Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 71

Bahas Agenda Timnas Indonesia di Jatim, Erick Thohir Bertemu Manajemen Persebaya

0
KOLABORASI: Ketua Umum PSSI Erick Tohir (kiri depan) bertemu dengan CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda dan manajeman Persebaya untuk berkoordinasi tentang event Timnas Indonesia yang akan digelar di Jawa Timur. (Laga.id/istimewa Instagram @erickthohir)

Laga.id, Surabaya – Timnas Indonesia memiliki dua agenda pertandingan pada bulan September 2025 mendatang. Yakni, FIFA Matchday. Dan, Kota Surabaya bakal menjadi tuan rumah, tepatnya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Untuk memastikan kelancaran dan suksesnya FIFA Matchday, Ketua Umum PSSI Erick Tohir melakukan lawatan ke Surabaya. Pria yang juga Menteri BUMN itu sekaligus bertemu dengan CEO Persebaya Azrul Ananda, Sabtu (2/8/2025).

Erick tampaknya ingin berkoordinasi tentang uji coba Timnas Indonesia yang dilakukan di Stadion Gelora Bung Tomo. Dia menyampaikan jika event yang digelar pada September mendatang tidak akan mengganggu jadwal Persebaya bermain di kandang.

Artinya, skuad Bajul Ijo bernafas lega lantaran jika pemakaian stadion untuk agenda timnas saat agenda resmi FIFA berarti Super League 2025/2026 juga akan diliburkan, sehingga klub-klub seperti Persebaya tidak akan terdampak akibat laga uji coba ini.

“Ini tidak mengganggu jadwalnya Persebaya. Karena ini kan FIFA Matchday, liganya berhenti,” ujar Erick.

Mantan pemilik klub raksasa Italia, Inter milan ini menyebut Surabaya akan menjadi tempat timnas senior Indonesia menjajal dua kekuatan besar yaitu Lebanon dan Kuwait, namun untuk jadwal resminya masih belum diumumkan karena masih tahap finalisasi.

Untuk saat ini PSSI masih melakukan koordinasi teknis dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan federasi sepak bola negara lawan dan penyelenggara lokal agar event ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu siapapun.

Selain timnas senior yang akan melakukan uji coba di wilayah Jawa Timur, Erick menyebut ada juga agenda Internasional yang akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, yang dipakai oleh timnas U-23.

Berbeda dari seniornya, timnas u-23 ini akan melakoni Kualifikasi Piala Asia 2026 di Sidoarjo. Ajang dua tahunan ini bergulir mulai 1 sampai 9 September 2025. Garuda Muda tergabung kedalam satu grup bersama tiga tim Kores Selatan, Laos dan Macau.

“U-23 Timnas untuk AFC Cup di Sidoarjo, yang lapangannya diresmikan Bapak Presiden Pak Prabowo ya. Itu ada Korea Selatan, ada Laos, ada Macau bersama timnas U-23 kita,” terangnya.

“Semoga pertandingan Timnas Indonesia dan Timnas U-23 yang diadakan di Jawa Timur bisa disaksikan secara langsung oleh seluruh suporter termasuk dari Bonek yang merupakan pendukung setia Persebaya Surabaya,” tandas Erick.

Adanya dua agenda besar Timnas Indonesia di daerah Jawa Timur akan menarik pecinta sepak bola untuk datang menyaksikan secara langsung punggawa-punggawa Garuda yang sedang bermain. (*)

Bakal Geber Liga 3 dan 4, Erick Thohir Temui Gubernur Khofifah

0
BANGKIT: Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk membangun sepak bola Jatim bersama-sama melalui penyelengaraan Liga 3 dan Liga 4 bekerja sama dengan Asprov, Askot dan Pemerintah Daerah. (Laga.id/istimewa Instagram @erickthohir)

Laga.id, Surabaya – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Sabtu (2/8/2025) pagi ini.

Pertemuan tersebut membahas percepatan pelaksanaan kompetisi sepak bola akar rumput melalui skema baru Liga 4 dan Liga 3, sesuai dengan statuta PSSI terbaru.

Dalam unggahan di akun media sosial resminya, Erick menjelaskan bahwa Liga 4 akan digelar di tingkat kabupaten dan kota, memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota.

Sementara itu, Liga 3 akan diselenggarakan di tingkat provinsi untuk memperebutkan Piala Gubernur. Pemenang dari kedua liga akan berkompetisi di level nasional memperebutkan Piala Presiden.

“Ini bagian dari upaya PSSI untuk membangkitkan kembali semangat Perserikatan. Kami ingin memastikan kompetisi berjalan dari akar rumput, dengan melibatkan Asprov, Askot, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujar Erick.

Gubernur Khofifah menyambut baik inisiatif tersebut. Selain dikenal sebagai pecinta sepak bola, Khofifah juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjadi pionir dalam pengembangan kompetisi lokal.

“Alhamdulillah Ibu Gubernur sangat mendukung rencana ini. Kita bangun sepak bola Jawa Timur bersama-sama,” tulis Erick dalam pernyataannya.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang PSSI dalam menciptakan ekosistem kompetisi yang lebih merata, berjenjang, dan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah sebagai motor penggerak pembinaan.

