Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 152

Kisah Perjuangan Kiper Persebaya, Seleksi Pakai Sarung Tangan Kuli

0
Andhika Ramadhani, kiper Persebaya Surabaya. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Andhika Ramadhani kini termasuk kiper yang diandalkan oleh Persebaya Surabaya. Dia memang jadi opsi kedua setelah Ernando Ari, namun jam terbangnya terbilang tinggi untuk kiper pelapis.

Kiper asli Surabaya itu mengaku menjalani perjuangan yang tak mudah sebelum menembus skuad Persebaya. Dia berasal dari keluarga kurang mampu yang mencoba peruntungan untuk memperbaiki taraf ekonominya.

“Dulu sebenarnya tidak ada cita-cita menjadi pemain bola. Dulu cita-cita saya jadi polisi. Tapi karena ada dorongan dari beberapa pihak, seperti Abah Halil, mantan pemain Persebaya, jadi saya tekuni,” kata Andhika.

Abah Halil yang dimaksud adalah Mat Halil, legenda Persebaya yang juga merupakan sepupu Andhika. Dia memutuskan bergabung dengan El Faza, klub internal Persebaya juga milik Mat Halil.

Dalam prosesnya, Andhika berusaha menimba ilmu bersama El Faza untuk terus mengembangkan kemampuannya. Dia beberapa kali menemui kesulitan, termasuk saat rutin menjalani latihan bersama klubnya.

“Saya dari masih sekolah sudah kerja jaga warung atau jaga parkiran. Uangnya saya kumpulkan untuk membeli sepatu bola. Pelan-pelan, saya coba telaten untuk mewujudkan mimpi di sepak bola,” ungkap Andhika.

Sampai suatu hari, tim Persebaya senior mengadakan seleksi untuk para pemain klub internal. Seleksi ini jadi jembatan bagi mereka untuk bisa menembus skuad senior Bajul Ijo, atau mungkin nanti terlebih dahulu bergabung tim kelompok usia.

“Waktu seleksi saja saya tidak punya uang. Sebagai kiper, saya juga tidak punya sarung tangan kiper. Akhirnya, saya beli sarung tangan kuli sebagai gantinya,” tutur penjaga gawang berusia 25 tahun itu.

Karier Andhika mulai meningkat setelah dia masuk skuad PS Kota Pahlawan, sebuah klub satelit Persebaya yang didirikan pada 2017. Dia pun hanya jadi kiper pelapis selama klub berkiprah di Liga 3 2017 zona Jawa Timur.

Di tahun 2017 itu, Andhika lulus dari SMAN 7 Surabaya dan mulai memikirkan kariernya di sepak bola. Tapi, dia kemudian malah menjadi pengemudi ojek online selama setahun karena ingin bekerja.

Nasihat dari keluarga dan para pihak di klub internal Persebaya kemudian membuatnya kembali ke lapangan hijau. Kebetulan, di musim 2019, dibentuk tim Persebaya U-20 arahan Uston Nawawi untuk Elite Pro Academy U-20 2019.

Namun, Andhika masih jadi pilihan kedua karena Persebaya U-20 merekrut Ernando Ari Sutaryadi yang baru saja menjuarai Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo. Tapi, dia tidak patah semangat dan mencoba bersabar.

Pada akhirnya, Persebaya U-20 berhasil menjuarai Elite Pro Academy U-20 2019. Ernando jadi kiper utamanya sepanjang ajang tersebut. Andhika lagi-lagi tidak semenitpun mendapat kesempatan bertanding.

Dia mendapat berkah di musim 2020 saat jajaran pelatih Persebaya mempromosikannya ke tim senior. Mulanya dia ikut berlatih bersama dalam persiapan pramusim. Andhika tekun berlatih meskipun kansnya masuk skuat inti sangat kecil.

Di musim itu, Persebaya mendatangkan dua kiper berpengalaman, yakni Rivky Mokodompit dan Angga Saputra. Lalu, Ernando yang merupakan pesaingnya juga dipromosikan ke tim senior. Deretan nama itu seolah jadi mimpi buruk buat Andhika.

