Friday, July 24, 2026
Google search engine
HomeArenaJawa Timur Bersinar di Thailand! 15 Atlet ASEAN Para Games XIII Sumbang...

Jawa Timur Bersinar di Thailand! 15 Atlet ASEAN Para Games XIII Sumbang 40 Medali untuk Indonesia

Laga.id, Mojokerto – Sebanyak 15 atlet disabilitas Jawa Timur menyumbang 40 medali bagi Indonesia—10 emas, 20 perak, 6 perunggu—ditambah 3 emas dan 1 perak dari pelatih/ofisial, membawa Merah Putih finis runner-up ASEAN Para Games XIII Thailand 2025 di Nakhon Ratchasima, 20-26 Januari 2026.

Ledakan prestasi itu bukan kebetulan. Dari lintasan atletik hingga kolam renang, dari arena panahan sampai bulu tangkis dan voli duduk, kontingen Jatim tampil sebagai tulang punggung Indonesia. Mereka datang dari Sidoarjo, Surabaya, Kediri, Mojokerto, Malang, Gresik, Batu, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, hingga Situbondo—membawa satu misi: mengibarkan nama daerah di panggung Asia Tenggara.

Bagaimana Jatim bisa sedominan ini? Jawabannya ada pada sistem pembinaan jangka panjang yang disiplin dan berbasis sport science.

Dalam keterangan pers yang diterima Laga.id, Senin (26/1/2026), di cabang Para Panahan, Ken Swagumilang (Sidoarjo) menyabet dua emas nomor Men’s Individual Compound Open dan Men’s Doubles Compound Open. Firza Faturahman Listianto (Surabaya) meledak lewat dua emas nomor 100 meter T46 dan 200 meter T46 Para Atletik. Khalimatus Sadiyah (Mojokerto) mempersembahkan emas ganda SL3-SU5 Para Bulu Tangkis.

Kolam renang pun bergemuruh. Maulana Rifky Yavianda (Gresik) mengamankan dua emas (50m Butterfly S12, 100m Freestyle S12). Mutiara Cantik Harsanto (Nganjuk) menyumbang dua emas (50m dan 100m Breaststroke SB9). Ubaidillah Amsyar Juba Ramadhani (Sidoarjo) menambah emas dari 100m Butterfly S10.

Medali perak mengalir dari Nanda Mei Sholihah (tiga perak), Joko Muliyono (dua perak), Ryan Arda Diarta (dua perak), serta sederet nama lain di nomor individu dan beregu. Enam perunggu turut mengunci dominasi Jatim dalam klasemen akhir.

Kontribusi tak berhenti di atlet. Imam Kuncoro dan Dyah Sukma Ramadhani (Para Judo) menyumbang emas sebagai pelatih. Haryono Soemardi membawa emas sebagai manajer catur. Deddy Whinata Kardiyanto mengantar Voli Duduk Putra meraih perak.

“Prestasi ini bukan semata-mata capaian individu, tetapi cerminan kualitas sistem pembinaan jangka panjang yang berbasis keilmuan. Kami membangun ekosistem latihan yang tidak hanya fokus pada kekuatan fisik,” ujar Wakil Sekretaris NPCI Jatim, Roy Agustinus Soselisa, menegaskan fondasi keberhasilan ini.

“Tetapi juga ketahanan mental dan adaptabilitas dalam tekanan kompetitif. Di balik medali, ada proses dan perjuangan panjang yang perlu diapresiasi secara kolektif,” sambungnya.

Bagi provinsi yang terletak di bagian timur Pulau Jawa tersebut, ini bukan finis. Ini ancang-ancang menuju panggung paralimpiade dunia. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA