Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 42

Istimewa! Jatim Loloskan 7 Pesilat ke Perempat Final PON Bela Diri 2025

0
JAGA ASA: Sebanyak tujuh pesilat Jatim berhasil melaju ke babak perempat final cabor Pencak Silat pada PON Bela Diri 2025 di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Cabang olahraga (cabor) Pencak Silat Jawa Timur masih menjaga peluang besar untuk meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Hingga hari kedua pertandingan yang berlangsung di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Sabtu (18/10/2025), tujuh pesilat Jatim berhasil melaju ke babak perempat final.

Dari sembilan pesilat yang turun, tujuh atlet berhasil menembus babak perempat final. Pelatih tim putri Jatim, Kurniasari Fatimah, mengaku bersyukur atas hasil tersebut. Menurutnya, kunci keberhasilan para atlet adalah disiplin menjalankan instruksi pelatih di arena.

“Alhamdulillah hari ini banyak yang lolos karena para atlet melaksanakan instruksi pelatih dengan baik. Itu membuat kesinambungan antara atlet dan pelatih, sehingga memudahkan mereka mendapatkan nilai,” ujarnya seusai pertandingan.

Kurniasari menegaskan, tim pelatih akan segera menggelar briefing malam ini untuk memperkuat kesiapan mental dan daya juang atlet menghadapi laga perempat final.

“Kami selalu tekankan agar jangan lengah. Berapa pun selisih nilai, besar atau kecil, atlet harus berjuang sampai akhir. Pertarungan belum selesai sebelum bel terakhir berbunyi,” tegasnya.

Sayangnya, dua pesilat harus terhenti, yakni Muchamad Ilyasya dan Aly Mohtar. Sementara tujuh lainnya melaju ke perempat final, terdiri dari lima pesilat putra dan dua putri.

Dengan tujuh wakil yang masih bertahan, peluang Jatim mempertahankan tradisi emas di cabang pencak silat terbuka lebar. Apalagi, tim pelatih menargetkan tiga medali emas pada PON Bela Diri kali ini.

“Awalnya kami menargetkan tiga emas dan mudah-mudahan itu tercapai,” tandas Kurniasari.

Berikut Daftar Pesilat Jawa Timur ke Perempat Final
1. Mujjadidi Faizah Adhim (Putra) – Kelas A
2. M. Ramadhani Wiyarta (Putra) – Kelas C
3. Diki Candra Kurniawan (Putra) – Kelas F
4. Alvin Risqullah Fadillah (Putra) – Kelas G
5. Ikbal Nasrulloh (Putra) – Kelas H
6. Choirunisa Zulyana (Putri) – Kelas B
7. Dinika Nur Afina (Putri) – Kelas D. (*)

Hebat! Start Apik 4 Pesilat Jatim di Hari Pertama Cabor Pencak Silat PON Bela Diri 2025

0
KIPRAH MENAWAN: Pesilat Jatim putri Choirina Zulyana (Biru) berhasil mengatasi perlawanan atlet putri Papua Barat, Eka Kurnia (Merah) pada hari pertama cabor Pencak Silat PON Bela Diri 2025 di Djarum Arena 2A, Jumat (17/10/2025). (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Empat dari lima pesilat Jawa Timur berhasil melaju ke babak berikutnya pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Muchamad Ilyasya, Muhammad Ramadhani Wiyarta, Alvin Rizqullah Fadillah dan Chorina Zulyana sukses melewati hari pertama yang digelar di Djarum Arena 2A, Jumat (17/10/2025).

Pelatih tim Pencak Silat Jatim Nur Azni Rifai bersyukur anak didiknya bisa melewati hari pertama dengan baik. Kendati meloloskan empat atlet dari lima pesilat yang turun.

“Besok (4) pesilat akan main semua di babak perdelapanfinal dan penyisihan. Kami mohon doanya kepada masyarakat Jawa Timur, semoga tim Pencak Silat ini bisa melangkah menuju final dan membawa emas ke Jatim,” ucap Rifai sesuai pertandingan.

Para atlet Jatim yang lolos ke babak perdelapanfinal adalah dua pesilat putra dari Kelas B yaitu Ilyasya dan Ramadhani. Ilyasya menang melawan Novan Ramadani dari Papua. Sementara itu, Ramadhani mengalahkan pesilat Kalimantan Utara, Achmad Arjun Firdaus.

