Friday, July 31, 2026
Google search engine
Home Blog Page 81

Kabupaten Malang Hattrick Juara Umum Binaraga Porprov IX Jatim 2025

0
KEKAR: Lima binaragawan menunjukkan kemampuannya di final mens athletic physique up to 170 cm pada perhelatan Porprov IX Jatim 2025 di Gedung Serba Guna Sasana Krida, kompleks Universitas Negeri Malang, kemarin. (Laga.id/istimewa BW)

Laga.id, Malang – Kabupaten Malang tampil sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) Binaraga pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Perolehan medali Kabupaten Malang mengungguli daerah-daerah lainnya.

Kabupaten Malang membawa pulang 3 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu hingga berakhirnya perlombaan cabor Binaraga di Gedung Serba Guna Sasana Krida, kompleks Universitas Negeri Malang, Selasa (1/7/2025) kemarin.

Meski mengantongi perolehan medali emas yang sama dengan Kabupaten Sidoarjo, namun Kota Udang itu harus puas berada di peringkat dua, karena kalah selisih perak dan perunggu.

Posisi ketiga menjadi milik Kota Malang dengan 1 medali emas, 2 medali perak. Peringkat empat kota ditempati Surabaya yang mendapat 1 medali emas, 1 medali perak.

Pada Porprov VIII di Sidoarjo, Kabupaten Malang menjadi juara umum dengan raihan 3 medali emas, ditambah 2 medali perak. Sebelumnya di Porprov VII, Kabupaten Malang juga meraih juara umum dengan meraih 1 medali emas dan 2 medali perak.

Kali ini, raihan 3 medali emas Kabupaten Malang dipersembahkan Salsa Hafidz F (+70 kg pa), Faaza Febriani A (over 170 cm) dan M Zuhdi Ammar (up to 165 cm). Satu medali perak dari Sheva Habib Fernanda (up to 170 cm). Dua perunggu disumbangkan Yhan Herlambang (175 cm) dan Shilmi Permatasari (women model).

Prestasi membanggakan dicapai Kabupaten Sidoarjo yang diluar dugaan mampu merebut 3 medali emas. Masing-masing disumbangkan M Febriantro Zakarya (60 kg), Alung Rivaldy (up to 170 cm) dan Maftach Osyiqlaila Agustina (women model).

Sementara 1 medali emas Kota Malang diraih Vicky Arif Verdiansyah (70 kg). Satu keping medali emas Kota Surabaya diraih M Yousif (175 cm). “Peta kekuatan binaraga di Jatim sekarang lebih ketat, dengan munculnya atlet-atlet berbakat,” kata Ketua Pengprov PBFI Jatim, Raja Siahaan. (*)

Timnas Putri Indonesia Siap Tempur Lawan Pakistan, Mochizuki Waspadai Serangan Balik Kilat

0
Timnas Putri Indonesia

Laga.id, Tangerang – Pelatih Tim Nasional Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, telah meramu strategi jitu jelang laga krusial menghadapi Pakistan dalam pertandingan kedua Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2026.

Duel sengit ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu (2/7/2025) malam WIB, di markas Stadion Indomilk Arena, Tangerang.

Mochizuki telah mengantongi sejumlah titik lemah dan kekuatan lawan yang akan dihadapi oleh anak asuhnya. Persiapan matang ini menjadi kunci dalam upaya Garuda Pertiwi meraih hasil positif di turnamen bergengsi ini.

“Kami sudah melihat pertandingan antara Chinese Taipai Vs Pakistan, Pakistan sebenarnya tidak bermain buruk, mereka juga tim kuat,” terang Satoru Mochizuki.

Meskipun demikian, Mochizuki tetap melihat Pakistan sebagai tim yang patut diwaspadai secara serius. Pelatih asal Jepang tersebut memprediksi bahwa Timnas Putri Indonesia akan mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan.

“Pakistan memiliki skill yang bagus, dribel juga bagus, itu. Kalau kami banyak pegang bola harus siap diserang balik,” tegas Satoru Mochizuki, menekankan pentingnya transisi yang cepat dan disiplin pertahanan.

