Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 56

Hadapi Laos U-23, Gerald Vanenburg Wanti-wanti Anak Asuhnya Waspada dan Fokus

0
WASPADA: Pelatih Gerald Vanenburg meminta para pemain Timnas Indonesia U-23 untuk tetap fokus dan waspada ketika menghadapi Laos U-23 pada pertandingan perdana kualifikasi Piala Asia U-23 2026 Grup J di Stadion Gelora Delta Sidoarjo besok malam. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Kiprah perjuangan Timnas Indonesia U-23 pada kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dimulai. Mereka akan menghadapi Laos U-23 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9/2025) malam WIB.

Stadion Gelora Delta dikenal dengan tuahnya yang membawa atmosfer positif dalam keberhasilan Tim Garuda Muda meraih prestasi. Stadion yang merupakan markas tim Deltras FC itu merupakan saksi bisu keberhasilan Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri juara Piala AFF U-19 2013.

Tak hanya itu, di stadion itu pula Timnas Indonesia U-16 asuhan Fakhri Husaini menjuarai Piala AFF U-16 2018. Kini, Timnas Indonesia U-23 akan menjalani kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di stadion tersebut.

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg menekankan fokus bertanding dan meraih kemenangan sebagai yang utama. Bukan sekadar mengharapkan tuah stadion yang dibangun untuk gelaran PON X/2000 silam.

“Jadi kita harus berhati-hati. Kalau kita selalu menang di tempat yang sama, akan ada satu hari di mana kita juga bisa kalah di situ. Jadi harus sangat berhati-hati di situ,” ujar Gerald Vanenburg dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan, Selasa (2/9/2025).

“Namun, yang paling penting kita akan fokus kepada pertandingan. Saya juga pernah menjadi pemain dan enggak peduli bermain di stadion mana pun, yang terpenting adalah fokus dan persiapan menghadapi pertandingan,” lanjutnya.

Vanenburg menegaskan bahwa terpenting bagi tim asuhannya saat ini adalah berusaha meraih kemenangan atas Laos U-23 di pertandingan pertama kualifikasi Piala Asia U-23 2026 Grup J.

“Terpenting adalah fokus dan bersiap untuk menghadapi Laos, di mana kami harus memenangkan pertandingan. Itu masih menjadi yang nomor satu harus dilakukan terlebih dulu,” tegasnya.

Pelatih asal Belanda itu juga berharap kehadiran Dion Markx bisa memperkuat lini pertahanan Garuda Muda. Pemain berusia 20 tahun tersebut untuk pertama kalinya mendapat panggilan membela Timnas Indonesia U-23.

Sebelumnya, dia pernah tampil dalam dua pertandingan bersama Timnas Indonesia U-20 pada laga uji coba. Pemain dengan tinggi badan 187 cm tersebut bakal bersaing dengan Muhammad Ferarri, Kadek Arel, dan Kakang Rudianto untuk menghuni pos di jantung pertahanan.

“Saya punya 23 pemain. Dion adalah salah satunya. Dia harus menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari yang lain,” ucap Vanenburg.

“Hal yang sama juga berlaku untuk Jens (Raven), berlaku juga untuk (Rafael) Struick. Jika kami mendatangkan pemain dari Eropa, mereka harus membuktikan mereka lebih baik daripada pemain yang sudah kami miliki. Saya tidak peduli siapa orangnya,” lanjutnya.

Vanenburg juga berharap anak asuhnya bisa saling bersaing demi memperebutkan tempat di Timnas Indonesia U-23. Dengan adanya persaingan ketat, dia yakin pemain tim Merah Putih bisa mencapai level tertinggi.

“Saya senang dengan mereka, tetapi mereka tetap harus membuktikan diri. Saya sangat senang dengan para pemain Belanda, tetapi saya juga sama senangnya dengan pemain Indonesia,” tegas Vanenburg.

“Mereka harus menunjukkan siapa yang terbaik, dan mereka harus bersaing satu sama lain untuk bisa mencapai level lebih tinggi. Sekarang ada Jens, ada Hokky, ada Dion, ada Kadek, dan mereka semua harus membuktikan siapa yang paling layak,” tandasnya.

