Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 258

Denda Rp50 Juta, Persib Dirugikan Ulah Oknum Suporter

1
Bobotoh Persib saat memberi dukungan untuk timnya bertanding (dok. Persib)

Laga.id, BandungPersib Bandung harus kembali bertanggung jawab atas tingkah laku buruk oknum suporter. Kali ini, tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut harus membayar denda sebesar Rp 50 juta.

Penyebabnya, ada aksi pelemparan oleh oknum suporter PERSIB ke arah suporter PSS Sleman di area tribun selatan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada hari Minggu, 5 Februari 2023 lalu.

Hukuman tersebut dijatuhkan oleh Komite Disiplin PSSI dalam sidangnya yang digelar pada hari Selasa, 7 Februari 2023 lalu. Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komdis PSSI, Irjen Pol (Purn) Drs. Erwin TPL Tobing.

Dalam salinan keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 099/L1/SK/KD-PSSI/II/2023 tersebut disebutkan bahwa telah terjadinya aksi pelemparan botol air mineral yang dilakukan oleh oknum suporter Persib ke arah suporter PSS Sleman di area tribun selatan. Itu diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran kode disiplin.

“Merujuk kepada Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4 dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018, Klub Persib dikenakan sanksi denda sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah),” demikian petikan salinan keputusan Komdis PSSI tersebut.

“Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat,” lanjut petikan tersebut.

Bagi Persib, hukuman denda akibat tingkah laku buruk oknum suporter ini bukan yang pertama diterima. Sebelumnya, Persib juga harus mempertanggungjawabkan aksi pelemparan oleh oknum suporter ke lapangan hingga penyalaan flare.

Pada pertandingan melawan PSS Sleman yang dimenangkan oleh Persib dengan skor 2-0 tersebut, tingkah laku buruk oknum suporter tidak hanya di dalam stadion. Namun, di luar stadion dan di area parkir usai pertandingan, sekelompok oknum suporter pun melakukan aksi provokasi.

Akibat aksi provokasi tersebut, 11 orang oknum suporter ditangkap petugas kepolisian. Setelah melalui tahapan pemeriksaan, aparat kepolisian memastikan mereka yang diamankan positif mengonsumsi narkoba.

“Seperti terhadap oknum suporter yang kedapatan menyalakan flare di dalam stadion, kami juga memberikan sanksi tidak bisa membeli tiket pertandingan Persib,” ungkap Head of Communications Persib, Adhi Pratama.

Hadapi Persib, Bali United Diterpa Berita Hoaks

1
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco. (dok. Bali United)

Laga.id, SlemanBali United akan menjamu Persib Bandung dalam lanjutan pekan ke-23 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, hari ini, Jumat (10/2/2023) sore.

Segala persiapan dari kedua tim tengah dilakukan demi meraih hasil kemenangan untuk memperoleh 3 poin penting.

Namun sangat disayangkan ketika ada oknum suporter yang menyebarkan berita bohong alias hoaks atas komentar yang dilontarkan oleh sang pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra Teco.

Informasi palsu ini diberitakan oleh akun sosial media Instagram dan Youtube @media.persib1933 dan juga akun TikTok bernama GOTHEY.

Akun sosial yang pertama terlihat telah menghapus postingan provokasi tersebut setelah 2 hari berada di media sosial.

Para oknum akun tersebut mencatut komentar pelatih asal Brasil tersebut perihal penilaiannya terhadap Persib Bandung.

“Karena saya tahu tim kami (Bali United) tidak pernah kalah di kandang maupun tandang. Persib dihadapan Bali seperti anak kecil,” tulis akun tersebut.

Teco yang mengetahui hal tersebut tampak kecewa dengan adanya berita bohong soal dirinya. Padahal dalam sepak bola, nilai respek dan junjung sportivitas antartim sangat diharapkan terjadi bagi kedua pihak yang bertanding.

Selama ini memang Teco telah cukup lama menjalani karier di lapangan hijau Indonesia dan selalu menaruh respek terhadap semua tim yang menjadi lawannya di lapangan.

