Friday, July 31, 2026
Google search engine
Home Blog Page 88

Asa PGI Jatim di Porprov Berikutnya, Golf Bukan Hanya Milik Surabaya

0
JAWARA: Golfer Kota Surabaya tampil dominan dengan menyapu bersih medali emas yang tersedia pada ajang Porprov IX Jatim 2025. (Laga.id/istimewa PGI Jatim)

Laga.id, Malang – Cabang olahraga (cabor) Golf pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur telah berakhir, Minggu (29/6/2025) sore. Kota Surabaya sukses menyapu bersih tujuh medali emas sekaligus. Terakhir, di nomor foursome mix yang diraih Nathan Christoper Widjaya-Calista Allegra Dewantara.

Overall, pegolf-pegolf Kota Surabaya mengoleksi tujuh emas, satu perak, dan satu perunggu. Meninggalkan kota/kabupaten yang lain. Di antaranya: Kota Kediri (1 perak, 2 perunggu), Kota Malang (1 perak, 3 perunggu), dan Kabupaten Pasuruan (1 perak, 2 perunggu).

Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jatim Mochamad Rizal mengharapkan Kota/Kabupaten yang lain bisa mengejar ketertinggalannya dari Kota Surabaya. Terutama untuk mempersiapkan golfer-nya pada Porprox XX Jatim 2027 mendatang.

“Dari Porprov ini petanya sudah kelihatan. Begitu pula talenta-talenta yang pada saat ini mulai muncul. Dua tahun lagi, setidaknya dapat mendekati level Kota Surabaya,” kata Rizal.

Bukan hanya tentang persaingan dalam Porprov, imbuh Rizal. Juga tentang golfer potensial yang bisa membela nama Jatim dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB-NTT.

“Jatim yang sebelumnya dikenal sebagai gudangnya atlet golf, sekarang terbukti. Dengan punya banyak pegolf berprestasi, maka upaya kami mengejar gelar juara umum pada cabor Golf PON berikutnya bisa terealisasi,” sambung Rizal.

Dia juga mengharapkan, daerah-daerah di Jatim sudah lebih siap mengirim golfer ke Porprov. Dari 12 Pengcab PGI Kota/Kabupaten di Jatim, hanya dua di antaranya yang tidak turun dalam Porprov.

Sementara itu, PGI Kota Surabaya melengkapi status juara umum cabor Golf pada Porprov sekaligus menyapu bersih medali emas Golf Porprov. Ketua PGI Surabaya Syamanta Novan menyebut kota/kabupaten lain sudah menjadikan pesaingan dalam Porprov kali ini lebih kompetitif.

“Keikutsertaan mereka menambah bagaimana cara ke depan supaya Jatim punya semakin banyak atlet potensial,” sebut Novan.

PGI Kota Surabaya pun akan melanjutkan roda pembinaannya lagi dengan melangsungkan Piala Walikota Surabaya, di November nanti.

Dalam cabor Golf yang untuk kali pertama digelar ini, Kota Surabaya tidak hanya jadi penyumbang emas terbanyak. Golfer-nya Calista, juga jadi peraih emas terbanyak di cabor golf Porprov dengan raihan empat medali emas. (*)

Tipis, Unggul Perak Antarkan Kota Surabaya Raih Juara Umum Kempo Porprov IX Jatim 2025

0
JUARA BERTAHAN: Kota Surabaya sukses mempertahankan gelar juara umum cabor Kempo pada ajang Porprov IX Jatim 2025. (Laga.id/istimewa RS)

Laga.id, Malang – Kota Surabaya keluar sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) Shorinji Kempo di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Kontingen Kempo Kota Surabaya berhasil meraih 6 emas dan 5 perak selama penyelenggaraan di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Kota Malang, 25-29 Juni.

Jumlah emas dan perak tersebut sama seperti yang diraih kempo Surabaya saat Porprov VIII Jatim 2023. Bedanya, saat tampil di Jombang dua tahun lalu, Surabaya juga mendapat tambahan 2 perunggu. Selain itu, tahun ini persaingan lebih ketat. Sebab, Surabaya sebetulnya hanya unggul jumlah perak dari Kota Malang yang berada di posisi runner-up (5 banding 1).

