Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 15

Persebaya Ladeni Bhayangkara FC di Surabaya, Rian Siap Jaga Rekor dan Tembus 4 Besar

0
Rachmat Irianto. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya siap mempertahankan tren 13 laga tak terkalahkan di Super League 2025/2026 saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk membuka pintu empat besar klasemen di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam WIB.

Kekalahan dari Persija Jakarta menjadi titik balik. Sejak itu, grafik menanjak tajam. Energi ruang ganti berubah. Intensitas meningkat. Ya, Persebaya yang bangkit sejak ditangani pelatih baru, Bernardo Tavares, kini berada di ambang persaingan empat besar.

Tim asal Kota Pahlawan ini mencatatkan enam kemenangan, tujuh imbang. Bahkan, empat kemenangan lahir dalam lima laga terakhir sejak kedatangan pelatih baru asal Portugal tersebut.

Di tengah grafik yang menanjak, para pemain Persebaya menegaskan kesiapan meladeni Bhayangkara FC. Mereka tak gentar kendati tim berjulukan The Guardian datang dengan ambisi memutus rantai itu.

“Tentu saja para pemain siap untuk pertandingan nanti. Kami tidak akan menyerah, karena kami tahu mereka (Bhayangkara FC) juga akan mencoba memberikan yang terbaik,” terang Rachmat Irianto saat jumpa pers jelang pertandingan.

Mentalitas itu yang kini terasa berbeda. Ada energi baru di ruang ganti. Ada suara yang lebih keras sebelum kick-off. Ada motivasi yang tak sekadar taktik.

Rian -sapaan akrabnya- mengakui, setiap pelatih punya karakter berbeda. Ia bahkan menyebut bagaimana sentuhan Tavares terasa sampai ke detail kecil.

“Dengan pelatih sebelumnya kami sudah terbiasa. Pelatih baru membawa motivasi dan semangat baru bagi para pemain,” ujarnya.

“Kalian bisa lihat di pertandingan sebelumnya, ada banyak video motivasi sebelum laga. Memang seperti itulah dia. Dia bukan hanya seorang pelatih, tapi juga seorang motivator,” sambung Rian.

Di GBT, mental lebih tajam dari sekadar statistik. Rekor boleh indah, tapi hanya kemenangan yang menjaga bara tetap menyala. (*)

Persebaya Vs Bhayangkara FC di Surabaya: Rekor 13 Laga Tanpa Kalah Terancam di GBT!

0
DEMI REKOR: Francisco Rivera bakal menjadi motor permainan Persebaya saat mencoba menjaga rekor apik di Super League 2025/2026 pada pekan ke-21 menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, besok malam WIB. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya mempertaruhkan rekor 13 laga tanpa kekalahan saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC demi menembus empat besar klasemen Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam.

Pelan tapi pasti kini Persebaya telah masuk ke papan atas klasemen sementara dengan berada di posisi kelima. Pencapaian tersebut melewati rekor Borneo FC Samarinda yang sebelumnya pernah 11 kali tanpa kekalahan.

Rekor tanpa kalah memang menggoda. Tapi pelatih Persebaya Bernardo Tavares tak silau. “Kami akan menghadapi pertandingan yang berat. Mereka merekrut banyak pemain berpengalaman. Tim ini lebih kuat,” ucapnya dalam sesi jumpa pers jelang laga, Jumat (13/2).

The Guardians, julukan Bhayangkara FC, dikenal eksplosif. Transisi cepat. Pemain lincah. Tembakan dari luar kotak berbahaya. Untuk itu, Persebaya harus menutup ruang, mematikan tembakan jarak jauh, dan tak memberi celah di kotak sendiri. Satu kelengahan, hukuman datang.

Masalahnya, Persebaya sempat menunjukkan celah itu di laga sebelumnya. Terlalu banyak memberi ruang di dekat kotak penalti. Terlambat menutup crossing. Kurang agresif menghalau second ball.

“Itu yang harus kami perbaiki. Kami terlalu banyak memberikan ruang di dekat gawang. Mereka punya pemain yang bisa menentukan jalannya pertandingan. Kami harus mewaspadai itu,” aku pelatih asal Portugal itu.

