Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 150

Madura United 1-1 Malut United FC: Hilang Fokus Bikin Laskar Sape Kerrab Kehilangan Poin Penuh

0
Pesepakbola Madura United Andi Irfan (depan) mencoba melindungi bola dari sergapan pemain Malut United Manahati Lestusen pada laga pertama Liga 1 2024/2025 yang berakhir 1-1 di Stadion Gelora Bangkalan sore tadi. (Laga.id/Fajar Kristanto)

Laga.id, Bangkalan – Tiga poin gagal diraih Madura United pada laga perdananya di Liga 1 2024/2025. Mereka harus puas berbagi poin setelah bermain sama kuat 1-1 dengan Malut United FC di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (10/8/2024) sore.

Bermain di depan pendukung sendiri, permainan Madura United tampak tidak leluasa. Sebaliknya, Malut United lebih agresif menekan. Bahkan, tim tamu lebih dulu mendapat peluang lewat Diego Maximo Martinez yang mana tendangannya setelah menerima umpan dari Yakob Sayuri membentur mistar gawang di menit ke-7.

Selepas itu, kedua tim bermain dengan tempo sedang. Meski begitu, Madura United nyaris membuka keunggulan lewat heading Maxuel de Cassio da Silva pada menit ke-42. Hanya saja, masih bisa diantisipasi kiper Malut United Muhammad Fahri.

Sayangnya, petaka menimpa Malut United yang harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 45+2. Tim besutan Imran Nahumarury itu kehilangan Cassio Fernando Scheid yang mendapatkan kartu merah karena melanggar pemain Madura United Taufik Hidayat.

Setelah tidak ada gol yang cipta di paro pertama, Madura United menginjak gas usai turun minum. Upaya serangan Laskar Sape Kerrab -julukan Madura United- membuahkan hasil lewat gol penalti Luiz Marcelo Morais dos Reis di menit ke-70. Pemain yang dikenal dengan nama Lulinha itu menjadi eksekutor lantaran Andi Irfan dilanggar oleh Yance Sayuri di kotak terlarang Malut United.

Namun, Malut United bisa menyamakan kedudukan melalui gol Tatsuro Nagamatsu pada menit ke-81. Kliub berjulukan Laskar Kie Raha itu memaksimalkan tendangan tidak langsung di kotak penalti Madura United untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Meski gagal menghasilkan tiga poin, pelatih Madura United Widodo Cahyono Putro memuji perjuangan anak asuhnya yang tidak mengendorkan semangat sepanjang laga. Menurutnya, gol lawan terjadi karena timnya hilang fokus saat dalam posisi unggul.

“Ini nasihat untuk pemain kami, tidak boleh lengah, harus tetap fokus. Tetap sesuai dengan kedudukan sebelum unggul, tidak menganggap remeh hal yang demikian. Sekecil apapun harus fokus supaya tidak terjadi seperti tadi,” kata Widodo C. Putro usai laga.

“Tentunya tetap semangat untuk pemain, karena ini pertandingan pertama. Akan kami perbaiki, (jadi) jangan patah semangat, kami tetap menuju ke kesempatan yang akan datang,” tandasnya.

Hasil imbang ini membuat Madura United berada di peringkat keempat klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan torehan satu poin, sedangkan Malut United berada di posisi kelima dengan poin yang sama dari satu pertandingan.

Madura United akan melakoni laga tandang pada pekan kedua ke markas Barito Putera, Jumat (16/8/2024). Sementara itu, di hari yang sama, Malut United akan menjamu Persebaya Surabaya. (*)

Kerja Sama dengan DRX, Madura United Punya Apparel Baru

0
Madura United bekerja sama dengan DRX untuk apparel di Liga 1 2024/2025. (dok. Madura United)

Laga.id, Bangkalan – Madura United menggandeng apparel baru memasuki Liga 1 2024/2025. Mereka bekerja sama dengan DRX, apparel lokal yang kini sedang naik daun.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan DRX Wear.Koleksi jersey terbaru ini tidak hanya memiliki desain yang menarik, tetapi juga sarat akan makna dan sejarah,” kata Annisa Zhafarina Qosasi, Dirut PT PBMB.

“Kami berharap jersey ini dapat menjadi inspirasi bagi para pemain dan suporter untuk terus berjuang meraih prestasi terbaik,” imbuhnya.

Kolaborasi ini melahirkan koleksi jersey istimewa yang mengangkat kekayaan budaya Madura dan semangat juang Laskar Sape Kerrab. Untuk jersey home dan away, DRX Wear dan Madura United memilih untuk menampilkan motif karapan sapi yang khas Madura.

Pola jacquard yang rumit pada jersey ini merepresentasikan kekuatan, kecepatan, dan semangat juang yang tak kenal lelah, sama seperti semangat para pemain Madura United di lapangan. 

