Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 54

Kualifikasi Piala Asia U-23 2026: Ditahan Imbang Laos, Pelatih Timnas U-23 Kecewa Berat

0
BIKIN FRUSTRASI: Aksi gelandang Toni Firmansyah belum bisa mempersembahkan kemenangan Timnas Indonesia U-23 usai ditahan imbang tanpa gol oleh Laos U-23 pada laga pertama Grup J kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, malam ini WIB. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Sidoarjo – Hasil yang diluar prediksi tersaji pada laga antara Timnas Indonesia U-23 kontra Laos U-23. Pertandingan pertama kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Grup J itu berakhir tanpa ada pemenang dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9/2025) malam WIB.

Sejak menit awal Timnas Indonesia U-23 sudah menguasai jalannya laga. Skuad Garuda Muda menggempur pertahanan Laos U-23. Bahkan, Rayhan Hannan sebetulnya bisa membobol gawang Laos U-23 pada menit ke-5, namun gol dianulir karena offside.

Kemudian giliran Toni Firmansyah yang mencoba peruntungan lewat sepakan keras kaki kanan pada menit ke-30. Hanya saja, bola hasil sepakannya ditepis kiper Laos, Kop Lokphathip. Skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.

Usai dari ruang ganti, Timnas Indonesia U-23 masih mendominasi dengan penguasaan bola. Arkhan Fikri yang punya ruang di depan kotak penalti melepaskan tendangan meski sepakannya masih mengarah ke Kop Lokphathip.

Sayangnya, penjaga gawang berusia 19 tahun itu tampil gemilang. Kop Lokphathip masih bisa menghentikan peluang masing-masing dari Rayhan di menit ke-57 dan Hokky Caraka pada menit ke-72. Laga harus berakhir dengan skor kacamata, alias 0-0.

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg mengaku cukup frustasi dengan hasil imbang ini. Ia bahkan tidak segan memberikan kritik kepada para pemain Garuda Muda.

“Oke, hasilnya memang mengecewakan. Ini sudah dibicarakan dari awal pekan dan sudah dikasih jawaban kepada teman-teman para pemain,” ujar Vanenburg dengan nada kesal pada sesi konferensi pers selepas laga.

“Kami punya kualitas tim bagus, lebih bagus dari yang terlihat hari ini. Tetapi kami harus bangkit dan bangun. Karena ini tak cukup bagus,” tambahnya.

Bagaimana tidak, Timnas Indonesia U-23 total mencatatkan 25 tembakan ke gawang Laos U-23, namun tak ada satu pun yang membuahkan gol. Padahal, jika bermain lebih tajam, Timnas Indonesia U-23 seharusnya bisa meraih kemenangan dengan mudah.

“Kita bisa berbicara soal sentuhan akhir. ini kurang bagus. Kami tidak melakukannya dengan bagus. Bukan hanya soal menyelesaikan peluang dan mencetak gol tetapi hari ini kami tak siap mengalahkan tim ini (Laos U-23),” ketus pelatih asal Belanda tersebut.

“Jika kami ingin lolos, maka kami harus mengalahkan Makau dan Korea Selatan. Saya tidak peduli dengan siapa saya bermain. Kami harus menang,” tandasnya.

Timnas Indonesia U-23 menyisakan dua laga sisa di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Garuda Muda akan menghadapi tantangan Makau U-23 (6/9/2026) dan Korea Selatan U-23 (9/9/2025).

Hanya saja, hasil imbang saat menghadapi Laos U-23 membuat posisi Timnas Indonesia U-23 cukup sulit untuk lolos langsung ke Piala Asia U-23 2026 dengan status juara grup. Sebab, di laga sebelumnya Korea Selatan U-23 tampil baik dengan meraih kemenangan meyakinkan 5-0 atas Makau U-23. (*)

Hadapi PON Bela Diri 2025 di Kudus, KONI Jatim Mulai Persiapkan Kontingen Terbaik

0
PERSIAPAN: Ketua Pengprov IPSI Jatim yang juga anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, saat memantau latihan atlet pencak silat di gedung KONI Jatim beberapa waktu lalu. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) meningkatkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang digelar di GOR Djarum, Kudus, 11-26 Oktober 2025. Gelaran ini menjadi ajang penting bagi Jatim untuk mempertahankan supremasi olahraga beladiri di tingkat nasional.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, mengungkapkan pihaknya telah melakukan seleksi ketat untuk memilih atlet terbaik yang akan membawa nama baik Jatim. Prioritas diberikan kepada atlet yang meraih medali emas dan perak pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.