Andhika dikontrak untuk masuk skuat Persebaya di Liga 1 2020. Tapi, nasib mujur tidak mendatanginya. Kompetisi musim itu ditiadakan karena sedang dalam situasi pandemi yang melanda seluruh dunia.

Kepergian Rivky dan Angga pada 2021 membuat jajaran pelatih Persebaya merekrut Satria Tama yang juga jebolan kompetisi internal. Nama satu ini jadi pilihan utama di bawah mistar, diikuti oleh Ernando yang saat itu masih berusia 19 tahun.

Sejak Liga 1 2022/2023, Ernando jadi kiper utama sedangkan Andhika merupakan pelapisnya. Meski berstatus kiper cadangan, Andhika terhitung banyak mendapat menit bermain selama tiga musim terakhir.

Lagi-lagi, Andhika mendapat berkah dari perjuangannya bersabar membela Persebaya. Ernando beberapa kali dipanggil bergabung Timnas Indonesia, baik senior maupun U-23.

“Alhamdulillah, saya mencoba bersabar. Kalau ada kesempatan, saya pasti ingin maksimal. Selama ini, saya selalu menjadikan Ernando sebagai contoh,” tutur Andhika.

Andhika pun membukukan sebanyak 45 penampilan selama tiga musim Liga 1 dengan kebobolan 50 gol serta 15 clean sheet. Angka itu terhitung baik untuk seorang kiper pelapis di sebuah klub kasta teratas Indonesia.

Kini, Andhika kemungkinan masih akan menjadi kiper pelapis di Persebaya memasuki Liga 1 2024/2025. Ernando yang merupakan kiper utama juga masih akan jadi andalan Bajul Ijo.

KONI Jatim Gandeng RS Universitas Airlangga Pantau Kesehatan dan Prestasi Atlet

0
PERKUAT KERJA SAMA: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil bersama Direktur RSUA Prof Dr dr Nasronudin, SpPD, K-PTI usai penandatanganan kerjasama untuk pengembangan atlet menghadapi PON XXI Aceh-Sumut 2024. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kualitas olahraga prestasi di Jawa Timur melalui Pelayanan Kesehatan para atlet, pelatih dan ofisial, edukasi pencegahan cedera, penanganan cedera olahraga hingga penelitian yang menjadi lingkup kajian dari sport clinic.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan di Ruang Prabu RSUA Surabaya, antara Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil dan Direktur RSUA Prof Dr dr Nasronudin, SpPD, K-PTI, Kamis (1/8/2024).

Nabil mengatakan kerja sama ini penting untuk memperkuat pembinaan olahraga di Jatim. Khususnya, persiapan Jatim menyambut gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara.

Sebab, ada beberapa atlet cedera yang perlu penanganan lebih dari RS, khususnya bidang sport clinic. “Bagi KONI Jatim ini sangat penting untuk mengantisipasi atlet agar tidak cedera. Kami tidak berharap ada peristiwa cedera menjelang PON, sehingga perlu ada model pencegahan seperti pembinaan terkait asupan makanan dan sebagainya,” ujar Nabil.

Ia menilai, RSUA merupakan salah satu RS terbaik dengan fasilitas dan tim dokter yang ada, kemudiam secara lokasi dekat dengan mess atlet di KONI sehingga penanganan bisa lebih cepat dan maksimal.

Untuk itu, Nabil menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh RSUA melalui kerja sama tersebut.

“Saya melihat ada semangat dari RSUA karena para direksi, punya concern terhadap olahraga sehingga bisa memahami kondisi psikis dan fisik para atlet,” kata Nabil.

Pada kesepatan ini, Nabil juga berharap atlet-atlet yang berangkat PON XXI/2024 tidak menutup-nutupi bila cedera agar segera bisa ditangani. “Bagaimana atlet tidak menutup-nutupi ketika cedera karena takut dicoret dari Puslatda. Ujung-ujungnya saat tampil di PON malah ketahuan cederanya,” jelasnya.

