Friday, July 31, 2026
Google search engine
Home Blog Page 175

BK PON Sepak Bola: Persiapan Mepet, Jatim Andalkan Chemistry Ladeni Sultra

0
SUDAH SIAP: Penjaga gawang tim sepak bola Jatim Aldino Fanani mendampingi pelatih Fakhri Husaini dalam sesi jumpa pers jelang laga pertama BK PON susulan cabor sepak bola. Jatim akan meladeni Sulawesi Tenggara di Lapangan Thor, Surabaya sore ini (2/3/2024). (Laga.id/Fajar Kristanto)

Laga.id, Surabaya – Persiapan tim sepak bola Jawa Timur dalam menyambut Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara cukup pendek. Namun, situasi sama juga dialami tim-tim peserta lain pada BK PON khusus cabang olahraga (cabor) sepak bola ini.

Pelatih tim sepak bola Jatim Fakhri Husaini mengatakan anak asuhnya sudah mempersiapkan diri secara matang untuk laga perdana. Dengan waktu efektif 3 hari untuk pendalaman taktikal, ia mengklaim jika tim yang dibentuknya ini sudah cukup kompak untuk meladeni Sultra di Lapangan Thor, Surabaya, Minggu (3/3/2024) sore.

“Alhamdulillah sampai sekarang para pemain terlihat antusias dengan kekompakannya cukup bagus dan semangat juangnya tinggi. Penampilan pemain (di lapangan) nanti itu harus menjadi satu kesatuan,” ungkap Fakhri Husaini dalam sesi jumpa pers jelang laga, Sabtu (2/3/2024) malam.

“(Setelah seleksi) saya lebih banyak ke aspek pendalaman taktik. Basicnya mereka sudah bagus. Sehingga tidak sulit (melatih) hanya tinggal menyatukan secara tim agar menjadi tangguh,” tambah mantan pelatih tim sepak bola Aceh pada PON XX/2021 Papua lalu.

Lantas bagaimana antisipasi kekuatan lawan? Fakhri Husaini mengaku belum mengetahui kekuatan dari Sultra, termasuk tim lain seperti Maluku dan Maluku Utara. Namun, mantan pelatih timnas Indonesia U16 ini menyebutkan jika tim dari Indonesia Timur selalu memiliki karakter permainan yang cukup kuat.

“Mereka memiliki karakter yang cukup kuat, juga punya bakat alam. Dari Maluku terutama (diwaspadai). Cuma, sekecil apapun peluang kami akan coba meraihnya,” sambung pria yang juga Direktur Teknik Deltras Akademi itu.

Sementara itu, penjaga gawang Jatim Aldino Fanani yang menilai meski pembentukan tim dalam waktu singkat, para pemain sudah cepat beradaptasi lantaran dimentori legenda Timnas Indonesia.

“Persiapan insya Allah sudah matang, Alhamdulillah komunikasi antar pemain bagus. Kami harap bisa memberikan yang terbaik buat Jatim (merebut tiket ke PON),” kata pemain yang memperkuat Persedikab Kediri itu.

Selain laga antara Jatim kontra Sultra pada sore hari, akan tersaji lebih dulu duel antar tim dari Maluku. Maluku bakal meladeni Maluku Utara beberapa jam sebelumnya.

Merebut Emas PON 2024 dan Penguatan SDM Jadi Fokus Pabersi Jatim

0
RESMI: Abram Nathan (depan) Ketua Umum Pengprov Pabersi Jatim dan jajaran pengurus resmi dilantik dan dikukuhkan di Hotel Kyrie, Surabaya, (2/3/2024) siang tadi. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Angkat berat merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) yang memperebutkan banyak medali emas, yakni 15 keping. Jawa Timur digadang-gadang bisa membawa pulang setidaknya dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

Ketua Umum Pengprov Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jatim Abram Nathan bertekad memenuhi target tersebut. Saat ini, katanya, ada tujuh atlet angkat berat yang lolos dari Babak Kualifikasi (BK) PON. Tiga di antaranya masuk ke pemusatan latihan daerah (puslatda) Jatim.

“Saya selaku Ketua Umum Pabersi Jatim tentu bertanggung jawab atas ketujuh atlet itu supaya berangkat (PON 2024). Karena kami juga ingin menghargai jerih payah para atlet di BK PON,” ujar Abram Nathan.

“Ya, insya Allah semoga kalau memang semua berjalan dengan baik ya, bisa dapat (medali) emas. Jika sebelumnya belum dapat emas (PON), semoga kali ini angkat berat Jatim bisa pecah telur,” tekadnya.

Untuk diketahui, cabor angkat berat sebelumnya dibawah naungan dari Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI). Pemisahan ketiga cabor tersebut karena telah memiliki federasi internasional masing-masing. Dan PABBSI dibubarkan secara resmi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat di Jakarta, 25 Agustus 2020 lalu.

Abram Nathan menambahkan pihaknya juga telah mempersiapkan program sesuai visi dan misi selain untuk mengangkat prestasi angkat berat Jatim. Ia ingin memperkuat pembinaan, karena Jatim sangat minim atlet, pelatih, hingga wasit. Kemudian, memperbanyak agenda pelatihan bagi wasit maupun pelatih.

“Program lainnya pasti saya tonjolkan kualitas dari SDM kita sendiri, dengan adanya lisensi (wasit dan pelatih), otomatis akan meningkatkan dari sisi kualitas dari atlet-atlet itu sendiri,” jelas Abram Nathan.

“Saya juga ingin animo-animo di daerah-daerah itu banyak event, banyak pertandingan yang dimana itu kan bisa penjaringan dari sisi atlet kita. Jadi pembinaan jalan, prestasi jalan, dan tentunya angkat berat semakin famous,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil mengharapkan angkat berat dapat meraih medali emas PON 2024. Mantan Komisioner KPU Jatim itu ingin ada sentuhan-sentuhan baru di Pabersi Jatim untuk mendapatkan prestasi di masa depan.

“(Potensi) belum terlalu banyak, sementara dua medali emas ya. Kita coba seperti itu. Tapi itu target hari ini ya, belum target berikutnya (pelaksanaan PON) nanti,” harap Muhammad Nabil.

Asprov PSSI Jatim: Terima Kasih Gubernu Jatim dan KONI

0
BERTERIMA KASIH: Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim Ahmad Riyadh. (Laga.id/Fajar Kristanto)

Laga.id, Surabaya – Tim sepak bola Jawa Timur memiliki kesempatan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara. Syaratnya, lolos dari babak kualifikasi (BK) PON khusus cabang olahraga (cabor) sepak bola.

BK PON ini juga terlaksana berkat inisasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan PSSI. BK PON khusus cabor sepak bola ini dipusatkan di Lapangan Thor, Surabaya, 3-7 Maret mendatang. Jatim harus bersaing dengan Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara.

Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Aspro) PSSI Jatim Ahmad Riyadh menyampaikan terima kasih kepada KONI Pusat, Gubernur Jawa Timur, dan semua pihak atas terselenggaranya BK PON. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan itu secara administrasi menjadi kewenangan KONI Pusat, PB PON, dan PSSI.

“Pak Marciano Ketua Umum KONI Pusat, Bu Khofifah Indarparawansa ketika belum mengakhiri masa jabatan (Gubernur Jatim) memberikan perhatian sangat tinggi, atas penyelenggaraan babak kualifikasi khusus ini, ” kata Ahmad Riyadh.

“Bagi PSSI Jatim dengan diselenggarakannya kembali babak kualifikasi ini, kita berharap tim sepak bola Jatim yang dibentuk dalam waktu sangat singkat dengan pelatih kepala Fakhri Husaini dapat lolos ke PON XXI Aceh-Sumut 2024. Itu target pertama,” tambahnya.

