Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 23

Belum Pernah Kalah, GPPI Janji Bikin GOR Tri Dharma Panas!

0
TANTANGAN: Tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia bertekad sapu bersih di kandang sendiri pada lanjutan Proliga 2026 yang dihelat di GOR Tri Dharma, 29 Januari sampai 1 Februari. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Gresik – Aroma kepercayaan diri bercampur tekanan tinggi menyelimuti GOR Tri Dharma, Gresik. Tuan rumah Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) menegaskan ambisi besar: menyapu bersih dua laga kandang pada seri keempat putaran pertama dan seri pembuka putaran kedua Proliga 2026, yang digelar mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Dengan status tak terkalahkan hingga seri ketiga sekaligus juara putaran pertama GPPI kini berdiri di persimpangan krusial. Menang berarti mempertegas dominasi. Tergelincir sedikit saja, peta persaingan bisa berubah drastis.

Pada laga perdana, Mediol Stiovanny Yoku dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Jakarta Livin’ Mandiri pada Kamis (29/1/2026), sebelum menutup rangkaian laga kandang melawan Medan Falcons, Minggu (1/2/2026).

Asisten pelatih GPPI, Pedro Bertholomeus Lilipaly, secara terbuka menyatakan target timnya di depan publik sendiri. Namun di balik rekor sempurna, Pedro menegaskan ada ancaman laten: lengah karena terlalu percaya diri.

“Kami mengharapkan dua pertandingan di Gresik ini bisa kami menangkan,” ujar Pedro saat jumpa pers, Rabu (28/1/2026).

Pedro menyadari, status juara putaran pertama bukan jaminan segalanya. Justru, transisi menuju putaran kedua dinilainya sebagai fase paling berbahaya.

“Anak-anak harus tetap membumi. Di putaran kedua nanti, setiap tim pasti sudah membaca gaya permainan kami. Tantangan fisik akan jauh lebih berat,” katanya.

Pelatih yang dikenal ekspresif di pinggir lapangan itu menekankan fokus tim pada stabilitas receive dan pertahanan, sembari menjaga chemistry di ruang ganti.

“Melatih tim putri itu butuh pendekatan hati. Sejauh ini chemistry tim sangat solid, dan itu yang ingin kami pertahankan,” tambahnya.

Sementara itu, kapten tim GPPI Medi Yoku tak menutupi emosinya jelang laga kandang. Bermain di Gresik, pemain berposisi outside hitter itu berharap dukungan suporter bisa menjadi ‘pemain ketujuh’ di lapangan yang selalu memberi energi yang berbeda.

“Bermain di rumah sendiri selalu memberikan tenaga ekstra. Kami ingin menghapus bayang-bayang masa lalu dan membuktikan bahwa tahun ini adalah tahunnya Gresik (GPPI, red). Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh warga Gresik,” tegas pemain berusia 27 tahun itu. (*)

BREAKING! Maarten Paes ke Ajax Amsterdam, Fabrizio Romano: “Here We Go untuk Kiper Timnas Indonesia!”

0
SOROTAN: Nama kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, mendadak ramai diperbincangkan setelah Fabrizio Romano ungkap sinyal kuat bakal direkrut Ajax Amsterdam. (Laga.id/istimewa Robertus Pudyanto via Getty Images)

Laga.id, Surabaya – Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Eropa. Pakar transfer internasional Fabrizio Romano memberikan sinyal kuat terkait masa depan yang melibatkan penjaga gawang Timnas Indonesia.

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, dikabarkan menjadi target utama Ajax Amsterdam pada bursa transfer kali ini. Kabar tersebut mencuat setelah Fabrizio Romano memberikan sinyal kuat terkait rencana Ajax mendatangkan penjaga gawang baru untuk musim depan.

Dalam keterangannya, Fabrizio menyebut De Godenzonen -julukan Ajax- sedang menyusun ulang komposisi pemain di posisi kiper. Situasi ini tak lepas dari kondisi skuad penjaga gawang mereka saat ini yang diprediksi akan mengalami perubahan besar di akhir musim.