“Kami telah berkoordinasi dengan tim internal untuk menyeleksi atlet yang akan bertanding dan di nomor pertandingan apa. Modal awal kami adalah atlet-atlet yang telah meraih medali emas dan perak di PON Aceh-Sumut,” ujar Nabil.

Namun, ia menambahkan bahwa pintu tetap terbuka bagi atlet baru yang memiliki potensi besar. Beberapa cabang olahraga (cabor) menerapkan pembatasan usia atau melarang atlet berlabel tim nasional untuk bertanding, sehingga peluang diberikan kepada talenta muda berprestasi.

Nabil menegaskan bahwa Jatim tidak akan mengikuti seluruh 225 nomor pertandingan dari 10 cabor yang dipertandingkan. Fokus utama adalah mengirim atlet yang memiliki peluang besar meraih medali emas dan perak.

“Kami lebih selektif dalam mengirim atlet agar tidak ada yang berpartisipasi tanpa hasil. Prioritas kami adalah medali emas dan perak,” tegasnya.

Untuk memastikan kesiapan, KONI Jatim telah berkoordinasi dengan pelatih dan pengurus provinsi (pengprov) masing-masing cabor. Koordinasi ini mencakup strategi pelatihan, evaluasi peluang medali, dan perencanaan jangka pendek menjelang PON.

Dengan waktu persiapan yang semakin mepet, Nabil meminta setiap cabor melaksanakan pelatihan intensif sembari menjaga kebugaran atlet. KONI Jatim juga akan memantau proses latihan secara ketat untuk memastikan semua atlet dalam kondisi prima.

“Kami ingin memastikan tidak ada atlet yang cedera sehingga mereka dapat tampil maksimal di PON nanti. Latihan akan terus kami monitor,” ungkap mantan Komisioner KPU Jatim itu.

PON Beladiri 2025 di Kudus menjadi panggung bagi Jatim untuk menunjukkan kekuatan di cabang olahraga beladiri. Dengan strategi seleksi yang cermat dan persiapan matang, Jatim optimistis dapat mengulang kesuksesan di PON sebelumnya dan membawa pulang medali sebanyak mungkin. (*)

Dibuka Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo, Jumlah Peserta Livoli Divisi Utama 2025 Bertambah

0
MINAT TINGGI: Peserta gelaran Livoli Divisi Utama 2025 meningkat dibandingkan perhelatan sebelumnya. (Laga.id/istimewa Pemkot Tangerang)

Laga.id, Tangerang – Livoli Divisi Utama 2025 putaran reguler pertama mulai bergulir pekan ini. Pertandingan dimainkan di GOR Nambo, Tangerang, Banten.

Sosok Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo hadir untuk membuka acara ini. Dia memberikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para atlet bola voli yang menjadi peserta dalam Livoli 2025.

Ia berpesan agar seluruh atlet yang bertanding dapat menunjukkan permainan terbaik mereka.”Selamat bertanding, jaga sportivitas, main dengan cantik, main dengan baik. Tunjukkan kualitas,” Imam Sudjarwo menuturkan.

PBVSI mengambil langkah strategis dengan menambah jumlah peserta untuk kompetisi Livoli Divisi Utama 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk memperluas kesempatan bagi klub-klub bola voli dan mengintensifkan pencarian talenta untuk Timnas Voli Indonesia.

“Untuk kompetisi Livoli Divisi Utama 2025, kita pesertanya masing-masing 12 putra, 12 putri,” ujarnya. Ia membandingkannya dengan format tahun-tahun sebelumnya untuk menunjukkan adanya peningkatan signifikan.