Nah, tim sepak bola Jatim sendiri tercatat mempersiapkan tim sejak 19 Februari 2024 lalu. Diawali dengan seleksi sebanyak 80 pemain hingga terpilih 23 pemain yang dipusatkan di Lapangan Polda Jatim.

Sedangkan dalam hal pembiayaan, kata dia, PSSI Jatim menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah dan PJ Gubernur Adhy Karyono yang sudah memberikan dukungan dan berbagai fasilitas melalui KONI Jatim serta pihak lain yang terkait.

“Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih. Semoga selama pelaksanaan berjalan lancar dan aman, juga sesuai harapan semua pihak, dalam upaya mensukseskan PON XXI Aceh-Sumut 2024,” harap Ahmad Riyadh.

“Serta yang lebih penting tim sepak bola Jatim berhasil lolos dengan prestasi peringkat pertama, karena hanya diambil satu tim terbaik untuk lolos ke PON Aceh-Sumut 2024,” sambung pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Untuk diketahui, proses pembentukan tim pun berjalan begitu cepat, dimana para pemain berasal dari tim-tim 4 besar Tim Porprov 2023 cabor sepak bola, 8 besar Klub Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim 2023/2024, dan sejumlah klub yang mengikuti seleksi.

Termasuk klub-klub Liga 1 yang berpartisipasi mengirimkan pemain Elite Pro Academy (EPA), sehingga bisa menyeleksi 80 pemain, termasuk hasil pemantauan setelah uji coba dengan Persedikab Kediri dan NZR Sumbersari Malang, memilih sejumlah pemain sesuai kebutuhan tim.

Persebaya Akhiri Kerja Sama dengan Song Ui-young

0
PAMIT: Gelandang asing Persebaya, Song Ui-young, mengakhiri kerja sama dengan klub. (dokpri Song Ui-young)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya membuat pengumuman mengejutkan pada Jumat (1/3/2024). Mereka secara resmi memutus kontrak gelandang asing asal Singapura, Song Ui-young.

Padahal, kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 belum rampung. Kompetisi itu masih memasuki peka ke-27 dari total 34 pertandingan yang harus dilakoni oleh semua tim.

“Persebaya dan Song Ui-Young sepakat mengakhiri kerja sama lebih cepat. Keputusan ini diambil agar Song bisa lebih fokus dalam pemulihan cederanya,” tulis keterangan resmi Persebaya di akun media sosialnya.

“Terima kasih atas kebersamaan selama ini, sukses selalu dimana pun Song.”

Sebelumnya, Song Ui-young tidak pernah menampakkan batang hidungnya dalam latihan yang digelar tim. Hal itu sempat memunculkan spekulasi bahwa pemain berpaspor Singapura itu tidak akan kembali.

Pelatih Persebaya, Paul Munster, pernah mengungkapkan bahwa Song Ui-young masih mengalami cedera. Kondisinya belum memungkinkan untuk bisa berlatih atau bahkan ikut ambil bagian di pertandingan.

Song Ui-young sendiri terakhir tampil saat Persebaya menjamu Persija Jakarta pada 9 Desember 2023. Setelah itu, dia absen dalam dua pertandingan beruntun melawan Persis Solo (13/12/2023) dan Persikabo 1973 (17/12/2023).

Nama Song juga tidak ada saat Persebaya melakoni empat pertandingan terakhir di bawah arahan pelatih Paul Munster.

Masing-masing melawan PSIS Semarang (30/1/2024), Bhayangkara (4/2/2024), Persita Tangerang (23/2/2024), dan PSM Makassar (28/2/2024).

Keberadaan Song Ui-young sangat diperlukan mengingat Persebaya tak memiliki gelandang asing lagi selain dirinya. Sayangnya, pemain berdarh Korea Selatan itu tidak mungkin kembali membela Persebaya dalam waktu dekat.

Song Ui-young sendiri hanya tampil dalam 17 pertandingan bersama Persebaya dan menyumbang satu gol serta dua assist musim ini.