Friday, July 31, 2026
Google search engine
Home Blog Page 83

71 Atlet Binaraga Siap Adu Otot di Porprov IX Jatim

0
TEGAS: Raja Siahaan memberikan sambutan dalam pembukaan cabor Binaraga ajang Porprov IX Jatim 2025 di Gedung Serba Guna Sasana Krida, kompleks Universitas Negeri Malang, Kota Malang. (Laga.id/istimewa BW)

Laga.id, Malang – Sebanyak 71 atlet binaraga dari 17 kabupaten/kota berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Cabor Binaraga yang dipertandingkan di Gedung Serba Guna Sasana Krida, kompleks Universitas Negeri Malang, Kota Malang, ini memperebutkan 8 medali emas.

“Ada tiga daerah yang tidak ikut serta, karena tidak memiliki atlet binaraga usia muda. Kita bisa memahami, karena membina atlet Binaraga tidak mudah,” ujar Ketua Pengprov Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Jatim Raja Siahaan kepada wartawan, Selasa (1/7/2025).

Pihaknya memberikan peringatan keras (warning) terhadap kabupaten/kota yang tidak mengikuti Porprov dua kali berturut-turut. Mereka bakal dikenai sanksi administratif berupa pembekuan. Untuk diketahui, peserta kali ini berasal dari 17 kabupaten/kota dari 20 daerah yang sudah membentuk pengkab/kota.

“Kita bekukan kalau tidak mengikuti dua kali Porprov. Harus ada sanksi. Sebaliknya, pengcab yang aktif akan kita berikan reward. Biar adil dong,” tegasnya.

Raja juga bersyukur seluruh atlet yang berlaga tidak bermasalah. Keabsahan mereka sudah dilakukan pemeriksaan ketat oleh bidang keabsahan atlet.

“Membina atlet binaraga itu tidak mudah. Butuh proses. Jadi, semua pengcab pasti tahu atlet yang dimiliki masing-masing daerah,” paparnya.

Soal peta kekuatan, Raja menyebut Kabupaten Malang masih dominan di Binaraga. Prestasi itu sudah ditunjukkan dari gelaran Porprov tahun-tahun sebelumnya. Pada Porprov VIII Jatim 2023 di Sidoarjo, Kabupaten Malang tampil sebagai juara umum dengan meraih 3 emas dan 2 perak.

Raihan medali Kabupaten Malang itu lebih banyak dibanding Porprov VII Jatim yang hanya mendapat 1 emas dan 2 perak. “Yang pasti untuk Porprov tahun ini tidak ada atlet puslatda. Kita bebaskan daerah mengirimkan atlet mudanya, sehingga persaingan jadi ketat,” tandas Raja. (*)

Kejurnas Wushu 2025 di Surabaya: Langkah Nyata Menuju Panggung Asia

0
CETAK ATLET: Ketua Pengprov WI Jatim Ali Affandi (depan tiga dari kiri) mengangkat piala yang akan diperebutkan pada Kejurnas Wushu 2025 di GOR Kenjeran Park, Surabaya. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Gema semangat para pendekar muda menggema di GOR Kenjeran Park, Surabaya. Sebanyak 911 atlet dari 21 provinsi berkumpul dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2025 memperebutkan Piala Menpora RI dan Piala Ketua Umum PB Wushu Indonesia (PB WI).

Ketua Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Jawa Timur H.M. Ali Affandi LNM menegaskan bahwa wushu bukan sekadar olahraga. Ia adalah seni, keseimbangan, dan jalan hidup.

“Di tengah era yang sarat disrupsi dan distraksi, wushu hadir membawa nilai-nilai luhur: pengendalian diri, ketangguhan, dan kehormatan. Di atas matras, para atlet tak hanya menunjukkan teknik, mereka memperlihatkan karakter,” katanya saat pembukaan Kejurnas Wushu Indonesia 2025, Selasa (1/7/2025)

Menurut Mas Andi, panggilan akrab Ali Affandi LNM, Kejurnas ini adalah bagian dari gerakan besar membentuk ekosistem pembinaan wushu yang berkelanjutan. Ia menyebut Jatim sebagai rumah besar wushu dan motor utama kemajuan olahraga ini di tingkat nasional.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi bagian dari marathon panjang untuk membangun prestasi. Wushu adalah ruang menempa karakter, bukan hanya fisik,” ujar Mas Andi yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya.