“Kalau tahun lalu itu adalah 10 putra, 10 putri dan sebelumnya adalah 8 putra dan 8 putri. Nah, ini sekarang kita tingkatkan,” tambah Imam.

Meskipun formatnya idealnya adalah 12 tim putri, Imam Sudjarwo mengonfirmasi adanya satu tim yang mengundurkan diri untuk edisi kali ini. “Tapi ada satu tim putri mengundurkan diri yaitu dari PLN. Jadi putri 11, putra 12,” jelasnya.

Penambahan kuota seperti ini, menurut Imam, adalah respons atas tingginya minat dari klub-klub di level bawah. “Ini adalah mengandung maksud untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada klub-klub yang bermain di divisi 1,”katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sistem promosi-degradasi akan berjalan ketat. Tim yang berada di peringkat bawah Divisi Utama harus kembali berjuang dari Divisi Satu.

“Divisi utama, tim yang peringkat 11, 12 atau kalau yang putri nanti 10, 11 itu akan terdegradasi. Ya, terdegradasi sehingga tidak boleh main di Divisi Utama tahun depan dan dia harus mulai lagi di Divisi Satu,” tegas Imam.

Tujuan utama dari semua perubahan ini adalah pembinaan atlet jangka panjang. Imam Sudjarwo menekankan bahwa kompetisi ini merupakan program unggulan PBVSI. (*)

Miliano Jonathans Resmi WNI, Sudah Siap Membela Timnas Indonesia

0
AKHIRNYA WNI: Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kiri) usai pengambilan sumpah pewarganegaraan Miliano Jonathans (tengah) yang ditemani Ketua Umum PSSI Erick Thohir di kantor Kementerian Hukum, Jakarta siang tadi WIB. (Laga.id/istimewa Instagram Supratman Agtas)

Laga.id, Jakarta – Kekuatan lini serang Timnas Indonesia bertambah. Pasalnya, Miliano Jonathans telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) usai melakukan pengambilan sumpah di kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Rabu (3/9/2025) siang WIB.

Miliano sudah tiba di lokasi sejak pukul 11.00 WIB. Ia mengenakan setelan jas dan peci. Pesepak bola kelahiran 5 April 2004 itu ditemani langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir.

Miliano dilantik oleh Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas. Acara pengambilan sumpah pewarganegaraan dimulai pada pukul 13.25 WIB dan berjalan lancar hingga Miliano resmi jadi Warga Negara Indonesia.

Miliano diketahui memiliki garis keturunan Indonesia dari sang kakek yang bernama Willem Maximilian Jonathans. Kakek dari sang ayah itu lahir di Depok, Jawa Barat, 27 November 1957.

Selama tiga tahun berseragam tim utama Vitesse, Miliano direkrut oleh klub Eredivisie, FC Utrecht, pada Januari 2025. Meski terbilang masih muda, dia sudah dua kali tampil di kualifikasi Europa League 2025/2026.

Kini, dengan rampungnya proses naturalisasi ini maka Miliano tinggal selangkah lagi untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia. Ia hanya tinggal menunggu proses perpindahan federasi dari KNVB ke PSSI.

Ketika disinggung kans pemain kelahiran Arnhem, Belanda tersebut mencatatkan penampilan perdananya bersama skuad Merah Putih, Erick Thohir menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih Patrick Kluivert.

“Proses yang dilakukan Pak Menteri Hukum pada hari ini merupakan bagian dari kami untuk mempermulus, satu di antaranya supaya kami bisa mengaktifkan dalam uji coba terdekat. Kami sedang mendorong prosesnya dari FIFA dan AFC,” ungkap mantan bos Inter Milan itu.

“Kita lihat apakah kondisi fisiknya, karena baru perjalanan dari Belanda. Nanti dilihat dan serahkan ke tim kepelatihan,” tambah Erick Thohir.

Skuad Garuda bakal menjalani dua FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Yakni menghadapi Timnas Chinese Taipei pada Jumat (5/9/2025) dan Lebanon pada Senin (8/9/2025) mendatang. (*)