Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 192

Paul Munster Bela Striker Asing Persebaya

0
Pelatih Persebaya, Paul Munster. (dok. Persebaya)

Laga.id, Surabaya – Paulo Henrique gagal memenuhi ekspektasi dalam pertandingan Persebaya Surabaya. Tak banyak yang dilakukannya dalam pertandingan kontra PSIS Semarang yang berakhir imbang 1-1 pada Selasa (30/1/2024) sore.

Dalam laga ini, PSIS mampu unggul dulu lewat gol winger Taisei Marukawa (20’). Sayang, keunggulan mereka tidak bertahan lama karena tuan rumah Persebaya membalas berkat sepakan gelandang Andre Oktaviansyah (28’).

Selama babak pertama, banyak sekali peluang yang gagal dimanfaatkan Henrique. Beberapa kali striker asal Brasil itu mendapat umpan matang dari sisi sayap, namun dia terlihat malas bergerak mengejar bola saat sudah di depan gawang.

Suporter Bonek yang berada di stadion beberapa kali melontarkan cemoohan atau cibiran melihat Henrique yang kerap membuang peluang. Jangankan melakukan penyelesaian akhir setelah mendapat umpan, dia bahkan kerap kalah berduel dengan lawan.

Menariknya, pelatih Persebaya, Paul Munster, memutuskan untuk memberi kesempatan kepada Henrique selama 90 menit. Sang striker asing tidak diganti meski tampil kurang apik. Lantas, apa alasannya?

“Saya sudah menunggu pertanyaan ini. Ada elemen teknis mengapa saya tidak mengganti dia. Dia mendapat instruksi khusus dalam pertandingan hari ini, namun dia harus terus bekerja keras agar terus berkembang,” kata Paul Munster.

“Oleh karena itu, kita harus terus memberinya kepercayaan diri. Sangat penting bagi semua pihak juga memberikan motivasi dan mendukungnya,” imbuh pelatih berpaspor Irlandia Utara itu.

Keputusan Munster untuk tetap memainkan Paulo Henrique sebenarnya sudah terbilang tepat. Di babak kedua, Henrique terlihat memainkan peran false nine sehingga membuat winger Bruno Moreira dan Robson Duarte bergerak lebih leluasa.

Di sisi lain, Munster merasa tidak memiliki striker pelapis yang sepadan dengan Paulo Henrique. Hal itu membuatnya ingin memaksimalkan potensi sang striker asing itu di skuat yang dimilikinya saat ini.

“Saya tidak bisa membawa pemain lain. Ini adalah para pemain yang saya miliki, jadi saya harus memaksimalkan pemain yang sudah ada, Tapi percayalah, dia (Henrique) ingin sekali mencetak gol,” ungkap Munster.

Nama Paulo Henrique sendiri sudah jadi sorotan karena dianggap kurang layak. Apalagi, dia baru mencetak satu gol dari tiga pertandingan Liga 1. Itu pun golnya jadi kontroversi dan perdebatan.

Tapi, dia mulai menunjukkan performa yang meningkat selama sebulan lebih masa jeda Liga 1. Dia mulai memperlihatkan ketajamannya dalam dua uji coba Persebaya.

Paulo Henrique mencatatkan dua gol di laga yang berakhir dengan skor 3-1 dalam uji coba internal untuk kemenangan tim utama. Berikutnya, dia menyumbang satu dari dua gol Persebaya ke gawang Persik Kediri

Hal itu membuat Munster mencoba memberi kepercayaan. Sayang, Henrique masih belum bisa membuktikan ketajamannya dalam pertandingan resmi melawan PSIS. Munster meminta seluruh pihak tetap memberi dukungan untuk Henrique.

“Kepercayaan diri sebagai penyerang, sangat penting untuk diberikan kepada dirinya (Henrique), tentu kepada semua pemain kami. Jadi saya juga memotivasi dan saya minta para suporter juga terus mendukungnya,” ujar Munster.

“Ayo dukung dia, dan membuat dirinya nyaman untuk menjalankan tugasnya sebagai penyerang dalam laga-laga selanjutnya,” ucap pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

Hasil ini tetap membuat Persebaya berada di posisi ke-13 klasemen sementara. Mereka kini mengemas 27 poin dalam 23 pertandingan.

Paul Munster Kecewa Persebaya Gagal Kalahkan PSIS

0
Bonek
Suporter Bonek memberikan dukungan untuk Persebaya Surabaya. (dok. Persebaya)

Laga.id, Surabaya – Paul Munster tidak dapat menyembunyikan kekecewaan melihat timnya gagal menang. Dia terpaksa menyaksikan tim yang ditanganinya, Persebaya Surabaya, bermain imbang 1-1 melawan PSIS.

