Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 41

Dua Pesilat Cedera, KONI Jatim Gerak Cepat Lakukan Penanganan

0
CEPAT DITANGANI: Tim Satgas KONI Jatim saat menjenguk pesilat putri Chorina Zulyana yang sedang menunggu rontgen di Rumah Sakit Aisyah, Kudus tadi malam. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Gerak cepat ditempuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur dalam penanganan cedera atlet. Induk organisasi olahraga di Jatim itu bertindak dengan tepat dan efektif dalam menangani risiko cedera.

Hal ini terlihat ketika dua pesilat Jatim, Diki Candra Kurniawan dan Chorina Zulyana, yang mendapat cedera. Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Aisyah, Kudus dengan pengawasan dari tim kesehatan KONI Jatim.

Dokter tim kesehatan KONI Jatim, dr. Erytasha Mahdi Pratama, menjelaskan bahwa Diki mengalami patah tulang di bagian lengan kanan akibat benturan keras saat pertandingan.

“Diki mengalami fraktur ulna tangan kanan. Penanganan awal sudah dilakukan dengan pemasangan gips pada pukul 07.30 WIB pagi,” ujar dr. Erytasha, Senin (20/10/2025).

Sementara itu, pesilat putri Jatim, Chorina, juga sempat dirawat di rumah sakit yang sama. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisinya aman dan sudah menjalani rawat jalan.

“Untuk Chorina tidak ada masalah serius. Hasil pemeriksaan aman, dan saat ini sudah rawat jalan. Cedera yang dialami merupakan cedera lama yang kambuh kembali,” terang dr. Erytasha.

Lebih lanjut, dr. Erytasha memastikan seluruh biaya perawatan kedua atlet akan ditanggung KONI Jatim melalui fasilitas BPJS Ketenagakerjaan.

“Semua penanganan tetap dalam pemantauan tim medis KONI Jatim. Untuk pemasangan gips dan pemantauan lanjutan Diki akan dimonitor oleh tim kesehatan dari Rumah Sakit Ubaya,” jelasnya.

Dengan penanganan cepat tersebut, KONI Jatim menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan atlet menjadi prioritas utama selama pelaksanaan PON Bela Diri 2025 di Kudus. (*)

Lolos Semifinal, Jatim Optimis Raih Tiga Emas Cabor Pencak Silat di PON Bela Diri

0
BERPELUANG: Atlet Alvin Rizqullah (kanan) masih menjaga peluang untuk dapat membawa pulang medali emas dari cabor Pencak Silat bagi Jatim di gelaran PON Bela Diri 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Jawa Timur terus menjaga asa kembali mendulang medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Kali ini datang dari cabang olahraga (cabor) Pencak Silat.

Atlet pencak silat Jatim masih berpeluang merealisasikan target tiga medali emas PON Bela Diri 2025 setelah tiga pesilat lolos ke babak semifinal. Mereka adalah Mujadid Faizha Adhim setelah di babak perempat final mengalahkan Moh Ruslan Usman dari Gorontalo di kelas A putra yang digelar di Djarum Arena, Minggu (29/10/2025).

Kemudian kelas C putra Muhammad Ramadhani Wiyarta menang atas Ahmad Zaky Ramadhan (Kaltim) dan dikelas G putra Alvin Rizqullah Fadillah mengalahkan Wendo (Kalimantan Barat).

Sedangkan empat pesilat Jatim lainnya yakni Diki Candra Kurniawan, Dinika Nur Afina, Chorina Zulyana dan Ikbal Nasrulloh kalah di babak perempat final.

Pelatih Pencak Silat Jatim Rudi Susanto bersyukur tiga atletnya bisa menembus babak semifinal yang digelar Senin (20/10/2025). Ia berharap ketiga atlet itu bisa bertanding sebaik mungkin dan lolos ke final. “Alhamdulillah hari ini atlet kita bisa masuk semifinal,” katanya.

Ia mengatakan peluang untuk merealisasikan target tiga emas masih terbuka. “Insya Allah untuk peluang kita dari awal target tiga emas. Saya optimis, yakin kita sesuai dengan target KONI Jatim yakni tiga emas,” katanya. (*)

Iin Wijayanti Persembahkan Emas untuk Jatim di Cabor Sambo

0
TAMBAH EMAS: Atlet cabor Sambo putri Iin Wijayanti (kanan) berhasil mempersembahkan medali emas bagi Jatim pada gelaran PON Bela Diri 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Perjuangan keras atlet cabang olahraga (cabor) Sambo putri, Iin Wijayanti, pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 berbuah manis. Atlet andalan Jawa Timur itu berhasil merebut medali emas di kelas -59kg dengan menundukkan Norhadi Fithri Annisa dari Jawa Barat di Djarum Arena, Minggu (12/10/2025).

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Iin tampil sabar dan penuh perhitungan, sesekali menggempur lawan dengan teknik bantingan dan kuncian yang rapi. Dukungan keras dari tribun penonton kian membakar semangatnya.

