Tuesday, July 28, 2026
Google search engine
Home Blog Page 248

Paramotor Jatim Berharap Modernisasi Peralatan

0
Atlet Puslatda cabor paramotor Jatim bersama Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil didampingi Ketua FASI Paramotor Jatim, Agung Priajasmiko saat berlatih di Pantai Mayangan, Probolinggo, Sabtu (27/05/2023) siang. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Probolinggo – Target tinggi diusung Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara mendatang.

Mereka berharap mendapat dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan KONI Jatim untuk modernisasi peralatan yang dapat membantu memperbaiki kualitas sehingga peningkatan prestasi atlet terpenuhi.

Peralatan yang dimiliki atlet-atlet Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) paramotor Jatim, satu dari tujuh cabang Pordirga yang dibawah FASI, sudah tertinggal dibanding para pesaing, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Kami butuh peralatan baru agar bisa beradatasi dan bersaing dengan daerah lain. Karena alat-alat yang kami miliki sudah usang, meski masih bisa dipakai,” ujar Ketua FASI Paramotor Jatim, Agung Priajasmiko ketika ditemui disela-sela latihan di Pantai Mayangan, Probolinggo, Sabtu (27/05/2023).

“Tapi untuk lomba, sebetulnya sudah tidak layak. Karena itu, kami mohon perhatian dari KONI dan Pemprov Jatim agar dibantu untuk pengadaan alat-alat baru,” tambahnya.

Secara prestasi, paramotor Jatim merupakan cabor potensial yang bisa memberikan tambahan medali emas. Dari dua gelaran bergengsi yang telah dijalani, eksibisi PON XX/2020 Papua dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Maret 2022 silam, paramotor Jatim berhasil meraih medali emas terbanyak dibanding daerah lain.

Total, sebanyak 4 medali emas berhasil digondol atlet paramotor Jatim, dengan rincian 2 medali emas dari putra dan 2 medali emas putri. Paramotor sendiri merupakan salah satu cabor yang akan dilombakan di PON XXI/2024 Aceh-Sumut nanti, setelah melalui eksibisi PON XX/2021 Papua lalu.

Agung lantas membeberkan jika capaian itu berbanding terbalik dengan latihan keras dan biaya yang telah mereka keluarkan selama ini. Pasalnya, para atlet dan pengurus paramotor selama ini mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk setiap latihannya.

“Warna parasut yang dimiliki para atlet ini sudah usang. Itu menandakan sudah terlalu lama terpapar matahari dan saatnya diganti. Itu belum alat-alat lain yang juga butuh diperbarui,” kata Agung.

Saat ini, paramotor Jatim memiliki 7 alat (motor). Dimana kebutuhan untuk bahan bakar dalam satu kali latihan bisa mencapai Rp5 juta dalam sekali latihan. Artinya, total biaya yang dibutuhkan untuk menggelar empat kali latihan dalam sebulan bisa mencapai Rp20 juta.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menilai cabor paramotor layak mendapatkan perhatian. Apalagi, katanya, paramotor Jatim sendiri menargetkan minimal 4 medali emas di PON mendatang.

“Bayangkan saja, dengan alat lama saja mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya. Ini membuktikan bahwa secara teknik mereka sudah sangat mumpuni. Apalagi kalau ditunjang dengan alat-alat baru, insya Allah bisa lebih berprestasi,” ujar Nabil.

Gelar Kejurda, Upaya POSSI Cetak The Next Janis

0
Ketua Umum Pengprov POSSI Jatim Mirza Muttaqien mendampingi Kadispora Jatim Pulung Chausar yang membuka Kejurda Finswimming di Kolam Renang Dispora Jatim, Jumat (26/5/2023). (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Prestasi membanggakan Janis Rosalita Suprianto membuat Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur mengembangkan atlet agar lebih banyak memberikan prestasi di kancah nasional maupun level Internasional.

Pada SEA Games 2023, kontingen finswimming Indonesia meraih 6 medali emas, 10 medali perak, dan 5 medali perunggu. Dimana atlet-atlet selam Jatim bisa menyumbangkan 5 medali emas dan 6 medali perak. Masing-masing tiga medali emas dan perak diborong Janis Rosalita.

