Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 227

Fase Grup Usai, 12 Tim Berebut Tiket Semifinal Piala Soeratin U-17 Jatim

0
Ketua Umum Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh. (Laga.id/Fajar Kristanto)

Laga.id, Surabaya – Babak penyisihan grup turnamen Piala Soeratin U-17 Jawa Timur sudah selesai. Turnamen sepak bola untuk yang berusia 18 tahun ke bawah telah memasuki babak 12 besar.

Menggunakan format home tournament, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim telah menunjuk dua tuan rumah, yakni Sinar Harapan dengan home base Stadion Jenggolo Sidoarjo dan PSBR Kota Blitar dengan home base Stadion Soepriyadi Blitar.

Setiap tuan rumah dihuni dua grup. Adapun dua grup yang bermain di Stadion Jenggolo adalah G dan Grup I. Sementara dua grup lain yang akan berlangsung di Stadion Soepriyadi adalah Grup H dan J.

Masing-masing grup diisi oleh tiga tim. Setiap tim di masing-masing grup akan bermain dua kali sebelum memastikan diri lolos ke semifinal. Sesuai jadwal yang ditentukan, putaran ini akan digelar selama tiga hari, yakni pada 24, 25 dan 27 November 2023.

“Karena langsung semifinal, maka hanya diambil juara grup saja,” ujar Sekretaris Umum Asprov PSSI Jatim Djoko Tetuko, dalam keterangan pers yang diterima Laga.id, Selasa (21/11/2023).

Semifinal turnamen Piala Soeratin U-17 ini akan digelar pada 1 Desember 2023. Di babak ini, juara Grup G akan bertemu dengan juara Grup I dan juara Grup H akan bentrok melawan juara Grup J.

Masing-masing pemenang akan tampil di final yang akan berlangsung pada 3 Desember 2023. Sementara perebutan peringkat ketiga akan mempertemukan dua tim yang kalah di semifinal.

“Kami berharap, siapa pun yang menjadi juara turnamen dan mewakili Jatim di putaran nasional nanti adalah tim yang benar-benar berkualitas dan bisa menjadi juara di tingkat nasional,” ujar Ahmad Riyadh, Ketua Umum Asprov PSSI Jatim.

“Jumlah pertandingan tim memiliki jam terbang yang cukup dan mental yang baik. Apalagi wakil-wakil Jatim di tahun-tahun sebelumnya punya tradisi bagus di turnamen ini. Jatim juga selalu menjadi barometer sepak bola nasional,” pungkasnya berharap wakil Jatim akan tampil kompetitif di putaran nasional.

Pembagian Grup Babak 12 Besar Piala Soeratin U-17 Jatim:
Grup G
Persebaya Surabaya
Deltras FC
Persikoba Batu

Grup I
Sinar Harapan
PS Mojokerto Putra
Persegres Putra

Grup H
Arema FC
Perseta Tulungagung
Persipro 1954

Grup J
PSBR Kota Blitar
NZR Sumber Sari
Persedikab Kediri

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran Raimuna Cetak Generasi Emas

0
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap gelaran Raimuna dapat membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan di kalangan para anggota Pramuka. (dok Pemprov Jatim)

Laga.id, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis gelaran akbar Raimuna XIV berjalan lancar dan mampu mencetak generasi berkarakter, berintegritas, unggul dan berakhlak mulia.

Raimuna Jatim XIV bakal diikuti 1.355 anggota pramuka Penegak dan Pandega. Kegiatan ini digelar di Pantai Prigi, Trenggalek pada 16-21 November 2023.

“Dalam kegiatan ini seluruh anggota Pramuka penegak dan pandega akan mendapatkan penguatan karakternya. Raimuna ini sengaja digelar untuk membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan serta memberikan kepada mereka melalui kegiatan kreatif, rekreatif dan produktif yang bersifat edukatif,” tegas Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima laga.id, Jumat (17/11/2023).

Menurutnya semua kegiatan yang ada dalam Raimuna akan menjadi bekal yang cukup bagi generasi Pramuka penegak dan pandega Jatim untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Dia berharap agar ajang Raimuna dimaksimalkan sebagai kawah candradimuka, menguatkan jejaring dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

“Cetak generasi berkarakter, berintegritas, unggul dan berakhlak. Karena menghadapi era industri 5.0 selain kemampuan intelektual, yang harus dimiliki adalah critical thingking, kemampuan complex problem solving,” tegas Khofifah.

“Dan juga kemampuan untuk bersosialisasi membangun empati serta memiliki social ability yang tinggi. (Jadi) gunakan ajang ini untuk belajar dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Pererat persaudaraan,” tambahnya.

