Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 18

Jakarta Livin’ Bangkit! Medan Falcons Dipaksa Menyerah Tanpa Set

0
SEMANGAT: Ekspresi kegembiraan para pemain Jakarta Livin' Mandiri yang sukses membungkam Medan Falcons pada lanjutan Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang malam ini. (Laga.id/istimewa Official Proliga)

Laga.id, Malang – Kebangkitan Jakarta Livin’ Mandiri akhirnya benar-benar terjadi. Setelah sempat tersungkur 0-3 dari Jakarta Popsivo Polwan di seri pembuka putaran kedua, tim putri besutan manajemen Bank Mandiri itu bangkit dengan kemenangan meyakinkan 3-0 (25-19, 25-22, 25-19) atas Medan Falcons di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (6/2/2026) malam.

Dikutip Laga.id dari rilis yang diterima, Jakarta Livin’ yang menurunkan komposisi terbaik termasuk Yolla Yuliana, Weronica Szlagowska, dan Ana Bjelica tampil agresif sejak awal. Falcons sempat demam panggung dan tertinggal 5-8.

Meski Vi Thi Nhu Quynh dan Maya Indri mencoba mengejar hingga 11-15, pengalaman berbicara. Time out Marcos Sugiyama saat skor 16-21 tak mengubah hasil, set pertama ditutup 25-19.

Set kedua lebih panas. Falcons bangkit, spike Khanza dan Vi Thi Nhu Quynh membawa skor imbang 14-14. Duel teknis Szlagowska-Bjelica kontra pertahanan Falcons memuncak saat 21-23, sebelum spike Ana Bjelica memastikan 25-22.

Set ketiga berjalan ketat sejak 3-3 hingga 11-11. Namun kesalahan servis Khanza membuka celah. Stamina Falcons menurun di fase kritis, dimanfaatkan Yolla dkk. menjauh 20-18 dan menutup laga 25-19.

“Permainan kami sebenarnya berkembang, hanya saja para pemain belum paham memilih angel, bola itu seharusnya dipukul kemana,” ujar pelatih Medan Falcons Marcos Sugiyama. Maya Indri menambahkan, “Pemain-pemain punya keputusan, tapi tidak bisa memanfaatkan momen.”

Dari kubu pemenang, Wilda Siti Nurfadila bersyukur, “Meski masih harus banyak yang dibenahi.” Salsabila menegaskan, “Kami mencoba percaya diri, dan Alhamdulillah hari ini Livin’ menang.”

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin— Jakarta Livin’ seperti sedang menyalakan alarm kebangkitan di Proliga 2026. (*)

Ditinggal Lodi dan Bytsenko, GPPI Tersungkur! Popsivo Robohkan Rekor Tak Terkalahkan

0
PECAH: Jatuh bangunnya Annie Mitchem tak mampu membawa Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia meraih kemenangan saat melawan Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang sore tadi. (Laga.id/istimewa Official Proliga)

Laga.id, Malang – Kekalahan mengejutkan menimpa Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) saat ditaklukkan Jakarta Popsivo Polwan 1-3 (17-25, 25-21, 18-25, 24-26) pada putaran kedua Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (7/2/2026).

Absennya pelatih kepala Alessandro Lodi dan tidak tampilnya pemain asing Oleksandra Bytsenko disebut-sebut menjadi faktor krusial yang memengaruhi performa pemuncak klasemen putaran pertama itu.

Sejak set pertama, dalam rilis yang diterima Laga.id, Popsivo langsung menekan lewat duet asing Bhethania De La Cruz dan Yonkaira Pena. Keunggulan 14-8 di pertengahan set menjadi alarm bagi GPPI yang tampak kehilangan ritme. Serangan Arnetta Putri belum cukup membendung laju lawan hingga set ditutup 25-17.

GPPI bangkit di set kedua. Kolaborasi Annie Mitchem dan Shella Bernadheta membawa keunggulan 8-5. Duel ketat 17-17 berakhir manis untuk tim asal Kota Pudak itu setelah mereka mengunci set 25-21. Namun momentum tak bertahan lama. Kesalahan sendiri dan rotasi yang kurang efektif membuat Popsivo merebut set ketiga 25-18.

Set keempat menjadi klimaks. Skor imbang 23-23 memicu ketegangan sebelum Popsivo menuntaskan laga 26-24.

“Asal mengandalkan satu pemain asing, permainan tim sejak awal nervous,” ujar asisten pelatih Nico Dwi. Meski kalah, ia menegaskan, “Saya tetap bangga dengan permainan Medi Yoku dkk, meski hari ini kalah untuk pertama kalinya.”

Pelatih Popsivo Darko Dobriskov menyebut, “Sebelumnya kami sudah mempelajari permainan mereka, semua sistem berhasil dilakukan.” Ia juga mengakui, “Terus terang kami diuntungkan dengan tidak adanya satu pemain asing di pihak lawan.”

