (12/9/2025) mendatang. (Laga.id/istimewa Official Persebaya Surabaya)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya akan menghadapi ujian sesungguhnya saat melawan Persib Bandung Persib Bandung pada pekan ke-5 Super League 2025/2026. Adanya peluang striker anyar, Diego Mauricio, tampil membuat Persebaya menatap duel tersebut dengan percaya diri.

Juru gedor asal Brasil itu sudah melakoni latihan bersama Persebaya sejak Selasa (26/8/2025) lalu. Pemain berusia 34 tahun itu memiliki banyak waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan tim asal Kota Pahlawan. Apalagi, duel Persebaya melawan tuan rumah PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (31/8/2025) kemarin, batal.

Proses adaptasi yang tepat dan kontribusi nyata di lapangan menjadi syarat utama yang harus dipenuhi striker baru. Karena itu, pelatih Persebaya Eduardo Perez Moran mengaku jika penyesuaian Diego Mauricio agar nyetel dengan Bajul Ijo membutuhkan waktu.

Menurutnya, Diego mendapat dukungan penuh dari seluruh tim. Pelatih berusia 48 tahun itu optimistis mantan bomber Odisha FC tersebut akan segera bisa tampil maksimal di lapangan.

“Saya tidak khawatir. Yang pasti ia (Diego) telah beradaptasi cepat ke dalam tim. Karena kami adalah satu keluarga. Kami bekerja sangat keras agar dia bisa secepatnya tampil,” ungkap Perez.

Perez yakin dengan ketangguhan mentalitas Diego juga dapat membantu proses adaptasi. Buktinya, bomber yang pernah satu lapangan dengan Neymar dan Ronaldinho itu cukup konsisten meski kerap berpindah-pindah klub.

Diego sendiri telah membukukan 393 penampilan sepanjang karier profesionalnya. Dengan rincian 112 gol, 47 assist, 37 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, 1 kartu merah, serta total menit bermain 22.471.

Sayangnya, Diego diragukan tampil sebagai starter menghadapi Persib. Beruntung, Persebaya masih memiliki ujung tombak lain, Mihailo Perovic. Penyerang asal Montenegro itu baru melewati situasi krisis usai mencetak gol pertamanya bagi Persebaya ketika membungkam Bali United dengan skor 5-2. (*)