Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 19

Jadi Tuan Rumah, Jakarta Pertamina Enduro Patok Target Tinggi di Putaran Kedua

0
SAPU BERSIH: Jakarta Pertamina Enduro berambisi meraih dua kemenangan saat bertindak sebagai tuan rumah Proliga 2026 Seri Malang di GOR Ken Arok, Kota Malang, 5-8 Februari. (Laga.id/istimewa Official Proliga)

Laga.id, Malang – Juara bertahan tim putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) mematok target tinggi saat bertindak sebagai tuan rumah di GOR Ken Arok, Malang pada seri kedua putaran kedua Proliga 2026, 5-8 Februari 2025.

Tim putri JPE optimistis mampu mengamankan poin maksimal pada dua laga. Hal itu ditegaskan manajer tim JPE, Widi Triyoso, momentum sebagai tuan rumah harus dimanfaatkan secara optimal. Setelah mengarungi berbagai laga tandang di putaran sebelumnya, kini saatnya JPE menunjukkan dominasi di kandang.

“Giliran kami menjadi tuan rumah, dan target JPE sudah bulat: memenangkan dua pertandingan di kandang. Kami ingin memberikan hasil terbaik bagi para pendukung yang hadir langsung,” ujar Widi dalam jumpa pers di Malang, Rabu (4/2/2026).

Senada dengan manajer tim, pelatih kepala JPE, Bullent Karsioglu, memastikan kesiapan fisik dan mental anak asuhnya. Juru racik asal Turki tersebut menekankan prinsip kesetaraan dalam skuadnya. Ia tidak ingin terpaku pada label “pemain bintang” dalam menentukan rotasi pemain.

“Semua pemain sudah siap tampil terbaik. Di tim ini, kami tidak membedakan mana pemain bintang dan mana yang bukan. Semua mendapat kesempatan yang sama, tergantung pada kondisi dan performa masing-masing pemain di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bullent enggan sesumbar mengenai gelar juara lebih awal. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan tiket ke babak empat besar. “Kami konsentrasi penuh untuk menembus Final Four terlebih dahulu. Setelah itu tercapai, baru kami akan memikirkan langkah selanjutnya,” tambahnya.

Salah satu pemain bintang JPE, Megawati Hangestri, mengakui bahwa musim ini memberikan tekanan yang berbeda. Status JPE sebagai juara bertahan membuat setiap tim lawan memiliki motivasi ekstra untuk menumbangkan mereka.

“Proliga 2026 ini terasa sedikit lebih berat. Sebagai juara bertahan, tantangan terbesarnya adalah mempertahankan gelar tersebut. Namun, kami akan berusaha maksimal di setiap laga,” ungkap pemain yang akrab disapa ‘Megatron’ ini.

Dari sisi penyelenggara, Wakil Direktur Proliga, Reginald Nelwan, memastikan bahwa GOR Ken Arok telah memenuhi standar untuk menggelar pertandingan skala nasional.

“GOR Ken Arok sudah siap 100 persen. Bagi penggemar yang tidak bisa hadir langsung, seluruh pertandingan di sini tetap akan disiarkan secara live melalui Moji TV dan aplikasi Vidio,” ungkapnya.

Jadwal Pertandingan Pekan 5
GOR Ken Arok, Kota Malang
Kamis, 5 Februari 2026
Putra | 16.00 WIB | Jakarta LavAni Livin’ Transmedia vs Jakarta Bhayangkara Presisi
Putri | 19.00 WIB | Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric PLN Mobile

Jumat, 6 Februari 2026
Putri | 16.00 WIB | Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia vs Jakarta Popsivo Polwan
Putri | 19.00 WIB | Jakarta Livin’ Mandiri vs Medan Falcons

Sabtu, 7 Februari 2026
Putri | 16.00 WIB | Jakarta Electric PLN Mobile vs Bandung bjb Tandamata
Putra | 19.00 WIB | Jakarta Bhayangkara Presisi vs Medan Falcons Tirta Bhagasasi

Minggu, 8 Februari 2026
Putri | 13.00 WIB | Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia vs Jakarta Livin’ Mandiri
Putra | 16.00 WIB | Jakarta Lavani Livin’ Transmedia vs Jakarta Garuda Jaya
Putri | 19.00 WIB | Jakarta Pertamina Enduro vs Medan Falcons. (*)

Garuda Mengamuk! Singkirkan Vietnam 3-2, Indonesia Melaju ke Semifinal

0
LOLOS: Timnas Futsal Indonesia sukses mencetak sejarah setelah lolos ke semifinal AFC Futsal 2026 dengan mengalahkan Vietnam 3-2 di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam. (Laga.id/istimewa Media AFC Futsal Asian Cup 2026)

Laga.id, Jakarta – Indonesia Arena Jakarta berguncang pada Selasa (3/2/2026) malam ketika Timnas Futsal Indonesia memastikan tiket semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 usai menaklukkan Vietnam dengan skor dramatis 3-2.

