Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 259

100 Hari Menuju Piala Dunia U-20, Calon Legenda Dunia Lahir di Indonesia

0
Para pemain Timnas Indonesia U-20 bersama Ketum PSSI, Mochammad Iriawan, dan Menpora Zainuddin Amali merayakan 100 hari menuju Piala Dunia U-20. (dok. istimewa)

Laga.id, Jakarta – Para calon legenda masa depan akan ditemukan di Indonesia di ajang yang selalu melahirkan sederet nama bintang sepak bola. Sebab, Piala Dunia U-20 2023 akan digelar di Indonesia pada Mei 2023 mendatang.

Pada hari ini, Kamis (9/2/2023), di Gelora Bung Karno, Jakarta, menandakan 100 hari menuju dimulainya turnamen bergengsi. Bagi fans dan masyarakat bisa mulai mendaftar lebih awal untuk pembelian tiket online.

Ajang spesial digelar hari ini di tempat bersejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam rangka merayakan salah satu momen penting, yaitu 100 hari menuju dimulainya Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023.

Maskot resmi turnamen, Badak Bacuya, bersama tim nasional Indonesia U-20 juga turut hadir. Tak ketinggalan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Lalu, ada pula Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua INAFOC (satuan kerja yang mengoordinasikan tugas dan hasil dari tuan rumah).

Acara unik yang disiarkan secara langsung di media sosial resmi PSSI ini diakhiri dengan seremonial Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Menteri Pemuda & Olahraga Zainuddin Amali.

Mereka mengambil tendangan penalti menghadapi kiper Timnas Indonesia U-20 Daffa Fasya Sukawijaya sebagai penanda 100 hari menuju Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023.

Dengan semangat Indonesia sebagai tuan rumah ajang sepak bola bergengsi internasional untuk pertama kalinya, fans dan masyarakat bisa mulai mendaftar minat di sini untuk mendapatkan informasi tentang penjualan tiket dan penawaran lebih awal.

Sang mascot kesayangan Bacuya, yang menjadi identitas turnamen bergengsi ini, menjadi daya Tarik bagi seluruh masyarakat Indonesia dari segala usia, terbukti dengan program pendaftaran volunteer hingga 100,000 pendaftar hanya dalam waktu 10 hari semenjak dibuka.

“FIFA sangat bersemangat untuk menggelar Piala Dunia FIFA U-20 di Indonesia, negara yang dikenal dengan penuh gairah sepak bola,” ujar Jaime Yarza, Direktur Turnamen FIFA.

“Acara hari ini adalah sebuah pengingat bahwa calon bintang sepak bola dunia akan tiba di Indonesia dalam waktu 100 hari kedepan,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

“Waktu terus berjalan menuju dimulainya turnamen yang memberikan publik kesempatan menyaksikan berbagai pertandingan paling menarik dari para talenta muda sebelum nama mereka menjadi dikenal dunia.”

Calon legenda masa depan akan ditemukan di Indonesia, melalui ajang Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023. Sebelumnya agenda ini sukses memperkenalkan sederet pemain hebat seperti Lionel Messi, Sergio Agüero, Paul Pogba dan Erling Haaland ke panggung dunia.

Tahun ini, tuan rumah Indonesia dan tim juara sebelumnya Inggris dan Perancis akan bersama menjadi peserta di antara 24 negara peserta turnamen, yang akan dimulai dari 20 Mei hingga 11 Juni.

Sebanyak 14 negara sudah memastikan dirinya lolos. Sisanya masih mennunggu hasil dari kualifikasi konfederasi CONMEBOL, CAF dan AFC yang masih bertanding.

Aji Santoso Waspada Kekuatan PSS dan Seto Nurdiantoro

2
Pelatih Persebaya, Aji Santoso. (dok. Persebaya)

Laga.id, SurabayaPersebaya Surabaya bakal bersua PSS Sleman dalam laga pekan ke-24 Liga 1 2022/2023, Senin (13/2) sore.