Karapan sapi, sebagai tradisi yang sangat dihormati di Madura, menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Madura. Jersey ketiga hadir dengan desain yang lebih berani dan ikonik, yaitu motif celurit Madura.

Celurit, senjata tradisional Madura, memiliki makna yang sangat dalam, melambangkan keberanian, semangat juang, dan perlindungan.

Desain celurit pada jersey ini diharapkan dapat membakar semangat para pemain dan suporter Madura United.

Bagi DRX Wear Madura United merupakan salah satu klub yang memiliki basis suporter yang cukup besar di Liga 1.

Untuk menggambarkan dukungan suporter yang begitu luar biasa, apparel resmi Laskar Sape Kerrab mewujudkannya melalui ketiga jersey yang sudah dirilis ini.

“Madura United adalah klub dengan basis suporter yang sangat kuat.Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka. Koleksi jersey ini adalah perwujudan dari semangat kolaborasi antara kami dan Madura United,” kata Kash Topan, Founder DRX.

Rizki Juniansyah Antar Indonesia Gondol Emas Kedua di Olimpiade Paris 2024

0
MEDALI EMAS: Lifter putra Rizki Juniansyah (tengah) mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada cabor angkat besi Olimpiade Paris 2024 didampingi peraih medali perak Weeraphon Wichuma (Thailand) dan Bozhidar Dimitrov Andreev (Bulgaria) di South Paris Arena, dini hari tadi WIB. (Matthew Stockman/Getty Images)

Laga.id, Paris – Kontingen Indonesia berhasil menambah pundi-pundi medali emas di ajang Olimpiade Paris 2024. Adalah lifter putra Rizki Juniansyah yang mempersembahkan medali emas kedua bagi Indonesia. Dia mengukir tinta emas sebagai lifter pertama Indonesia yang meraih emas di Olimpiade.

Rizki menjadi yang terbaik dengan total angkatan 354kg (snatch 155kg dan clean and jerk 199kg) yang digelar di South Paris Arena, Prancis, Jumat (9/8/2024) dini hari WIB. Bahkan, pemuda kelahiran Serang, Banten itu sekaligus mencatatkan namanya sebagai pemegang Olympic Record untuk clean and jerk dengan angkatan 199kg.

Medali perak direbut atlet Thailand dengan meraih total angkatan 346kg (snatch 148kg dan clean and jerk 198kg) dan medali perunggu jadi milik Bozhaidar Dimitrov Andreev dari Bulgaria dengan total angkatan 344kg.

Sementara itu, peraih medali emas Olimpide Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade Tokyo 2020, Shi Zhi Yong harus menelan pil pahit. Meski sudah unggul 10 kg pada angkatan snatch 165kg tetapi dia dinyatakan Did Not Finish (DNF) karena gagal melakukan angkatan clean and jerk.

ANGKAT BESI: Aksi Rizki Juniansyah pada cabor angkat besi membuat Indonesia menggondol medali emas kedua di Olimpiade Paris 2024. (NOC Indonesia/Naif Muhammad Al’as/Canon Indonesia)

Selepas penampilan, Rizki mengaku sangat bersyukur dengan hasil yang didapat. Dia senang bisa mencatatkan sejarah untuk Indonesia di ajang Olimpiade.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah SWT bisa buat sejarah medali emas pertama untuk angkat besi di Olimpiade. Ini untuk angkat besi Indonesia,” katanya.

“Terima kasih semua yang membantu dan memberikan support baik dari masyarakat, Pak Rosan, Joko Pramono, pelatih, keluarga, CdM Anin, Raja Sapta Oktohari, Menpora, keluarga di Serang dan Banten, Buldog Gym, bapak angkat saya. Saya tidak bisa menyebutkan satu per satu. Terima kasih, ini untuk HUT RI ke-79,” tambah Rizki.

Menariknya, keseimbangan lifter kelahiran 17 Juni 2003 yang sempat goyah langsung sujud syukur setelah mencium barbel. Saat itu, Rizki memulai angkatan clean and jerk dengan beban 191kg. Pada percobaan angkatan kedua, dia menaikkannya menjadi 199kg.

“Waktu angkatan snatch saya tertinggal, sempat deg-degan juga. Saya kemudian bsa bangkit dan semangat saya kembali untuk angkatan clean and jerk,” beber Rizki.

Lebih lanjut ketika disinggung penampilan lifter Shi Zhiyong asal China yang tak mampu mengangkat clean and jerk, Rizki justru respect terhadapnya. Dia tak menampik kalau Shi Ziyong merupakan sosok yang inspiratif.

“Saya terharu, karena dia juga teman baik saya, dia senior saya, saya respect sama dia sudah tiga kali Olimpiade dan dapat dua medali emas,” ucapnya.

