Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 151

Toni Firmansyah Angkat Bicara soal Polemik Sanksi Persebaya

0
Toni Firmansyah, gelandang Persebaya Surabaya. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – BRI Liga 1 2024/2025 sudah hitungan hari. Persebaya Surabaya malah sedang dalam polemik dengan pemain mudanya, Toni Firmansyah. Ya, penggawa Timnas Indonesia U-19 menerima sanksi dengan alasan kedisiplinan.

Hal ini terkuak saat Persebaya mengumumkan deretan pemain yang masuk skuad di BRI Liga 1 2024/2025. Launching tim itu dilakukan beberapa jam sebelum laga uji coba kontra Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (4/8/2024).

Total ada 23 pemain yang diumumkan sebagai anggota skuad Persebaya musim ini. Tak ada nama Toni Firmansyah dalam daftar ini. Penggawa Timnas Indonesia U-19 juga tak menampakkan batang hidungnya.

Manajemen Persebaya mengklaim pemain berusia 19 tahun itu sedang dalam hukuman disiplin. Meski masih memiliki kontrak, Toni disebut belum menjalani latihan bersama klub berjulukan Bajul Ijo tersebut.

Toni pun mencoba menjelaskan duduk permasalahannya melalui akun instagramnya. Dia mengaku sempat diminta untuk berlatih bersama tim Elite Pro Academy (EPA) alias tim junior sebagai hukuman karena dianggap mangkir dari agenda tim.

“Di sini, sebenarnya hanya adanya miskomunikasi saja. Ini berawal dari adanya acara pembubaran skuad Indonesia U-19 di Jakarta pada 31 Juli kemarin. Saya, sebagai bagian dari skuad Timnas U-19, diminta ke Jakarta untuk mengikuti acara itu bersama PSSI Saya juga sudah meminta izin kepada staf pelatih Persebaya soal adanya acara ini,” tulis Toni Firmansyah.

“Sore harinya, PSSI sudah berkirim surat kepada manajemen Persebaya terkait acara ini. Tapi pada 1 Agustus, saya mendapat surat peringatan atau sanksi via whatsapp dari Pak Yahya Alkatiri.”

“Bukannya saya berdiam diri atas surat tersebut. Pada 1 Agustus, sore harinya sepulang dari Jakarta, Saya langsung ke Kantor Persebaya di Sutos. Saya meminta maaf secara langsung kepada Pak Yahya Alkatiri.”

“Saya minta agar sanksi larangan ikut latihan dicabut karena saya sudah menjelaskan secara detail apa masalah sebenarnya. Tapi, Pak Yahya justru tetap memberi sanksi. Dan meminta saya untuk ikut latihan bersama tim EPA Persebaya saja. Saya tentu menolak. Karena, kontrak saya adalah bergabung dengan tim senior Persebaya, bukan tim EPA.”

Permasalahan terjadi bermula dari Toni harus mengikuti agenda bersama Timnas Indonesia U-19 sejak Juni 2024. Dia menjalani TC dan mengikuti Toulon Cup 2024 yang digelar di Prancis.

Memasuki Juli 2024, Toni juga masuk bagian skuad Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2024. Kebetulan, turnamen itu digelar di Surabaya dan Toni ikut membawa Garuda Nusantara menjuarainya.

Laga final sudah digelar pada, Senin (29/6/2024) malam di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Timnas Indonesia U-19 sukses menang 1-0 atas Thailand sebelum merengkuh trofi juara.

Setelah itu, ada sejumlah agenda Timnas Indonesia U-19. Beberapa pemain sudah kembali ke klub masing-masing. Namun, Persebaya mengklaim Toni belum bergabung agenda klub untuk persiapan Liga 1 yang sudah mepet.

“Gelandang Persebaya Toni Firmansyah sedang menjalani sanksi disiplin. Sanksi itu dijatuhkan karena Toni mangkir dari sesi latihan tim,” demikian bunyi pernyataan resmi klub, Minggu.