“Saya lama di Indonesia dan pernah kerja di 3 klub berbeda di Indonesia. Orang yang pernah kerja sama saya pasti tahu karakter saya dan bagaimana saya respek ke tim lawan. Baik itu tim yang punya sejarah atau tim yang berada di posisi kurang bagus di liga,” ungkap Teco.

Informasi palsu yang menyeret namanya ini termasuk dalam pencemaran nama baik yang dilakukan oleh oknum akun tersebut.

Apalagi memang menghadapi Persib Bandung adalah partai panas yang akan menimbulkan fanatisme dari kedua suporter.

Jika tidak disikapi dengan bijaksana, maka terkadang hal-hal negatif bisa terjadi di luar dari arena pertandingan sepak bola.

Untuk itu, Teco mencoba meluruskan bila selama ini apapun komentar atau statemen yang keluar dari dirinya selalu menjunjung nilai respek terhadap setiap lawan yang dihadapinya.

Tidak bisa dipungkiri, siapa pun lawannya dalam sepak bola memiliki nilai sebagai sesama rekan di lapangan hijau.

Ada yang dulu menjadi rekan atau mungkin kedepan bisa bekerja sama sebagai sebuah tim.

Untuk itu, nilai respek selalu dipegang pelatih kolektor trofi Liga 1  beruntun tersebut.

“Seperti besok, saya bersama Bali United akan melawan tim Persib Bandung. Pasti saya respek dengan mereka karena saya tahu kualitas pelatih dan pemain di sana. Saya pernah kerja dengan Igbonefo, Rezaldi, dan saya kenal baik dengan Luis Milla maupun beberapa tim pelatih dari Brasil di sana. Tidak mungkin saya bisa berkata negatif tentang mereka (Persib) atau tim lawan dari Bali United,” jelas Teco.

“Saya respek dengan mereka dan saya kerja bersama Bali United ingin menang. Begitu juga mereka pasti mau menang.  Saya pikir di sepak bola menurut saya sikap respek ini harus ada di kedua tim agar tidak ada masalah di Indonesia,” tambahnya.

Melihat namanya yang dianggap negatif terhadap Persib Bandung, mantan pelatih Persija Jakarta ini juga memiliki rencana ingin menempuh jalur hukum demi memberikan efek jera terhadap oknum yang menyalahgunakan sosial media dengan tidak bijak.

Hal itu disampaikannya dengan terlebih dahulu berkomunikasi dengan pihak manajemen demi menjaga eksistensi dirinya dan juga menjaga nama baik Bali United.

“Ya, nanti saya bisa bicara sama manajemen soal ini. Bagaimana proses dan langkah-langkah buat melindungi nama saya dan juga nama klub Bali United,” tutup  Teco.

Jelang Seri Ketiga IBL di Surabaya, Panpel Gelar Simulasi

0
Sejumlah instansi terkait bersama panitia pelaksana menggelar simulasi di DBL Arena, Kamis (9/2/2023) sore, jelang perhelatan kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2023 seri Surabaya. (Dian Kurniawan/Laga.id)

Laga.id, Surabaya – Simulasi digelar oleh pihak IBL jelang Seri Ketiga Indonesia Basketball League (IBL) musim 2023, Sabtu (11/2/2023)di DBL Arena Surabaya mendatang.

Adrian Aries Head of Marketing Business and Development IBL mengatakan simulasi ini dilakukan bukan hanya di lapangan pertandingan, namun simulasi ini digelar mulai masuknya penonton usai penukaran tiket lalu masuk ke DBL arena hingga di dalam lapangan pertandingan hingga penonton keluar.

Selain itu hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan serta untuk memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum kompetisi dimulai dan untuk menjamin keamanan dalam pertandingan.

“Jadi tujuannya adalah memang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memang harus dilakukan di setiap kegiatan yang dilakukan oleh IBL,” ucap Adrian.

Dalam simulasi ini, dihadiri oleh beberapa pihak yang terkait diantaranya dari Polsek Gayungan, BPBD Kota Surabaya dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya untuk ikut memastikan kesiapan dalam menyelenggarakan pertandingan.

“Proses sangat bagus, diapresiasi juga oleh Pak Kapolsek, memang ada sedikit masukan yang intinya dapat kami lakukan untuk perbaikan,” ucapnya.