Untuk pembiayaan sendiri, lanjut Nabil, atlet tidak perlu khawatir karena seluruhnya sudah dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan dan juga BPJS Kesehatan sehingga mendapat penanganan prima tanpa mengeluarkan uang.

Sementara itu, Prof Nasronudin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh KONI Jatim terhadap RSUA. Ia berkomitmen akan memberikan dukungan penuh untuk memenuhi kebutuhan para atlet yang sakit maupun cedera.

“Kami sangat menyambut baik gagasan KONI Jatim ini. Kami berkewajiban sebagai RS di Jatim kita harus mendukung program KONI. Dan kami memyambut baik langkah konstruktif KONI ini untuk memajukan olahraga di jatim. Kami berkewajiban mempersiapkan sektor kesehatan dari pra tanding, selama tanding maupun post tanding kami siap,” kata Prof Nasronudin.

Ia pun memastikan siap menangani setiap permasalahan kesehatan para atlet karena memiliki fasilitas dan dokter yang memadai. Dengan peran tenaga medis spesialis dan kesehatan yang ahli di bidangnya yaitu Orthopedi, Rehabilitasi Medik, Radiologi dan spesialisasi lainnya serta didukung teknologi kedokteran canggih yang dimiliki diharapkan dapat membantu prestasi atlet dalam mengharumkan Jawa Timur di kancah Nasional maupun Internasional.

Sementara itu Bidang Kesehatan KONI Jatim dr Eko Nursucahyo, Sp.OG mengatakan sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini, dalam waktu dekat KONI Jatim dan RSUA akan melakukan pemeriksaan Electroencephalogram (EEG) dan Elektrokardiogram (EKG) kepada atlet Jatim yang akan berlaga di PON XXI 2024 Aceh-Sumut.

“Kami akan lakukan EEG dan EKG kepada atlet terutama dari cabang olahraga combat, dan hasilnya akan kami kirim ke PB PON karena pemeriksaan ini adalah sebagai salah satu prasyarat atlet bisa tanding atau tidak. Dan kami akan bekerjasama dengan RSUA untuk pemeriksaan ini,” pungkas dr Eko. (*)

Indonesia Juara Piala AFF U-19 2024, Erick Thohir Lega Tak Kekurangan Talenta Hebat

0
Erick Thohir melayani wartawan usai resmi menjadi Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (16/2/2023). (Tim Media Erick Thohir)

Laga.id, Surabaya – Keberhasilan Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2024 membawa banyak dampak positif. Satu di antaranya yang akan mendapat imbas dari regenerasi Timnas Indonesia senior.

Dari Timnas Indonesia U-19, muncul sejumlah nama yang digadang-gadang jadi tumpuan masa depan. Di antaranya adalah Jens Raven, Kafiatur Rizky, Riski Afrisal, Kadek Arel, Iqbal Gwijangge, Alfharezzi Buffon, sampai Ikram Algiffari.

Ketum PSSI, Erick Thohir merasa lega dengan pencapaian Timnas Indonesia U-19 arahan Indra Sjafri ini. Sebab, bibit-bibit pemain untuk tim senior mulai bermunculan untuk beberapa tahun ke depan.

“Jadi kita kembali, paling tidak punya talenta-talenta yang bisa memperkuat kehidupan tim nasional Indonesia. Karena pasti tim nasional (senior) ada yang nanti umurnya lebih tua lagi dan lain-lain,” ucap Erick Thohir.

“Mudah-mudahan sebagai bagian bagaimana sepak bola itu memang harus dibangun dari bawah, tidak hanya dari atas,” imbuhnya.

Timnas Indonesia, baik senior maupun kelompok usia, saat ini memang sedang naik daun. Timnas Indonesia senior misalnya, mereka akan bertarung dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 mulai September 2024.

Selain itu, Timnas Indonesia U-20 yang juga ditangani Indra Sjafri akan mengikuti kualifikasi Piala Asia U-20 pada 25-29 Oktober 2024. Mereka jadi tuan rumah Grup F yang berisikan Yaman, Maladewa, dan Timor Lste.

