Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 9

Targetkan Juara, Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya Siap Berlaga di Pontianak

0
Trofi juara turut dipamerkan dalam sesi jumpa pers jelang AVC Men's Volleyball Champions League 2026
BIDIK TAKHTA: Sesi jumpa pers yang memamerkan trofi juara jelang AVC Men's Volleyball Champions League 2026. Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya berambisi meraih prestasi tinggi pada ajang yang dihelat di Pontianak pada Mei 2026 mendatang. (Laga.id/istimewa PP PBVSI)

Laga.id, Jakarta – Dua klub bola voli putra terbaik Indonesia, Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya, dipastikan siap bertarung dalam ajang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 13 hingga 17 Mei 2026.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Imam Sudjarwo, dalam keterangan resminya melalui laman resmi PP PBVSI, menyatakan optimisme tinggi terhadap kemampuan kedua wakil tuan rumah untuk bersaing secara kompetitif di level kontinental. Menurutnya, pengalaman bertanding di kancah internasional menjadi modal krusial, khususnya bagi Bhayangkara Presisi, guna meredam dominasi kekuatan besar voli Asia.

“Saya berharap Bhayangkara Presisi bisa menjadi juara. Dengan pengalaman tampil di kompetisi Asia tentu Bhayangkara Presisi bisa bersaing dengan tim-tim dari Iran, Qatar, Thailand, Korea hingga Jepang,” ujar Imam Sudjarwo, Minggu (15/3/2026).

Selain mengejar prestasi melalui Bhayangkara Presisi, federasi juga menjadikan kejuaraan ini sebagai panggung pembinaan bagi Jakarta Garuda Jaya. Tim ini dihuni oleh barisan pemain muda potensial yang diproyeksikan sebagai tulang punggung tim nasional masa depan. Berdasarkan rilis di laman resmi PP PBVSI, Imam menilai bahwa atmosfer kompetisi level Asia akan mengakselerasi kematangan teknis pemain seperti Dawuda Alaihimassalam dan Fauzan Nibras.

“Kami juga melakukan pembinaan prestasi dengan memberikan kesempatan kepada Jakarta Garuda Jaya yang diisi pemain muda bermain di level internasional. Kami punya harapan ke depannya mereka bisa mematangkan permainan mengingat para pemain yang ada di Jakarta Garuda menjadi harapan Indonesia di sektor putra untuk berlaga di Olimpiade Brisbane 2032 mendatang,” tutur Imam menambahkan.

Manajer Jakarta Bhayangkara Presisi, Pipit Rismanto, menegaskan bahwa partisipasi ketiga mereka dalam turnamen ini memberikan keunggulan dalam membaca karakter lawan. Sebagai langkah strategis yang dilaporkan melalui laman resmi PP PBVSI, manajemen kembali mendatangkan pemain asing berkualitas dunia untuk memperkuat lini serang.

“Kami sudah dua kali berlaga di event ini. Tentu lawan yang kami hadapi sudah tidak asing. Kami kembali mengontrak Noumory Keita untuk membela Bhayangkara Presisi setelah kontraknya selesai di kompetisi Italia,” jelas Pipit.

Senada dengan manajemen, pemain andalan Bhayangkara Presisi, Rendy Tamamilang, memasang target maksimal pada edisi kali ini. Setelah meraih posisi runner-up pada 2024 dan peringkat ketiga pada tahun lalu, Rendy optimistis dukungan publik di kandang sendiri akan menjadi faktor pembeda.

“Pada 2024 kami runner up, tahun lalu peringkat ketiga. Tahun ini, di kandang sendiri, kami harus juara,” tegas Rendy.

Dukungan penuh juga datang dari Presiden Konfederasi Voli Asia (AVC), Ramon Suzara. Ia mengapresiasi kesiapan Indonesia dalam menyelenggarakan turnamen prestisius ini di Pontianak dan meyakini standar penyelenggaraan akan memenuhi ekspektasi internasional.

“Saya yakin perhelatan kali ini bisa menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menghadirkan event olahraga kelas dunia, dan semoga Indonesia pun bisa menjadi juara,” pungkas Ramon Suzara.