Bermain di hadapan ribuan suporter, duel perempat final sarat gengsi ini mempertemukan Indonesia kontra rival abadi Asia Tenggara dalam laga penuh tensi sejak menit awal. Hasilnya, Skuad Garuda menang, melaju ke empat besar, dan mengirim pesan keras ke Asia: Indonesia datang untuk juara.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Indonesia tampil agresif dengan pressing tinggi yang langsung menekan pertahanan Vietnam. Strategi tersebut terbukti efektif ketika gol pembuka Wendy Brian Lindrey tercipta cepat pada menit ke-4, memicu ledakan euforia di tribune.

GOCEK: Pemain Timnas Futsal Indonesia Wendy Brian Lindrey (kiri) berusaha melepaskan diri dari Vu Ngoc Anh pada laga AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam. (Laga.id/istimewa Media AFC Futsal Asian Cup 2026)

Tekanan tak mengendur, dan dominasi Merah Putih kembali berbuah gol kedua melalui Ardiansyah Nur pada menit ke-11. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan meyakinkan 2-0, menempatkan Indonesia di atas angin.

Memasuki babak kedua, Vietnam mencoba bangkit dengan menaikkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil saat mereka memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 lewat Nguyen Da Hai pada menit ke-25. Namun keunggulan mental dan fokus Indonesia langsung berbicara.

Hanya satu menit berselang, Garuda kembali menjauh lewat gol ketiga di menit ke-26 oleh Reza Gunawan, sebuah momen krusial yang mematahkan momentum kebangkitan lawan. Vietnam belum menyerah.

Gol kedua dari Nguyen Da Hai pada menit ke-36 membuat skor berubah menjadi 3-2 dan empat menit terakhir berjalan menegangkan. Meski digempur, pertahanan disiplin Indonesia mampu bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memastikan kemenangan bersejarah di laga bertajuk Derbi ASEAN ini.

Secara statistik, laga berlangsung keras dengan total 15 pelanggaran dan sejumlah kartu kuning dari wasit asal Irak, Hawkar Salar Ahmed. Namun satu hal tak terbantahkan: kemenangan ini menegaskan dominasi futsal Indonesia di Asia Tenggara sekaligus membuka jalan menuju mimpi lebih besar. Semifinal menanti, dan Garuda sedang terbang tinggi. (*)

Konflik KBI Jatim Tak Reda, Pengkab-Pengkot Bergerak Desak Musprovlub, Dugaan Abuse of Power hingga Kasus Sensitif Mengemuka

0
PROTES: Perwakilan sejumlah pengurus daerah KBI se-Jawa Timur buka suara keras karena dugaan pelanggaran aturan transparansi kepemimpinan organisasi. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Konflik internal Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia (Pengprov KBI) Jawa Timur kini memasuki babak krusial. Sejumlah pengurus kabupaten dan pengurus kota menyatakan sikap terbuka, menilai kepemimpinan Pengprov KBI Jatim menyimpan banyak kejanggalan serius.

Isu yang mencuat bukan lagi perbedaan pandangan biasa, melainkan dugaan penyalahgunaan kewenangan, pelanggaran AD/ART, hingga lemahnya transparansi keuangan dan pembinaan atlet.

Dasuki Rahmad, perwakilan Pengkab KBI Bangkalan, menyampaikan kegelisahan itu usai pertemuan yang membahas dinamika organisasi serta hasil mediasi bersama KONI Jawa Timur. Ia menilai kondisi internal sudah memburuk sejak proses penjaringan calon ketua umum dimulai.

“Pertemuan ini memang kami desain sebagai langkah setelah carut-marut yang terjadi di tubuh Pengprov KBI Jawa Timur, khususnya menjelang dan setelah proses penjaringan calon ketua umum,” ujar Dasuki, Selasa (3/2/2026).

Menurut Dasuki, konflik memuncak setelah pembekuan enam pengkab/pengkot dan pemberian sanksi kepada tiga lainnya. Keputusan tersebut dinilai sarat kepentingan dan tidak berpijak pada aturan organisasi.

“Kami menilai ada abuse of power yang dilakukan pimpinan Pengprov KBI Jatim, Wira Prasetya Catur. Alasan pembekuan sangat tidak masuk akal dan tidak diatur dalam AD/ART, termasuk soal ketidakhadiran dalam Rakerprov,” tegasnya.

Ia menduga langkah itu untuk memangkas dukungan pesaing. Transparansi keuangan dan pembinaan atlet pun dipersoalkan.

“Selama ini tidak ada transparansi penggunaan keuangan. Pembinaan berjalan sangat parsial dan hanya melibatkan kelompok tertentu yang loyal. Pengurus yang berbeda pendapat justru disingkirkan,” jelasnya.

Praktik menggelar event juga disorot. “Pengprov seolah bukan wadah pembinaan, tapi seperti ‘tim pribadi’ atau even organizer. Pengkab dan Pengkot tidak merdeka menggelar event karena harus melalui kelompok tertentu, termasuk pengelolaan dananya,” ungkap Dasuki.