Dalam kejurnas kali ini, ada sekitar 911 altet wushu yang akan berlaga di tiga kategori. Tercatat, 727 atlet bertanding di nomor Taolu, 50 atlet di kategori Kungfu, dan 18 atlet di nomor Sanda.

Sebagian dari mereka merupakan atlet muda yang tengah disiapkan untuk masuk pelatnas, baik tingkat junior maupun senior. Proses ini adalah bagian dari seleksi ketat menuju panggung Asia.

Kejurnas ini menjadi ajang pencarian talenta masa depan Indonesia yang akan tampil di Kejuaraan Wushu Asia Junior 2025 di Jiangjing, Tiongkok.

Deputi III Kemenpora Surono yang mewakili Menpora RI menyatakan dukungan penuh terhadap wushu sebagai cabang olahraga unggulan. Menurutnya, wushu telah membuktikan kontribusi signifikan dalam mendulang prestasi di ajang internasional.

“Kami mendorong wushu menjadi salah satu cabang yang bisa masuk Olimpiade 2026. Potensinya besar, jumlah negara penggiatnya sudah lebih dari 100. Dan Indonesia punya peluang besar di sini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekjen PB WI Ngatino yang menegaskan bahwa kejurnas ini adalah bagian dari strategi nasional dalam menjaring atlet unggulan dan memperkuat sistem pembinaan jangka panjang.

“Ajang ini tidak hanya penting untuk seleksi atlet ke Kejuaraan Asia Junior, tetapi juga untuk melihat sejauh mana program pembinaan kita berjalan. Kami ingin memastikan bahwa atlet yang terpilih benar-benar siap, baik secara teknik maupun mental, untuk mewakili Indonesia di level tertinggi,” kata Ngatino.

Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Pusat Suwarno menambahkan bahwa penyelenggaraan kejurnas di Surabaya adalah bukti soliditas antar-pemangku kepentingan olahraga. Ia berharap momentum ini memperkuat budaya kompetisi dan sistem pembinaan yang konsisten.

“Terima kasih kepada Jawa Timur. Tuan rumah telah menunjukkan kapasitas luar biasa. Kami yakin kontribusi Jatim akan terus berlanjut dalam mencetak atlet kelas dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada para atlet. Menurutnya, event berskala nasional seperti ini tak hanya membina prestasi, tapi juga mempererat persaudaraan anak bangsa.

“Selamat datang di Bumi Majapahit. Semoga dari Surabaya lahir para pendekar muda yang akan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional,” ucap Emil disambut tepuk tangan. (*)

Jens Raven Wajib Buktikan Kualitas di Piala AFF U-23 2025

0
Jens Raven, striker Timnas Indonesia U-19. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Jakarta – Nama Jens Raven kembali mencuri perhatian kancah sepak bola nasional. Dia masuk dalam daftar 30 pemain pilihan pelatih Gerald Vanenburg untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2025.

Jens Raven jadi satu-satunya pemain yang berasal dari klub luar negeri di Timnas Indonesia U-23. Di lini depan, Raven akan bersaing ketat dengan Hokky Caraka, penyerang tengah andalan PSS Sleman yang telah memiliki jam terbang tinggi di Liga 1.

Namun, ada satu pertanyaan besar yang menyelimuti kehadiran Raven: menit bermainnya bersama klub saat ini.

Saat ini, Jens Raven tercatat sebagai bagian dari FC Dordrecht, kontestan Eerste Divisie, liga kasta kedua Belanda. Sayangnya, ia belum berhasil menembus tim utama dan masih berstatus pemain U-21.

Ironisnya, musim 2024/2025 ini Raven belum mencatatkan satu pun penampilan bersama tim U-21 Dordrecht, sebuah fakta yang tertera jelas di data resmi Transfermarkt.

