Laga.id, Malang – Dua laga, dua kekalahan, dan alarm bahaya mulai berbunyi bagi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI). Tren negatif Mediol Stiovanny Yoku dkk. tambah panjang usai sebelumnya juga kalah 1-3 dari Jakarta Popsivo Polwan.
Juara putaran pertama Proliga 2026 itu kembali tersungkur setelah ditumbangkan Jakarta Livin’ Mandiri 1-3 (17-25, 22-25, 25-22, 20-25) pada seri kedua putaran kedua di GOR Ken Arok, Malang, Minggu (8/2/2026) siang.
Dalam keterangan pers yang diterima Laga.id, sejak set pertama, Jakarta Livin’ tampil menekan lewat kombinasi Yolla Yuliana dan duet asing Ana Bjelica serta Weronica Szlagowska. GPPI sempat menyamakan 9-9 setelah time out, namun tekanan konsisten lawan menutup set 25-17.
Di set kedua, absennya Oleksandra Bytsenko membuat pertahanan tim asal Kota Pudak tersebut rapuh. Tertinggal 16-10, mereka hanya mampu mendekat sebelum menyerah 22-25.
GPPI bangkit di set ketiga melalui agresivitas Annie Mitchem dan rotasi taktis. Unggul 12-7 hingga 19-13, mereka memaksa laga berlanjut setelah menang 25-22 akibat attack error Bjelica.
Namun pengalaman Yolla mengubah arah set keempat. Ditambah dengan belum hadirnya pelatih Alesandro Lodi dipinggir lapangan membuat permainan GPPI goyah. Meski sempat membuat skor ketat 14-14 pecah setelah Jakarta Livin’ lebih konsisten dan menutup laga 25-20.
Usai laga, kapten tim Jakarta Livin’, Yolla Yuliana mengakui kalau timnya bermain cukup. Selain itu, timnya memanfaatkan kelemahan lawan dengan tidak adanya satu pemain asingnya, Oleksandra Bytsenko yang masih sakit di Surabaya.
“Dari segi pemain, hari ini anak-anak bermain lepas. Semua (tampil) baik, dari assist, receave, attack, block,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, asisten pelatih Jakarta Livin’, Wilda Siti Nurfadillah, mengharapkan sisa laga bisa memenangkan pertandingan untuk memuluskan lolos ke final four. “Kita ambil satu persatu dengan (meraih) kemenangan dari tim kita untuk mengamankan lolos final four,” timpalnya.
Sementara itu, asisten pelatih GPPI, Niko Dwi Purwanto menyebutkan banyak melakukan rotasi pemain dari awal hingga set keempat. Dia juga mengakui kalau peluang timnya untuk lolos final four agak aman.
“Terutama set ketiga, saya lakukan rotasi dengan menukar posisi pemain. Peluang kita (lolos) masih agak aman,” kata Niko.
Namun jika kekalahan kedua beruntun ini terus berulang, seberapa aman sesungguhnya peluang GPPI menuju final four? (*)