“Padahal, kehadiran pemain dalam sesi latihan sangat dibutuhkan, apalagi saat ini dalam periode akhir persiapan menuju pertandingan perdana Liga 1 2024/ 2025 pada 11 Agustus nanti.”

“Karena sedang menjalani sanksi disiplin, maka nama Toni tidak diumumkan dalam Team Launching yang dilakukan hari ini di Gelora Bung Tomo. Sanksi yang diberikan kepada Toni diharapkan bisa membuat yang bersangkutan lebih disiplin ke depan, menjadi pemain yang lebih baik lagi.”

Pelatih Persebaya, Paul Munster, juga angkat bicara mengenai permasalahan ini. Dia menyerahkan keputusan pada manajemen melihat pemain mudanya itu belum bergabung tim.

“Situasi Toni urusannya dengan manajemen. Ada masalah kedisiplinan. Jadi, sekarang saya fokus dengan pemain yang saya punya,” kata Paul Munster.

“Kami punya pertemuan dengan manajemen. Tapi, pertama manajemen memang harus melakukan sesuatu terkait kedisiplinan dalam situasi ini. Setelah itu, kita lihat kapan dia datang. Saya fokus pada pemain yang saya miliki sekarang,” imbuhnya.

Persebaya hanya punya waktu sepekan saja untuk persiapan akhir BRI Liga 1 2024/2025. Mereka dijadwalkan menjalani laga kandang dalam pekan pertama dengan menjamu PSS Sleman di Stadion GBT, Minggu (11/8/2024).

Bajul Ijo Susah Payah Kalahkan Macan Putih

0
Bek Persik Kiko berduel dengan winger Persebaya Bruno Moreira dalam Team Launching Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (4/8/2024). (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya menjalani laga uji coba yang tak mudah melawan Persik Kediri. Bajul Ijo menang 2-0 atas Macan Putih dalam duel bertajuk Team Launching Game tersrbut di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (4/8/2024).

Dua gol Persebaya terkesan didapat karena keberuntungan. Gol pertama lahir dari bunuh diri yang dilakukan bek Brendon Lucas (14′). Sedangkan satu lagi adalah hadiah penalti yang dieksekusi oleh Bruno Moreira (82′).

Kendati demikian, pelatih Persebaya, Paul Munster, tetap menyebutkan timnya bermain bagus. Kemenangan ini jadi kali pertama bagi Persebaya selama uji coba pramusim melawan sesama klub Liga 1.

“Saya pikir secara keseluruhan kami bermain bagus hari ini. Saya senang dengan situasi ini. Sekarang, kami hanya perlu evaluasi pertandingan ini dan melakukan persiapan Liga 1. Waktunya hanya sedikit,” kata Paul Munster.

Secara permainan, Persik sebenarnya jauh lebih baik dan mendominasi. Kombinasi serangan mereka juga membahayakan. Hal itu sangat berbeda dengan Persebaya yang kerap kehilangan bola.

Persebaya sendiri sudah melakoni lima uji coba selama pramusim untuk persiapan Liga 1 2024/2025. Hasilnya, mereka memenangi empat laga, dan satu kekalahan terjadi saat menghadapi tim Liga 1.

Uji coba pertama mereka lakukan dengan menang 6-0 atas Rakha FC (24/6/2024). Berlanjut, Bajul Ijo unggul 2-0 atas Persibo Bojonegoro (29/7/2024) dan 5-0 melawan tim PON Jawa Timur (6/7/2024).

Mereka kemudian mengadakan uji coba internal (13/7/2024). Mereka terbagi jadi dua tim, hasilnya hijau menang 3-0 atas tim merah dengan gol disumbang oleh Francisco Rivera (36’) dan Malik Risaldi (67’ dan 80’).

Lalu, Persebaya menghadapi Barito Putera pada 20 Juli 2024 saat sama-sama sedang TC di Yogyakarta. Bajul Ijo tumbang 0-3 dari Laskar Antasari di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Duel kontra Persik jadi uji coba keenam yang dilakoni Persebaya, jadi yang kedua menghadapi sesama klub Liga 1.

