Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 75

Pelatih Kiper Persebaya Asal Brasil Ini Fasih Berbahasa Indonesia, Kunci Komunikasi Efektif!

0
Felipe Americo

Laga.id, Surabaya – Felipe Americo Martins Goncalves adalah salah satu wajah baru di jajaran staf pelatih Persebaya Surabaya. Pelatih kiper berdarah Brasil ini resmi bergabung dengan tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut menjelang dimulainya musim 2025/2026.

Meskipun menyandang status pelatih kiper asing, Felipe Americo tak memerlukan bantuan penerjemah saat membimbing anak asuhnya. Instruksi dan arahannya selama sesi latihan mengalir begitu lancar, mudah diserap, dan langsung diaplikasikan oleh para pemain.

Ternyata, Felipe memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang patut diacungi jempol. Pelatih berusia 42 tahun ini mengawali karier kepelatihannya di negara asalnya bersama tim muda Botafogo, salah satu klub elite di Negeri Samba.

Keahliannya dalam berbahasa Indonesia bukanlah hal yang kebetulan. Sejak tahun 2017, Coach Felipe telah menjejakkan kakinya di berbagai klub Liga Indonesia, menjadikannya akrab dengan kultur dan bahasa setempat.

Petualangan internasionalnya di Indonesia dimulai pada 2017, kala ia menerima tawaran dari Barito Putera sebagai pelatih kiper di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.

Sejak momen itu, namanya kian familiar di kancah sepak bola nasional. Setelah dari Barito, Felipe sempat menukangi Arema FC dan RANS Nusantara, sebelum akhirnya berlabuh di Persita Tangerang pada musim 2023/2024.

“Sebagai pelatih kiper, detail sangat penting. Bahasa yang jelas dan dimengerti pemain jadi faktor besar. Itulah kenapa saya belajar bahasa Indonesia sejak pertama kali datang,” ujar Felipe Americo.

Selama berada di Indonesia, ia dengan cepat beradaptasi dan membaur. Dukungan penuh dari sang istri turut mempercepat proses adaptasi bahasanya. Peran istrinya inilah yang semakin membuatnya fasih berbahasa Indonesia.

“Dari 2017 di sini saya belajar sedikit-sedikit jadi bisa. Saya belajar otodidak. Saya coba terus karena takut ada yang salah. Istri dari Malang, jadi semakin memperkaya juga bahasanya,” imbuhnya.

Kecakapannya dalam berkomunikasi ini sangat mempermudah para penjaga gawang Persebaya, termasuk Andhika Ramadhani, untuk dengan cepat memahami metode latihan yang ia terapkan.

Sesi latihan pun terasa lebih hidup dan produktif lantaran setiap instruksi dapat dipahami tanpa kendala. Tak ada lagi hambatan komunikasi antara pelatih kiper dan para penjaga gawang Persebaya.

“Sebelumnya memang saya sering melihat bagaimana beliau melatih dan komunikasi antar pemain. Alhamdulillah kami sebagai kiper bisa menyerap materi dengan cepat apa yang di sampaikan oleh Coach Felipe,” tutur Andhika.

Persebaya sendiri saat ini masih menjalani masa pramusim, termasuk agenda ke Australia. Mereka berhasil meraih kemenangan 2-0 dalam laga uji coba melawan Football West All Star pada 9 Juli 2025 lalu.

Dalam waktu dekat, Persebaya dijadwalkan akan melakoni satu pertandingan uji coba lagi pada 19 Juli 2025. Mereka akan menjamu PSS Sleman dalam duel bertajuk “Team Launching Game” yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Momen Epik Reece James Pimpin Chelsea Raih Mahkota Dunia, Taklukkan PSG dengan Gemilang

0

Laga.id, Jakarta – Musim ini berakhir manis bagi Reece James, kapten kebanggaan Chelsea, dengan sebuah kenangan abadi. Ia sukses mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub 2025 bersama klub masa kecilnya, mewujudkan impian yang telah dipupuk sejak dini.

Chelsea tampil perkasa dan mendominasi laga final, menundukkan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), dengan skor telak 3-0. Pertarungan sengit tersebut tersaji di MetLife Stadium, New Jersey, pada Senin (14/7/2025) dini hari WIB, menyajikan tontonan sepak bola kelas dunia.