Selanjutnya ada Alvin yang menghentikan Muhammad Rizky Hamid dari Sulawesi Tenggara di Kelas G. Dan ada pesilat putri Chorina menghempaskan Eka Kurnia asal Papua Barat di Kelas B.

Sayangnya pesilat Jatim yang tampil di Kelas E putra, Aly Mohtar harus takluk dari M. Wildan asal Lampung yang menjuarai PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.

“Melihat hasil hari ini, peluangnya semua terbuka. Dan, Alhamdulillah kondisi anak-anak cukup baik. Semua berpeluang, kami berharap peluang itu terbuka dengan penampilan anak-anak yang cukup maksimal,” terang Rifai.

“Memang ada satu pesilat yang belum beruntung hari ini. Tapi, kita sudah berusaha yang terbaik, hanya saja ketemu lawan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Tarung Derajat Jatim Gondol 3 Emas, BHS: Puas! Tim Minimalis, Prestasi Maksimal

0
Foto: 1. SENYUM BAHAGIA: Peraih medali emas Satriawan Drajat (dua dari kanan) bersama Ketua Umum Pengrov Kodrat Jatim Bambang Haryo Soekantoro yang didampingi Ketua Harian Pengrov Kodrat Jatim Erwin H. Poedjono beserta Kabid Binpres KONI Jatim Dudi Harjantoro (kanan) usai pertandingan kelas 49,1-52kg sore tadi. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Kontingen Tarung Derajat Jawa Timur berhasil membawa pulang 3 emas dari Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Raihan medali emas ini disumbang oleh Satriawan Drajat, Aryo Pandu Pamungkas, dan Vina Indah Permana.

Ketua Umum Pengprov Kodrat Jatim Bambang Haryo Soekartono bersyukur meski menurunkan tim minimalis namun bisa meraih prestasi apik. Tim Tarung Derajat Jatim berhasil meraup 3 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu.

“Hasil (akhir) target dari KONI Jatim adalah dua emas. Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan 3 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu,” katanya ketika ditemui usai pertandingan.

“Ini adalah satu prestasi Jatim yang luar biasa. (Sebenarnya) kita harapkan prestasi (PON Bela Diri) ini bisa mendapatkan juara umum kedua atau ketiga,” tambah Bambang Haryo.

Adalah petarung Satriawan Drajat yang mendulang medali emas pertama untuk tim Tarung Derajat Jatim. Turun di kelas 49,1-52kg, dia sukses menghempaskan I Ketut Riyan Abadi dari Bali.

Emas kedua didapat dari perjuangan sengit Aryo Pandu Pamungkas di kelas 55,1-58kg setelah mengalahkan Ida Bagus Tantrawima dari Bali. Selanjutnya giliran petarung putri Vina Indah Permana dari kelas 58,1-62kg sukses mengatasi wakil Aceh, Sinta Rahma.

Sementara itu, Muhammad Ikhbar Nur Cahyo yamg turun di kelas 52,1-55kg harus puas dengan medali perak usai takluk dari Jefri Andrianus Manek Asa asal Kalimantan Timur. Dua medali perunggu diraih oleh Muhammad Raynaldo Zahvieri, kelas 64,1-67kg dan nomor gerak berpasangan putra yakni Septian Ego M., ⁠M. Rizki Putra.

Lebih lanjut Bambang Haryo berterimakasih atas dukungan dan perhatian KONI Jatim kepada tim Tarung Derajat. Seperti diketahui, Tarung Derajat Jatim tidak menurunkan kekuatan penuh pada ajang ini.

“Saya pikir pertimbangan dari KONI Jatim ini sudah cukup bijak. (Bersyukur) Kodrat termasuk mendapatkan perhatian dari KONI Jatim sehingga bisa menurunkan 10 atlet. Ini tentu kami juga berterimakasih kepada KONI Jatim,” terang anggota Komisi VII DPR RI itu.

“Walaupun dengan keterbatasan anggaran, karena ini sifatnya mendadak sekali. Tapi, masih memberikan kesempatan kepada kami untuk menampilkan atlet-atlet yang terbaik. Ini bukti bahwa hasilnya cukup memuaskan. Ini termasuk prestasi untuk Jatim,” tandas sosok yang akrab disapa BHS itu.

