Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 10

Siap-siap War! Harga Tiket Final Four Resmi Rilis, Intip Bocoran Tarif di Solo hingga Surabaya

0
Harga Tiket Final Four Proliga 2026 Surabaya Solo Semarang Yogyakarta
SIAP TANDING: Aksi dua pemain Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada laga Proliga 2026 beberapa waktu lalu akan menjadi salah satu magnet bagi pecinta bola voli nasional saat gelaran final four bergulir pada April mendatang. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Jakarta – Panitia penyelenggara Proliga 2026 resmi merilis daftar harga tiket babak final four hingga partai puncak kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia dengan rentang harga mulai Rp150.000 hingga Rp400.000 per lembar.

Penetapan harga tiket ini dilakukan guna menyambut antusiasme penggemar voli dalam rangkaian pertandingan yang akan bergulir di Surabaya, Solo, Semarang, dan Yogyakarta sepanjang April 2026 mendatang.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Imam Sudjarwo, menjelaskan bahwa struktur harga tersebut telah disesuaikan dengan kategori tempat duduk dan fasilitas yang ditawarkan kepada penonton. Ia menegaskan bahwa kategori reguler tetap menjadi pilihan paling terjangkau, sementara kategori VIP Plus dipatok sebagai tarif tertinggi.

“Tiket final four Proliga tersedia dalam beberapa kategori. Harga termurah untuk tribun reguler Rp150.000, sedangkan yang paling tinggi mencapai Rp400.000,” ujar Imam Sudjarwo dalam keterangan resminya di Jakarta yang diterima Laga.id, Sabtu (7/3/2026).

Rangkaian final four akan dimulai di Surabaya pada 2-5 April 2026 dengan harga tiket tunggal kategori reguler sebesar Rp200.000. Perjalanan kompetisi kemudian berlanjut ke Solo pada 9-12 April 2026 yang menawarkan variasi harga lebih luas, yakni reguler seharga Rp150.000, VIP Rp250.000, dan kategori VIP Plus senilai Rp400.000. Sementara itu, seri Semarang pada 16-19 April 2026 mematok tarif Rp150.000 untuk reguler dan Rp300.000 untuk kelas VIP.

Memasuki fase penentuan di Yogyakarta, panitia menetapkan tarif seragam untuk babak perebutan tempat ketiga (bronze final) pada 21-23 April 2026 dan partai puncak (gold final) pada 24-26 April 2026. Penonton dikenakan biaya Rp200.000 untuk kategori reguler, Rp300.000 untuk kelas 1, serta Rp400.000 untuk kelas VIP.

Ketua Panitia Proliga, Hanny Surkatty, mengungkapkan bahwa akses pembelian tiket akan dibuka secara bertahap mulai 9 Maret 2026 untuk seri Surabaya. Ia mengimbau calon penonton untuk memperhatikan kanal penjualan resmi agar terhindar dari praktik percaloan.

“Pembelian tiket untuk pertandingan di Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta dilakukan melalui situs proliga.co.id. Sementara itu, khusus pertandingan yang berlangsung di Solo, tiket hanya dapat dibeli melalui platform Goersapp.com,” kata Hanny menutup keterangannya. (*)

Konsistensi Prestasi 2025 Jadi Fondasi Kodrat Jatim Menuju Takhta PON 2028

0
Pengprov Kodrat Jatim Bidik Juara Umum PON 2028
PATOK TARGET: Ketua Umum Pengprov Kodrat Jatim Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi atlet Tarung Derajat Jatim saat tampil di PON Bela Diri 2025 lalu. Rentetan hasil apik sepanjang 2025 membuat Kodrat Jatim optimistis memenuhi target di PON 2028 mendatang. (Laga.id/istimewa Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Kepastian cabang olahraga (cabor) Tarung Derajat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 memicu semangat baru bagi Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengprov Kodrat) Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, Kodrat Jatim langsung mematok target tinggi untuk membawa pulang predikat Juara Umum.

Ketua Umum Pengprov Kodrat Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyatakan optimisme tersebut didasari oleh tren prestasi atlet Jawa Timur dalam dua tahun terakhir yang terus meningkat secara signifikan.