Dampaknya dirasakan langsung atlet. “Kejurnas kemarin, atlet-atlet dari Bangkalan berangkat mandiri. Bahkan atlet-atlet yang dikirim ke pusat juga mandiri. Lalu buat apa ada Pengprov jika fungsi pendanaan dan pembinaan tidak berjalan?” imbuhnya.

Desakan Musprov Luar Biasa (Musprovlub) pun menguat, bersamaan dengan sorotan kasus sensitif yang kini ditangani Polda Jatim. “Kami berprinsip Musprovlub harus digelar karena kepemimpinan saat ini cacat prosedur dan hukum. Tidak mungkin KBI Jatim bisa berkembang jika tetap dipimpin dengan pola seperti ini,” tegas Dasuki.

“Kami mendorong proses hukum berjalan seadil-adilnya dan setuntas-tuntasnya. Ini menyangkut keselamatan atlet. Prestasi tidak boleh mengorbankan perlindungan terhadap atlet,” ujarnya.

Meta Andri dari Pengkot KBI Kota Malang menambahkan, hasil mediasi menemukan banyak pelanggaran administratif. Ia menyebut KONI Jatim merekomendasikan pencabutan sanksi dan mengkritik ambang batas dukungan 50 persen.

“Dalam mediasi tadi, ditemukan banyak pelanggaran, terutama terkait pemberian sanksi pembekuan dan SP1 yang tidak berdasar dan melanggar AD/ART,” kata Meta.

“Penjaringan seharusnya membuka peluang seluas-luasnya. Batas 50 persen jelas tidak wajar dan hanya menguntungkan satu pihak. Dalam praktiknya, ini berpotensi melahirkan calon tunggal,” jelasnya.

Alasan pembekuan karena Rakerprov juga dipersoalkan. “Undangan Rakerprov tidak boleh hanya lewat WhatsApp grup. Sesuai AD/ART, undangan harus dikirim ke sekretariat. Faktanya, tidak ada surat resmi yang diterima,” kata Meta.

“Kondisinya sekarang ngambang. Jika rekonsiliasi tidak membuahkan hasil, kami siap bertarung sampai tuntas dan tetap menuntut Musprovlub,” pungkasnya—sebuah sinyal bahwa konflik ini belum mendekati garis akhir, justru baru memasuki ronde penentuan. (*)

Imbas Imbang dari Dewa United, Kapten Persebaya Soroti Masalah Finishing

0
FRUSTRASI: Bruno Moreira (kanan) masih tak terima lantaran Persebaya Surabaya ditahan imbang 1-1 oleh Dewa United pada laga Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) kemarin. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Gelandang serang Bruno Moreira, tak dapat menutupi kekecewaannya atas hasil imbang yang diraih Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) kemarin.

Atmosfer panas stadion berkapasitas 40ribu tempat duduk itu belum cukup untuk mengantar Persebaya meraih kemenangan penuh. Di hadapan ribuan Bonek dan Bonita yang memadati stadion, Bajol Ijo harus puas berbagi angka pada pekan ke-19 Super League 2025/2026 itu.

Hasil yang langsung menimbulkan sorotan tajam terhadap performa tim, terutama dalam urusan mencetak gol. Laga kandang yang seharusnya menjadi momentum penting justru berakhir dengan rasa kecewa.

Bruno Moreira menegaskan sejatinya bermain di kandang sendiri menuntut target yang jelas: tiga poin. Praktis ini menegaskan bahwa Persebaya sejatinya layak pulang dengan kemenangan.

“Ya, ini bukan hasil terburuk tetapi juga bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang di depan pendukung kami. Jadi kami mengharapkan tiga poin malam ini,” ujar Bruno.

Kapten tim Persebaya itu juga menilai seluruh pemain sudah bekerja keras sepanjang laga, namun efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Bagaimana tidak, dari statistik yang dirilis ILeague, Persebaya menunjukkan permainan yang lebih agresif dan berusaha menekan. Tim asuhan Bernardo Tavares itu melepaskan 11 tembakan berbanding 4 dari Dewa United.

Kemudian menciptakan 5 peluang dibandingkan 2, dan melakukan 33 sentuhan di kotak penalti lawan, jauh lebih banyak dibanding Dewa United yang hanya 16.

Bahkan, pergerakan bola di sepertiga akhir mencapai 52 operan, menunjukkan intensitas serangan yang dimiliki Bajul Ijo. Namun, ironisnya, tim ini hanya berhasil meluncurkan dua tembakan tepat sasaran, sama dengan tim tamu.

“Sayangnya, kami tidak bisa mendapatkan tiga poin, tetapi seperti yang dikatakan pelatih, setiap pemain memberikan yang terbaik untuk mendapatkan tiga poin. Semua orang berlarian dengan keras, tetapi kami perlu menemukan cara untuk mencetak gol,” terang pemain asal Brasil tersebut.

Hasil imbang ini membuat Persebaya tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 32 poin dari 19 pertandingan. Tantangan berat pun menanti, karena Persebaya dijadwalkan melakoni laga krusial yang bisa menentukan arah perburuan papan atas dengan melawat ke markas Bali United, Sabtu (7/2/2026) mendatang. (*)