Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 11

Kejar Barcelona, Real Madrid Krisis Pemain Tanpa Mbappe-Bellingham Hadapi Getafe

0
ANDALAN: Vinicius Junior bakal menjadi tumpuan lini depan Real Madrid ditengah absennya Kylian Mbappe dan Jude Bellingham saat menghadapi Getafe pada lanjutan LaLiga di Estadio Santiago Bernabeu dini hari nanti WIB. (Laga.id/istimewa Antonio Villalba via Getty Images)

Laga.id, Madrid – Real Madrid mengusung misi wajib menang demi memangkas jarak poin dengan Barcelona saat menjamu Getafe dalam lanjutan pekan ke-26 LaLiga 2025/2026. Skuad asuhan Alvaro Arbeloa saat ini tertinggal empat angka dari rival abadi mereka di puncak klasemen, sehingga tambahan tiga poin menjadi harga mati untuk menjaga asa perburuan gelar juara.

Pertandingan krusial yang menguji kedalaman lini serang Los Blancos ini akan digelar di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid, Selasa (3/3/2026) pukul 03.00 WIB.

Meski bertindak sebagai tuan rumah, Real Madrid dihadapkan pada badai cedera serius yang menimpa pilar-pilar utama. Jude Bellingham menjadi nama terbaru yang masuk ruang perawatan menyusul Kylian Mbappe, memaksa tim medis bekerja ekstra keras.

Absennya dua mesin gol utama tersebut menambah panjang daftar absen Madrid setelah sebelumnya Eder Militao, Dani Ceballos, Dean Huijsen, dan Raul Asensio dipastikan menepi akibat masalah kebugaran. Kondisi ini menuntut kecerdikan taktis dari Arbeloa agar lini depan El Real tidak kehilangan ketajaman saat menghadapi pertahanan rendah lawan.

Di atas kertas, El Real tetap diunggulkan mengingat catatan statistik yang dominan atas tim tamu. Madrid menyapu bersih kemenangan dalam lima pertemuan terakhir kontra Getafe di seluruh kompetisi. Sementara itu, performa Getafe musim ini masih belum stabil dengan catatan 12 kekalahan dari 25 pertandingan yang telah dijalani.

Kendati demikian, tim tamu tetap berpotensi memberikan kejutan mengingat Madrid sedang dalam kondisi pincang di sektor pertahanan dan penyerangan.

Getafe sendiri datang ke ibu kota tanpa kekuatan penuh menyusul sanksi larangan bermain yang menjerat bek andalan mereka, Djene Dakonam.

Selain itu, kondisi fisik Davinchi dan Abu Kamara yang belum pulih total membuat opsi pemain bagi pelatih Getafe kian terbatas. Walau terdapat perbedaan kualitas skuad yang mencolok, motivasi Getafe untuk menjauh dari papan bawah diprediksi akan menyulitkan Madrid yang sedang berupaya mengembalikan ritme permainan terbaik mereka.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan ujian bagi Real Madrid untuk membuktikan bahwa identitas klub besar terletak pada sistem permainan yang ajek, bukan sekadar bergantung pada magis individu pemain bintang.

Prediksi Starting XI
Real Madrid: 1-Thibaut Courtois; 12-Trent Alexander-Arnold, 22-Antonio Rudiger, 4-David Alaba, 18-Alvaro Carreras; 8-Federico Valverde, 14-Aurelien Tchouameni, 6-Eduardo Camavinga; 15-Arda Guler; 16-Gonzalo Garcia, 7-Vinicius Junior
Pelatih: Alvaro Arbeloa.

Getafe: 13-David Soria; 21-Juan Iglesias, 22-Domingos Duarte, 24-Zaid Abner Romero; 17-Kiko, 5-Luis Milla, 8-Mauro Arambarri, 16-Diego Rico; 6-Mario Martin; 10-Martin Satriano, 19-Luis Vazquez
Pelatih: Jose Bordalas. (*)

Arsenal 2-1 Chelsea: Dua Gol Sepak Pojok Bawa The Gunners Menangi Derbi London

0
RAJA SEPAK POJOK: Selebrasi bek Jurrien Timber usai mencetak gol kedua Arsenal saat mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1 pada lanjutan Premier League di Emirates Stadium dini hari tadi WIB. (Laga.id/istimewa Justin Setterfield via Getty Images)

Laga.id, London – Arsenal semakin mengukuhkan posisi di puncak klasemen Premier League setelah menundukkan rival sekotanya, Chelsea, dengan skor tipis 2-1 dalam laga yang diwarnai drama kartu merah dan dominasi skema bola mati.

Kemenangan ini membuat The Gunners mengoleksi 64 poin, unggul lima angka dari pesaing terdekat Manchester City, sekaligus menyamai rekor klub dengan torehan 16 gol dari sepak pojok dalam satu musim.

Pasukan Mikel Arteta sukses mengamankan tiga poin penting dalam laga pekan ke-28 yang berlangsung di Emirates Stadium, London, Senin (2/3/2026) dini hari WIB.

Tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan dan hampir membuka keunggulan melalui peluang Eberechi Eze yang memanfaatkan posisi kiper Robert Sanchez di luar sarang. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-21 saat William Saliba berhasil mengonversi tandukan Gabriel Magalhaes dalam skema sepak pojok menjadi gol pembuka.

Namun, Chelsea mampu memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan di penghujung babak pertama setelah bek Arsenal, Piero Hincapie, melakukan gol bunuh diri akibat salah mengantisipasi tendangan sudut Reece James.

KELUAR: Winger Pedro Neto tertunduk usai menerima kartu merah dari wasit Darren England pada pertandingan lanjutan Premier League antara Arsenal menghadapi Chelsea di Emirates Stadium dini hari tadi WIB. (Laga.id/istimewa Marc Atkins via Getty Images)

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat dengan jual beli serangan yang memaksa kiper David Raya melakukan penyelamatan gemilang atas peluang emas Enzo Fernandez dan Joao Pedro. Arsenal kembali memimpin pada menit ke-66 melalui sundulan Jurrien Timber yang lagi-lagi lahir dari skema sepak pojok yang menjadi senjata mematikan tuan rumah sepanjang musim ini.

Petaka bagi Chelsea bertambah dua menit berselang setelah penyerang mereka, Pedro Neto, diusir wasit keluar lapangan usai menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras.

Meski unggul jumlah pemain di sisa waktu pertandingan, Arsenal gagal menambah pundi-pundi gol hingga wasit meniup peluit panjang. Statistik menunjukkan efisiensi luar biasa The Gunners dalam memanfaatkan bola mati yang menjadi pembeda hasil akhir dalam derbi London edisi kali ini.

Bagi Chelsea, kekalahan ini menghambat upaya mereka untuk merangkak naik ke papan atas klasemen sementara.

Hasil ini kembali menegaskan bahwa dalam sepak bola modern, detail terkecil seperti skema tendangan sudut mampu menjadi kunci pembuka gerbang juara ketika permainan terbuka menemui jalan buntu.

Data Fakta Pertandingan
Statistik Pertandingan
Arsenal vs Chelsea
Goal: 2-1
Total Shots: 12-9
Shots on Target: 5-3
Posession: 41%-59%
Fouls: 11-14
Yellow Cards: 1-3
Red Cards: 0-1
Offsides: 0-1
Attendance: 60.296

Susunan Pemain
Arsenal: 1-David Raya; 12-Jurrien Timber, 2-William Saliba, 6-Gabriel Magalhaes, 5-Piero Hincapie; 36-Martin Zubimendi, 41-Declan Rice (16-Christian Norgaard 76′); 7-Bukayo Saka (C), 10-Eberechi Eze, 19-Leandro Trossard (11-Gabriel Martinelli 56′); 14-Viktor Gyokeres (29-Kai Havertz 76′).
Pelatih: Mikel Arteta.

Chelsea: 1-Robert Sanchez; 24-Reece James (C), 23-Trevoh Chalobah, 19-Mamadou Sarr (4-Tosin Adarabioyo 90′), 21-Jorrel Hato (27-Malo Gusto 75′); 25-Moises Caicedo, 17-Andrey Santos (45-Romeo Lavia 75′); 10-Cole Palmer (49-Alejandro Garnacho 86′), 8-Enzo Fernandez (9-Liam Delap 86′), 7-Pedro Neto (KM 70′); 20-Joao Pedro.
Pelatih: Liam Rosenior. (*)

Manchester United 2-1 Crystal Palace: Bruno dan Sesko Inspirasi Kemenangan Comeback

0
SEDANG GANAS: Gol ketiga beruntun Benjamin Sesko dalam tiga pertandingan terakhir berhasil membawa Manchester United membungkam Crystal Palace dengan skor 2-1 pada lanjutan Premier League di Old Trafford, Minggu (1/3/2026) malam WIB. (Laga.id/istimewa Molly Darlington via Getty Images)

Laga.id, Manchester – Manchester United berhasil mengamankan poin penuh setelah membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Crystal Palace dalam laga pekan ke-28 Premier League.

Kapten tim Bruno Fernandes tampil sebagai inspirator kemenangan melalui satu gol dan satu assist yang memastikan Setan Merah merangkak naik ke posisi tiga besar klasemen sementara.

Pertandingan dramatis yang diwarnai kartu merah ini berlangsung sengit di hadapan publik Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (1/3) malam WIB.

Tim tamu mengejutkan tuan rumah melalui gol cepat pada menit keempat lewat sundulan bek Maxence Lacroix yang memanfaatkan sepak pojok Michael Johnson. Keunggulan 1-0 untuk Crystal Palace bertahan hingga turun minum, meski United mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang lewat tendangan bebas Bruno Fernandes.

Secara statistik, Setan Merah mencatatkan expected goals (xG) sebesar 0,34 berbanding 0,19 milik Palace pada babak pertama, namun efektivitas penyelesaian akhir skuat asuhan Michael Carrick sempat menjadi sorotan tajam sebelum jeda.

