Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 72

Jaga Kualitas, KONI Jatim Gelar Screening Pelatih untuk Hadapi PON 2028

0
BERSIAP: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menegaskan pihaknya mulai mematangkan persiapan untuk menyongsong PON 2028 dengan menggelar screening pelatih di FIKK Unesa selama tiga hari mulai 28-30 Juli 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Hegemoni perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) tak lepas dari persaingan antara DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Tiga daerah tersebut selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Nah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat pembinaan prestasi olahraga dengan menggelar screening bagi calon pelatih Puslatda dan pelatih cabang olahraga bela diri.

Program tersebut akan diuji langsung oleh tim dari Pendidikan dan Penataran (Diktar) serta Bina Prestasi (Binpres) KONI Jatim di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juli 2025.

Prof. Dr. M.E. Winarno dari Diktar KONI Jatim menyampaikan bahwa screening kali ini lebih lengkap dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dia menegaskan pentingnya proses ini untuk menjaga standar mutu dan objektivitas dalam penentuan pelatih.

“Kami mempertimbangkan pengalaman melatih sebagai parameter utama, lalu kepribadian pelatih untuk menghindari konflik internal. Hasil screening akan menjadi referensi, tetapi keputusan akhir tetap di tangan Ketua KONI Jatim,” jelasnya setelah pembukaan kegiatan screening, Senin (28/7/2025).

“Selama ini Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi barometer nasional. Maka, kita harus terus menjaga kualitas,” pungkas Prof. Winarno.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan pelatih yang berkompeten, berintegritas, dan mampu membawa Jawa Timur berjaya di ajang olahraga nasional, terutama dalam menghadapi PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Kegiatan screening ini memiliki dua target. Pertama, jangka pendek, yakni untuk persiapan PON bela diri. Kedua, jangka panjang, yakni menghadapi PON 2028. Pelatih yang disaring adalah mereka yang sebelumnya membawa atlet meraih medali emas dan perak di PON Aceh-Sumut. Namun, itu hanya sebagai parameter administratif,” ujar Nabil.

Menurutnya, proses seleksi ini tidak menutup kemungkinan untuk merekrut pelatih di luar proses screening apabila ada kebutuhan spesifik di cabang dan nomor tertentu. Lebih lanjut, para calon pelatih juga diminta menyusun program pembinaan untuk periode mendatang.

“Diktar menilai dari sisi akademis, sedangkan Binpres fokus pada pendekatan praktis. Pelatih juga diharapkan mampu menyelesaikan konflik internal tim, bukan justru menjadi sumber masalah. Keguyuban dan kenyamanan atlet dalam tim sangat penting untuk menunjang prestasi,” tambah Nabil.

Untuk diketahui, sebanyak 293 calon pelatih dari berbagai cabang olahraga mengikuti seleksi ini. Mereka dinilai secara menyeluruh, mulai dari pengalaman melatih, prestasi yang pernah diraih, hingga kepribadian sebagai aspek penting dalam menjaga kekompakan tim. (*)

Sambut PON 2028, KONI Jatim Gelar Fit and Proper Test Calon Pelatih Puslatda

0
Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil. (Laga.id/istimewa Bidang Humas dan Media KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) memang masih tersisa tiga tahun lagi. Tapi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai mempersiapkan diri.

KONI Jatim akan segera melaksanakan fit and proper test bagi calon pelatih Puslatda Jatim yang diproyeksikan untuk pesta olahraga terbesar di Indonesia itu. Uji kelayakan ini akan digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 28-31 Juli 2025.

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil mengatakan bahwa kegiatan ini diperlukan untuk mencari pelatih terbaik yang mampu melatih dan membawa atlet-atlet Jawa Timur meraih prestasi tertinggi di ajang PON mendatang. Kegiatan ini akan ditangani oleh tim Diktar KONI Jatim yang bekerja sama dengan Unesa.

KONI Jatim membentuk tim Diktar yang melibatkan guru besar ilmu kepelatihan olahraga dan para praktisi olahraga.

“Unesa memiliki tools, kompetensi, dan metodologi untuk menguji calon pelatih Puslatda ini,” kata Nabil, Jumat (25/7/2025).

Pelatih yang akan mengikuti seleksi ini terdiri atas pelatih eks PON 2024 peraih medali emas dan perak, dua calon pelatih usulan pengprov cabang olahraga, calon pelatih usulan KONI, serta calon pelatih perorangan yang mendaftar dengan bukti prestasi yang pernah dicapai.

Nantinya, akan dipilih pelatih-pelatih terbaik yang akan menangani masing-masing cabang olahraga di Puslatda.

“Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraga. Yang jelas, tidak lebih banyak dari jumlah atlet,” tuturnya.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam proses persiapan nanti, pelatihan akan diperkuat dengan kehadiran pelatih asing.

Namun, tidak semua cabang olahraga akan diikutkan dalam fit and proper test kali ini. KONI Jatim mengambil kebijakan untuk melaksanakan Puslatda hanya untuk cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON XXII 2028.

Kendati demikian, kebijakan ini belum mencakup semua cabang karena diprioritaskan bagi cabang-cabang olahraga olimpik dan perorangan. Sementara itu, cabang olahraga beregu akan menyusul karena para pemainnya masih berada di klub masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, Dudi Harjantoro, menambahkan bahwa terdapat beberapa kriteria yang akan menjadi fokus penilaian tim penguji.