Mochizuki tak lupa melayangkan pujian atas perjuangan gigih para pemainnya saat meraih kemenangan tipis 1-0 atas Kirgistan di laga perdana. Gol tunggal yang dicetak oleh Isa Warps menjadi bukti semangat juang tim yang patut diapresiasi.

Mochizuki juga menyoroti beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh anak asuhnya. Ia menekankan bahwa Helsya Maeisyaroh dan kawan-kawan perlu menunjukkan keberanian lebih dalam mendekati area gawang lawan

“Jadi pemain sudah punya inisiatif berani mengambil shooting dari jauh, itu sudah bagus, tapi kami ingin mencoba lagi, mencari tahu bagaimana caranya kami bisa melakukan shooting lebih dekat dan bisa lebih dekat ke gawang ke gawang lawan,” tutur Mochizuki.

Esports Porprov IX Langkah Awal Bidik Prestasi Dunia, Kadispora Jatim Sebut Olahraga Elektronik Opsi Terbaik Generasi Muda

0
BIDIK DUNIA: Perwakilan atlet Esports pada ajang Porprov IX Jatim 2025 bersama Ketua Umum Pengprov ESI Jatim Murbianto Adi Wibowo beserta Kadispora Jatim Hadi Wawan Guntoro pada pembukaan di Lippo Plaza, Kota Batu, sore tadi. (Laga.id/istimewa DA)

Laga.id, Kota Batu – Empat nomor cabang olahraga (cabor) Esports dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Sebanyak 322 atlet dari 33 kabupaten/kota se-Jawa Timur beradu di Lippo Plaza, Kota Batu, 1-3 Juli.

Ketua Umum Pengprov Esports Indonesia (ESI) Jawa Timur Brigjen TNI Murbianto Adi Wibowo, M.M. menjelaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya ajang tahunan, melainkan strategi jangka panjang untuk menjaring bibit-bibit unggul dari seluruh penjuru daerah.

“Alhamdulillah, antusiasme luar biasa dari para peserta. Porprov ke-9 ini menjadi momen penting menjaring atlet berprestasi dari daerah yang bisa kita bawa ke level nasional dan bahkan internasional,” tegasnya pada awak media usai pembukaan Esports, Selasa (1/7/2025) sore.

“Ke depan, kami juga akan membuat event berbasis budaya agar klub-klub esports di Jatim punya panggung yang lebih luas. Kita ingin aktivasi yang berkelanjutan,” tambah Murbianto.

POTENSI: Kadispora Jatim Hadi Wawan Guntoro (kiri) bersama Ketua Umum Pengprov ESI Jatim Murbianto Adi Wibowo sepakat olahraga elektronik bisa menjadi peluang karier dan prestasi baru bagi generasi muda. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Menurutnya, Esports kini bukan sekadar hobi, tetapi menjadi peluang karier dan prestasi baru bagi generasi muda. Murbianto juga menyampaikan harapan agar Porprov menjadi cikal bakal lahirnya atlet-atlet esports masa depan, serta edukasi kepada masyarakat bahwa esports adalah olahraga prestasi yang penuh potensi.

“Esports bukan sekadar bermain game, tetapi melatih sportivitas, kendali emosi, dan kerja sama tim. Ini potensi ekonomi dan prestasi yang sangat besar bagi Jawa Timur,” ucap Murbianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur Hadi Wawan Guntoro menilai bahwa Esports kini menjadi alternatif yang relevan untuk anak-anak muda yang tertarik dengan teknologi dan digitalisasi.

“Esports bisa jadi pilihan positif bagi generasi muda yang belum menemukan jalur olahraga konvensional. Ini olahraga yang butuh fokus, strategi, refleks cepat, dan kerja sama tim. Porprov ini ajang uji coba pembinaan, dan ke depan kita targetkan PON 2028 hingga prestasi tingkat dunia,” ujar Hadi Wawan.

MODE SERIUS: Atlet Esports Kabupaten Kediri saat bertanding pada nomor eFootball Putra di Lippo Plaza, Kota Batu, sore tadi. (Laga.id/istimewa SA)

Dia menyebutkan bahwa Porprov IX Jatim berpotensi mendatangkan 500 hingga 1.000 pengunjung per hari, menjadikannya tidak hanya sebagai ajang olahraga, tapi juga daya tarik ekonomi dan pariwisata lokal.