Jika terealisasi dengan baik, Liga 4 berpotensi menjadi basis lahirnya pemain-pemain muda berbakat dari daerah untuk kemudian naik jenjang ke kancah nasional dan internasional. (*)

Pelatih Persebaya Eduardo Perez Ternyata Doyan Rawon dan Belajar Bahasa Indonesia

0
ADAPTASI: Pelatih Persebaya Eduardo Perez tak lupa beradaptasi dengan kehidupan di Surabaya, termasuk menikmati kuliner di Kota Pahlawan. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Eduardo Perez Moran menatap musim baru Super League 2025/2026 bersama Persebaya Surabaya setelah resmi diperkenalkan pada 3 Juni 2025 lalu. Dia merasa terkesan dengan Surabaya meski baru tinggal di selama hampir 2 bulan.

Eduardo Perez tengah menjalani aktivitas baru. Tak sekadar melatih Bruno Moreira dkk., ia sedang fokus belajar Bahasa Indonesia sedikit demi sedikit. Hal tersebut merupakan langkah awal, agar dirinya bisa berkomunikasi lancar dengan anggota tim.

Ketika disinggung soal Surabaya dan segala kondisi termasuk kultur, kuliner, dan cuaca, Edu mengaku sangat menyukai Kota Pahlawan. Menurutnya, masyarakat Surabaya begitu ramah menerima kehadiran dirinya.

“Saya benar-benar bahagia. Saya sangat menyukainya. (Kini) saya mulai belajar Bahasa Indonesia. Saya janji, saya perlu sedikit-sedikit berbicara Bahasa Indonesia secara langsung dalam waktu secepatnya,” jelas Edu.

“Anda tahu, saya tidak punya banyak waktu. Tapi tujuan saya juga adalah mencoba minimal satu jam per hari belajar dan berbicara Bahasa Indonesia,” tambahnya.

Tak hanya itu, meski tak memiliki kekayaan wisata alam, Surabaya memiliki ragam makanan khas yang bervariasi. Ibu kota Jawa Timur ini memiliki kuliner khas seperti rujak cingur, tahu campur, lontong balap, sego sambel, sate kelopo, tahu tek, pecel semanggi, lontong kupang hingga rawon.

Juru taktik berusia 48 tahun itu ternyata menggemari kuliner rawon. Dia sudah beberapa kali menyantap sup daging berkuah hitam dengan bumbu khas kluwek itu usai latihan atau saat Persebaya libur.

“Saya makan di semua tempat khas. Saya sangat suka makanan Indonesia. Dan dalam hal ini, makanan Surabaya. Tentu saja, saya makan Rawon,” tegas pelatih asal Spanyol tersebut.

“Jadi, saya bisa mendapatkan pengalaman yang lebih baik hingga sekarang. Jadi, saya akan menikmati Surabaya, tentu saja,” pungkas Edu.

Eks pelatih kiper Timnas Indonesia itu kini mengikuti jejak Jacksen F. Tiago, Robertino Pugliara, Mahmoud Eid, Makan Konate, Taise Marukawa dan lainnya yang menggemari kuliner nusantara. Terutama santapan rawon. (*)

Persebaya Matangkan Taktik Sambut Laga Perdana

0
PERSIAPAN: Skuad Persebaya Surabaya fokus mematangkan persiapan untuk menyambut laga perdana Super League 2025/2026 menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025) mendatang. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan menjelang laga perdana Super League 2025/2026. Duel pembuka kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air tersebut dijadwalkan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025) mendatang.

Pelatih Persebaya Eduardo Perez Moran mematangkan taktik yang akan digunakan untuk menyongsong pertandingan melawan PSIM Yogyakarta. Dia mengaku sudah mempelajari kekuatan dari tim promosi tersebut.

“Kami sedang menganalisis tim (PSIM). Kami bekerja untuk mengetahui lebih banyak tentang tim ini, tetapi kami sudah mengetahui banyak hal tentang tim ini,” ungkap Eduardo Perez di Lapangan C Komplek Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (31/7/2025).

“Mereka adalah tim yang sangat baik, dengan pemain-pemain yang sangat baik. Dan akhirnya, ketika hasil ini keluar, kita juga perlu menganalisisnya,” tambahnya.

Skuad Persebaya memiliki waktu sekitar tujuh hari saja untuk melakoni duel melawan PSIM. Edu memastikan kondisi Bruno Moreira dkk. saat ini dalam keadaan prima, termasuk setelah rangkaian laga uji coba sebelumnya.

Untuk diketahui, tim asal Kota Pahlawan itu sudah memanaskan mesin tempur dengan empat laga pramusim yang hasilnya beragam. Diawali dengan kemenangan 2-0 atas Western Australia di Perth, Australia Barat, Rabu (9/7/2025) lalu.

Kemudian bermain imbang 2-2 atas Persik Kediri di Lapangan ABC Komplek Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (16/7/2025). Setelah itu, menang tipis 1-0 dari PSS Sleman pada ajang bertajuk Team Launching Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19/7/2025).

Terakhir, tim Bajul Ijo menelan kekalahan 0-1 saat kembali melawan Persik di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jumat (25/7/2025). Selepas itu, Persebaya terus menggelar latihan intensif.

“Saya hanya berbicara tentang situasi yang kita miliki saat ini. Dan saya hanya berbicara tentang pemain yang kita miliki saat ini,” terang pelatih asal Spanyol tersebut.

“Kami melakukan persiapan terbaik agar bisa berada dalam kondisi terbaik juga. Kami perlu bekerja dengan gaya permainan yang kami inginkan. Bagi saya, secara taktik tim ini jauh lebih baik. Secara fisik juga,” tandas Edu. (*)