“Alhamdulillah, hasil Rakor KONI Pusat memastikan Tarung Derajat dipertandingkan di PON 2028. Ini kabar gembira dan Jatim harus segera bersiap. Dengan persiapan matang, target kita jelas, yakni juara umum,” tegas BHS dalam acara silaturahmi di Surabaya, Jumat (6/3/2026).

Menghadapi ajang empat tahunan tersebut, BHS telah merancang sejumlah program pembinaan, mulai dari peningkatan kualitas atlet hingga kompetisi berjenjang. Salah satu fokus utamanya adalah membenahi sektor seni gerak.

Rencananya, pada April 2026, Kodrat Jatim akan menggelar pelatihan khusus yang dipandu langsung oleh Sang Guru Putri Dara Mentari Dradjat dari Perguruan Pusat untuk mendongkrak kualitas nomor tersebut.

BHS yang juga merupakan anggota DPR RI ini turut mendorong KONI Jatim untuk segera menerbitkan SK Puslatda agar pemusatan latihan bisa berjalan lebih terkontrol. Mengingat persaingan di cabor Tarung Derajat yang sangat ketat, ia memprediksi perolehan 5 hingga 6 medali emas sudah cukup untuk mengunci gelar juara umum bagi kontingen provinsi ujung timur Jawa ini.

Erwin H. Poedjono
Ketua Harian Pengprov Kodrat Jatim Erwin H. Poedjono. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Optimisme senada diungkapkan Ketua Harian Pengprov Kodrat Jatim, Erwin H. Poedjono. Ia memaparkan bahwa fondasi menuju PON 2028 telah terbangun kuat melalui rangkaian prestasi sepanjang tahun 2025. Pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa di Solo, Jatim berhasil menyabet predikat Juara Umum II dengan koleksi 4 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

Tren positif ini berlanjut pada PON Beladiri II di Kudus dengan raihan Juara Umum III melalui 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Kejayaan tersebut semakin lengkap setelah Jatim kembali mengukuhkan posisi sebagai Juara Umum II di ajang Piala Kemenpora RI di Bandung dengan torehan 4 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.

“Prestasi ini menunjukkan sistem pembinaan di Jatim berjalan sistematis, mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa, hingga dewasa,” ujar Erwin yang juga menjabat sebagai Dirut PT Dharma Lautan Utama (DLU).

Selain faktor pembinaan, Erwin menambahkan bahwa Jatim memiliki keuntungan strategis karena mayoritas atlet berprestasi saat ini akan memasuki masa puncak atau golden age tepat saat PON 2028 berlangsung.

Jika dulu usia emas atlet Tarung Derajat berada di kisaran 27-28 tahun, tren saat ini bergeser ke usia 23-24 tahun. Hal ini dinilai sebagai peluang emas mengingat atlet-atlet muda Jatim saat ini sedang berada dalam performa terbaiknya. (*)

KONI Jatim Gandeng Jepang, Perkuat Pembinaan Atlet dan Kualitas Pelatih Demi Tembus Level Dunia

0
KONI Jatim kerja sama olahraga Indonesia Jepang
PELUANG KOLABORASI: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (kiri) menyerahkan tanda mata kepada Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Kaori Morohira usai pertemuan membahas rencana kerja sama pengembangan olahraga di Jawa Timur. (Laga.id/istimewa KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memperkuat langkah akselerasi prestasi atlet daerah dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Pemerintah Jepang guna melakukan transformasi metodologi pelatihan dan standardisasi peralatan olahraga bertaraf internasional.

Peluang kolaborasi internasional tersebut dimatangkan dalam audiensi antara Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil dan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Kaori Morohira di Kantor KONI Jatim, Surabaya, Kamis (5/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kaori Morohira menyatakan komitmen Jepang untuk memberikan dukungan teknis komprehensif yang mencakup pelatihan atlet, peningkatan kapasitas pelatih, hingga pemenuhan sarana olahraga modern. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pemetaan mendalam terhadap kebutuhan cabang olahraga (cabor) di Jawa Timur sebagai basis implementasi kerja sama.

“Kami sedang melakukan survei dan angket untuk mengetahui kebutuhan konkret di lapangan. Jepang memiliki komunitas kuat di cabang bela diri seperti judo, kendo, karate, hingga aikido. Kami membuka ruang komunikasi untuk berbagai bentuk kerja sama, mulai dari penyelenggaraan turnamen hingga dukungan teknis lainnya,” ujar Kaori.