Namun, momentum sedang ada di tangan. Atmosfer laga di kandang juga mendukung. Tim asal Kota Pahlawan tersebut kini mencium aroma empat besar.

“Jika kami menang, kami punya peluang masuk empat besar. Saya tidak suka berpikir tentang kemungkinan jika kalah. Pertama-tama, kami harus menang,” tegas Tavares.

Sayangnya, kondisi Bajul Ijo belum 100 persen. Nama seperti Bruno Paraiba pun belum pasti tampil. Tak peduli siapa absen, yang turun harus total. Apalagi dukungan Bonek dan Bonita diyakini bisa jadi energi tambahan.

“Kami akan tetap bermain dengan 11 pemain. Sangat penting suporter datang dan menciptakan atmosfer bagus,” tandas Tavares.

Ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini duel penentu arah musim. Menang, tim kebanggaan Bonek itu mencium empat besar. Tersandung, momentum bisa runtuh dalam semalam. (*)

Persis Solo, Persik Kediri, dan Malut United Siap Meledak

0
TEKANAN TINGGI: Para pemain Persik Kediri saat menjalani sesi official training jelang menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-21 Super League di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik sore ini. (Laga.id/istimewa Official Persik Kediri)

Laga.id, Surabaya – Siapa yang bisa ambil keuntungan, dan bagaimana tekanan mental tim-tim papan tengah dan bawah memengaruhi hasil? Semua akan terjawab dalam laga pekan ke-21 Super League 2025/26 penuh tensi mulai Jumat (13/2/2026).

FOKUS: Miroslav Maricic melahap menu latihan Persis Solo jelang menjamu Madura United pada pekan ke-21 Super League di Stadion Manahan, sore ini. (Laga.id/istimewa Official Persis Solo)

Persis Solo vs Madura United: Momentum di Rumah Sendiri
Persis Solo tak boleh lengah. Bermain di Stadion Manahan, tuan rumah ingin memanfaatkan dukungan suporter untuk meraup tiga poin. Madura United jelas bukan lawan mudah. Tim tamu kerap bermain agresif saat away, mengandalkan transisi cepat dan serangan balik yang mematikan. Pertanyaan besar: apakah Persis mampu menahan tekanan dan mengeksekusi peluang di depan gawang lawan?

GIRANG: Kehadiran Francisco Pereira Carneiro bisa memperkuat lini pertahanan Persik Kediri saat meladeni PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik sore ini. (Laga.id/istimewa Official Persik Kediri)

Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta: Tanpa Penonton, Tekanan Tetap Tinggi
Situasi Persik Kediri lebih rumit. Laga di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, tanpa penonton karena alasan keamanan, membuat keuntungan tuan rumah berkurang. PSIM Yogyakarta tentu tak akan melewatkan kesempatan ini. Mereka bisa bermain lebih bebas, mencoba menyerang dan memanfaatkan kelengahan tuan rumah. Faktor psikologis kini menjadi kunci. Siapa yang bisa menjaga fokus di tengah tekanan asing?

TUMPUAN: David da Silva (kiri) bakal menjadi andalan lini serang Malut United saat kedatangan Persijap Jepara pada pekan ke-21 Super League di Stadion Kie Raha, malam ini. (Laga.id/istimewa Official Malut United)

Malut United vs Persijap Jepara: Adu Strategi dan Mental
Di Malut, Malut United FC menjamu Persijap Jepara di Stadion Kie Raha. Laga ini bisa menjadi titik balik bagi kedua tim yang bersaing di papan tengah. Malut United ingin memanfaatkan publik lokal untuk mengamankan kemenangan, sementara Persijap bertekad meredam dominasi tuan rumah. Duel strategi, kekuatan fisik, dan mental akan menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang.

