Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 40

Hanya Sumbang Satu Medali Emas, IPSI Jatim Siapkan Evaluasi

0
HANYA SATU: Mujadidi Faizha Adhim (dua dari kiri) menjadi satu-satunya yang merebut medali emas untuk kontingen Jatim dari cabor Pencak Silat di ajang PON Bela Diri 2025 setelah mengalahkan pesilat Sumbar, Muhammad Farid di Djarum Arena, sore ini. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Prestasi kurang memuaskan dibukukan kontingen Jawa Timur dari cabang olahraga (cabor) Pencak Silat. Jatim harus puas menempati urutan ke enam perolehan medali cabor Pencak Silat pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025.

Atlet pencak silat Jatim menggondol masing-masing 1 medali emas, medali perak dan medali perunggu di PON Bela Diri 2025. Satu-satunya medali emas di raih oleh Mujadidi Faizha Adhim yang turun dikelas A.

Pesilat dari perguruan PSHT itu mengalahkan pesilat Sumatera Barat, Muhammad Farid dalam partai final yang digelar di Djarum Arena, Selasa (21/10/2025). Sayangnya, pesilat Jatim lainnya, Alvin Rizqullah Fadillah (kelas G) harus puas dengan medali perak.

Alvin kalah dari pesilat asal DKI Jakarta, Mukhlisin. Sementara itu, satu medali perunggu diraih Muhammad Ramadhani Wiyarta (kelas C).

Ditemui usai pertandingan, Sekum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim, Sayid Ridho menegaskan pihaknya akan menggelar evaluasi. Selain itu, dia juga mengatakan aturan baru di pencak silat yang terlambat disosialisaikan di Jatim.

“Banyak yang harus dievaluasi, seperti telatnya sosialisasi peraturan baru sehingga Jatim terlambat untuk adaptasi,” kelitnya.

Dia menambahkan atlet yang dikirim di PON Bela Diri ini sudah yang terbaik di Jatim karena memiliki prestasi di perhelatan Porprov dan kejuaraan lainnya. “Pembinaan juga telat. Kita hanya persiapan satu bulan untuk mempersiapkan PON Bela Diri,” katanya.

Ia juga mengakui saat ini Jatim tengah krisis pesilat putri, terbukti tak satupun yang berhasil meraih medali. “Di sektor putri ini memang PR (pekerjaan rumah) bagi kami, butuh kompetisi yang baik dan pembinaan yang lebih intensif,” katanya.

Sementara itu, Jawa Tengah menjadi juara umum setelah mengoleksi 6 medali emas dan 1 medali perunggu. Posisi kedua ada DKI Jakarta dengan 3 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Disusul oleh Lampung di peringkat ketiga yang mengoleksi 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Jatim juga kalah bersaing dengan Bali diposisi keempat dengan 1 medali emas, 2 medali perak dan 3 medali perunggu. Kemudian peringkat kelima menjadi milik Sumatera Barat yang membawa pulang 1 medali emas, dan masing-masing 2 medali perak dan perunggu. (*)

Satu-satunya Wakil Jatim, Aisyah Amini Sukses Buktikan Diri

0
BERI BUKTI: Aisyah Amini, atlet cabor Kempo putri (belakang, dua dari kiri) sukses mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jatim pada PON Bela Diri 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Aisyah Amini, satu-satunya atlet cabang olahraga (cabor) Kempo kontingen Jawa Timur berhasil membuktikan diri. Dia membawa pulang medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025.

Pada babak final yang digelar di Djarum Arena, Senin (20/10/2025), Aisyah yang turun di kelas 70kg mengalahkan Gusti Ayu Ageng Galih Kencana asal Bali. Aisyah berhak atas medali emas setelah dinyatakan menang Ipon karena lawan tidak bisa melanjutkan pertandingan lantaran cedera.

Pelatih Kempo Jatim Joko Listiyono mengaku bangga dengan perjuangan Aisyah, sebab di babak pool ia sempat kalah dari Bela asal DKI Jakarta. Namun, dengan mental yang kuat peraih medali perak PON XXI Aceh-Sumut 2024 itu berhasil melaju ke babak final dan juara.

“Alhamdulillah setelah melalui perjuangan keras Aisyah berhasil merebut emas PON Bela Diri,” katanya.

Joko juga menjelaskan kalau persiapan untuk PON Bela Diri sangat mepet, ia mempersiapkan Aisyah hanya dalam waktu satu bulan sebelum bertanding di PON Bela Diri.

“Satu bulan kita kebut latihan pagi, siang dan sore dan alhamdulillah bisa menyumbangkan emas bagi Jatim,” katanya.

Saat disinggung mengapa Kempo hanya mengirimkan satu atlet saat PON Papua, PON Aceh-Sumut dan PON Bela Diri, Joko menjelaskan, sebenarnya ia sudah menyiapkan atlet terbaik di ajang multievent itu, namun ada standar atau ketentuan dari KONI Jatim.

“Sebenarnya kami memiliki atlet untuk diseleksi saat PON, namun karena KONI Jatim yang memiliki wewenang maka kami harus mengikuti ketentuan tersebut,” katanya.

Seperti diketahui pada PON XX Papua 2021, KONI Jatim hanya mengirimkan satu atlet cabor Kempo bernama Marta Frily Adetya namun bisa merebut medali perak.