Duel itu merupakan laga tunda pekan ke-20 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (30/1/2024). Pertandingan ini sekaligus laga debut bagi Paul Munster sebagai pelatih kepala Persebaya.

Sebelum pertandingan, Paul Munster menyatakan ingin membawa tim barunya menang. Maklum, Persebaya sudah melewati sembilan laga sebelumnya tanpa kemenangan secara beruntun.

“Saya sangat kecewa melihat kami kebobolan. Tapi mental kami cukup bagus untuk bangkit. Kami berhasil mencetak gol dalam situasi transisi dari menyerang ke bertahan,” kata Paul Munster setelah pertandingan.

Dalam laga ini, PSIS mampu unggul dulu lewat gol winger Taisei Marukawa (20′). Sayang, keunggulan mereka tidak bertahan lama karena tuan rumah Persebaya membalas berkat sepakan gelandang Andre Oktaviansyah (28′).

Di babak pertama, permainan ofensif PSIS membuat Persebaya mengandalkan serangan balik. Hal itu terbukti efektif sehingga mencetak gol balasan tak lama setelah kebobolan.

Sedangkan di babak kedua, cuaca kurang mendukung karena hujan deras mengguyur Stadion GBT. Meski demikian, Persebaya lebih tampil agresif dan itu cukup menyulitkan PSIS.

“Kami punya banyak sekali peluang mencetak gol. Mereka sangat tahu harapannya bisa menenangi lagi ini. Saya sangat kecewa, tapi saya sadar kami melawan tim yang sulit, penghuni empat besar klasemen,” ujar Paul Munster.

“Pemain kami melakukan banyak serangan dan seharusnya mencetak lebih banyak gol dari lawan. Saya sangat tidak senang dengan hasil seri. Sekarang kami harus fokus untuk menatap pertandingam berikutnya,” imbuhnya.

Gelandang Persebaya, Andre Oktaviansyah, menyadari bahwa banyak peluang timnya yang terbuang sia-sia. Beruntung, upaya tembakan yang dilakulannya mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan.

“Tadi sebenarnya kami banyak peluang lebuh dari PSIS Semarang. Kami evaluasi lagi dan gol tadi tentunya belum puas karena saya dan tim tidak bisa menang,” ujar pemaim yang akrab disapa Cobra itu.

Hasil ini telah membuat Persebaya tidak menang dalam 10 pertandingan beruntun di BRI Liga 1 musik ini. Kali terakhir mereka menang terjadi saat Persebaya unggul 3-1 melawan Arema FC pada 23 September 2023.

Pelatih Bali United Berminat Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

0
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco. (dok. Bali United)

Laga.id, Denpasar – Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, mengincar pemain Timnas Indonesia yang tampil di Piala Asia 2023.

Hal itu disampaikan Teco usai Timnas Indonesia terhenti langkah mereka di babak 16 besar Piala Asia 2023 hari Minggu (28/1) lalu.

Komposisi skuat Garuda pilihan Shin Tae-yong ini adalah komposisi dari beberapa pemain yang bermain di Liga 1, Naturalisasi dan Diaspora untuk Timnas Indonesia.

Makanya, Teco yang masih menjadi nahkoda tim Bali United ini memuji kualitas semua pemain di Timnas Indonesia.

“Semua pemain memiliki kualitas dan bagus bersama Timnas Indonesia. Menurut saya bukan yang hanya pemain naturalisasi saja, semua yang diberikan kepercayaan membantu Timnas memiliki kualitas di lapangan,” ungkap Teco.

Teco juga tidak menampik kemungkinan bila para pemain Indonesia itu suatu saat nanti akan bergabung ke klub asal pulau dewata ini.

“Hal ini harus diketahui lebih dulu pemain bersangkutan sudah selesai kontrak atau belum dengan tim sebelumnya. Lalu pemain tersebut juga ingin main di Bali United atau tidak,” kata Teco.

“Dan terakhir adalah perlu tahu dari manajemen punya budget untuk bayar pemain berapa. Saya pikir apapun bisa terjadi di sepak bola,” imbuhnya.

Naturalisasi sendiri terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang memiliki darah Indonesia. Di antaranya Jordi Amat, Rafael Struick, Ivar Jenner, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama dari garis keturunan atasnya.

Kelompok kedua  adalah mereka yang tidak memiliki darah keturunan Indonesia tetapi sudah menetap di atas lima tahun di Indonesia. Sebut saja seperti Cristian Gonzales, Esteban Vizcarra, Victor Igbonefo, dan Bio Paulin.