Berdasarkan hasil undian, Jakarta Bhayangkara Presisi akan menghadapi wakil Kazakhstan, Zhaiyk VC. Sementara Jakarta Garuda Jaya langsung bertemu klub kuat asal Iran, Foolad Sirjan Iranian. (*)

KONI Jatim Terapkan Visual Coaching Berbasis Sport Science Jelang PON Bela Diri 2026

0
Wakil Ketua Umum II KONI Jatim Irmantara Subagio memberikan keterangan mengenai penerapan sistem visual coaching untuk atlet Puslatda Jatim.
PAPARAN: Wakil Ketua Umum II KONI Jatim Irmantara Subagio (tengah) saat memberikan keterangan kepada sejumlah pelatih cabor yang akan turun di PON Bela Diri 2026 mengenai penerapan sistem visual coaching untuk atlet Puslatda Jatim. (Laga.id/istimewa KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi mengintegrasikan teknologi visual coaching ke dalam sistem pemusatan latihan guna memacu performa atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026 di Sulawesi Utara.

Langkah strategis berbasis sport science ini diterapkan sebagai standar baru bagi para pelatih cabang olahraga (cabor) dalam menyusun program latihan yang lebih terukur dan akuntabel di Surabaya, Senin (16/3/2026).

Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menjelaskan bahwa sistem visual coaching merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Platform digital ini dirancang khusus untuk mempermudah pelatih dalam merancang periodisasi latihan yang sinkron dengan data performa atlet di lapangan.

Visual coaching ini memberikan gambaran umum mengenai program latihan yang bisa menjadi panduan bagi pelatih dalam menyusun program latihan. Program tersebut juga harus dimasukkan ke dalam sistem agar dapat dipantau dan dievaluasi,” ujar Nabil saat memberikan keterangan di Kantor KONI Jatim.

Melalui sistem ini, setiap pelatih wajib menyusun skema latihan yang kemudian didampingi langsung oleh Badan Pelaksana (Bapel) Pusat Latihan Daerah (Puslatda) serta Badan Sport Science (BSS) KONI Jatim. Sinergi ini bertujuan memastikan metode yang diterapkan memiliki standar kualitas yang seragam di seluruh disiplin bela diri.

“Nanti kami akan memberikan masukan dan arahan. Selain itu, juga akan ada kunjungan untuk mengonfirmasi program latihan agar terdapat keseragaman pola latihan meskipun berasal dari cabor yang berbeda,” jelasnya.

Nabil merinci bahwa struktur kepelatihan akan terbagi menjadi dua pilar utama, yakni program latihan umum sebagai fondasi fisik dan program spesifik yang disesuaikan dengan kondisi serta target individu setiap atlet.

Pasca-Lebaran, KONI Jatim dijadwalkan memanggil para pelatih untuk mempresentasikan model latihan tersebut di hadapan tim pakar guna memastikan efektivitasnya dalam memburu prestasi tertinggi.

“Tujuan kita adalah memperoleh medali sebanyak-banyaknya. Untuk itu harus ada target yang jelas. Jika target tersebut tercapai, maka hasil yang diharapkan juga bisa terpenuhi,” tegas Nabil.

Selain proyeksi PON Bela Diri 2026, sistem ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju Babak Kualifikasi (BK) PON XXI 2028. Nabil menekankan bahwa Puslatda dijadwalkan mulai beroperasi secara intensif pada April mendatang untuk mematangkan kesiapan fisik dan mental atlet.

“Puslatda rencananya mulai berjalan pada April. Dari situ kita mulai mempersiapkan berbagai tahapan, mulai dari target mengikuti event, kemudian BK PON, hingga akhirnya tampil di PON yang sebenarnya,” pungkasnya.