Untuk diketahui, Nusa Tenggara Barat menjadi juara umum Tarung Derajat dengan perolehan 5 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Di posisi kedua ada Bali yang meraih 3 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu. Sedangkan tim Jatim harus puas diperingkat ketiga. (*)

KONI Jatim Mulai Tatap PON Bela Diri 2027

0
JADWALKAN EVALUASI: Wakil Ketua KONI Jatim Irmantara Subagio (depan jongkok dua dari kanan) memastikan memberi perhatian khusus kepada cabor yang minim prestasi pada PON Bela Diri 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai menyiapkan langkah strategis menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2027. Kabarnya, PON Bela Diri 2027 kemungkinan besar akan menjadi babak kualifikasi (BK) PON 2028.

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap sejumlah cabang olahraga (cabor) guna memperkuat performa atlet, khususnya di nomor-nomor bela diri.

Wakil Ketua KONI Jawa Timur yang juga Direktur Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagio, mengatakan bahwa PON Bela Diri 2025 menjadi momentum penting bagi provinsi ujung timur Jawa itu untuk melakukan pembenahan.

“Event ini merupakan ajang strategis untuk menata dan mengevaluasi diri, terutama di cabang olahraga bela diri. Sebab, secara umum, kontribusi medali dari cabor bela diri belum terlalu signifikan,” ujarnya saat ditemui di Kudus, Rabu (15/10/2025) malam.

Menurut Ibag, sapaan akrabnya, dari pelaksanaan PON Bela Diri 2025 yang telah menyelesaikan cabor Taekwondo, Judo, dan Gulat, KONI Jatim sudah bisa melihat langkah yang harus ditempuh menuju PON Bela Diri 2027 dan PON 2028 di NTB-NTT.

“Memang waktunya tidak panjang, tetapi cukup bagi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Hasil dari PON Bela Diri 2025 ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi semua cabor,” lanjutnya.

Sejumlah cabor yang akan mendapat perhatian khusus antara lain Taekwondo, Judo, dan Tarung Derajat, sementara Gulat dinilai telah menunjukkan perkembangan positif. “Kami akan segera merapatkan hasil dari ajang ini untuk menentukan langkah pembinaan menuju PON Bela Diri 2027,” beber Dekan FIKK Unesa itu.

CATATAN: Aksi atlet cabor Taekwondo andalan Jatim Rizki Anugrah Prasetyo (merah, kiri) saat menggondol medali emas pada PON Bela Diri 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Terkait cabor tarung derajat, yang masih menyisakan empat partai final tarung dan satu nomor seni, Ibag berharap cabang ini dapat menjadi salah satu andalan Jawa Timur di masa depan.

“Dari perkembangan di Pomnas dan PON Bela Diri 2025, kami melihat potensi besar di tarung derajat. Mudah-mudahan ke depan bisa mengikuti jejak cabor andalan seperti Gulat, Wushu, dan Jujitsu,” ujarnya optimistis.

Selain itu, KONI Jatim juga akan memberi perhatian lebih pada cabor yang masih minim kontribusi medali. Penanganan khusus akan dilakukan dengan membuka seleksi atlet potensial untuk pembinaan intensif menuju BK PON dan PON 2027.

“Cabor dengan partisipasi (prestasi) rendah akan kami carikan solusi terbaiknya. Kami sudah memiliki konsep untuk merekrut dan membina atlet melalui program khusus,” terang Ibag.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program Puslatda (Pusat Latihan Daerah) juga akan diperkuat. Atlet dari cabang yang berpeluang meraih medali emas atau perak pada PON kali ini akan dipertimbangkan masuk ke dalam program tersebut.

“Target kami, awal Januari mendatang hasil evaluasi PON Bela Diri sudah dapat dimasukkan ke dalam SK Puslatda. Dengan begitu, persiapan menuju PON 2027 bisa lebih optimal,” pungkas Ibag.

Adapun hasil sementara Jawa Timur di PON Bela Diri 2025, yakni 1 emas dari Taekwondo; 6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu dari Gulat; serta 1 perak dan 3 perunggu dari Judo. Praktis, Judo akan mendapat perhatian khusus karena hasil tersebut tergolong minim dibandingkan PON Aceh-Sumatera Utara 2024, saat mereka meraih 2 emas.

PON Bela Diri 2025 Kudus masih menyisakan beberapa cabor lagi yaitu Jujitsu, Sambo, Shorinji Kempo, Pencak Silat, Karate, dan Wushu, sedangkan Tarung Derajat akan berakhir pada hari ini. (*)