Pertemuan ini menjadi ajang dua pelatih lokal adu strategi. Aji Santoso dan Seto Nurdiantoro adalah dua pelatih lokal yang tersisa di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Aji mengenal betul sosok Seto sebagai pelatih. Keduanya di angkatan yang sama ketika menimba ilmu lisensi kepelatihan AFC Pro. Bahkan Seto kala itu keluar sebagai peserta dengan nilai terbaik.

“Waktu mengambil lisensi kepelatihan AFC Pro, saya satu grup dengan beliau. Saya tahu kualitasnya Coach Seto, beliau merupakan salah satu pelatih lokal terbaik di Indonesia,” kata Aji.

Di putaran kedua Seto berhasil membawa PSS merangsek naik di papan tengah klasemen. Dalam tiga laga terakhir, PSS Sleman mengantongi dua menang dan satu kekalahan.

Mantan pemain Super Elja yang didatangkan Seto, Yehven Bogasvili, berhasil menambah ketajaman. Empat gol sudah dilesakkan sejak bergabung di pertengahan Januari.

Oleh karena itu, Aji meminta Alwi Slamat dkk untuk mewaspadai racikan Seto. Ditambah lagi Persebaya berstatus sebagai tuan rumah. Maka tekanan untuk meraih tiga poin makin besar.

“Sleman sebelum lawan Bandung progres mereka cukup bagus. Saya telah menyampaikan kepada pemain untuk konsisten dalam pemainan,” ujar Aji.

“Saya juga menyampaikan posisi klasemen ke pemain agar mereka fokus. Bagaimana pentingnya pertandingan lawan Sleman nanti. Karena tidak menutup kemungkinan kalau kita menang kita berada di empat besar,” tandasnya.

Siapkan Program Subsidi, LaNyalla Tebar Visi Misi di Depan Asprov PSSI

0
Calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengungkapkan visi misinya dalam acara di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (7/2/2023). (La Nyalla Media)

Laga.id, Jakarta – Calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berkomitmen memajukan sepak bola Indonesia. Dia secara blak-blakan mengungkapkan visinya kepada seluruh Asprov PSSI se-Indonesia dalam acara di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (7/2/2023).

Acara dengan tema “Asprov PSSI Strategic Role, LaNyalla Vision” itu dihadiri tiga pembicara yakni, Dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Dr. Ria Lumintuarso, M.Si., Ketua PSSI Asprov Jabar, Tommy Apriantono M.SC., PH.D. dan FIFA Dev/Football Consultant, Jeysing MuthiahBA.

Inti dalam visinya, pria yang pernah menjabat Ketua Umum Asprov PSSI Jatim itu melakukan pengembangan terhadap sepak bola Tanah Air, untuk acara ini khusus terkait program Asprov PSSI di seluruh Indonesia. LaNyalla menyebut visi yang dicanangkan adalah ‘Football (Technical) Development – pengembangan sepakbola.

“Seperti yang selalu saya tegaskan, sepak bola itu jangan banyak teori, karena untuk sepak bola itu harus bekerja, karena memang saya ingin membangun sepak bola Indonesia, jadi saya kasih tahu apa saja yang mau saya kerjakan,” tegas pria asal Bugis, lahir di Jakarta dan besar di Surabaya itu.

Ada tiga poin yang ditekankan. Pertama, imbuh LaNyalla, pertumbuhan positif untuk Youth & Amateur Football. Kedua, kapasitas tinggi bagi Asprov dalam pengelolaan kompetisi Liga 3 dan Youth.

“Kita harus genjot kapasitas tinggi bagi football administrator (match commissioner, club officer). Kami juga akan berikan subsidi finansial kepada Asprov di tahun pertama. Untuk tahun kedua kita lihat kinerja para Asprov. Jadi pembinaan di lini Asprov akan hidup dan bergeliat,” ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional itu.

Liga 1 dan Liga 2 juga sudah ada dalam program kerjanya. LaNyalla mencanangkan visi yang disebutnya ‘Football – Kualitas Kompetisi’. Ada empat poin yang ditekankan yakni top-class professional competition in Asia, integrity, fair-play & discipline as a key development determinants.

“Dalam hal pengembangan industri sepak bola, saya memiliki visi yang saya sebut club financially stable and growth dan leverage of league value. Saya sudah buat timnya. Tinggal kita eksekusi bersama dengan masyarakat bola,” kata Senator asal Jawa Timur itu.