Modernisasi pembinaan melalui digitalisasi program ini menjadi sinyal kuat keseriusan Jawa Timur dalam mempertahankan dominasi di kancah olahraga nasional melalui pendekatan ilmiah yang presisi. (*)

Inkanas Se-Jatim Solid Dorong Johanes Koento Pimpin FORKI Jatim

0
Rakerda Inkanas se-Jawa Timur malah dukung Johanes Koento
PANEN DUKUNGAN: Johanes Koento (kiri) saat memberikan sambutan pada Rakerda Inkanas se-Jatim justru mendapat dorongan untuk maju memimpin FORKI Jatim. (Laga.id/istimewa Humas Inkanas Jatim)

Laga.id, Malang – Gelombang dukungan terhadap Johanes Koento untuk menduduki kursi Ketua Umum Pengurus Daerah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Timur periode 2026–2030 semakin menguat setelah Pengurus Cabang (Pengcab) Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) se-Jatim secara resmi menyatakan sikap solidnya.

Kesepakatan untuk mengusung Sekretaris Umum Pengda Inkanas Jatim tersebut diambil dalam forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Inkanas se-Jatim yang mempertegas arah dukungan perguruan karate terbesar di bawah komando Kapolda Jatim tersebut di Malang, Minggu (8/3/2026).

Langkah Inkanas mendorong Johanes Koento bukan tanpa alasan, mengingat perguruan ini memiliki rekam jejak panjang dalam mencetak karateka berprestasi yang memperkuat kontingen Jawa Timur di level nasional maupun internasional.

Nama-nama besar seperti peraih emas SEA Games dan PON, di antaranya Jeane Mariane Taroreh, Umar Syarief, hingga pelatih nasional Robert Karly, lahir dari rahim perguruan ini. Johanes Koento sendiri merupakan mantan atlet andalan yang pernah menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di ajang SEA Games serta emas untuk Jawa Timur di ajang PON.

Dukungan resmi ini mengalir dari seluruh cabang Inkanas di Jawa Timur, terutama mereka yang menempati posisi strategis di struktur FORKI kabupaten/kota. Ketua Harian Inkanas Kabupaten Pasuruan, Joko Suseno, menegaskan bahwa rekam jejak dan dedikasi Koento menjadi modal utama yang tidak diragukan lagi untuk menakhodai organisasi karate tertinggi di Jawa Timur tersebut.

“Kami mengetahui langsung kiprah beliau dalam dunia karate. Dengan pengalaman dan kontribusi yang dimiliki, beliau sangat layak memimpin FORKI Jawa Timur,” ujar Joko Suseno di sela-sela rapat tersebut.

Joko menambahkan bahwa seluruh jajaran Inkanas Kabupaten Pasuruan telah membulatkan tekad untuk mengawal pencalonan Johanes Koento hingga pemilihan mendatang. Ia meyakini di bawah kepemimpinan sosok yang paham seluk-beluk pembinaan atlet, prestasi karateka di provinsi ujung timur Jawa ini akan kembali mencapai masa keemasan dan mampu berbicara banyak di panggung dunia.

Deklarasi ini menjadi sinyal kuat bahwa peta persaingan bursa calon Ketua Umum FORKI Jatim mulai mengerucut pada figur yang memiliki akar prestasi kuat di lapangan. (*)

Elkan Baggott Kembali, Skuad Garuda Siapkan 41 Pemain Hadapi Bulgaria dan St. Kitts

0
Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
BALIK Penampilan bek Elkan Baggott (depan) bersama Ipswich Town saat menghadapi Wrexham pada laga FA Cup babak keempat, 13 Februari 2026 lalu. Dia berpeluang kembali membela Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026. (Laga.id/istimewa Justin Setterfield via Getty Images)

Laga.id, Jakarta – Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi memanggil 41 pemain masuk dalam daftar skuad sementara (provisional squad) guna menghadapi turnamen FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada akhir Maret mendatang.

Pemanggilan skala besar ini menjadi langkah awal juru taktik asal Inggris tersebut untuk menyeleksi komposisi terbaik sebelum mengerucutkan jumlah pemain menjadi skuad final jelang hari pertandingan di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Turnamen FIFA Series 2026 edisi kali ini akan mempertemukan Indonesia dengan tiga negara dari konfederasi berbeda, yakni Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan St. Kitts and Nevis (CONCACAF). Berdasarkan jadwal resmi, Timnas Indonesia akan menantang St. Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, laga antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon digelar pada sore harinya. Pemenang dari masing-masing laga akan melaju ke partai final pada Senin (30/3/2026), sedangkan tim yang kalah akan memperebutkan tempat ketiga.

