Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 261

KONI Jatim ingin Basket Sumbang Emas di PON 2024

0
Ketua Umum KONI Jatim, M. Nabil saat hadir dalam Rakerda Perbasi Jatim di Surabaya, Minggu (22/1/2023) lalu, menargetkan cabor bola basket dapat meraih medali emas pada PON XXI/2024 mendatang. (Dian Kurniawan/Laga.id)

Laga.id, Surabaya – Target medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera utara dibebankan ke pundak Pengprov Persatuan Bola Bakset Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menaruh harapan besar tim basket dapat menyumbang medali emas lebih banyak. Pasalnya, basket Jawa Timur berhasil meraih satu medali emas di PON XX/2021 Papua lalu.

“Saya tidak target emas tapi silakan beri yang terbaik untuk masyarakat Jatim. Tapi saya ingin emas yang lebih banyak dari sebelumnya,” kata Ketua Umum KONI Jatim, M. Nabil.

Nabil mengaku, Perbasi Jatim di bawah nahkoda Grace Evi Ekawati, sudah membuat suatu progres yang baik. Pertama terkait penambahan kepengurusan Perbasi daerah maupun klub yang terus ditambah.

“Saya pikir SDM (atlet) yang ada di tim Puslatda saat ini, berdasar hasil laporan Perbasi Jatim dan tim Binpres KONI Jatim cukup representatif. Tinggal ini dipersiapkan dalam Puslatda,” ungkap Nabil.

Karena itu, ia meminta agar proses persiapan harus segera berjalan dan dilakukan dengan serius. Mengingat, Jatim harus berjuang dulu di Pra-PON agar bisa lolos ke PON.

“Kegiatan ini harus dijawab dengan latihan dan kompetisi, ada test prestasi yang dilaksanakan. Atlet ini harus segera adaptasi terhadap permainan, adaptasi lapangan dan adaptasi dengan permainan lawan sehingga tidak terjadi kekagetan nanti,” tuturnya.

Selain masalah PON, ia juga meminta kepada seluruh pengurus daerah bisa bersinergi baik untuk mencetak atlet-atlet potensial ke depan.

Nabil bangga karena baru saja Tim Putra Jatim berhasil menjadi juara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) KU-15. Baginya ini jadi bukti bahwa Jatim tidak kehabisan stok atlet berprestasi. “KU-15 itu embrio untuk sekian tahun berikutnya. Jangan sampai kehilangan regenerasi,” kata pria asli Probolinggo itu.

Sementara itu, Ketua Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati mengaku, dirinya fokus untuk melakukan pembinaan sesuai sejak usia dini agar Jatim memiliki banyak stok siap pakai.

“Jadi anak-anak ini perlu dipersiapkan, karena persiapan itu butuh waktu panjang tidak bisa sehari jadi,” tutup Evi.

Witan Sulaeman Siap Bantu Persija Hadapi Arema

1
Winger Persija Jakarta, Witan Sulaeman. (dok. Persija)

Laga.id, Jakarta – Setelah laga kontra Persita Tangerang batal, pemain Persija Jakarta sudah terlihat melakukan latihan kembali di Nirwana Park, Bojongsari, pada Selasa (7/2/2023) sore.

Seharusnya pada hari ini (7/3/2023), tim Ibu Kota bertanding Persita di Stadion Pakansari, Bogor. Namun laga tersebut ditunda karena pertandingan tersebut tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan setempat.

Kini Riko Simanjuntak dkk. langsung mengalihkan fokus untuk pertandingan pekan ke-24 Liga 1 2022/2023. Macan Kemayoran akan menjamu Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Minggu (12/2/2023), pukul 15.00 WIB.

Pemain anyar Persija, Witan Sulaeman, menceritakan sesi latihan yang dilakukan dirinya dalam persiapan melawan tim berjulukan Singo Edan itu.

“Latihan tadi berjalan lancar dan saya rasa masih butuh adaptasi di beberapa aspek. Selain itu saya perlu menaikkan stamina saya,” ucap Witan seperti dilansir situs resmi klub.

Meski sudah intensif ikut berlatih, mantan pemain AS Trencin itu belum mengetahui secara detail terkait perannya di laga melawan Arema FC.

“Kita lihat nanti instruksi pelatih bagaimana. Apakah saya main atau tidak di akhir pekan nanti,” imbuhnya.

Persija kini menduduki posisi runner-up klasemen sementara dengan 44 angka dari 22 pertandingan. Mereka hanya selisih satu angka saja dari Persib Bandung yang ada di puncak dengan 45. Namun, Persib baru menjalani 21 laga.

Persebaya Terima Keputusan Penundaan Laga kontra PSIS

1
Para pemain Persebaya merayakan gol yang dicetak ke gawang Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (29/1/2023). Persebaya menang 2-0. (dok. Persebaya)

Laga.id, Surabaya – Skuat Persebaya Surabaya siap berangkat ke Semarang. Hotel juga telah dipesan. Sayang, duel kontra PSIS Semarang terpaksa ditunda karena mengalami kendala izin penyelenggaraan.