Ia mengatakan, bahwa masukan tersebut yakni untuk memperbanyak tenaga kru yang dipusatkan di titik-titik pintu darurat dan juga agar disediakan peraga saat terjadi bencana.

“Tidak ada yang memberatkan, masukan-masukan itu juga sudah kami terima dan akan kami catat sebagai bagian dari SOP nanti untuk sebagai pelengkapnya,” ucapnya.

Lebih lanjut Adrian juga mengatakan bahwa dengan hasil dari simulasi tersebut, kompetisi IBL di Surabaya dapat diselenggarakan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak IBL.

Sebagai diketahui, gelaran IBL seri ketiga tersebut akan digelar di Surabaya setelah tuntas menyelesaikan kompetisi seri pertama yang diselenggarakan di Bali pada 14-21 Januari dan seri kedua di Malang yang diadakan pada 28 Januari-4 Februari 2023.

ASBWI Beri Pelatihan Karir Dunia Sepak Bola ke 41 Siswi LabSchool Unesa

0
Para siswi SMA Labschool Unesa 1 Surabaya antusias mengikuti coaching clinic yang digelar oleh Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI). (Dian Kurniawan/Laga.id)

Laga.id, Surabaya – Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) menggelar workshop career dan coaching clinic di SMA Labschool Unesa 1, Surabaya. Sebanyak 41 siswi antusias mengikuti pelatihan tersebut, Kamis (09/02/2023).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum ASBWI Mocina Desideria, Sekjen ASBWI Souraiya Farina, dan Komite Eksekutif ASBWI Zulkarnaen.

Tujuan ASBWI menggelar acara ini adalah untuk memperkenalkan berbagai profesi yang bisa dijalani oleh wanita di industri sepak bola dan menumbuhkan minat siswi-siswi di sepak bola.

“Workshop ini tidak hanya soal menjadi pemain. Jadi kami jelaskan banyak karir di dunia sepak bola yang di luar sebagai pemain,” kata Komite Eksekutif ASBWI, Zulkarnaen, di sela pelatihan.

Dia menyebut ASBWI menjadi wadah bagi para calon maupun pesepak bola profesional wanita di tanah air. Hanya, pihaknya tak mau menutup mata bagi para anak-anak perempuan yang ingin terjun di balik layar kompetisi.

“Yang ingin jadi pemain muaranya di timnas. Kalau tidak ke timnas mereka bisa berkarir di klub. Sedangkan, yang tidak terjun di lapangan mereka bisa berkarir, seperti jadi dokter, fisioterapis, atau psikolog di klub,” ujarnya.

Oleh karenanya, pelatihan soal karir di dunia “kulit bundar” digelar untuk memberikan gambaran para pelajar wanita tentang beragam profesi yang bisa digeluti.

Sementara itu, salah seorang pemateri Djiwa Herlando Poetra berharap penjelasan yang diberikannya bisa membuka jalan bagi masa depan para peserta klinik pembinaan. “Harapan saya mereka bisa suka sama sepak bola. Kan tidak cuma jadi pemain, (karena) pekerjaan di dunia bola banyak,” ucapnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Kezia Gracewhita Gina Anthony, mengaku sudah sejak kecil tertarik dunia sepak bola lantaran suka dengan euforia yang ditawarkan. “Ada rasa tertarik. Sepak bola itu keren, bisa bawa bola lari dari belakang ke depan, merebut bola dari lawan dan kalau selebrasi itu ramai sekali penontonnya,” katanya.

Pelajar kelas X tersebut juga mengaku orang tuanya selalu mendukung pilihan yang diambil, asalkan memiliki dampak baik bagi masa depannya. “Sudah pernah bilang kalau sepak bola keren, terus mama beri izin dan tidak apa-apa kalau mau main,” ucap siswi 15 tahun itu.

Sebagai informasi, ASBWI berdiri pada tanggal 7 Desember 2017. Dan sejak mengesahkan program kerja pada kongres Februari 2022 lalu, ASBWI memang gencar untuk menggelar berbagai event sepak bola wanita.