Dalam daftar yang dirilis, Herdman kembali mengandalkan pilar-pilar yang merumput di kompetisi Eropa. Bek tengah US Sassuolo, Jay Idzes, dipastikan terbang dari Italia setelah menunjukkan performa impresif di Serie A, didampingi kiper kawakan UC Cremonese, Emil Audero.

Namun, sorotan utama tertuju pada kembalinya bek Ipswich Town, Elkan Baggott, yang sempat absen cukup lama dari panggilan Merah Putih. Kehadirannya diproyeksikan memperkuat lini pertahanan, terutama dalam mengantisipasi duel udara dan situasi bola mati.

Selain pemain senior, Herdman juga memberikan ruang bagi talenta muda untuk unjuk gigi. Penjaga gawang Cahya Supriadi mencatatkan pemanggilan perdana ke tim nasional senior, bergabung dengan nama-nama potensial lainnya seperti Dony Tri Pamungkas, Arkhan Fikri, hingga Victor Dethan yang kembali dipercaya bersaing memperebutkan posisi inti.

Terkait aspek operasional, PSSI mengonfirmasi bahwa penjualan tiket pertandingan telah dibuka sejak awal Maret 2026 secara daring. Tiket single matchday dapat diakses melalui layanan Livin Mandiri di tautan bmri.idTimnasMandiri sejak 2 Maret, serta melalui situs resmi kitagaruda.id untuk kategori bundling pada 5 dan 9 Maret.

Guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan, setiap calon penonton diwajibkan memiliki akun Garuda ID. PSSI juga menegaskan bahwa seluruh pembeli tiket resmi akan mendapatkan jaminan perlindungan asuransi selama berada di area stadion. Federasi mengimbau suporter untuk hanya melakukan transaksi melalui jalur resmi guna menghindari risiko penipuan serta praktik percaloan yang merugikan.

Berikut daftar 41 pemain provisional Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026
Kiper
Emil Audero – UC Cremonese
Maarten Paes – AFC Ajax
Nadeo Argawinata – Borneo FC
Cahya Supriadi – PSIM Yogyakarta
Ernando Ari – Persebaya Surabaya

Belakang
Jay Idzes – US Sassuolo
Kevin Diks – Borussia Mönchengladbach
Dean James – Go Ahead Eagles
Elkan Baggott – Ipswich Town
Justin Hubner – Fortuna Sittard
Nathan Tjoe-A-On – Willem II
Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta
Rizky Ridho – Persija Jakarta
Sandy Walsh – Buriram United
Fajar Fathurrahman – Persija Jakarta
Muhammad Ferarri – Bhayangkara Presisi
Yance Sayuri – Malut United FC

Tengah
Calvin Verdonk – LOSC Lille
Joey Pelupessy – Lommel SK
Eliano Reijnders – Persib Bandung
Ivar Jenner – Dewa United
Jordi Amat – Persija Jakarta
Marc Klok – Persib Bandung
Ricky Kambuaya – Dewa United
Witan Sulaeman – Persija Jakarta
Egy Maulana Vikri – Dewa United
Tim Geypens – FC Emmen
Arkhan Fikri – Arema FC
Ezra Walian – Persik Kediri
Victor Dethan – PSM Makassar

Depan
Miliano Jonathans – FC Utrecht
Ole Romeny – Oxford United
Ragnar Oratmangoen – FCV Dender
Beckham Putra – Persib Bandung
Mauro Zijlstra – Persija Jakarta
Ramadhan Sananta – DPMM FC
Yakob Sayuri – Malut United
Adrian Wibowo – Los Angeles FC
Hokky Caraka – Persita Tangerang
Jens Raven – Bali United
Stefano Lilipaly – Dewa United. (*)