Untuk diketahui, cabor Esports mempertandingkan nomor PUBG Mobile (Putra) – diikuti 17 kabupaten/kota, Free Fire (FF Putra) – diikuti 21 kabupaten/kota, eFootball (Putra) – diikuti 17 kabupaten/kota, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB Putra) – diikuti 22 kabupaten/kota

Selain itu, terdapat tiga nomor eksibisi, yakni Head of King (HOK), EA FC Mobile (FIFA), dan UDL yang memperluas variasi kompetisi dan menjaring lebih banyak potensi atlet. (*)

Kota Malang Kuasai OWS Porprov Jatim 2025

0
RAJA AIR: Kontingen Kota Malang menguasai cabor Open Water Swimming atau Renang Perairan Terbuka pada perhelatan Porprov IX Jatim 2025 yang berlangsung di Bendungan Lahor, Kabupaten Malang. (Laga.id/istimewa AI)

Laga.id, Malang – Kota Malang menunjukkan dominasinya dalam cabang olahraga (cabor) Renang Perairan Terbuka atau Open Water Swimming (OWS) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang berlangsung di Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, Selasa (1/7/2025).

Kota Malang tampil sebagai juara umum dengan torehan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 emdali perunggu. Di posisi kedua, ada Kota Surabaya yang hanya mengoleksi 2 medali emas. Sementara Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat ketiga dengan raihan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Di hari terakhir, nomor 5.000 meter putra, atlet Kabupaten Bangkalan, Satria Dwi Candra, berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 00 menit 11,89 detik. Ia mengungguli Marvelunus Randy dari Kota Malang yang finis kedua dengan waktu 1 jam 4 menit 16,38 detik. Posisi ketiga diraih atlet Kabupaten Gresik, Achmad Bakhran Dzin, dengan waktu 1 jam 4 menit 33,47 detik.

Sementara itu, di nomor 5.000 meter putri, atlet Kota Malang Patrice Eugenia Fauzi tampil dominan dengan waktu 1 jam 8 menit 57,59 detik. Ia mengalahkan atlet Kabupaten Sidoarjo, Gabriele Valerie, yang mencatat waktu 1 jam 9 menit 07,75 detik, dan Mentari Muslimattus dari Kabupaten Tulungagung yang finis di posisi ketiga dengan waktu 1 jam 10 menit 22,74 detik.

Technical Delegate cabang olahraga perairan terbuka (OWS) Subroto menyampaikan bahwa penyelenggaraan OWS tahun ini berjalan lancar dan menunjukkan perkembangan positif dalam hal prestasi.

“Untuk OWS sendiri ada peningkatan, perenang-perenang muda itu saat ini bagus-bagus. Para pelatih sangat mempersiapkan diri. OWS sudah diminati perenang-perenang muda untuk jarak jauh,” ujar Subroto.

Pihaknya juga menyoroti munculnya bakat-bakat baru dari daerah seperti Bangkalan, yang mulai menunjukkan perkembangan menjanjikan. Meski dominasi masih dipegang Kota Malang dan Surabaya, potensi dari daerah lain mulai terlihat dan memberikan persaingan yang lebih merata.

“Secara keseluruhan sangat merata, Bangkalan sudah ada yang muncul. Malang itu juga didominasi perenang-perenang putri,” tambahnya.

Sebelumnya, pada nomor 2.000 meter putra, medali emas diraih oleh atlet Kota Surabaya, Ananda Caraka Ishvara, dengan waktu 23 menit 56,74 detik. Untuk nomor 2.000 meter putri, atlet Kabupaten Sidoarjo, Fiore Gaia El Zahra, menjadi juara dengan waktu 26 menit 51,97 detik.

Sementara itu, di nomor 3.000 meter putra, Hanafi Aditya dari Kota Surabaya keluar sebagai juara dengan catatan waktu 37 menit 11,44 detik. Di nomor 3.000 meter putri, medali emas diraih oleh Makayla Nadjwa Maulidiva dari Kota Malang dengan catatan waktu 41 menit 38,51 detik. (*)