“Alhamdulillah kalau ngomong target dari KONI (Surabaya, Red) memang ditargetkan 6, kami plus bonus perak lima,” kata Ketua Umum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Surabaya Agus Priyo Santoso.

“Sebetulnya masih bisa dimaksimalkan lagi, cuma kami agak slow down, berempati dengan yang sakit dan cedera. Mungkin secara psikis anak-anak agak berat juga, tapi alhamdulillah target sudah kami penuhi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Agus menilai jika daerah-daerah selain Surabaya menunjukkan perkembangan cukup baik. Persaingan pun lebih ketat. Sebagai contoh, Kabupaten Bangkalan bisa mencuri tiga emas dan berada di posisi ketiga.

“Betul, Bangkalan mungkin orang banyak underestimate, tapi juara umum ketiga, Ngawi juga baru muncul, insyaAllah merata. Bagus, mudah-mudahan dua tahun kedepan lebih bersaing,” harapnya.

Klasemen Cabor Kempo Porprov IX Jatim 2025

No.DaerahEmasPerakPerunggu
1.Kota Surabaya650
2.Kota Malang614
3.Kabupaten Bangkalan300
4.Kabupaten Malang246
5.Kabupaten Pasuruan241

Juara Umum Lagi, Kota Kediri Rajai Angkat Besi Porprov IX

0
PENGUASA: Kontingen Kota Kediri berhasil menjadi juara umum cabor Angkat Besi di Porprov IX Jatim 2025 yang digelar di Gedung Sasana Krida, Kota Malang, pada 26-28 Juni. (Laga.id/istimewa RS)

Laga.id, Malang – Kota Kediri berhasil mempertahankan gelar juara umum cabang olahraga (cabor) Angkat Besi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Kota Kediri berhasil menyabet 18 emas, 12 perak dan 4 perunggu dari total 42 nomor yang dipertandingkan di Gedung Sasana Krida, Kota Malang, pada 26-28 Juni.

Saat Porprov VIII dua tahun lalu, Kota Kediri juga berhasil menyabet juara umum cabor Angkat Besi. Ketika itu, di Sidoarjo, mereka menyabet 13 emas. “Jadi (tahun ini, Red) target 15 emas kami mendapat 18, alhamdulillah. Walaupun ini tadi 1 emas lepas, tapi kami masih mendapat 18 emas,” kata Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko, Sabtu (28/6/2025).

Total 18 emas itu diperoleh delapan orang atlet. Yakni Marcela Febrianti (2 emas), Nadyan Tanzha Khelingan (1), Lavena Putri Angelita (3), Erva Septiana (3), Ardaraya (3), Ardian Nur Cahyo (1), Duffan Agustino (1), Qisthi Trisa Nur Vania (2) dan Achmad Rizal Araya (2).

DOMINASI: Atlet-atlet cabor Angkat Besi dari Kota Kediri percaya diri bisa mempertahankan gelar pada ajang Porprov Jatim berikutnya. (Laga.id/istimewa RS)

Lebih lanjut, Eko mengatakan bahwa gelar juara umum tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet Angkat Besi Kota Kediri. “Jadi kira-kira pembinaan itu yang terpenting adalah anak-anak komitmen, berlatih, sehingga kalau setiap hari latihan, yakin lah sesuatu yang diinginkan pasti tercapai,” tuturnya.

Kedepan, Eko optimistis Kota Kediri masih bisa terus mempertahankan gelar. “Kalau di (Porprov, Red) 2027 banyak yang siap. Jadi, masih muda semua. Masih 14 tahun, 15 tahun, akan lebih mudah mendapatkan medali,” tandasnya.