Untuk Liga 2, LaNyalla menyebut ada dua hal yang menjadi fokus perhatian yakni sistem kompetisi yang dijalankan dengan kualitas setara Liga 1 dan klub harus menjalani proses penguatan kapasitas teknis (sepak bola) dan bisnis.

Sedangkan untuk industri-industri, LaNyalla menjamin terciptanya iklim kompetisi sehat dan fair yang memungkinkan industri sepakbola tumbuh di Liga 2. Diharapkan klub secara finansial stabil, mandiri dan tumbuh.

Sedangkan visi pengembangan sepakbola untuk Liga 3, LaNyalla menyebut ada tiga poin yang menjadi titik tekan. Pertama, pengembangan sepakbola berbasis region-based resources. Kedua, Liga 3 sebagai wadah terbesar pertumbuhan pemain (Youth & Amateur).

“Terakhir, 10.30 yang artinya, kompetisi 10 bulan, bertanding 30 kali dalam setahun. Kami sudah rinci ini semua dengan baik. Semua saya siapkan ini untuk sepak bola Indonesia. Sudah saatnya kembali ke jalurnya lagi,” kata LaNyalla.

Diketahui, LaNyalla secara resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027. Nantinya, LaNyalla akan bersaing dengan empat calon lainnya salah satunya adalah Menteri BUMN, Erick Thohir.

Pemilihan Ketua Umum PSSI sendiri bakal dilangsungkan dalam KLB PSSI yang akan digelar di Jakarta pada 16 Februari 2023.

PSIS Ditunda, Persebaya Fokus Hantam PSS

1
Gelandang Persebaya Surabaya, Ze Valente (rompi ungu), melepas tendangan dalam latihan tim. (dok. Persebaya)

Laga.id, SurabayaPersebaya Surabaya tak mau larut dengan penundaan pertandingan melawan PSIS. Tim Bajul Ijo kini langsung mengalihan fokus ke laga selanjutnya melawan PSS Sleman Senin (13/2) mendatang.

Persiapan melawan Super Elang Jawa, julukan PSS dimulai hari ini. Tim besutan Aji Santoso ini punya waktu tujuh hari untuk mempersiapkan diri.

Persebaya memiliki motivasi lebih karena di laga putaran pertama Alwi Slamat dkk berhasil mengalahkan dengan skor 0-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Asisten pelatih Persebaya, Mustaqim, mengatakan tim pelatih harus melakukan penyesuaian program latihan.

Penyerang Persebaya era 80-an itu melihat kondisi pemainnya sedikit menurun karena perubahan jadwal. Oleh karena itu, dirinya dan tim pelatih tengah berusaha mengembalikan kondisi terbaik pemain.

“Kita sudah mempersiapkan semua, baik taktik dan strategi. Mau tidak mau, kita harus menerima karena sudah menjadi ketentuan LIB,” ungkap Mustaqim, Selasa (7/2).

“Pemain sudah dua hari tidak latihan jadi pasti ada efeknya. Kita tingkatkan lagi fisik mereka mulai hari ini. Agar pertandingan yang akan mendatang fisik mereka akan top performa.” ujar lanjutnya.

Selain memperbaiki kondisi pemain, tim pelatih juga mengevaluasi penampilan di laga terakhir. Seperti yang diketahui, Persebaya harus bersusah-payah memenangkan pertandingan melawan Borneo FC, Jumat (3/2) lalu.

“Tentu ada evaluasi di pertandingan sebelumnya, artinya kualitas permainan dari tim A ke tim B tentu berbeda,” ujar sosok yang kerap disapa Abah Taqim itu.

“Apalagi coach Aji juga selalu menekankan ke pemain untuk tidak cepat puas. Jadi ketika ada kekurangan tentu kita akan evaluasi,” lanjutnya.

Sejatinya laga PSIS Semarang melawan Persebaya digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (8/2/2023). Namun, pihak kepolisian mengeluarkan surat rekomendasi untuk menunda laga pekan ke-23 tersebut.