Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 53

Onana Minta Kontrak Baru dan Kenaikan Gaji, Terancam Tersisih Lantaran Bikin Amorim Kesal

0
KESAL: Pelatih Manchester United Ruben Amorim (kiri) kesal dengan tingkah kiper Andre Onana langsung mendatangkan penjaga gawang baru. (Laga.id/istimewa Darren Staples/AFP via Getty Images)

Laga.id, Manchester – Kiper Manchester United, Andre Onana, lagi-lagi jadi sorotan. Performa inkonsisten sejak didatangkan dari Inter Milan dua tahun lalu kini diperparah dengan kabar bahwa ia meminta perpanjangan kontrak dengan kenaikan gaji.

Permintaan itu dilaporkan membuat pelatih Manchester United, Ruben Amorim, tidak senang.

Onana, yang sempat mengantarkan Inter ke final Liga Champions 2022/23, awalnya digadang-gadang bisa membawa standar baru di bawah mistar Old Trafford.

Publik berharap ia mampu menjadi sosok penting seperti Ederson di Manchester City atau Alisson Becker di Liverpool. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Alih-alih tampil konsisten, kiper asal Kamerun itu kerap dikritik karena sejumlah blunder yang merugikan tim.

Meski begitu, menurut laporan The Athletic yang ditulis Laurie Whitwell, Onana datang ke Carrington usai liburan musim panas dengan membawa permintaan kontrak baru.

Ia merasa layak mendapat kenaikan gaji setelah sebelumnya terkena pemotongan 25 persen akibat kegagalan Setan Merah lolos ke Liga Champions lebih dari setahun lalu.

Namun, sikap itu tidak disambut baik oleh Amorim. Pelatih asal Portugal tersebut justru merespons dengan mendatangkan penjaga gawang muda Belgia, Senne Lammens, untuk memberi persaingan ketat di posisi kiper utama.

Onana memang masih mencatatkan menit bermain signifikan musim lalu. Ia tampil penuh di semua laga Liga Champions 2023/24, meski MU tersingkir mengejutkan di fase grup. Di Premier League, ia juga hampir selalu jadi pilihan utama ketika tim finis di peringkat kedelapan.

Akan tetapi, tanda-tanda perubahan mulai terlihat sejak awal 2024. Onana sempat digantikan di dua laga Liga Europa pada Januari, absen di empat dari tujuh pertandingan terakhir Liga Inggris, serta tidak tampil di empat partai domestik lainnya.

Situasi ini memperlihatkan adanya pergeseran strategi Amorim dalam menentukan kiper utama.

Musim panas lalu, Onana juga sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Liga Pro Saudi, meski transfer itu urung terwujud.

Kini, ia harus bersaing langsung dengan Lammens untuk mempertahankan posisinya di bawah mistar Old Trafford. (*)

Rafael Struick Akui Lini Serang Garuda Muda Buntu Lawan Laos

0
KURANG TAJAM: Penyerang Rafael Struick gagal mencetak gol untuk Timnas Indonesia U-23 saat melawan Laos U-23 pada pertandingan pertama Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 Grup J di Stadion Gelora Delta Sidoarjo tadi malam WIB. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Sidoarjo – Rafael Struick mengakui ada faktor utama yang membuat Timnas Indonesia U-23 gagal meraih kemenangan atas Laos di laga perdana Grup J kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

Meski tampil dominan di hadapan publik sendiri, Garuda Muda tak mampu mengonversi peluang menjadi gol sehingga harus puas berbagi angka.

Bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9/2025) malam, Indonesia sejatinya punya banyak kesempatan mencetak gol. Namun, masalah efektivitas penyelesaian akhir kembali menghantui sehingga skor tetap 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini jelas jadi tamparan bagi skuad asuhan Gerald Vanenburg yang dituntut tampil lebih tajam di laga berikutnya.

Berdasarkan statistik, Timnas Indonesia U-23 sebenarnya unggul segalanya atas Laos U-23. Mulai dari penguasaan bola 83-27 persen, total tendangan 25-1, hingga sepakan ke gawang 5-0.

Selain itu, Timnas Indonesia U-23 juga menang jumlah umpan berhasil atas Laos U-23 dengan 526-102, sepak pojok 9-1, membuat peluang 15-0, hingga umpan ke kotak penalti lawan 27-2.