Di akhir laga, keputusan juri mengukuhkan Iin sebagai juara, sekaligus menambah koleksi medali emas bagi kontingen Jatim. Sejauh ini, kontingen Bumi Majapahit berhasil mengemas 11 medali emas.

“Semua lelah dan sakit selama latihan akhirnya terbayar hari ini. Emas ini kami persembahkan untuk Jatim, untuk keluarga yang selalu mendukung,” ujar pelatih Sambo putri Jatim, Yuliatin dengan mata berkaca-kaca usai pertandingan.

Kemenangan ini tak datang dengan mudah. Iin dikenal sebagai atlet yang pantang menyerah, bahkan saat cedera. Menurut Yuliatin, keberhasilan Iin adalah hasil dari latihan keras dan disiplin tinggi.

“Dia latihan pagi, siang, sore – sehari bisa tiga kali. Meski pernah cedera, dia tetap semangat. Kalau kakinya cedera, tangannya yang dilatih. Kalau tangannya cedera, kakinya dilatih. Itu semangat luar biasa yang jarang dimiliki atlet,” ungkap Yuliatin bangga.

Pelatih asal Surabaya itu juga menyampaikan harapannya agar pembinaan cabor Sambo di Jatim mendapat perhatian lebih dari pihak terkait. Menurutnya, saat ini mereka masih kesulitan mencari lawan sparring yang sepadan untuk mengasah kemampuan para atlet.

“Kalau bisa, mohon ke depan ditambah sparring partner-nya. Sekarang cuma satu orang. Kalau pembinaan ditingkatkan, saya yakin bisa mencetak lebih banyak atlet juara,” tambahnya.

Bagi kontingen Jatim, emas dari Iin Wijayanti menjadi tambahan penting dalam upaya mempertahankan dominasi di PON Bela Diri 2025. Kemenangan ini juga menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan ketekunan dapat menembus segala keterbatasan. Iin pun menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

“Saya tidak ingin berhenti di sini. Setelah PON, saya ingin terus berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Saya ingin nama Jatim makin dikenal di dunia Sambo,” ucap Iin. (*)

Super League: Persebaya 1-3 Persija, Sulit Keluarkan Kreativitas Bikin Babak Belur

0
TERTUNDUK: Rachmat Irianto berjalan menundukkan kepala seolah tak percaya Persebaya harus takluk 1-3 dari Persija pada lanjutan Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, malam ini WIB. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya harus menuai malu ketika menjamu Persija Jakarta pada laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (18/10/2025) malam WIB.

Persija berhasil mengalahkan tuan rumah Persebaya dengan skor telak 3-1. Persija tampil lebih agresif dan dominan sejak babak pertama, bahkan di babak kedua meskipun sudah unggul dua gol tetap menguasai pertandingan.

Macan Kemayoran memecah kebuntuan melalui Dony Tri Pamungkas pada menit ke-21. Dia berhasil umpan Fabio Silva dari sayap kanan dengan sepakan mendatar.

Tertinggal satu gol, Persebaya mencoba keluar menyerang. Persebaya mendapat sebuah peluang emas melalui Mihailo Perovic. Sayangnya, dia membuang kesempatan dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Carlos Eduardo.

Alih-alih menyamakan kedudukan, justru Persija menggandakan keunggulan lewat tandukan Jordi Amat pada menit ke-45+4. Skor 2-0 untuk tim asal ibukota itu bertahan hingga babak pertama usai.

Usai turun minum, Persebaya langsung menggedor dengan menciptakan gol melaui Perovic. Hanya saja, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau melalui layar monitor di samping lapangan.

Apes bagi Persebaya, wasit menunjuk titik penalti setelah pelanggaran Catur Pamungkas kepada Maxwell Souza. Ernando Ari gagal menghentikan tembakan kaki kiri Allano Brendon de Souza Lima yang menjadi algojo.

Persebaya menciptakan gol hiburan lewat Leonardo Lelis pada menit ke-78. Skor 3-1 untuk kemenangan Persija bertahan hingga laga usai.

Pelatih Persebaya Eduardo Perez menilai laga berjalan sulit antara dua tim ini menjadikan tensi panas muncul sepanjang pertandingan.

“Saya pikir ini satu pertandingan antara dua tim yang sangat kuat. Dan akhirnya, dalam beberapa situasi, mereka lebih sukses. Dan akhirnya, ketika mereka unggul 2-0, situasinya justru lebih rumit,” ucap Perez.

“Tapi bagi saya, ini adalah satu pertandingan antara dua tim yang sangat bagus dan kami ingin memenangkan keduanya. Pertandingannya memang berlevel tinggi,” imbuh juru taktik asal Spanyol itu.

Hasil negatif ini tercipta lantaran kreativitas serangan Bajul Ijo gagal muncul selama pertandingan. Alhasil, lini serang tidak banyak mendapat supply bola.

Hasil ini menempatkan Persebaya di posisi ke-8 dengan 10 poin dari 7 laga. Sedangkan Persija ada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 14 poin dari 8 laga. (*)