Pelatih wajib memiliki sertifikasi minimal tingkat nasional, pengalaman melatih yang dibuktikan dengan prestasi, kondisi jasmani dan rohani yang sehat, serta sikap (attitude) yang baik.

“Dan yang paling penting, calon pelatih harus mampu menyusun program latihan jangka pendek, menengah, dan panjang,” pungkas Dudi. (*)

KONI Jatim Dorong Pembinaan Atlet Berprestasi Hasil Porprov

0
FORUM: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (dua dari kiri) saat menggelar pertemuan dengan KONI seluruh kabupaten/kota se-Jatim pascagelaran Porprov IX 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur meminta seluruh kabupaten/kota untuk terus membina atlet-atlet berprestasi jebolan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim Malang Raya 2025.

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menyampaikan bahwa Porprov IX Jatim telah memenuhi harapan sebagai ajang peningkatan prestasi. Banyak atlet potensial yang mencatat hasil membanggakan, termasuk 51 nomor pertandingan yang berhasil memecahkan rekor.

“Potensi yang ada ini harus terus dibina secara berkelanjutan di tingkat daerah. Tak hanya menjadi tanggung jawab cabang olahraga (cabor) masing-masing, tetapi juga menjadi tugas KONI daerah untuk aktif membina para atlet,” ujar Nabil dalam rapat evaluasi hasil Porprov bersama seluruh ketua KONI daerah di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Selasa (22/7/2025).

Ia menegaskan bahwa para atlet jebolan Porprov adalah cikal bakal atlet Jawa Timur untuk ajang PON, single event tingkat nasional, maupun kompetisi internasional.

“Kalau kita bicara Jawa Timur, pasti akan muncul nama Eko Yuli di Olimpiade. Dua kali meraih medali perunggu, lalu dengan pembinaan yang lebih maksimal, ia akhirnya meraih medali perak. Itu bukti pembinaan jangka panjang yang berhasil,” ujarnya mencontohkan.

Nabil menambahkan, Porprov merupakan ajang penting dalam pembinaan karena banyak lulusan dari ajang dua tahunan ini yang kemudian berprestasi di tingkat nasional.

“Maka dari itu, perlu ada regenerasi dan pembinaan berkelanjutan agar prestasi tidak menurun,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Jatim Irmantara Subagio menambahkan bahwa pihaknya telah mendata seluruh atlet yang meraih prestasi dan memecahkan rekor di ajang Porprov.

Dari data tersebut, terdapat ribuan atlet berprestasi, namun karena keterbatasan sumber daya, sementara ini dipilih 200 atlet dari cabang olahraga Olimpiade dan nomor perorangan untuk menjalani tes fisik dan kesehatan yang diselenggarakan oleh KONI Jatim.

“Potensi-potensi ini menurut kami harus dipelihara dan ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan. Bahkan yang tidak juara satu pun tetap memiliki potensi besar. Salah satunya adalah dengan melakukan tes fisik dan tes kesehatan,” ujar pria yang akrab disapa Ibag itu.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dasar atlet, yang akan menjadi acuan daerah dalam menentukan skema pembinaan.

“Olahraga prestasi itu sifatnya memaksa. Yang dipaksa itu fungsi tubuh. Kalau ternyata ada persoalan dalam fungsi tubuh, itu yang ingin kami deteksi sejak awal, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Jadi kami sampaikan, misalnya ada ketidakseimbangan atau kelainan fungsi tubuh, agar bisa segera ditangani,” pungkasnya. (*)

Timnas Indonesia U-23 Pastikan Semifinal Piala AFF U-23 Walau Ditahan Imbang Malaysia

0

Laga.id, Jakarta – Timnas Indonesia U-23 harus puas berbagi poin saat berhadapan dengan Malaysia U-23 dalam laga penentu. Pertandingan Grup A Piala AFF U-23 2025 tersebut berakhir dengan skor kacamata, 0-0.

Duel sengit ini tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (21/7/2025) malam WIB. Kedua tim menampilkan permainan dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan, menyajikan tontonan yang menarik.

Meskipun gagal mencetak gol, hasil imbang ini sudah cukup mengantar Indonesia melaju ke babak semifinal. Skuad asuhan Gerald Vanenburg berhasil mengumpulkan tujuh poin, kokoh di puncak klasemen grup.

Di pertandingan Grup A lainnya, Filipina sukses menaklukkan Brunei dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut membuat Filipina finis sebagai runner-up grup, juga membuka peluang mereka untuk lolos sebagai salah satu runner-up terbaik.

Indonesia tampil jauh lebih mendominasi sepanjang jalannya pertandingan. Menurut data dari laman lapangbola, Garuda Muda mencatatkan penguasaan bola yang mencapai 71 persen, menunjukkan kontrol penuh di lapangan tengah.

Selain unggul dalam possession, mereka juga lebih agresif dalam melancarkan serangan. Total 11 tembakan dilepaskan, namun sayangnya hanya tiga di antaranya yang berhasil mengarah tepat ke sasaran gawang lawan.

Sebaliknya, Malaysia beberapa kali justru menciptakan ancaman serius melalui skema serangan balik cepat. Tim asuhan Juan Torres mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari total 10 percobaan, menunjukkan efisiensi mereka dalam memanfaatkan peluang.

Statistik umpan juga menegaskan dominasi Indonesia dengan 482 umpan, di mana 406 di antaranya sukses. Sementara itu, Malaysia hanya mencatatkan 231 umpan dengan 165 yang akurat, memperlihatkan perbedaan gaya bermain yang signifikan.