“Kami ingin mempertahankan prestasi yang diraih atlet selam Jatim di SEA Games Kamboja kemarin, untuk kontingen Indonesia,” kata Ketua Umum Pengprov POSSI Jatim Mirza Muttaqien, Jumat (26/5/2023).

Untuk itu, POSSI Jatim menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Finswimming guna menambah jam terbang dan pembinaan bagi atlet selam. Mirza yakin, dengan banyaknya kejuaraan akan membantu atlet Jatim untuk bisa bersaing dengan atlet lainnya.

“Melalui acara ini, kami mencari atlet selam terbaik. Paling tidak meraih prestasi sama dengan hasil SEA Games Kamboja lalu, karena atlet selam Jatim kami cukup bagus. Melahirkan atlet hebat seperti Janis Rosalita,” sebut Mirza.

“Kami bisa melihat bagaimana atlet yang kita miliki bisa menambah jam terbang. Dalam kejuaraan ini, atlet terus melakukan latihan. Tapi kami sebagai POSSI Jatim juga memperbanyak kejuaraan,” tambah pria yang juga Direktur Utama PT Jatim Grha Utama itu.

Kejurda yang dihelat di Kolam Renang Dispora Jatim pada 26-28 Mei 2023, juga seleksi atlet menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK-PON). Mirza tidak membatasi untuk kualifikasi sehingga nanti akan ada dipertandingkan 25 nomor yang dipertandingkan di PON Aceh.

“Kami berharap atlet Jatim bisa meraih hasil maksimal bahkan bisa memenuhi kuota yang dibutuhkan. Selam Jatim meraih juara umum di PON Bandung, PON Papua dan mohon doa restunya di PON Aceh ini kita bisa meraih juara umum lagi,” tandas Mirza.

Peserta atlet Fin Swimming putra/putri dari Jatim, kelompok umur senior dan junior dengan rincian pembagian kelompok umur (dihitung per 1 Januari 2023), CMAS International Rules 2015/01 Senior A : Umur 18 tahun ke atas, lahir 31 Desember 2005 dan sebelumnya.

Junior B : Umur 16-17 tahun, lahir 1-1-2006 s/d 31-12-2007, Junior C : Umur 14-15 tahun, lahir l 1-1-2008 s/d 31-12-2009, Junior D : Umur 12-13 tahun, lahir 1-1-2010 s/d 31-12-2011, Junior E : Umur 10-11 tahun, lahir 1-1-2012 s/d 31-12-2013, Junior F : Umur 9 tahun ke bawah, lahir 1-1-2014 atau sesudahnya.

Pertama Kali, Madura United Pertimbangkan Pakai Kiper Asing

0
Pelatih Madura United Mauricio Souza (kiri) membidik dua pemain asing baru pada posisi kiper dan striker untuk kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2023/2024. (@maduraunited.fc)

Laga.id, Pamekasan – Komposisi pemain asing Madura United tinggal menyisakan dua slot. Meski belum terisi, pihak klub asal Pulau Madura tersebut sama sekali tidak khawatir. Mereka mengklaim telah mengantongi nama pemain asing bidikan.

Pelatih anyar Madura United Mauricio Souza mengatakan pihaknya sudah melakukan negosiasi dengan dua pemain asing anyar. Dia memastikan pemain asing yang datang sangat cocok dengan gaya bermain yang akan diusungnya.

“Sudah ada pembicaraan. Yang jelas, kedua pemain itu berposisi sebagai kiper dan striker. Sekarang semua prosesnya sedang berjalan,” kata pelatih asal Brasil tersebut usai memimpin latihan di Madura United Training Ground, Pamekasan, Selasa (23/05/2023) sore.

Jika tercapai kesepakatan dengan pemain asing berposisi kiper, ini akan jadi kali pertama Madura United memakai jasa penjaga gawang asing. Saat ini, mereka baru memiliki Satria Tama. Dia didatangkan usai kontraknya tidak diperpanjang Persebaya Surabaya.

“Kalau sudah bergabung, kami yakin bisa melakukan permainan dengan baik bersama-sama. Tidak penting pemain itu dari mana. Yang jelas dia bisa memberikan kontribusi maksimal untuk tim,” ungkapnya enggan memberi bocoran.