Dilansir dari AD_NL, Ajax saat ini memiliki Vitezslav Jaros sebagai kiper utama. Namun, Jaros berstatus pinjaman dari Liverpool dan dipastikan akan kembali ke klub asalnya pada akhir musim. Sementara itu, kiper senior Remko Pasveer kini telah berusia 42 tahun dan dikabarkan akan memilih pensiun setelah kompetisi berakhir.

Adapun opsi lain di bawah mistar gawang Ajax saat ini mayoritas diisi oleh pemain muda. Ajax memiliki Joeri Heerkens (19 tahun) dan Paul Reverson (20 tahun) yang diplot sebagai kiper cadangan ketiga. Kondisi tersebut membuat Ajax membutuhkan kiper berpengalaman yang siap menjadi tulang punggung tim.

Dalam konteks inilah nama Maarten Paes mencuat. Kiper berusia 27 tahun itu dinilai memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan Ajax, baik dari sisi pengalaman bermain di level Eropa maupun kemampuannya sebagai kiper modern yang nyaman dengan bola di kaki.

Menurut laporan yang beredar, Ajax tidak hanya berencana merekrut Paes. Klub asal Amsterdam tersebut juga dikabarkan akan mendatangkan satu kiper tambahan pada Juli 2026, seiring proyek regenerasi jangka panjang di posisi penjaga gawang.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Ajax maupun pihak Paes. Seluruh informasi masih bersifat rumor transfer dan menunggu kepastian lebih lanjut. Jika terealisasi, kepindahan Paes berpotensi menjadi salah satu langkah penting dalam karier sang kiper sekaligus sorotan besar bagi sepak bola Indonesia. (*)

Jawa Timur Bersinar di Thailand! 15 Atlet ASEAN Para Games XIII Sumbang 40 Medali untuk Indonesia

0
LUMBUNG ATLET: Menpora Erick Thohir bersama atlet NPCI Jatim yang menyumbangkan 40 medali bagi Indonesia pada ajang ASEAN Para Games. (Laga.id/istimewa NPCI Jatim)

Laga.id, Mojokerto – Sebanyak 15 atlet disabilitas Jawa Timur menyumbang 40 medali bagi Indonesia—10 emas, 20 perak, 6 perunggu—ditambah 3 emas dan 1 perak dari pelatih/ofisial, membawa Merah Putih finis runner-up ASEAN Para Games XIII Thailand 2025 di Nakhon Ratchasima, 20-26 Januari 2026.

Ledakan prestasi itu bukan kebetulan. Dari lintasan atletik hingga kolam renang, dari arena panahan sampai bulu tangkis dan voli duduk, kontingen Jatim tampil sebagai tulang punggung Indonesia. Mereka datang dari Sidoarjo, Surabaya, Kediri, Mojokerto, Malang, Gresik, Batu, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, hingga Situbondo—membawa satu misi: mengibarkan nama daerah di panggung Asia Tenggara.

Bagaimana Jatim bisa sedominan ini? Jawabannya ada pada sistem pembinaan jangka panjang yang disiplin dan berbasis sport science.

Dalam keterangan pers yang diterima Laga.id, Senin (26/1/2026), di cabang Para Panahan, Ken Swagumilang (Sidoarjo) menyabet dua emas nomor Men’s Individual Compound Open dan Men’s Doubles Compound Open. Firza Faturahman Listianto (Surabaya) meledak lewat dua emas nomor 100 meter T46 dan 200 meter T46 Para Atletik. Khalimatus Sadiyah (Mojokerto) mempersembahkan emas ganda SL3-SU5 Para Bulu Tangkis.

Kolam renang pun bergemuruh. Maulana Rifky Yavianda (Gresik) mengamankan dua emas (50m Butterfly S12, 100m Freestyle S12). Mutiara Cantik Harsanto (Nganjuk) menyumbang dua emas (50m dan 100m Breaststroke SB9). Ubaidillah Amsyar Juba Ramadhani (Sidoarjo) menambah emas dari 100m Butterfly S10.

Medali perak mengalir dari Nanda Mei Sholihah (tiga perak), Joko Muliyono (dua perak), Ryan Arda Diarta (dua perak), serta sederet nama lain di nomor individu dan beregu. Enam perunggu turut mengunci dominasi Jatim dalam klasemen akhir.