Khofifah memberikan pesan khusus kepada peserta untuk menikmati keindahan Pantai Prigi di Trenggalek. Dia mengajak peserta Raimuna untuk turut menjadi agen yang menjaga kelestarian alam Jawa Timur.

“Selamat mengikuti Raimuna Jatim. Nikmati kekayaan alam Jatim, tapi jangan lupa untuk menjaga dan melestarikannya,” ajak Khofifah.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk Raimuna Jatim ini. Mulai dari giat umum yang meliputi upacara pembukaan, malam Brawijaya, Korve, hingga free innovation activity. Kegiatan Raimuna Jatim XIV ini juga akan dimeriahkan sejumlah penampilan menarik. Yaitu dari Jo Kluthuk dan Jo Klithik, Ini HD Band, dan juga FDJ Bee.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim Moch. Ali Kuncoro mengatakan siap mensukseskan Raimuna Pramuka Jatim XIV. Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh Dispora mulai dari proses perizinan, sarana dan prasarana, tim kesehatan hingga menyiapkan stan bagi UMKM yang akan ikut memeriahkan kegiatan tersebut.

“Kita sudah mendapatkan perizinan baik dari kepolisian maupun instansi terkait, selain itu kita juga sudah menyiapkan tenaga kesehatan hingga bekerjasama dengan PLN agar acara bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Cerita di Balik Para Relawan Piala Dunia U-17, 40 Mahasiswa Unesa Jadi Steward

0
Sebanyak 40 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi steward di salah satu venue Piala Dunia U-17, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Humas Unesa)

Laga.id, Surabaya – Volunteer atau sukarelawan merupakan sebuah aktivitas sosial yang memberikan manfaat bagi semuanya. Terlebih lagi pada ajang besar sepak bola di Piala Dunia U-17 2023 yang berlangsung di Indonesia. Dengan adanya sosok sukarelawan akan menambah sukses acara tersebut.

Seperti 40 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang telah berkesempatan untuk bergabung menjadi volunteer ajang dua tahunan tersebut.

Mereka ikut ambil bagian menjadi personel khusus steward (petugas pelayan) dalam perhelatan pertandingan Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Dalam perhelatan sepakbola modern, steward memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mengamankan dan melancarkan pertandingan sepak bola.

Mereka hadir di tribun, di pinggir lapangan, dengan rompi khusus sebagai tanda pengenal. Sementara polisi berjaga di luar stadion, tidak di dalam lagi seperti sebelumnya. Sesuai dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.

Salah satu mahasiswa Unesa yang mejadi bagian dari personel steward adalah Rafika Firdani Auliya. Dia ikut andil dalam kepanitiaan di ajang Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Sebelum bertugas sebagai steward, ungkapnya, ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi saat seleksi. Seperti tinggi badan, berat badan, indeks masa tubuh, hingga mata yang tidak minus dan buta.

Dekan FIKK Unesa Dwi Cahyo Kartiko (tengah) bersama beberapa mahasiswanya yang menjadi steward pada ajang Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Humas Unesa)

Selain itu, kata Rafika, hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang steward sepak bola adalah ketegasan, taat seluruh peraturan dan SOP, memiliki tubuh yang porposional dan ideal.

“Berani mengambil keputusan, serta mampu menegur suporter dengan cara yang sopan,” jelas mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Olahraga FIKK itu.

Sebagai steward atau petugas keamanan sepak bola, Rafika memiliki tugas mengawasi suporter selama pertandingan berlangsung dan berwenang melakukan pengecekan secara intens atas barang bawaan yang dibawa masuk oleh suporter.

Dia menyebutkan, ada tiga sebaran utama steward selama pertandingan berlangsung yakni penjagaan di gate atau gerbang utama untuk checking penonton, di tribun atas, dan tribun bawah.

“Untuk tribun atas itu sangat dinamis karena bisa sekalian menyaksikan pertandingan, tapi penjaga tribun bawah sangat jarang dapat kesempatan melihat pertandingan yang berlangsung. Mau tidak mau ya harus dijalani, namanya juga tugas dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Selama bertugas dia merasa bersyukur dan bangga dapat menjadi bagian dalam sejarah Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17. Baginya tak masalah meskipun hanya sebatas event kelompok umur, sebab dapat tampil di ajang World Cup saja itu sudah sangat membanggakan.