“Jadi, saya tetap senang dengan (adanya) dukungan pemerintah saat ini. Dan kemarin juga alhamdulillah Pak Prabowo ketemu Presiden FIFA. Punya komitmen yang sama ketika Pak Jokowi membangun tim sepak bola, Pak Prabowo juga ingin memastikan ini berkelanjutan,” ujar Erick Thohir

Pemerintah juga memerhatikan sepak bola kelompok umur untuk mengembangkan bakat mereka. Lapangan latihan di Ibu Kota Nusantara (IKN) juga telah disiapkan dua lapangan termasuk untuk penginapan (mess) putra maupun putri.

“Tanggal 10 September sudah siap. Jadi nanti ada khusus mes perempuan, ada khusus mes laki-laki. Kami prioritas untuk di IKN, tim junior dulu,” kata Erick Thohir.

Timnas Indonesia Terancam Dikerjai China di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick Thohir: Kita Kerjain Balik!

0
SIAP BALAS: Ketua Umum PSSI Erick Thohir berencana membalas ‘perlakuan’ China yang akan mengerjai Timnas Indonesia pada matchday 4 Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, 15 Oktober 2024 mendatang. (istimewa/PSSI)

Laga.id, Jakarta – Rencana ‘jahat’ disusun China dengan memilih Qingdao Youth Football Stadium sebagai lokasi pertandingan melawan Timnas Indonesia. Skuad Merah-Putih dijadwalkan menantang China pada matchday 4 Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, 15 Oktober 2024 mendatang.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir lantas merespons rencana Negeri Tirai Bambu itu dengan sebuah kelakar. Menurutnya, PSSI akan ‘mengerjai’ balik China saat bertandang ke Indonesia pada 5 Juni 2025.

“Round 3? Ya kita hadapi. Kita hadapi pemain jangan cedera dan saya rasa pertandingan (pertama) berat lawan (Arab) Saudi. Itu kita ke sana, lalu kita tuan rumah dengan Australia di sini (Surabaya). Ya, kalau kita bisa mencuri poin di dua game ini, luar biasa,” kata Erick.

Diketahui, pada Oktober nanti, suhu rata-rata di Qingdao mencapai 13-20 derajat celcius. Sementara itu, Federasi Sepak Bola China (CFA) berdalih sudah memberikan penjelasan kenapa memilih menjamu Timnas Indonesia di Qingdao Youth Football Stadium.

Alasan CFA adalah pertimbangan iklim, karena sebelum menjamu Timnas Indonesia, China akan terlebih dulu bertandang ke Adelaide menghadapi Australia pada 10 Oktober.

“Mengingat kondisi iklim, suhu di Adelaide pada bulan Oktober tergolong sedang, dan timnas merekomendasikan memilih kota dengan kondisi iklim yang relatif sama,” tulis CFA dikutip Sina Sport, Rabu (31/7).

Selain masalah suhu, jarak dari Ibu Kota China, Beijing ke Qingdao juga cukup jauh, yakni 633 km. Perjalanan darat dari Beijing ke Qingdao diprakirakan memakan waktu enam jam, sedangkan lewat udara memakan waktu kira-kira 1 jam 25 menit.

Dengan situasi seperti itu, China dianggap ingin mempersulit skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia. Erick pun menyatakan tidak akan tinggal diam dan akan membalasnya saat China bertandang ke Indonesia pada 5 Juni 2025.

“Dan habis itu kita berat lagi, harus terbang ke Bahrain, itu hampir 17 jam. Lalu ke China, tiba-tiba (pertandingan melawan) kita ditaruh di kota yang 6,5 jam dari Beijing. Itu Qingdao, yang di bulan Oktober katanya dingin,” ungkap pria yang juga Menteri BUMN tersebut.

“Jadi semua semua negara ingin mempersulit tim tamunya. Jadi kita juga jadi tuan rumah harus baik-baik, tapi jangan baik-baik saja. Kalau kita dikerjai di luar negeri, ya kita kerjain lagi di sini,” tutup Erick. (*)