Semua laga pekan ke-21 ini menjanjikan tensi tinggi, drama di lapangan, dan kemungkinan kejutan besar. Dengan tekanan klasemen, faktor tuan rumah, dan kondisi tim yang berbeda-beda, BRI Super League kembali menghadirkan cerita menarik. Apakah Persis Solo mampu memanfaatkan dukungan penuh suporter? Bisakah Persik Kediri mengatasi tekanan tanpa penonton? Dan mampukah Malut United menegaskan dominasinya di kandang sendiri? Jawabannya akan terlihat hari ini. (*)

Atletico Madrid 4-0 Barcelona: Metropolitano Jadi Neraka, Blaugrana Tak Berdaya Kena Lumat

0
MIMPI BURUK: Ademola Lookman bersama Julian Alvarez merayakan gol ke gawang Barcelona hasil bunuh diri Eric Garcia pada laga semi final leg pertama Copa Del Rey yang berkesudahan 4-0 untuk kemenangan Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano dini hari tadi WIB. (Laga.id/istimewa Angel Martinez via Getty Images)

Laga.id, Madrid – Hancur. Luluh. Tak berdaya. Siapa menyangka Barcelona bisa dibantai hanya dalam 45 menit? Atletico Madrid menggila, menekan sejak peluit pertama, dan menutup babak pertama dengan skor 4-0, memaksa Barcelona pulang dengan kepala tertunduk di Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB.

Ini bukan sekadar kekalahan. Ini eksekusi brutal di Copa del Rey 2025/2026. Eric Garcia menjadi sorotan utama. Satu kesalahan kecil di menit keenam: backpass buruk, bola lepas, dan gol bunuh diri membuka jalan neraka bagi Blaugrana. Stadion meledak, Barcelona langsung goyah.

Delapan menit kemudian, Antoine Griezmann memanfaatkan umpan terobosan Nahuel Molina, menuntaskan peluang dengan dingin. 2-0. Pertahanan Barcelona seperti hilang arah. Belum cukup, menit ke-33, Julian Alvarez memberi umpan matang ke Ademola Lookman, yang menembak keras ke sudut bawah gawang. Skor 3-0.

Puncak penderitaan terjadi menit 45+2. Lookman kali ini menjadi kreator, Alvarez menuntaskan peluang. 4-0. Babak pertama selesai, Barcelona luluh lantak.

Babak kedua Blaugrana mencoba bangkit. Pau Cubarsi mencetak gol pada menit ke-51, tapi VAR menganulir karena posisi Robert Lewandowski lebih dulu offside. Harapan mati sebelum sempat tumbuh.

Petaka bertambah di menit 85. Eric Garcia, yang sudah mengantongi kartu kuning, melakukan pelanggaran keras terhadap Alex Baena. Setelah tinjauan VAR, kartu merah keluar. Barcelona harus menuntaskan laga dengan 10 orang.

Hingga peluit akhir, skor tetap 4-0. Atletico Madrid tampil klinis: menyerang cepat, efektif, dan solid. Barcelona? Mereka kini di tepi jurang. Membalikkan defisit empat gol di leg kedua bukan sekadar tugas berat—ini misi hampir mustahil.

Data Fakta Pertandingan
Statistik Pertandingan
Atletico Madrid – Barcelona
Goal: 4-0
Total Shots: 12-14
Shots on Target: 8-4
Posession: 34%-66%
Fouls: 16-9
Offsides: 3-1
Yellow Cards: 5-3
Red Cards: 0-1
Attendance: 69.200

Susunan Pemain
Atletico Madrid: 1-Juan Musso; 3-Matteo Ruggeri, 17-David Hancko, 18-Marc Pubill, 16-Nahuel Molina; 22-Ademola Lookman (11-Thiago Almada 73′), 6-Koke (C/ 24-Robin Le Normand 90′), 14-Marcos Llorente, 20-Giuliano Simeone; 19-Julian Alvarez (9-Alexander Sorloth 68′), 7-Antoine Griezmann (10-Alex Baena 68‎’).
Pelatih: Diego Simeone.

Barcelona: 13-Joan Garcia; 3-Alejandro Balde (2-Joao Cancelo 77′), 24-Eric Garcia, 5-Pau Cubarsi (4-Ronald Araujo 77′), 23-Jules Kounde; 16-Fermin Lopez (18-Gerard Martin 87′), 21-Frenkie de Jong (C), 17-Marc Casado (9-Robert Lewandowski 37′); 20-Dani Olmo, 7-Ferran Torres, 10-Lamine Yamal.
Pelatih: Hansi Flick. (*)