Demikian juga saat PON XXI Aceh-Sumut 2024, Kempo Jatim hanya mendapat satu kuota dari KONI Jatim atas nama Aisyah juga meraih perak. Kemudian di PON Bela Diri, walau hanya diwakili satu atlet Jatim, Aisyah bisa membuktikan diri merebut emas. (*)

Jatim Loloskan Dua Pesilat ke Babak Final PON Bela Diri 2025

0
GIRANG: Ekspresi pesilat Jatim Alvin Rizqullah Fadillah (sudut merah) setelah memastikan diri melaju ke babak final ajang PON Bela Diri 2025 di Djarum Arena. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Cabang olahraga (cabor) Pencak Silat Jawa Timur mengirimkan dua atlet ke babak final Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Mujadidi Faizha Adhim dan Alvin Rizqullah Fadillah berhasil melaju ke babak final.

Mujadidi yang turun dikelas A berhasil mengalahkan Mochamad Dava Afif Vasya asal Jawa Barat pada babak semi final yang digelar di Djarum Arena, Senin (20/10/2025). Kemudian Alvin Rizqullah Fadillah (kelas G) menang atas Albert Sembiring (Sumatera Utara).

Sayangnya, langkah apik dua pesilat tersebut tak dapat diikuti Muhammad Ramadhani Wiyarta yang turun di kelas C. Jurus-jurusnya harus terhenti di babak semi final. Dia harus mengakui keunggulan Muhammad Deva Nur Cahyo (DKI Jakarta).

Pelatih Pencak Silat Jatim Rudi Susanto mengatakan akan mempersiapkan atletnya agar bisa tampil maksimal di babak final, Selasa (21/10/2025). Saat disinggung tentang peluang, Rudi tetap optimis atletnya bisa meraih medali emas.

“Untuk menuju final besok lebih banyak di recovery istirahat untuk hari ini malam ini. Insya Allah makin all out tenaganya,” katanya.

“Kalau melihat peluang, kita optimis,” tegas Rudi. (*)

Update Klasemen Sementara Perolehan Medali PON Bela Diri 2025, Jatim On The Track

0
Kabid Binpres KONI Jatim, Dudi Harjantoro. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Kudus – Sejumlah nomor dari berbagai cabang olahraga (cabor) di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 telah selesai digelar. Untuk sementara, kontingen Jawa Timur berada di posisi 4 klasemen sementara perolehan medali.

Jatim telah mengoleksi 11 medali emas, 5 medali perak dan 6 medali perunggu hingga 20 Oktober 2025, pukul 13.00 WIB. Adapun perolehan medali ini disumbang oleh cabor Gulat dengan 6 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu.

Kemudian ada cabor Tarung Derajat yang memperoleh 3 medali emas, 1 medali perak, 2 medali perunggu. Disusul oleh cabor Taekwondo yang menyumbang 1 medali emas; Sambo dengan 1 medali emas; dan cabor Judo memboyong 1 medali perak dan 3 medali perunggu.

Perolehan medali pada PON Bela Diri 2025 dinilai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur masih on the track. Apalagi, pundi-pundi medali emas Jatim masih bisa bertambah mengingat masih ada beberapa cabor unggulan yang belum bertanding.

“Ada beberapa cabor yang kita harapkan, nanti akan bertanding mulai tanggal 23-26 Oktober, ada Karate, Wushu, Jujitsu. Dari tiga cabor itu harapannya bisa meraih 14 emas, paling tidak bisa masuk peringkat tiga besar,” kata Kabid Binpres KONI Jatim, Dudi Harjantoro.

Melihat hasil sementara, Dudi mengapresiasi seluruh cabor yang telah menyelesaikan pertandingan karena memberikan prestasi yang baik. Beberapa bahkan sesuai target dan ada yang kurang.

Menurutnya, Gulat dan Tarung Derajat menjadi cabor yang gemilang karena secara perolehan medali menunjukkan adanya peningkatan. Sementara, beberapa cabor seperti Taekwondo dan Sambo sudah sesuai harapan karena jumlah atlet yang dikirim minim. Sedangkan untuk cabor Judo belum sesuai harapan.

“Gulat dari 18 kelas hanya mengirim 11 atlet tapi bisa mendapat 6 medali emas, 3 medali perak, 1 medali perunggu. Ini hasil luar biasa karena bisa menjadi juara umum,” ujar mantan pegulat nasional itu.

Hasil ini juga masih sesuai dengan hasil seleksi yang dilakukan oleh KONI Jatim bersama cabor. Karena hanya atlet peraih emas dan perak PON dan singel event nasional yang diberangkatkan.

Meskipun demikian, Dudi menegaskan, bahwa evaluasi akan dilakukan dengan seluruh cabor karena hasil ini juga menjadi tolok ukur persiapan Jatim menyambut Pra-PON dan PON 2028.

“Ini menggambarkan bahwa apa yang kita kirim apa betul-betul selektif sehingga prestasi yang kita dapat lumayanlah. Seperti contohnya Jabar itu mengirim 154 atlet, DKI Jakarta itu sekitar 133 atlet, Jatim cuma 79 atlet. Ini merupakan gambaran untuk peningkatan ke depan agar kita bisa lebih siap karena memang Puslatda nanti kita harus menggenjot seluruh cabor,” pungkasnya. (*)