Namun, Laos U-23 juga tampil spartan. Pasukan Ha Hyeok-jun itu unggul total sapuan atas Timnas Indonesia 26-0, penyelamatan 5-0, sampai tekel berhasil 11-10.

“Secara keseluruhan, jauh lebih baik. Kami melakukan apa yang kami latih dalam sesi latihan. Menguasai bola, bersabar. Tapi saya rasa di sepertiga akhir, terkadang kualitas seperti sentuhan yang kurang baik atau umpan terakhir yang kurang tepat, hal-hal itu kurang,” ujar Struick.

“Mungkin juga sedikit keberuntungan saja untuk bisa mendapatkan bola. Umpan yang bagus, tembakan yang bagus ke gawang. Tapi sayangnya, hasilnya seperti ini,” jelasnya.

Struick juga memuji ketangguhan Laos U-23. Namun, pemain asal Dewa United itu merasa bahwa ketidakmampuan meraih kemenangan disebabkan karena penampilannya dan rekan-rekannya.

“Saya rasa mereka bermain dengan baik, tetapi ini kesalahan kami. Kami jauh lebih baik. Kami menguasai bola. Kami memiliki begitu banyak peluang. Ini bukan karena Laos. Ini kesalahan kami sendiri yang tidak mendapatkan tiga poin hari ini,” pungkas Struick. (*)

Menatap MotoGP 2026, Belum Semua Pebalap Dapat Tim

0
TERGELINCIR: Masa depan pebalap Jack Miller dari Prima Pramac Yamaha untuk musim 2026 belum pasti layaknya ketika dia terjatuh pada balapan MotoGP Hungaria di Balaton Park, 24 Agustus lalu. (Laga.id/istimewa Gold & Goose Photography via Getty Images)

Laga.id, Balatonfokajar – Slot pebalap MotoGP untuk musim 2026 hampir terisi penuh. Kabarnya, hanya ada dua pembalap yang belum mengkonfirmasi perpanjangan kontrak.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari motogp.com, dua pembalap tersebut adalah Jack Miller dari Prima Pramac Yamaha, dan Somkiat Chantra dari IDEMITSU Honda LCR. Praktis, posisi kedua pebalap tersebut berpeluang besar digantikan oleh rider lain.

Di sisi lain, Jorge Martin yang sempat ragu dengan masa depannya di Aprilia kini telah berubah pikiran. Melalui keterangan resminya, peraih gelar juara musim 2024 ini memutuskan untuk bertahan.

“Saya sangat senang bisa kembali ke sini. Enam atau tujuh bulan yang sangat sulit, banyak cedera, tetapi akhirnya, saya senang bisa kembali ke sini dan kembali ke MotoGP,” kata Jorge Martin.

“Akhirnya, saya senang bisa mengatakan bahwa saya akan tetap bersama Aprilia hingga 2026,” tambahnya.

Tidak hanya Jorge Martin saja yang memutuskan bertahan. Johann Zarco juga melakukan langkah serupa. Disebutkan jika Zarco telah menandatangani kontrak selama dua musim.

SENYUM: Pebalap asal Spanyol Jorge Martin ketika balapan pada MotoGP Hungaria di Balaton Park, 24 Agustus lalu, bakal tetap bersama Aprilia Racing untuk musim 2026. (Laga.id/istimewa Gold & Goose Photography via Getty Images)

Kesepakatan ini sekaligus menjadikan dia sebagai pembalap pertama yang memperpanjang kerja samanya hingga era pergantian regulasi di 2027.

“Saya sangat senang mengonfirmasi bahwa saya akan tetap bersama LCR selama dua tahun ke depan. Ini penting karena kami memiliki tujuan besar yang ingin dicapai dan peluang besar pada 2027,” jelas pembalap asal Prancis tersebut.

Kondisi serupa juga dialami Franco Morbidelli. Namun berbeda dari Zarco, alumni Akademi VR46 tersebut hanya menerima perpanjangan kontrak selama satu musim.

“Cinta saya terhadap tim ini sangat dalam. Saya merasa sangat nyaman di sini dan memiliki hubungan yang luar biasa dengan setiap anggota tim,” ucap Morbidelli.