Ia menambahkan bahwa sinergi ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengiriman pelatih rugby asal Jepang ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebelumnya.

Sementara itu, Nabil menilai dukungan langsung dari negara asal cabor bela diri sangat krusial untuk mengejar ketertinggalan prestasi di level global.

“Ini peluang yang sangat positif. Kita memiliki cabang olahraga asal Jepang seperti judo, karate, dan kempo. Dari sisi prestasi, kami merasa masih ada ketertinggalan. Dengan dukungan langsung dari negara asalnya, kami berharap ada standardisasi baru agar atlet kita mampu bersaing dengan atlet kelas dunia,” tegas Nabil.

Selain bela diri, kolaborasi ini diproyeksikan menyasar cabor gulat, senam, dan softball. Mengenai skema kerja sama, KONI Jatim memprioritaskan opsi mendatangkan instruktur ahli ke Surabaya guna efektivitas transfer pengetahuan.

“Yang paling efisien adalah mendatangkan pelatihnya ke sini. Dengan begitu, pelatih Jepang bisa melatih banyak atlet sekaligus dan memberikan transfer ilmu kepada pelatih lokal di Jatim,” jelasnya.

Nabil menargetkan draf Memorandum of Understanding (MoU) rampung segera agar implementasi program, termasuk bantuan peralatan, dapat dimulai pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai barometer pembinaan olahraga nasional yang memiliki daya saing internasional. (*)

Apresiasi Prestasi Olahraga, Bupati Fandi Akhmad Yani Cairkan Bonus Porprov IX Jatim Senilai Rp9,3 Miliar

0
Bupati Gresik serahkan bonus 9,3 miliar rupiah kepada atlet Porprov Jatim 2025.
GUYUR: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) bersama Wakil Bupati Asluchul Alif (kanan) menyerahkan bonus secara simbolis kepada perwakilan atlet berprestasi pada gelaran Porprov IX Jatim 2025 di Gedung WEP, Gresik, Rabu (4/3/2026). (Laga.id/istimewa Pemkab Gresik)

Laga.id, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik resmi mengucurkan bonus senilai Rp9,3 miliar sebagai bentuk apresiasi bagi atlet, pelatih, dan ofisial yang sukses mengukir prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam seremoni yang berlangsung di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Rabu (4/3/2026).

Kontingen Gresik berhasil menutup ajang tersebut dengan raihan impresif sebanyak 44 medali emas, 37 perak, dan 53 perunggu. Hasilnya, daerah berjuluk Kota Pudak ini sukses mengumpulkan total 303 poin. Selain itu, Kabupaten Gresik mencatatkan kenaikan peringkat dari posisi ketujuh pada tahun 2023 menjadi peringkat keenam pada tahun 2025.

Bupati Yani dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pemberian reward ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendorong kemajuan olahraga daerah. Namun, ia juga berpesan agar para atlet menggunakan dana tersebut secara bijak untuk masa depan.

“Kita buktikan prestasi tidak hanya di akademik saja tapi bisa kita berikan melalui cabang olahraga. Porprov merupakan gerbang kesuksesan anak muda Gresik dalam menunjukkan prestasinya di bidang olahraga,” ujar Bupati Yani.

Selanjutnya, Kepala Disparekrafbudpora Gresik, Saifudin Ghozali, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada 716 orang yang terdiri dari atlet dan ofisial. Faktanya, Kabupaten Gresik berhasil meraih medali dari berbagai cabang unggulan seperti renang, panjat tebing, hingga muaythai. Oleh sebab itu, ia berharap motivasi atlet tetap terjaga untuk menghadapi gelaran berikutnya.

“Total bonus yang diberikan pemerintah daerah kepada kontingen Gresik senilai Rp 9,3 milliar. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras, berprestasi lebih tinggi, dan menjadi kebanggaan bagi keluarga, daerah serta bangsa,” ungkap Ghozali.

Setelah itu, acara ditutup dengan penyerahan bonus secara simbolis oleh Bupati Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif. Tentunya, keberhasilan menembus enam besar menjadi modal berharga bagi KONI Gresik untuk menatap prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Gresik sebagai salah satu kekuatan utama olahraga di Jawa Timur. (*)