Kontribusi tak berhenti di atlet. Imam Kuncoro dan Dyah Sukma Ramadhani (Para Judo) menyumbang emas sebagai pelatih. Haryono Soemardi membawa emas sebagai manajer catur. Deddy Whinata Kardiyanto mengantar Voli Duduk Putra meraih perak.

“Prestasi ini bukan semata-mata capaian individu, tetapi cerminan kualitas sistem pembinaan jangka panjang yang berbasis keilmuan. Kami membangun ekosistem latihan yang tidak hanya fokus pada kekuatan fisik,” ujar Wakil Sekretaris NPCI Jatim, Roy Agustinus Soselisa, menegaskan fondasi keberhasilan ini.

“Tetapi juga ketahanan mental dan adaptabilitas dalam tekanan kompetitif. Di balik medali, ada proses dan perjuangan panjang yang perlu diapresiasi secara kolektif,” sambungnya.

Bagi provinsi yang terletak di bagian timur Pulau Jawa tersebut, ini bukan finis. Ini ancang-ancang menuju panggung paralimpiade dunia. (*)

426 Atlet IBCA MMA Jawa Timur Membara di Sidoarjo, Bidik Atlet PON Bela Diri 2026

0
AJANG SELEKSI: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (tiga dari kiri) menerima cendera mata dari Ketua Pengprov IBCA MMA Jawa Timur, Arif Budi saat membuka Kejuprov IBCA MMA Jawa Timur 2026 Sirkuit I di Raksa Fighting Camp Pasmar 2, Sidoarjo. (Laga.id istimewa KONI Jatim)

Laga.id, Sidoarjo – 426 petarung. 20 kabupaten/kota. Satu panggung seleksi menuju PON. Itulah ledakan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Jawa Timur 2026 Sirkuit I yang langsung menghentak sejak hari pertama di Raksa Fighting Camp Pasmar 2, Sidoarjo, 22-25 Januari 2026.

Ajang ini bukan sekadar kejuaraan biasa. IBCA MMA Jatim memanaskan mesin pembinaan untuk memburu talenta terbaik yang diproyeksikan ke PON Bela Diri II 2026 hingga event internasional. Momentum ini menjadi pintu gerbang krusial bagi atlet yang ingin menembus radar nasional.

Sebanyak 426 atlet tersebut membawa ambisi besar dengan satu misi: mengamankan posisi dalam skuad masa depan Jatim. Intensitas tinggi, gengsi daerah, dan tiket menuju panggung lebih besar menjadi daya ledaknya.

Ketua Pengprov IBCA MMA Jatim, Arif Budi, menegaskan lonjakan peserta adalah sinyal kebangkitan olahraga bela diri campuran di Jatim.

“Melalui sirkuit pertama ini, kami berharap dapat memunculkan atlet-atlet terbaik yang dipersiapkan untuk PON Bela Diri serta event internasional, salah satunya di Malaysia,” ujar Arif usai pembukaan kejuaraan.

Menurutnya, Kejurprov ini menjadi fondasi program jangka menengah menuju PON Bela Diri II 2026. Atlet yang tampil menonjol akan digembleng lebih intensif. Sirkuit II dan III pun sudah disiapkan demi menambah jam terbang.

“Dengan jumlah peserta yang besar, ini menjadi sinyal positif. Untuk cabang olahraga yang tergolong baru, antusiasme ini sangat luar biasa dan diharapkan mampu menghidupkan pembinaan di daerah,” kata Arif.

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil. Ia menilai Kejurprov ini strategis sebagai ajang seleksi menuju PON Bela Diri II 2026 dan PON NTT-NTB 2028.

“Dari capaian tiga emas di PON Aceh-Sumut, terlihat potensi yang sangat besar. Ditambah antusiasme atlet yang tinggi, tinggal bagaimana proses pembinaan berkelanjutan dilakukan,” ujar Nabil.

Pada PON Aceh-Sumut 2024, IBCA MMA Jatim mengoleksi 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu saat berstatus ekshibisi. Untuk itu, Nabil menegaskan pentingnya konsistensi kejuaraan sebagai sarana evaluasi dan pemetaan talenta baru.

“PON Bela Diri bisa menjadi ajang awal untuk menambah jam terbang atlet, sementara target jangka panjangnya adalah PON 2028,” pungkasnya. (*)