Chelsa Berliana menambahkan, “Bisa mengobati penampilan tim di pertandingan-pertandingan sebelumnya.” Rekor runtuh, dominasi goyah—dan Proliga 2026 sektor putri kini resmi memasuki babak penuh tanda tanya. (*)

Dominasi Juara Bertahan! JPE Libas Electric PLN 3-0 Tanpa Kompromi

0
KONTROL: Rissa Meiga Rianti (13) tampak bahagia bersama rekan-rekannya usai Jakarta Pertamina Enduro mengandaskan Jakarta Electric PLN Mobile pada lanjutan Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang, malam ini WIB. (Laga.id/istimewa Official Proliga)

Laga.id, Malang – Jakarta Pertamina Enduro (JPE) menegaskan statusnya sebagai juara bertahan Proliga. Mereka berhasil menaklukkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor telak 3-0 (25-13, 25-21, 25-17) pada lanjutan Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang, Kamis (5/2/2026) malam.

Dikutip dari keterangan pers yang diterima Laga.id, kemenangan meyakinkan ini bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi sinyal keras bahwa dominasi JPE di papan atas klasemen semakin sulit digoyang.

Sejak set pertama, tim asuhan Bullent Karsioglu langsung menggebrak lewat distribusi matang Tisya Amallya dan duet asing Iana Shcherban serta Wilma Salas. Sempat imbang 4-4, JPE melesat hingga 14-7.

Time out pelatih Electric PLN, Chamman Dokmai, tak mampu membendung kokohnya blok Nurlaili dkk yang mematahkan serangan Neriman Ozsoy dan Celeste Plak. Set pembuka ditutup mencolok 25-13.

Set kedua berlangsung lebih ketat. Electric PLN sempat memimpin 8-6 dan menjaga jarak hingga 11-8. Namun, mental juara JPE berbicara saat skor 14-14 dan 16-16. Berbalik unggul 18-16, JPE mengunci set 25-21.

Di set ketiga, Electric PLN membuka asa lewat keunggulan 5-2. Tetapi inkonsistensi jadi celah. JPE menyamakan 9-9, berbalik 14-12, lalu menjauh 22-17 sebelum servis ace memastikan skor 25-17.

“Terus terang performa anak-anak kurang baik di pertandingan hari ini,” ujar asisten pelatih Electric PLN, Alim Suseno. Sebaliknya, Bullent menegaskan, “Kami lebih konsentrasi set demi set, kunci kemenangan hari ini di servis.” Iana Shcherban menambahkan, “Kebersamaan di dalam tim yang utama.”

Jika konsistensi ini terjaga, JPE bukan hanya menang—mereka sedang membangun dinasti baru di Proliga 2026. (*)

Jakarta LavAni Menggila di Malang, Juara Bertahan Bhayangkara Dibungkam Tanpa Ampun

0
KERJA SAMA: Aksi middle blocker M. Malizi (6) bahu-membahu bersama setter Dio Zulfikri (15) turut mengantarkan Jakarta LavAni Livin' Transmedia mengandaskan perlawanan Jakarta Bhayangkara Presisi di GOR Ken Arok, sore tadi WIB. (Laga.id/istimewa Official Proliga)

Laga.id, Malang – Jakarta LavAni Livin’ Transmedia kembali menunjukkan dominasinya di Proliga 2026 usai menekuk juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi 3-0 (25-19, 25-17, 25-21) pada laga pembuka seri kedua putaran kedua di GOR Ken Arok, Malang, Kamis (5/2/2026).

Kemenangan keenam beruntun ini bukan sekadar tambahan poin di klasemen, melainkan penegasan bahwa LavAni adalah kandidat terkuat juara musim ini.

Sejak peluit pertama, tim asuhan David Lee langsung mengontrol permainan. Setter Dio Zulfikri merancang variasi serangan cepat yang dieksekusi tajam oleh Taylor Sander dan Boy Arnes, sementara Hendra Kurniawan menjadi tembok kokoh di lini blok. LavAni memimpin 10-7, menjauh 21-13, lalu menutup set pertama 25-19.

Sempat tertinggal 5-8 di set kedua, LavAni bangkit usai time out krusial. Blok Nato Dickinson dan Hendra mematahkan serangan Arjuna serta Yudha Mardiansyah. Momentum berbalik, LavAni unggul 14-11 dan mengunci set 25-17.

Set ketiga berlangsung lebih ketat. Bhayangkara memperkecil selisih hingga 13-14 dan memasukkan pemain lapis kedua seperti Rizal dan Kevin. “Itu bagian dari strategi kami, dan mereka juga bisa tampil baik,” ujar pelatih Reidel Toiran dalam keterangannya yang diterima Laga.id.

Namun, mental LavAni lebih matang di poin kritis. Skor 25-21 memastikan sapu bersih.

To be fair, kami kurang maksimal. Tapi kami tetap optimis bisa tampil lebih baik ke depannya,” kata Toiran.

Alvin Daniel menambahkan, “Kami bermain di bawah performa terbaik. Terutama kerjasama tim.”

Dari kubu LavAni, asisten pelatih Erwin Rusni menegaskan, “Servis, receive, dan blok berjalan cukup bagus.” Salah satu pemain Boy Arnes mengingatkan, “Tetap evaluasi, terutama kekompakan tim.”

Enam kemenangan tanpa cela—LavAni bukan sekadar memimpin, mereka sedang mengirim pesan keras ke seluruh Proliga: takhta musim ini seolah sudah menemukan pemiliknya. (*)