Pencapaian luar biasa ini menjadi persembahan istimewa bagi James, yang telah mengabdi pada Chelsea sejak usianya menginjak enam tahun. Trofi dunia yang ia dambakan sejak lama kini berada dalam genggamannya, diangkat tinggi untuk klub yang begitu ia cintai.

Lebih dari sekadar sebuah kemenangan, The Blues memamerkan karakter baja dan kolektivitas tim yang patut diacungi jempol. Keberhasilan menundukkan juara Liga Champions ini menegaskan kembalinya Chelsea sebagai kekuatan yang disegani di kancah sepak bola global.

Perjalanan panjang Reece James dari akademi hingga menjadi pilar utama tim telah membuahkan hasil. Kini, ia berdiri tegak sebagai kapten, mengangkat trofi paling prestisius di level antar-klub, sebuah simbol dedikasi dan kegigihan.

Mengalahkan PSG, tim yang bertabur bintang dan menyandang gelar juara Eropa, menjadikan kemenangan ini terasa jauh lebih istimewa. Chelsea menguasai jalannya pertandingan sejak peluit awal dibunyikan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan yang membuat para pendukung bersorak.

“Ini adalah hal yang saya impikan sepanjang hidup saya,” ujar Reece James, dikutip dari situs resmi klub. “Sejak kecil, mimpi saya adalah mengangkat trofi bersama klub ini.”

“Ini adalah momen luar biasa. Turnamen ini sangat besar dan banyak tim terbaik di dunia yang ikut berkompetisi, tapi kami berhasil merebut trofi ini,” lanjutnya. “Rasanya luar biasa bisa mengangkatnya di panggung sebesar ini. Apalagi dengan kehadiran teman dan keluarga, rasanya sungguh menakjubkan.”

James tidak menampik bahwa menghadapi PSG adalah tantangan besar. Namun, Chelsea menunjukkan kerja sama tim yang solid dan mental juara yang tak tergoyahkan sepanjang 90 menit pertandingan.

Pasukan The Blues bermain disiplin dalam menjaga pertahanan dan sangat efektif dalam memanfaatkan setiap kesempatan. Gol-gol yang dicetak oleh Palmer dan Joao Pedro menjadi bukti nyata efektivitas strategi permainan mereka.

“Kami tahu pertandingan ini akan sulit, dan kami tahu akan ada momen ketika kami tidak menguasai bola,” kata Reece James.

“Tapi kami harus bekerja sebagai tim dan tetap kompak. Kami mencetak tiga gol dan itu perasaan yang luar biasa,” ucapnya. “Itu pertandingan yang luar biasa.”

Prestasi Meningkat, Kabupaten Kediri Finish Peringkat 11 di Porprov IX Jatim 2025

0
MELAMBUNG: Perolehan medali kontingen Kabupaten Kediri pada Porprov IX Jatim 2025 mengalami peningkatan ketimbang gelaran sebelumnya. (Laga.id/istimewa KONI Kabupaten Kediri)

Laga.id, Kediri – Kontingen Kabupaten Kediri menunjukkan tren positif pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Perolehan medali Bumi Panjalu di Porprov 2025 ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Porprov sebelumnya.

Berdasarkan hasil klasemen akhir Porprov 2025 yang digelar di Malang Raya, Kabupaten Kediri menduduki peringkat 11 dengan mengoleksi 24 medali emas, 22 medali perak, dan 45 Perunggu dengan total 185 poin.

Sebelumnya, pada Porprov 2023 lalu finish di peringkat 12 dengan mendapatkan 16 medali emas, 20 medali perak, dan 31 perunggu dengan total 135 poin.

Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata menuturkan peningkatan perolehan medali di Porprov IX Jatim 2025 ini merupakan bukti nyata dari semua atlet cabor yang mampu bersaing dan mempunyai semangat tinggi. Selain itu, dia juga melihat ada kemajuan dari sisi teknik dan mental bertanding para atlet.

“Kami sangat bersyukur sekali jumlah medali yang kita dapatkan lebih banyak dari pada porprov sebelumnya, terutama medali emas,” ujar Hakim, Senin (7/7/2025).

Beberapa cabor Kabupaten Kediri yang menyumbang medali banyak mulai dari berkuda pacuan, IBCA-MMA, tarung derajat dan aeromodelling.