Sedangkan Persik sebelumnya menjalani uji coba melawan tim Liga 2, Bhayangkara FC. Macan Putih sukses menang 2-0 dalam laga yang berlangsung pada Jumat (2/8/2024).

“Kami perku memberi selamat kepada Persebaya yang bermain dengan baik. Kami juga bermain baik. Game ini jadi persiapan pramusim, dan saya yakin Persebaya akan berjuang ke papan atas,” ucap Marcelo Rospide, pelatih Persik.

Persik sendiri mendapat dukungan langsung dari suporter Persikmania yang juga hadir di Stadion GBT. Kehadiran suporter tamu justru menunjukkan hubungan baik dengan suporter tuan rumah Bonek.

“Saya ingin berterima kasih kepada Persikmania yang mendukung tim kami sampai akhir. Bagi kami, pertandingan ini jadi referensi yang baik untum Liga q musom ini. Kami mampu mengontrol pertandingan dalam beberapa momen,” ujar pelatih asal Brasil itu.

Menariknya, baik Persebaya maupun Persik akan menjalani pekan pertama Liga 1 2024/2025 dengan status tuan rumah pada 11 Agustus 2024. Persebaya akan menjamu PSS Sleman, sedangkan Persik dijadwalkan bersua Bali United.

Persebaya Vs Persik: Sama-sama Diuntungkan

0
[dari kiri: Marcelo Rospide, Ze Valente, Bruno Moreira, dan Paul Munster] - Persebaya dan Persik bersiap bertarung dalam Team Launching Game. (Laga.id/Putu Aditama)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya dan Persik Kediri sama-sama akan menjalani satu pertandingan uji coba sebelum digelarnya BRI Liga 1 2024/2025. Keduanya akan bersua di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (4/8/2024) sore.

Bagi Persebaya, ini jadi pertandingan terakhir sebelum mereka bertarung di pekan pertama Liga 1 yang akan dimulai pada 9 Agustus 2024. Selama ini, tim Bajul Ijo telah melakukan persiapan pramusim dengan matang sejak pertengahan Juni lalu.

Skuad Persebaya juga menjalani pemusatan latihan selama sekitar dua pekan di bulan Juli. Kini, Bruno Moreira dkk. seharusnya sudah siap tempur.

“Ya, persiapannya bagus. Kami berlatih hampir setiap hari. Dan senang juga bisa bertanding satu kali lagi sebelum Liga 1,” kata Paul Munster, pelatih Persebaya.

Persebaya sendiri sudah melakoni lima uji coba selama pramusim untuk persiapan Liga 1 2024/2025. Hasilnya, mereka sukses memenangi empat laga, dan satu kekalahan terjadi saat menghadapi tim Liga 1.

Uji coba pertama mereka lakukan dengan menang 6-0 atas Rakha FC (24/6/2024). Berlanjut, Bajul Ijo unggul 2-0 atas Persibo Bojonegoro (29/7/2024) dan 5-0 melawan tim PON Jawa Timur (6/7/2024).

Lalu, mereka mengadakan uji coba internal (13/7/2024). Mereka terbagi jadi dua tim, hasilnya hijau menang 3-0 atas tim merah dengan gol disumbang oleh Francisco Rivera (36’) dan Malik Risaldi (67’ dan 80’).

Terbaru, Persebaya menghadapi Barito Putera yang kebetulan juga sedang TC di Yogyakarta. Bajul Ijo tumbang 0-3 dari Laskar Antasari di Stadion Sultan Agung, Bantul (20/7/2024).

Duel kontra Persik jadi uji coba keenam yang dilakoni Persebaya, jadi yang kedua menghadapi sesama klub Liga 1. Paul Munster merasa timnya cukup diuntungkan dengan situasi ini.

“Keuntungan bagi kedua tim adalah kompetisinya, levelnya akan tinggi. Dan itu bagus untuk kebugaran pemain dan saya karena kami bisa mengevaluasi pertandingan ini. Dan kemudian membawanya ke minggu-minggu berikutnya di Liga 1,” ucap Paul Munster.