Sejatinya, duel antara PSIS melawan Persebaya ini akan berlangsung dalam pekan ke-23 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Rabu (8/2/2023), pukul 15.30 WIB. Tapi, panpel PSIS tidak mendapat izin karena alasan keamanan.

Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, pun terpaksa menerima keputusan itu. Timnya batal berangkat ke Kota Lumpia setelah mendengar kendala yang dihadapi oleh pihak tuan rumah.

“Bus dan hotel, semua sudah siap. Tapi, mau bagaimana lagi, kami menghormati keputusan yang ada,” kata Yahya Alkatiri, Senin (6/2/2023).

Panpel sebetulnya sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian.  Rapat koordinasi telah digelar, baik bersama pihak keamanan maupun suporter. Akan tetapi, kepolisian menyarankan agar pertandingan ini ditunda.

Surat rekomendasi berisi penundaan pertandingan PSIS vs Persebaya yang diterbitkan pihak kepolisian ini juga telah dikirimkan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

Belum diketahui pasti alasan keamanan seperti apa yang dimaksud. Dari kabar yang diterima Laga.id, pihak kepolisian ingin membatasi jumlah suporter tamu yang hadir. Namun, tak ada jaminan syarat itu bisa dipenuhi.

Kabar ini menambah daftar laga tunda Persebaya. Sebelumnya, mereka juga terpaksa menunda pertandingan kontra Persikabo 1973 yang seharusnya digelar dalam pekan ke-18 lalu pada 14 Januari 2023.

Saat itu, alasannya adalah pengurusan izin keamanan yang kurang dari 14 hari. Semua pertandingan di Jawa Timur pada pekan ke-18 juga mengalami penundaan.

“Semoga krisis ini segera berakhir. Kalau kita mau liganya bagus, semuanya salah satunya adalah jadwal yang pasti,” ungkap pria berusia 39 tahun tersebut.

Duel antara PSIS kontra Persebaya ini sebenarnya diprediksi berlangsung sengit. Sebab, tim tamu datang dengan rekam jejak mentereng karena sukses menyapu bersih lima pertandingan terakhir dengan kemenangan.

Sementara itu, Laskar Mahesa Jenar juga punya catatan positif menjelang pertemuan ini. Mereka baru saja mencuri tiga poin dari markas Persik Kediri pada pertandingan pekan ke-22.

Persebaya kini bersiap melakoni laga pekan ke-24 dengan menjamu PSS Sleman. Duel itu bakal berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (13/2/2023).

Penuh Legenda, Arema Rekrut I Putu Gede Jadi Pelatih

0
I Putu Gede (kaus kuning) masuk dalam jajaran kepelatihan Arema FC. (dok. Arema)

Laga.id, Malang – Manajemen Arema FC bergerak cepat pasca mundurnya Javier Roca sebagai pelatih tim Singo Edan. Mereka memasukkan nama I Putu Gede Swi Santoso Masuk dalam tim pelatih Arema FC.

I Putu Gede bakal berperan membantu tim kepelatihan yang sudah ada. Saat ini, legenda Arema FC lainnya seperti Kuncoro, Siswantoro, Singgih Pitono serta FX Yanuar yang berperan sebagai video analyst.

“Manajemen Arema FC langsung mengantisipasi, kita mendapatkan banyak masukan yang menjadi pertimbangan. Akhirnya dipilihlah opsi untuk memasukkan I Putu Gede yang masuk dalam jajaran tim pelatih Arema FC,” ungkap Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto.

Alasannya, I Putu Gede merupakan salah satu generasi emas yang tercatat dalam perjalanan tim Singo Edan yang saat ini menempuh jalur kepelatihan dengan mengantongi lisensi A AFC.

“Karakter Arema ini perlu dibangun lagi, I Putu Gede mungkin adalah salah satu figur pas, selain kita memiliki figur-figur lain di era Galatama seperti Kuncoro, Singgih Pitono dan juga ada Siswantoro. Putu juga memiliki prestasi di eranya,” ungkap Tatang.

Masuknya I Putu Gede ini bisa jadi merupakan gabungan sebuah siklus juara selama satu dekade, mengingat asisten pelatih lainnya merupakan pemain era Arema juara Galatama pada 1992-1993.

Sedangkan I Putu Gede membawa Arema juara Divisi 1 dan kembali berlaga di level tertinggi Liga Indonesia pada 2004, kemudian secara beruntun Putu Gede juga mempersembahkan gelar Copa Indonesia pada 2005 dan 2006.

“Artinya suasana baru ini memang harus dibangun, semoga bergabungnya I Putu Gede yang memberikan sentuhan juara di dekade berbeda ini juga membawa Arema FC berprestasi dan mengembalikan lagi karakter Arema di kompetisi,” tandas Tatang.