Lebih lanjut Hakim menyampaikan, ada beberapa faktor peningkatan medali yang pertama dari segi pengalaman atlet yang sebelumnya bertanding di Porprov 2023 masih bisa tampil di Porprov 2025.

Kemudian, ada juga cabor-cabor baru yang turut menyumbang medali seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI), Persatuan Tinju Amatir (Pertina), Pentathlon, dan Triathlon.

“Kami berharap cabor baru ataupun cabor yang sudah dominan bisa terus berkembang dan lebih baik khususnya untuk ajang Porprov berikutnya,” terangnya.

Meskipun belum menembus target besar yang ditetapkan pemerintah daerah, torehan medali dan posisi klasemen yang diraih di Porprov IX Jatim 2025 ini menunjukkan bahwa olahraga Kabupaten Kediri sedang berkembang.

Terlepas hal itu, Hakim bangga dengan kerja keras semua atlet yang mampu membawa prestasi Kabupaten Kediri terus berkembang dan meningkat dari pada porprov sebelumnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua atlet, pelatih, pengurus cabor, maupun pengurus koni atas kerja keras dan perjuangannya bisa meraih prestasi lebih baik di Porprov 2025,” pungkas Hakim.

Cabang Olahraga Penyumbang Medali Terbanyak Kabupaten Kediri:
1. Berkuda Pacuan (4 emas, 4 perak, dan 5 perunggu)
2. Tarung Derajat (4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu)
3. IBCA MMA (3 emas dan 1 perak)
4. Aeromodelling (3 emas dan 1 perunggu). (*)

Akhirnya! Surabaya Resmi Jadi Tuan Rumah Porprov X Jatim 2027

0
SIMBOLIS: Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (kanan) menyerahkan bendera Porprov kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi simbol resmi penunjukan tuan rumah Porprov X Jatim 2027 pada penutupan Porprov IX Jatim 2025 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (5/7/2025) malam. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Malang – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 resmi ditutup dengan meriah di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (5/7/2025) malam. Ajang olahraga terbesar di Jatim ini sukses diselenggarakan di Malang Raya yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Porprov IX Jatim 2025 ditutup dengan berbagai suguhan acara yang menampilkan perpaduan budaya, olahraga, dan hiburan. Acara penutupan semakin semarak, seiring adanya atraksi kembang api.

Sebanyak 1100 peserta tampil dalam hadrah Ishari, sementara 3000 orang berpartisipasi dalam senam jantung sehat binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan Porprov IX Jatim 2025. Ia menilai, kolaborasi antara tiga kepala daerah di Malang Raya telah membuahkan penyelenggaraan olahraga yang lancar dan meriah.

“Secara umum, Porprov IX berjalan sangat baik. Ini hasil kerja bersama semua pihak, pemerintah provinsi mengucapkan terima kasih,” kata Emil.

Tak hanya penutupan, tetapi juga pengumuman resmi tuan rumah untuk perhelatan Porprov X Jawa Timur 2027. Hasilnya, Surabaya kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Ini merupakan kali kedua Kota Pahlawan menjadi tuan rumah setelah sukses menggelar Porprov I pada tahun 2007.

Penunjukan Surabaya sebagai tuan rumah tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/372/013/2025. Penyerahan bendera Porprov oleh Emil kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi simbol resmi penunjukan tuan rumah.

“Kota Surabaya siap menjadi tuan rumah Porprov X Jatim 2027. Kami akan menyambut seluruh kontingen dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur dengan keramahan, pelayanan terbaik, dan semangat kebersamaan,” sebut Eri Cahyadi antusias dalam sambutan videonya

Eri juga mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan ajang ini dengan sportivitas tinggi. “Mari kita wujudkan Porprov X Jatim 2027 yang meriah dan penuh kebersamaan. Kami tunggu kedatangan Anda di Kota Pahlawan!” ujarnya.

Selain itu, Surabaya kembali menunjukkan dominasinya pada Porprov IX Jatim 2025 dengan meraih gelar juara umum. Kota ini mengumpulkan 195 medali emas, 127 perak, dan 134 perunggu, menjadikannya gelar juara umum kesembilan dalam sejarah Porprov.

Kota Malang menempati posisi kedua dengan 132 emas, 124 perak, dan 116 perunggu, diikuti Kabupaten Sidoarjo di posisi ketiga dengan 87 emas, 86 perak, dan 116 perunggu. (*)