Jika melihat perjalanan skuad Merah Putih di Piala Asia 2023, mayoritas skuat asuhannya yang diturunkan adalah mereka yang Naturalisasi dan Diaspora.

Beberapa pemain yang bermain di Liga 1 seperti Ernando Ari, Rizky Ridho, Egy Maulana, Yakob Sayuri, dan Witan Sulaeman kerap menjadi andalan.

Sementara beberapa pemain naturalisasi seperti Jordi Amat, Ivar Jenner, Sandy Walsh, Rafael Struick dan juga Shayne Pattynama kerap menjadi pilihan utama.

Mereka kerap berduet dengan pemain diaspora seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, Elkan Baggot dan Marselino Ferdinan.

Saat ini fokus utama pasukan Serdadu Tridatu sendiri mempersiapkan timnya jelang lanjutan pekan ke-24 BRI Liga 1 2023/2024 awal Februari mendatang.

KONI Jatim Belum Puas dengan Hasil Tes Fisik Pertama

0
Atlet-atlet KONI Jawa Timur proyeksi PON XXI/2024 menjalani tes fisik sebelum masuk dalam program Puslatda. (dok. Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Tes fisik tahap pertama sudah dilalui atlet-atlet Jawa Timur sebelum memasuki pemusatan latihan daerah (Puslatda) proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

Pelaksanaan tes pada 15-26 Januari 2024 ternyata tidak terlalu membahagiakan bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Pasalnya, kondisi atlet-atlet setiap cabang olahraga (cabor) masih belum mencapai standar yang ditetapkan.

“Secara umum beberapa cabor yang latihan rutin ya menggembirakan, tetapi bagi cabor yang setelah babak kualifikasi (BK) PON dan Puslatda berhenti relatif fisiknya kurang, tidak seperti yang diharapkan,” kata Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagjo, Senin (29/1/2024).

“Yang cedera kami akan lakukan tindakan rehabilitasi, akan ditindaklanjuti tim kesehatan sampai sejauh mana kondisi dia. Apakah berdampak pada capaian ke depan dan peluang target yang kita bebankan. Kalau memang peluang berat tidak kami berangkatkan ke PON,” tambah pria yang juga Wakil Ketua II KONI Jatim itu.

Untuk itu, beberapa atlet yang memiliki catatan merah cukup banyak di hasil tesnya untuk sementara ditahan tidak masuk dalam Puslatda tahap awal. Mereka harus kembali mengikuti tes fisik tahap dua pada akhir Februari atau awal Maret 2024.

“(Sesuai) kesepakatan awal, kami rekomendasi berangkat ke PON Aceh-Sumut hanya perak dan emas saat BK PON lalu, perunggu pun masih dipertimbangkan peluangnya. Kalau BK atau Pra PON hanya lolos saja tidak kami masukkan puslatda,” jelas Irmantara Subagjo.

“Tetapi kami beri kesempatan kepada cabor untuk mengevaluasi atlet tersebut. Apakah mereka masih punya harapan dengan data yang ada terutama data fisik. Kalau datanya bagus dan sinkron dengan data hasil tes fisik, kita rekomendasi, masuk Puslatda,” tambah Ibag, sapaan akrabnya.

Menurutnya, KONI Jatim masih memiliki persiapan maksimal sampai bulan Juli 2024 untuk memastikan nama-nama yang akan diberangkatkan ke PON 2024 nanti. Tentunya dengan patokan hasil tes fisik, KONI Jatim akan menerjunkan tim pendamping kepada masing-masing cabor untuk menguatkan program latihan agar hasilnya lebih maksimal. Tak hanya ini saja, masih ada beberapa tahapan tes yang dilakukan.

Berdasarkan evaluasi hasil babak kualifikasi atau Pra PON sepanjang tahun 2023 ini. Sekitar 700-an atlet Jatim peraih medali emas, perak dan perunggu di BK PON XXI/2024, ditambah pelatih sekitar 200 dan 45 mekanik bakal masuk dalam Puslatda Jatim 100/2024. Namun jumlah ini belum fix. Bisa bertambah bisa berkurang.

“Kalau tidak medali saat BK PON terus tes fisik hasilnya juga jelek, pasti kami coret. Kalau BK PON emas, hasil tes fisik jelek, kami kasih pekerjaan rumah,” sebut Ibag.

“Mereka harus berlatih lebih keras dan harus bagus. Masih ada peluang untuk berangkat dan kita lihat penentuannya saat tes fisik tahap kedua nanti. Hasilnya tidak boleh ada merah lagi,” pungkasnya.