Pemain asing lainnya yang dibidik Mauricio Souza adalah Lucas Ribamar. Striker asal Brasil itu akal menggantikan posisi yang ditinggal oleh Kwabenna Appiah.

Pelatih asal Brasil yang lahir pada 13 Maret 1974 itu tipikal Lucas Ribamar dibutuhkan skuad berjulukan Laskar Sape Kerrab sebagai ujung tombak. Kemungkinan besar penyerang yang masih berseragam tim Serie B Brasil, Chapecoense tersebut akan merapat dalam waktu dekat.

“Saya suka striker yang bis menyatu dengan tim. Dia juga sangat pintar ketika berada di dalam kotak penalti. Yang pasti dia harus rajin mencetak gol untuk menyelamatkan karir pelatih,” jelas pelatih 49 tahun tersebut sambil terkekeh.

Di sisi lain, skuad Madura United akhirnya menjalani latihan perdana. Sedianya mereka menjadwalkan sesi latihan digelar pada Senin (15/05/2023) lalu.

Bermental Juara, Rekrutan Anyar Persebaya Sesumbar Bisa Bantu Juara

0
Ferdinand Alfred Sinaga melayani tanda tangan dan foto bareng Bonek dan Bonita pada acara meet and greet di Persebaya Store Komplek, Selasa (23/05/2023) sore. (Laga.id/Fajar Kristanto)

Laga.id, Surabaya – Ferdinand Alfred Sinaga siap membawa Persebaya Surabaya meraih gelar juara kompetisi Liga Indonesia musim 2023/2024. Meski belum bertemu rekan-rekan barunya, dia menyebut seluruh rekan setimnya punya mental yang bagus untuk menjadi juara.

Meski dinilai terlalu tua, Ferdinand Sinaga siap memengaruhi mental juara skuad Bajul Ijo. Penyerang berusia 34 tahun itu mengatakan bahwa tim polesan Aji Santoso dikenal memiliki mental tangguh yang membuat para pemain terus tampil fight hingga akhir laga.

“Taktik dan strateginya saya bisa nyetel. Dan yang paling utama, dari yang selalu saya baca, Persebaya punya target tahun ini yang luar biasa. Juara. Dan saya ingin berkontribusi,” tekad Ferdinand Sinaga usai acara meet and greet di Persebaya Store Komplek, Selasa (23/05/2023) sore.

Demi memenuhi ambisi juara tim asal Kota Pahlawan tersebut, pemain kelahiran Bengkulu itu tak mematok target pribadi. Dia tak risau andai perolehan golnya seret.

“Saya tidak perlu target gol, karena disini kan pelatih punya taktik sendiri. Siapa pun yang cetak gol, yang penting Persebaya menang,” aku mantan pemain Kelantan FA, klub Liga Malaysia itu.

“Target saya adalah setiap pertandingan memberikan yang terbaik. Sampai di akhiri kompetisi saya bisa memberikan kontribusi untuk tim. Bukan untuk (ambisi) individu,” tambah Ferdinand Sinaga.

Penyerang gaek Ferdinand Alfred Sinaga dan manajer Persebaya Surabaya Yahya Hasan Alkatiri usai membubuhkan kontrak di Persebaya Store Komplek, , Selasa (23/05/2023) sore. (Laga.id/Fajar Kristanto)

Dia mengklaim pengalamannya bisa membantu Persebaya merengkuh gelar juara. Ferdinand Sinaga memang bergelimang gelar juara bersama klub yang dibelanya. Dimulai dengan trofi Indonesia Super League (ISL) U-21 2008/2009 saat masih berseragam Pelita Jaya.

Saat membela Semen Padang, selain menjadi top skor dengan 16 gol, dia juga ikut berkontribusi dalam keberhasilan menjadi juara Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012. Uniknya, dia belum menerima hadiah sebagai pencetak gol terbanyak pada musim itu.

Kemudian mempersembahkan trofi ISL 2014 bersama Persib Bandung yang dilengkapi gelar individu pemain terbaik. Gelar juara lainnya yang dicatatkan Ferdinand Sinaga adalah Piala Indonesia 2018-2019 bersama PSM Makassar dan trofi Liga 2 2021 bersama Persis Solo.