Tampaknya, salah satu mood boster kesuksesan Rizki adalah kehadiran keluarganya di Paris. Ya, Chef de Mission (CdM) Anindya Bakrie langsung menerbangkan Sang Ibu, Yeni Rohaeni Durachim dan Kakaknya Riska Anjani Yasin.

“Kehadiran keluarga dan iu itu support nomor satu. Saya ada dalam rahim mama, mama yang terbaik. Setiap saya cium kaki dan cuci kaki mama serta meminumnya, Alhamdulillah selalu berkah,” jelas Rizki.

Sementara itu, CdM) Anindya Bakrie memuji kerja keras, dedikasi dan komitmen para atlet untuk memberikan penampilan terbaik kepada Merah Putih sampai lagu Indonesia Raya berkumandang dua kali pada 8 Agustus. Sebelumnya, Veddriq Leonardo meraih medali emas dari cabor panjat tebing.

“Terima kasih doa dan dukungannya, hingga akhirnya sampai diujungnya manis. Saya bangga sama mereka Rizki dan Veddric. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu, ini kerja tim yang luar biasa,” tegas Anindya Bakrie. (*)

Tim Persebaya Dibagi 7, Ada Promosi-Degradasi

0
Pelatih Persebaya, Paul Munster. (dok. Persebaya)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya sedang mencoba sistem baru di Liga 1 2024/2025. Mereka akan memberlakukan promosi-degradasi (promdeg) dengan tim junior. Artinya, ada kesempatan pemain muda masuk ke skuad senior.

Sistem ini hasil kolaborasi Persebaya Future Lab yang dipimpin oleh Ganesha Putera. Ada tujuh kategori yang terbagi, yakni mulai dari Persebaya 1 sampai yang terendah adalah Persebaya 7.

Nah, Persebaya 1 yang dimaksud adalah tim senior yang berada di bawah arahan pelatih Paul Munster dan berkompetisi di Liga 1. Sedangkan enam kategori sisanya adalah tim junior yang berisikan pemain muda di bawah kendali Ganesha Putera.

Dari setiap kategori Persebaya itu, bisa terjadi promosi dan degradasi. Pemain-pemain potensial yang ada di Persebaya 2, bisa saja dipromosikan ke Persebaya 1.

Rancangan ini sudah terjadi pada Widi Syarief yang pernah membela tim senior Persebaya. Dia sempat dipinjamkan ke klub Liga 2, namun kini telah kembali ke Surabaya dan ditempatkan di Persebaya 2.

Skuad Persebaya 2 sendiri sempat beruji coba dengan para pemain cadangan Persebaya 1, Senin (5/8/2024). Hasil uji coba itu rupanya mampu memikat pelatih Paul Munster.

“Kami memberi kesempatan untuk Widi berlatih di Persebaya 1. Aleandro Alan dan Paulinus Aplikapi sementara kembali ke Persebaya 2. Saya sudah berdiskusi dengan Ganesha, sistem seperti ini akan terus kita jalankan dan matangkan,” ungkap Munster.

Ganesha menyambut baik kerja sama erat tim utama Persebaya dengan Persebaya Future Lab. Para pemain yang ada di Persebaya 2 maupun di bawahnya akan lebih termotivasi untuk berlatih keras demi memaksimalkan peluang menembus Persebaya 1.

“Pembagian Persebaya 2 dan Persebaya kategori lainnya, tidak berdasarkan kelompok usia, melainkan kemampuan sepak bolanya. Karena itu, dalam satu kategori, bisa saja ada pemain U-16, U-18, atau U-20,” kata Ganesha.

Dalam satu kategori, ada sekitar 15 pemain. Setiap pekan, dilakukan evaluasi. Jadi, bisa saja seorang pemain pekan pertama Agustus ada di tim Persebaya 3, pada pekan kedua Agustus bisa ada di Persebaya 2, atau sebaliknya turun.

“Dengan sistem seperti itu, pemain akan terus berkompetisi, meninggalkan zona nyaman, mendorong diri mereka untuk lebih baik,” imbuh Ganesha.

Apa yang diterapkan Persebaya ini mirip dengan sistem yang diberlakukan di sepak bola Inggris. Klub-klub Premier League biasanya memiliki reserve team atau U-21 yang jadi tempat para pemain muda.

Tak cuma pemain muda, para pemain senior juga bisa bergabung dengan reserve atau U-21. Situasi itu terjadi biasanya saat pemain senior baru sembuh cedera dan perlu mengembalikan insting memegang bola dan tidak perlu langsung bergabung tim utama.

Sistem yang sama sebenarnya juga diterapkan di Elite Pro Academy (EPA) yang juga membolehkan memainkan pemain senior. Dengan begitu, ada juga kans pemain junior belajar langsung dengan seniornya, sekaligus memudahkan promosi pemain muda berbakat.