Titik balik pertandingan terjadi pada menit ke-56 saat pencetak gol Palace, Maxence Lacroix, menerima kartu merah langsung setelah melanggar Matheus Cunha di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Bruno Fernandes yang maju sebagai eksekutor sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Unggul jumlah pemain membuat United tampil lebih agresif hingga akhirnya berbalik unggul pada menit ke-65. Umpan matang Fernandes berhasil dikonversi menjadi gol oleh Benjamin Sesko, yang sekaligus menandai keberhasilan sang penyerang mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun.

Kemenangan ini membawa Manchester United mengoleksi 51 poin dan berhak menduduki peringkat ketiga klasemen, unggul selisih gol atas Aston Villa. Sebaliknya, Crystal Palace tertahan di posisi ke-14 dengan raihan 35 poin setelah gagal mempertahankan keunggulan di awal laga.

Dominasi United di sisa waktu pertandingan sebenarnya berpeluang menambah keunggulan, namun penampilan gemilang kiper Dean Henderson di bawah mistar gawang Palace mencegah skor berubah lebih jauh hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini menjadi pengingat bahwa di teater impian, dominasi statistik hanyalah angka sebelum mentalitas juara dan momentum kartu merah mengubah jalannya sejarah dalam 90 menit.

Data Fakta Pertandingan
Statistik Pertandingan
Manchester United vs Crystal Palace
Goal: 2-1
Total Shots: 20-8
Shots on Target: 11-3
Posession: 61%-39%
Fouls: 13-12
Offsides: 1-2
Yellow Cards: 2-2
Red Cards: 0-1
Penonton: 73.934

Susunan Pemain
Manchester United: 31-Senne Lammens; 2-Diogo Dalot, 15-Leny Yoro, 5-Harry Maguire (26-Ayden Heaven 85′), 23-Luke Shaw (3-Noussair Mazraoui 24′); 18-Casemiro, 37-Kobbie Mainoo; 19-Bryan Mbeumo (11-Joshua Zirkzee 86′), 8-Bruno Fernandes (C), 10-Matheus Cunha; 30-Benjamin Sesko (16-Amad 75′).
Pelatih: Michael Carrick.

Crystal Palace: 1-Dean Henderson (C); 26-Chris Richards, 5-Maxence Lacroix (KM 56′), 23-Jaydee Canvot; 2-Daniel Munoz, 20-Adam Wharton (19-Will Hughes 68′), 18-Daichi Kamada (10-Yeremi Pino 85′), 3-Tyrick Mitchell; 7-Ismaila Sarr, 11-Brennan Johnson (29-Evann Guessand 58′); 22-Jorgen Strand Larsen (34-Chadi Riad 58′).
Pelatih: Oliver Glasner. (*)

Persebaya Targetkan Tiga Poin Kontra Juara Bertahan

0
MENTALITAS: Para pemain Persebaya sudah siap menjamu juara bertahan Persib pada pekan ke-23 Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, besok malam WIB. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya bersiap menghadapi tantangan berat melawan pemuncak klasemen sekaligus juara bertahan, Persib Bandung, pada laga pekan ke-23 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026) malam.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyebut pertandingan ini sebagai momentum penting bagi timnya untuk menguji level perkembangan skuad Green Force. Ia menyoroti kedalaman skuad Maung Bandung yang dinilai sangat solid di setiap lini.

Berdasarkan data statistik, Persib merupakan tim dengan pertahanan terbaik di liga musim ini yang baru kebobolan 11 gol. Catatan tersebut berbanding terbalik dengan Bajul Ijo yang telah kemasukan 23 gol hingga pekan ke-22.

“Mereka tim yang sangat solid, bahkan pemain cadangan mereka tetap kompetitif. Mereka punya pertahanan terkuat dan tidak butuh banyak peluang untuk mencetak gol karena akurasi yang baik,” ujar Tavares dalam konferensi pers pralaga.

Pelatih asal Portugal tersebut secara khusus mewaspadai skema bola mati dan umpan silang Persib. Analisis video menunjukkan bahwa lawan kerap mencetak gol melalui transisi cepat dan sundulan di tiang jauh maupun dekat.

“Kami harus menyiapkan rencana A, B, dan C. Mereka bahkan memiliki pemain eks Paris Saint-Germain di bangku cadangan, itu menunjukkan kualitas mereka,” terang Tavares.

Senada dengan pelatih, winger Bruno Moreira menegaskan timnya tidak ingin terbuai dengan kemenangan 4-1 atas Persib pada musim lalu. Menurutnya, kondisi saat ini sudah berbeda dan dibutuhkan kerja keras ekstra untuk mengamankan poin penuh di kandang.

“Kemenangan lalu tidak berarti apa-apa untuk besok. Ini sejarah baru. Kami ingin memberikan permainan luar biasa di depan Bonek dan Bonita untuk tetap bersaing di papan atas klasemen,” tegas Bruno.

Persebaya menargetkan konsistensi intensitas permainan selama 90 menit penuh guna meredam rotasi pemain yang menjadi kekuatan utama asuhan Bojan Hodak. Kehadiran suporter di stadion diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk menghadapi tekanan dari tim tamu.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian bagi Persebaya bahwa mentalitas petarung mampu meruntuhkan dominasi finansial dan kualitas skuad bintang. (*)