“Akan menjadi suatu kehormatan untuk balapan bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team tahun depan. Sangat fantastis bisa mengumumkan hal yang begitu istimewa,” lanjutnya.

Kabar baik juga datang dari pembalap Honda HRC Castrol, Luca Marini. Dia dipertahankan oleh timnya hingga akhir musim 2026.

Taichi Honda selaku HRC General Manager mengungkapkan, keputusan tersebut semata-mata dibuat karena Luca dianggap sebagai aset yang berharga dalam mengembangkan motor RC213V.

“Kami senang bisa melanjutkan kerja sama dengan Luca selama satu tahun lagi, ia telah menunjukkan profesionalisme dan dedikasi yang tinggi” kata Taichi.

“Luca telah membangun reputasi sebagai pembalap yang analitis dan pekerja keras, aset berharga bagi setiap proyek MotoGP. Umpan balik Luca jelas dan tepat, serta sangat bermanfaat bagi para insinyur Honda HRC dalam melanjutkan pengembangan Honda RC213V selama satu setengah musim terakhir,” tutupnya. (*)

Konsistensi Pembinaan Antarkan Jatim Juarai Kejurnas Akuatik OWS 2025

0
RAJA AIR: Kontingen renang dari Jatim sukses taklukkan laut Lampung dan berhak menjadi juara umum Kejurnas Akuatik OWS 2025. (Laga.id/istimewa)

Laga.id, Lampung – Jawa Timur meraih gelar juara umum di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Astream Open Water Swimming Series 2025. Kejuaraan tersebut telah berlangsung di Kyokko Beach, Pesawaran, Lampung, 30-31 Agustus 2025.

Atlet-atlet Jatim berhasil memborong gelar juara di hampir semua nomor, baik kategori 10 kilometer maupun 5 kilometer. Pada hari pertama kejuaraan yang sempat tertunda akibat cuaca ekstrem, namun tidak menyurutkan dominasi Jatim.

Moch. Akbar Putra Taufik berhasil merebut emas nomor 10K putra dengan catatan waktu 02:21:29.00, mengungguli Alexander Adrian (Sulawesi Tengah) dan Andi Fauzan Permatani (DKI Jakarta). Akbar juga menjadi yang terbaik di kelompok umur (KU) 16-17.

Di sektor putri, Izzy Dwifaiva Hefrisyanthi juga tampil tak terbendung. Dia finis terdepan nomor 10K dengan waktu 02:29:33.16, mengalahkan Gusti Ayu Made Nadya Saraswati dan Jenny Alicia (DKI Jakarta).

Memasuki hari kedua, nomor 5K kembali menjadi milik Jatim. Akbar Putra berjaya dengan catatan waktu 01:07:08.45, ditemani rekan setimnya, Satria Dwi Candra, yang meraih perak.

Sementara di KU 14-15, atlet Jawa Barat Rashdan Fayeza keluar sebagai juara, namun podium KU 16-17 dan KU 18-19 kembali didominasi Jawa Timur.

Di sektor putri, Izzy Dwifaiva menambah koleksi emas lewat nomor 5K (01:15:18.88). Herfisyanti dan Adinda Larasati Dewi Kirana -keduanya juga dari Jatim- melengkapi podium.

Bahkan di KU 14-15 dan KU 16-17, nama-nama dari Jatim seperti Patrice Eugenia Fauzi, Flore Gaia El Zahra, hingga Gabrielle Valerie Gunawan ikut mendominasi tangga juara.

Manajer Tim Jatim, Khoirul Umar, menyebut hasil ini tak lepas dari konsistensi pembinaan dan persiapan matang para atlet.

“Akbar sudah pernah mencicipi kejuaraan dunia, sementara Izzy akan segera berangkat ke Prancis menerima beasiswa akuatik. Jawa Timur tampil sebagai juara umum dengan 17 atlet, berkat latihan rutin dan pembinaan berkelanjutan. Trek di Lampung bagus, gelombangnya menantang, jadi pengalaman penting menuju SEA Games,” ujarnya.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rarhardjo, menilai capaian ini menjadi sinyal positif jelang SEA Games 2025.

“Atlet muda potensial, khususnya dari Jatim, menunjukkan performa menjanjikan. Mereka akan jadi bagian penting tim Indonesia, meski seleksi akhir masih berlangsung di Pattaya, Thailand,” katanya. (*)