Peringkat 3 Besar Cabor Angkat Besi Porprov IX Jatim 2025

No.DaerahEmasPerakPerunggu
1.Kota Kediri18124
2.Kabupaten Pacitan812
3.Kabupaten Bojonegoro695

Daftar Peraih Medali Angkat Besi Kota Kediri Porprov IX Jatim 2025
44 kg putri – Marcela Febrianti: 2 emas, 1 perak
48 kg putri – Nadyan Tanzha Khelingan: 1 emas, 2 perak
53 kg putri – Lavena Putri Angelita: 3 emas
58 kg putra – Alvin Saputra: 1 perak, 2 perunggu
58 kg putri – Lintang Mei Purwandini: 1 perunggu
60 kg putra – Achmad Rizal Araya: 2 emas, 1 perak
63 kg putri – Erva Septiana: 3 emas; Isna Fadila Rohman 3 perak
+69 kg putri – Qisthi Trisa Nur Vania: 2 emas, 1 perak
76 kg putra – Ardaraya: 3 emas
+88 kg putra – Duffan Agustino: 1 emas, 2 perak; Ardian Nur Cahyo: 1 emas, 1 perak, 1 perunggu. (*)

313 Atlet Petanque Berebut 13 Medali Emas di Porprov IX Jatim

0
BERKEMBANG: Ketua FOPI Jatim Dwi Cahyo Kartiko (tiga dari kanan) bersiap melempar bola menandai dimulainya pertandingan petanque Porprov IX Jatim 2025. (Laga.id/istimewa DP)

Laga.id, Malang – Sebanyak 313 atlet dari 32 Kabupaten/Kota berlaga di arena Petanque Porprov IX Jatim 2025. Terdiri dari 157 atlet putra dan 156 atlet putri, mereka bertarung di 13 nomor yang dipertandingkan dan memperebutkan 13 medali emas.

“Jumlah peserta 32 kab/kota ini menurut kami fenomenal. Karena hanya tiga daerah yang tidak ikut porprov,” kata Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jatim Dwi Cahyo Kartiko kepada wartawan usai membuka pertandingan petanque di Bess Resort, Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (29/6/2025).

Tiga daerah yang tidak mengirimkan atletnya di Porprov IX, yaitu Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Probolinggo. Penyebabnya, masa kepengurusan mereka telah habis dan belum melaksanakan musyawarah kabupaten (muskab) untuk pembentukan kepengurusan baru.

“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kami agar bagaimana semua kab/kota di Jatim bisa ikut Porprov. Apa yang sudah dilakukan kepengurusan sebelumnya itu sudah luar biasa. Kami hanya melanjutkan saja dan merawat FOPI di daerah agar semarak dan even-even bisa dilakukan,” paparnya.

Selain tiga daerah itu, masih ada tiga daerah lain yang hingga saat ini belum memiliki pengurus cabang (pengcab) petanque sama sekali. Sehingga tidak mengirimkan atletnya.Tiga daerah itu adalah Kabupaten Bondowoso, Kota Batu, dan Kabupaten Blitar.

Padahal, di Jawa Timur sendiri terdapat 38 kabupaten/kota yang seharusnya bisa berpartisipasi dalam ajang olahraga dua tahunan ini. Porprov Jatim bukan sekadar ajang unjuk kebolehan. Lebih dari itu, ini merupakan jalur pembibitan atlet untuk dibina lebih lanjut di tingkat nasional.

“Porprov ini momentum penting. Siapa pun yang berprestasi di sini akan menjadi perhatian Pengprov dan juga FOPI Pusat. Karena dari sinilah kita bisa merekomendasikan nama-nama untuk dipertimbangkan masuk Pelatnas,” tegas Dwi Cahyo.

Meski belum seluruh daerah aktif, FOPI Jatim menilai bahwa perkembangan petanque di provinsi ini tergolong cukup pesat. Antusiasme atlet muda dan upaya pembinaan yang dilakukan sejumlah pengcab terbukti mampu melahirkan banyak atlet potensial.

Di Jatim, cabor ini mulai berkembang sejak beberapa tahun terakhir dengan dukungan sejumlah daerah yang agresif membentuk pengcab dan menyelenggarakan kejuaraan lokal. (*)