Sedangkan Persik sebelumnya menjalani uji coba melawan tim Liga 2, Bhayangkara FC. Macan Putih sukses menang 2-0 dalam laga yang berlangsung pada Jumat (2/8/2024).

Duel itu terkesan mudah. Tapi, Bhayangkara sendiri merupakan klub yang selama bertahun-tahun ada di Liga 1 dan baru musim lalu degradasi. Apa yang ditunjukkan Persik cukup jadi bukti bahwa mereka telah siap menatap musim ini.

“Kami punya waktu 15 hari karena semua pemain menikmati latihan. Pertandingan ini penting. Senang bisa berada di Surabaya lagi bermain melawan Persebaya. Karena kami tahu hubungan baik yang dimiliki kedua klub,” ujar Marcelo Rospide, pelatih Persik.

“Pertandingan ini jadi kesempatan sebagai bagian dari persiapan tentunya. Kami akan memiliki referensi yang bagus karena Persebaya memiliki tim yang sangat bagus. Saya harap kita bisa melakukan pekerjaan dengan baik,” imbuhnya.

Menariknya, baik Persebaya maupun Persik akan menjalani pekan pertama Liga 1 2024/2025 dengan status tuan rumah pada 11 Agustus 2024. Persebaya akan menjamu PSS Sleman, sedangkan Persik dijadwalkan bersua Bali United.

Dari 954 Atlet yang Lolos BK PON, Hanya Sekitar 850 Atlet Berangkat ke PON XXI Aceh-Sumut

0
TETAPKAN KEBERANGKATAN: Direktur Bapel Puslatda Jatim Dr. Irmantara Subagio. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur melakukan koordinasi dengan seluruh cabang olahraga Puslatda Jatim proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara di Gedung KONI Jatim, Surabaya, 31 Juli hingga 2 Agustus 2024.

Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda Jatim Dr Irmantara Subagio mengatakan koordinasi ini dilakukan untuk menentukan siapa-siapa saja atlet dan pelatih yang akan diberangkatkan ke PON berdasarkan catatan prestasi dan tes terakhir.

Ia mengatakan, bahwa KONI Jatim dengan keterbatasan anggaran mengambil kebijakan hanya memberangkatkan atlet yang dipastikan meraih emas di PON nanti.

“Hitungannya emas dan perak, perunggu pun kami hitung karena beberapa catatan Babak Kualifikasi (BK) PON itu ada zona-zona. Itu yang lebih kami kritisi sampai sejauh mana peluangnya di PON mendatang, untuk lebih memastikan komposisi kontingan Jatim di PON,” kata Ibag, sapaan akrabnya, Jumat (2/8/2024).

Karena itu, ia mengatakan, tim Bapel Puslatda sangat detail melihat progres para atlet sesuai dengan prestasi yang diraih sejak BK PON maupun singel event yang diikuti. Sedangkan apabila ada cabor yang tidak ada single event setara nasional maka dihitung berdasar tes prestasi internal.

“Meskipun lolos BK PON tapi kalau cuma peringkat 5 atau 6 buat apa diberangkatkan, mereka pasti sulit mendapat medali emas, perunggu saja juga sulit. Karena itu kita benar-benar menghitung peluang, semua karena keterbatasan dana sehingga kita harus benar-benar berhitung,” tegas Ibag.

Sehingga, lanjut Ibag, dari 954 atlet yang meraih kuota PON sesuai hasil BK PON atau Pra PON, kemungkinan yang berangkat hanya sekitar 850 atlet. “Dengan jumlah atlet itu realistisnya bisa meraih 130 medali emas, kalau optimisnya bisa 150-an. Dengan pesaing terberat masih Jawa Barat dan DKI Jakarta,” jelasnya.

Dari hasil koordinasi ini, Ibag meminta seluruh cabor dan atlet yang berangkat harus terus melakukan persiapan maksimal sehingga bisa meraih medali emas sesuai yang telah ditargetkan. (*)