Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 185

Carabao Cup: Chelsea 0-1 Liverpool, Aib Enam Kegagalan Beruntun The Blues di Final

0
KONTRAS: Pemain Chelsea Trevor Chalobah terduduk lesu ditengah selebrasi pemain-pemain Liverpool Luis Diaz dan Darwin Nunez pada laga final Carabao Cup. Chelsea harus bertekuk lutut dengan skor 0-1 dari Liverpool di Stadion Wembley, London, Senin (26/2/2024) dini hari WIB. (Getty Images/Jacques Feeney via Offside)

Laga.id, London – Catatan rekor Chelsea bertambah. Bukan rekor apik. Melainkan rekor yang menjadikan The Blues adalah klub pertama yang kalah dalam 6 laga final piala domestik secara beruntun. Stadion Wembley seakan menjadi aib bagi Chelsea.

Skuat miliaran poundsterling milik Chelsea harus bertekuk lutut dari fresh graduate yang diturunkan Liverpool pada laga final Carabao Cup 2023/2024 di Stadion Wembley, London, Senin (26/2/2024) dini hari WIB.

Gol dari Virgil van Dijk pada menit ke-118 memupus harapan Chelsea merengkuh gelar perdana di era manajemen Todd Boehly. Hasil ini terasa semakin menyakitkan bagi Chelsea.

Pasalnya, Liverpool terpaksa turun tidak dengan kekuatan terbaiknya. Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, Alisson Becker, Dominik Szoboszlai hingga Diogo Jota yang absen gegara cedera.

Meski begitu, manajer Liverpool Jurgen Klopp berani menurunkan banyak pemain akademi melawan Chelsea. Nama seperti Jarrel Amorin Quansah, Jayden Danns, James McConnel hingga Bobby Clark diturunkan.

Di sisi lain, Chelsea tak mampu memanfaatkan ketiadaan para pemain andalan Liverpool di laga tersebut. Secara umum, Chelsea sejatinya juga diperkuat pemain-pemain muda. Hanya saja, skuat tim asal London Barat itu lebih memiliki pengalaman.

Nama-nama seperti Malo Gusto dan Levi Colwill sudah kerap diturunkan Mauricio Pochettino sepanjang musim ini. Belum lagi Cole Palmer, Moises Caicedo, Enzo Fernandez, hingga Mykhailo Mudryk yang kerap jadi pilihan utama.

Chelsea masih punya Christopher Nkunku, Noni Madueke, dan Trevoh Chalobah yang masuk dari bench. Apesnya, Chelsea gagal memanfaatkan ketidakpengalaman pemain muda Liverpool untuk bisa menang.

Tak hanya itu, sejarah juga mencatat bahwa Chelsea menjadi klub pertama Inggris yang kalah enam laga beruntun di final yang digelar di Stadion Wembley. Stadion yang dikhususkan untuk digunakan oleh Timnas Inggris itu, seakan berubah menjadi tempat yang sial dan menyeramkan bagi Chelsea.

Sebelum kalah melawan Liverpool, Chelsea telah menjadi pecundang di stadion yang sama dalam lima laga final sebelumnya. Mulai dari kekalahan melawan Manchester City (2019), Arsenal (2020), Leicester City (2021), Liverpool (2022 ) dan Liverpool (2022).

Daftar Final Chelsea
2019 League Cup : Manchester City 0-0 Chelsea (4-3, A.P)
2020 FA Cup        : Arsenal 2-1 Chelsea
2021 FA Cup        : Leicester 1-0 Chelsea
2022 League Cup : Chelsea 0-0 Liverpool (10-11, A.P)
2022 FA Cup        : Chelsea 0-0 Liverpool (5-6, A.P)
2024 League Cup : Chelsea 0-1 Liverpool

Preview Persija Vs Arema: Waktunya Poin Penuh

0
Thomas Doll. (dok. Persija)

Laga.id, Gianyar – Persija akan melawan tuan rumah Arema FC pada pekan ke-26 Liga 1 2023/2024. Laga tersebut akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (26/2/2024), pukul 15.00 WIB.

“Tentu kami tidak bisa melakukan banyak hal karena waktu persiapan tidak banyak. Saya memecah tim menjadi dua grup, satu grup khusus regenerasi, satunya berlatih seperti biasa. Selain itu kami pun melatih penguasaan bola,” ujar pelatih Persija, Thomas Doll.

Hal tersebut dikarenakan Persija baru saja menyelesaikan laga terakhirnya melawan Madura United pada Kamis (22/2/2024) malam.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan timnya wajib berpikir positif dan harus mencari cara  untuk menang saat menghadapi Arema.

“Saya bisa bilang bahwa tim saya tidak seharusnya kalah saat melawan Borneo FC (1-3), karena mereka sudah memberikan segalanya untuk kemenangan tim. Saya ingin semua berpikir positif dan harus berpikir keras untuk mencari cara untuk menang,” ucap Thomas.

“Motivasi yang bagus, momen yang tepat untuk mencetak gol, dan sebuah kepercayaan untuk bisa menang diperlukan untuk tim,” imbuhnya.

“Saya yakin kami punya pemain bagus dan tim yang bagus untuk memenangkan sebuah pertandingan. Target besok adalah memenangkan laga.”

Saat Paul Munster Main Tic Tac Toe di Persebaya

0
Pelatih Persebaya, Paul Munster. (dok. Persebaya)

Laga.id, Surabaya –  Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, memiliki metode untuk untuk latihan para pemainnya. Dia menggunakan Tic Tac Toe untuk menambah kekompakan Reva Adi Utama dkk.