Momentum lain yang cukup menguji mental dan kesabaran, ketika harus menghadapi penonton atau suporter yang ngeyel dan tidak taat peraturan. Sejauh ini, dia masih mendapati suporter yang kepergok membawa rokok dan vapor, bahkan ada yang sampai diinjak atau dihancurkan secara paksa kedua barang tersebut akibat sering tak menghiraukan peringatan dan teguran.

“Banyak dari para suporter yang menganggap acara ini masih di bawah peraturan PSSI. Padahal, ini agenda FIFA. Seluruh peraturan atau regulasi pertandingan di dalam stadion kita berkiblat ke FIFA, bukan PSSI lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FIKK Dwi Cahyo Kartiko mengapresiasi keterlibatan para mahasiswa dalam event bergengsi piala dunia kelompok umur itu. “Steward itu menjadi garda terdepan dalam ikut mengamankan dan melancarkan pertandingan, kerena itu keterlibatan mereka, tentu menjadi pengalaman berharga,” ungkapnya.

Perbasi Siap Kembangkan Talenta Muda ke Luar Negeri

0
Ketum PP Perbasi Danny Kosasih (kiri) saat penandatanganan MoU dengan Federasi Bolabasket Lithuania 30 Oktober lalu. (Media PP Perbasi)

Laga.id, Jakarta – Proyek besar tengah dimatangkan Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Induk olahraga bola basket nasional itu bertekad Timnas bola basket Indonesia lebih kuat di masa depan. Saat ini, mereka sedang melakukan inventarisasi pemain potensial dari seluruh Indonesia.

“Melalui Badan Tim Nasional (BTN), Perbasi memantau pemain di semua kejuaraan dan kini sedang memasuki fase pemilihan pemain sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Mereka disiapkan untuk menjadi pemain masa depan Timnas Bolabasket Indonesia,” jelas Ketum PP Perbasi Danny Kosasih dalam keterangan tertulis yang diterima laga.id (11/11/2023) siang.

Para pemain yang masuk dalam pantauan di antaranya adalah mereka yang belum lama ini mengikuti kejuaraan di Nan’An China dan Malaysia belum lama ini. Mereka ramaikan dua kejuaraan itu dengan bendera Indonesia Elite.

Di dua kejuaraan tersebut, Indonesia Elite diisi masing-masing 11 pemain. Bahkan saat di Malaysia, Indonesia Elite yang turun dengan pemain U-21 mampu mengemas dua kemenangan atas wakil Malaysia dan Taiwan. Dua kemenangan itu membuat Indonesia Elite mengakhiri persaingan sebagai runner up.

Semangat membangun kekuatan timnas dengan memperhatikan kemampuan pemain muda ini bukan tanpa alasan. Menurut Danny Kosasih, Indonesia harus lebih siap dalam menatap Olimpiade 2028 yang dilaksanakan di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Dengan menyiapkan tim yang lebih muda dari sekarang, diharapkan bisa berbicara banyak jika mampu menembus Olimpiade 2028 nanti. Sebab, regenerasi yang dilakukan sekarang akan mendapati pemain di usia emas saat Olimpiade nanti.

Apalagi, program PP Perbasi dalam menggarap kemampuan pemain muda saat ini lebih bagus. Selain mengirim pemain muda ikut turnamen di luar negeri, Perbasi juga telah menandatangani MoU dengan Federasi Bolabasket Lithuania (LBF) pada 30 Oktober lalu.

Banyak program yang direncanakan kedua belah pihak melalui kerja sama ini. Mulai dari pengembangan pebasket usia muda dengan pemusatan latihan, sekolah bola basket, uji tanding, dan lainnya. Kemudian pelatihan untuk pelatih dan pengembangan wasit Indonesia.

“Kerja sama dengan Federasi Bolabasket Lithuania ini membuat kami harus lebih fokus memberikan ruang yang lebih banyak kepada pemain muda mendapatkan jam terbang. Salah satunya nanti mengirimkan mereka belajar ke Lithuania. Karena itu, Indonesia Patriots untuk IBL 2024 tidak bisa ikut,” ujar Danny Kosasih.

Di IBL, Indonesia Patriots sendiri sudah empat kali ambil bagian. Pertama kali ikut IBL pada musim 2020. Saat itu, Perbasi memaksimalkan IBL untuk menambah kekompakan dan meningkatkan kualitas pemain timnas sebagai persiapan menatap FIBA World Cup 2023.

Kemudian pada edisi 2021, 2022, dan 2023, pemain muda mendominasi wajah Indonesia Patriots. Hasil dari regenerasi Perbasi ini kemudian tampak dalam komposisi Timnas bola basket Indonesia yang belakangan diisi pemain muda.