Pada musim 2023/2024, Raven menunjukkan konsistensi luar biasa bersama Dordrecht U-21. Ia bermain dalam 20 pertandingan Liga U-21 Belanda, menyumbangkan enam gol, dan mengoleksi total 1.276 menit bermain.

Meskipun performa di level klubnya belum menunjukkan peningkatan, pemanggilan Raven ke skuad U-23 tetap menjadi keputusan strategis Vanenburg. Pengalaman berharganya serta kontribusinya di panggung internasional dinilai masih sangat krusial bagi skuad Garuda Muda.

Bagi publik sepak bola Tanah Air, sosok Jens Raven sudah tidak asing lagi. Ia telah beberapa kali mengenakan seragam Timnas Indonesia di kelompok usia, termasuk U-19 dan U-20.

Ketajamannya terlihat jelas saat ia berlaga di Piala AFF U-19 2024 lalu. Dalam lima pertandingan, Raven sukses melesakkan empat gol dan menyumbang tiga assist, menjadikannya salah satu pemain terbaik sepanjang turnamen tersebut.

Secara keseluruhan, pemain berusia 19 tahun ini telah mengoleksi empat gol dari 12 penampilan bersama Timnas Indonesia U-20.

Sebagai satu-satunya pemain yang berkarir di luar negeri dalam skuad Timnas U-23, ekspektasi terhadap Jens Raven tentu sangat tinggi. Terlebih lagi, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dan memikul target besar untuk meraih hasil terbaik.

Piala AFF U-23 2025 dapat menjadi panggung penting bagi Raven, bukan hanya untuk membantu tim meraih prestasi, tetapi juga untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan, baik di level klub maupun internasional.

Badai Manchester City: Tersingkir dari Piala Dunia Antarklub dan Cedera Rodri

0
TERTUNDUK LESU: Reaksi gelandang Mateo Kovacic dan rekan-rekannya setelah Manchester City kebobolan gol kedua melawan Real Madrid dalam duel leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2024/2025 di Etihad Stadium, dini hari tadi WIB. (Laga.id/istimewa Martin Rickett via Getty Images)

Laga.id, Jakarta – Langkah Manchester City di kancah Piala Dunia Antarklub 2025 harus terhenti secara mengejutkan. Klub raksasa Premier League ini mendapati mimpi buruk setelah takluk dari wakil Arab Saudi, Al Hilal, di babak 16 besar.

Kekalahan dramatis 3-4 bukan hanya mengubur asa mereka meraih trofi, tetapi juga membawa kabar buruk lain, yakni kemungkinan absennya Rodri akibat cedera baru.

Kekalahan ini jelas menjadi pil pahit bagi skuad asuhan Josep Guardiola. Ekspektasi tinggi untuk menjuarai turnamen bergengsi ini harus pupus di tangan tim yang bermain dengan semangat juang luar biasa. 

Harapan akan perubahan positif sempat menyala ketika Rodri masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-53. Kehadiran gelandang jangkar andalan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi lini tengah City.

Momen kekhawatiran terbesar datang di babak perpanjangan waktu. Rodri, yang baru saja pulih dari cedera lutut panjang sejak September 2024, justru harus ditarik keluar lapangan karena masalah fisik.

Kembalinya Rodri ke lapangan ternyata tidak berlangsung lama. Ia gagal menuntaskan pertandingan, menambah daftar cedera yang harus dihadapi tim medis Manchester City.

Manajer Manchester City, Josep Guardiola, akhirnya memberikan keterangan terkait kondisi pemainnya. Ia mengisyaratkan bahwa Rodri mengalami cedera baru pasca-pertandingan.

“Kami harus menemui Rodri, ia mengeluh tentang situasinya, tetapi kami butuh waktu untuk kembali,” ujar Guardiola seperti dikutip dari Goal.

Tim medis kini bekerja keras untuk memantau intensif kondisi sang gelandang. Selain menyoroti cedera Rodri, Guardiola juga memberikan apresiasi terhadap performa Al Hilal.

“Itu adalah pertandingan yang sulit. Kami membiarkan mereka melakukan transisi yang sering kami lakukan. Sayang sekali, kami telah menjalani perjalanan yang luar biasa bersama dan berada di tempat yang bagus,” ungkapnya.