Hal itu dibagikan dalam sebuah video di kanal YouTube Official Persebaya.

Tujuannya adalah untuk menjadi pemain pertama yang berhasil menempatkan tiga tanda mereka secara berurutan baik secara horizontal, vertikal, atau diagonal.

Meskipun terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan strategi dan pemikiran yang cermat. Mereka akan menang apabila berhasil membuat garis lurus dari pola yang dibuat.

Tic Tac Toe akan mengajarkan berkomunikasi, berkolaborasi, dan memahami pergerakan satu sama lain dengan lebih baik. Ini akan membantu mereka untuk mengembangkan kekompakan dan kekohesian yang diperlukan dalam lapangan.

Cara yang dilakukan Persebaya adalah permainan ini dilakukan oleh dua tim yang masing-masing tim berisi dua orang. Mereka harus berlari dulu melewati rintangan sebelum meletakkan rompi yang jadi pion untuk diletakkan di grid 3×3.

Mereka harus bekerja sama untuk menempatkan tanda mereka di posisi yang strategis, mencoba untuk menggiring lawan ke posisi yang tidak menguntungkan. Setiap langkah dihitung dengan cermat, dan setiap keputusan harus dipikirkan dengan matang.

Suasana di dalam tim Persebaya Surabaya terasa lebih hidup dan penuh semangat. Para pemain terlibat dalam permainan dengan antusiasme yang tinggi, menunjukkan keinginan untuk belajar dan meningkatkan kerja sama tim mereka.

Paul Munster juga mengawasi setiap sesi latihan dengan cermat. Dia memberikan arahan dan masukan kepada para pemain untuk membantu mereka memahami konsep yang ingin dicapai. Canda tawa pun mengiringi sesi ini.

Selain mempererat kekompakan tim, latihan Tic Tac Toe juga membantu para pemain untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang strategi permainan.

Mereka belajar untuk membaca gerakan lawan, merencanakan serangan, dan mencari peluang untuk mengambil alih kendali. Semua keterampilan ini sangat berguna dalam persiapan menghadapi pertandingan sesungguhnya.

Tujuan utama dari latihan ini bukan hanya untuk memenangkan permainan Tic Tac Toe, tetapi lebih pada proses menyusun strategi.

Pemain bisa belajar beradaptasi dengan strategi baru, bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain, dan bagaimana mereka menghadapi tantangan bersama-sama.

Dengan pendekatan yang unik dan efektif ini,Persebaya  melakukan persiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental untuk menghadapi pertandingan.

Tic Tac Toe sendiri saat ini sedang jadi tren permainan di kalangan pecinta sepak bola dunia. Banyak yang membagikan video mereka di media sosial untuk mengasah pengetahuan sepak bola atau lainnya.

Terdekat, Persebaya akan melakoni partai tandang lagi di pekan ke-26 BRI Liga 1 2023/2024. Mereka akan melawat ke markas PSM Makassar di Stadion Batakan, Balikpapan, Rabu (28/2/2024).

Mantap! Duo Mega-Gia Lanjutkan Tren Positif Red Sparks Bungkam Pink Spiders

0
PERFORMA: Pebola voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi (kiri) turut mengantarkan Daejeon JungKwanJang Red Sparks meneruskan tren positif di Liga Voli Korea Selatan. Dia kembali menyumbangkan poin-poin untuk kemenangan bagi Red Spark saat melawan Incheon Heungkuk Life Pink Spiders di Daejeon Chungmu Gymnasium, Sabtu (24/2/2024). (KOVO)

Laga.id, Daejeon – Empat kemenangan beruntun diraih Daejeon JungKwanJang Red Sparks pada lanjutan Liga Voli Korea Selatan atau V League. Terbaru adalah Incheon Heungkuk Life Pink Spiders yang menjadi korban Red Sparks.

Red Sparks menang 3-1 (25-23, 25-22, 25-27, 25-23) atas tamunya tersebut. Tak sekadar menang, tapi juga tampil dominan atas Pink Spiders pada laga yang berlangsung di Daejeon Chungmu Gymnasium, Sabtu (24/2/2024).

Uniknya, pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin malah terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga ini. Sementara pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi menyumbangkan 19 poin untuk kemenangan Red Sparks.

Sedangkan pencetak poin tertinggi adalah Giovanna Milana. Pebola voli asal Amerika Serikat itu membukukan 28 poin dengan persentase serangan sukses 39,4 persen. Di posisi ketiga ada sosok middle blocker Jeong Ho-young dengan 12 poin.

Hasil ini menjadi kemenangan kedua Red sparks atas Pink Spiders sejak putaran pertama. Hasil ini bahkan membuat mereka meneruskan tren positif. Mereka selalu menang dalam empat laga terakhir di ajang Liga Voli Korea Selatan musim ini.

Tak hanya itu, berkat kemenangan ini, Red Sparks menambah 3 poin dan akan bertahan di peringkat 3 klasemen Liga Voli Korea dengan total 53 poin, sekaligus membuat harapan tampil menuju play-off semakin dekat.

Red Sparks akan kembali berlaga di kandang sendiri menjamu Korean Expressway, Selasa (27/2/2024) mendatang. Tentunya, Red Sparks kembali menargetkan kemenangan pada laga itu.