Setelah menghadapi Laos U-23, Garuda Muda akan melawan Makau U-23 pada laga kedua yang digelar Sabtu (6/9/2025). Sebagai akhir dari fase kualifikasi, Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Korea Selatan U-23 pada Selasa (9/9/2025) mendatang. (*)

Sambut Agenda Internasional di Surabaya dan Sidoarjo, PSSI Usung Misi ‘Sepak Bola Jadi Pemersatu’

0
SESUAI JADWAL: Sekjen PSSI Yunus Nusi (dua dari kiri) bersama Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh (kiri) saat meninjau kesiapan Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang akan menjadi tuan rumah perhelatan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 Grup J pada 3-9 September 2025. (Laga.id/Putu Aditama)

Laga.id, Sidoarjo – Di tengah situasi politik nasional yang sedang tidak baik-baik saja, Indonesia juga menjadi tuan rumah dalam hajat sepak bola internasional di Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, ada dua agenda sepak bola internasional.

Saat ini, situasi di Indonesia sejatinya cukup pelik. Dimana masyarakat menggelar aksi demonstrasi sebagai wujud ketidakpuasan pada pemerintah selama beberapa hari terakhir.

Meski begitu, agenda FIFA Matchday bakal berjalan sesuai rencana yang berlangsung selama 1-9 September 2025. Timnas Indonesia senior dijadwalkan menjamu Chinese Taipei dan Lebanon.

Kedua laga itu akan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada 5 dan 8 September. Lalu, Timnas Indonesia U-23 jadi tuan rumah Grup J dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, 3-9 September 2025.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, telah melakukan inspeksi untuk memastikan dua agenda ini berjalan lancar. Sebab, sempat timbul pertanyaan apakah pertandingan-pertandingan itu akan tetap digelar.

“Asprov PSSI Jawa Timur maupun Sidoarjo semua sudah menyiapkan. Kami sudah keliling bahkan sudah seratus persen siap. Demikian juga dengan keamanan, termasuk kawan-kawan suporter,” ungkap Yunus Nusi, Selasa (2/9/2025).

“Keamanan besok akan memenuhi, walaupun kita tahu besok pertandingannya belum panas dengan Korea Selatan tentu mungkin itu akan penuh, tetapi kita tetap jalanin komunikasi dengan kawan-kawan supporter agar kita perlihatkan internasional match ini akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Sejumlah kabar beredar sebelum agenda ini digelar. Misalnya, ada wacana menggelar laga tanpa penonton. Namun, rupanya status semua pertandingan tetap bisa dihadiri penonton.

PSSI sendiri juga telah menjual tiket pertandingan untuk dua agenda internasional itu. Sejauh ini, antusias suporter Timnas Indonesia terbilang besar untuk tetap menyaksikan duel Timnas Indonesia, baik senior maupun U-23.

“Kami bersyukur dari pihak kepolisian menganggap bahwa sepak bola itu kan menjadi pemersatu kita semuanya. Sepak bola jangan sampai mencerai-baraikan kita, bahkan mungkin kita berharap besok semua senang menonton bola,” ujar Yunus Nusi.

“Kita berharap semua bisa berjalan dengan baik. Masyarakat yang di luar nonton langsung di TV kemudian yang ingin datang menonton langsung di tribun, langsung juga nonton. Kita berharap sepak bola mereka nonton itulah yang akan memperkuat dan mempersatukan kita di Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh berterimakasih kepada masyarakat Jawa Timur dan Sidoarjo atas dukungannya dalam pertandingan ini.

Ia menjamin keamanan berjalan kondusif dengan dukungan penuh berbagai pihak. Ia mengungkapkan semuanya sudah siap termasuk perizinan dari kepolisian dan TNI.

“Ini kebanggaan masyarakat Jawa Timur dan Sidoarjo. Kami juga sudah berkomunikasi dengan beberapa elemen suporter mereka mendukung dan ikut mengamankan serta menjamin suporter 100 persen untuk Timnas Indonesia menjaga keamanannya,” katanya.

“Jika ada sesuatu dikanan kirinya semacam provokator akan kita serahkan ke pihak berwajib. Pengamanan all out untuk event internasional tinggal kita buktikan bahwa kita bisa amanah siap mendukung timnas dan nama baik Indonesia,” tandasnya. (*)

Bertarung di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Pelatih Makau Andalkan 16 Pemain Muda

0
BUKAN UNGGULAN: Pelatih Makau U-23 Kenneth Kwok Kar Lok didampingi Ieong Lek Hang saat jumpa pers jelang pertandingan pertama Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Surabaya, Selasa (2/9/2025) sore. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Pelatih Makau U-23, Kenneth Kwok Kar Lok, mengklaim ada banyak 16 pemain berusia di bawah 20 tahun dalam skuad yang dibawanya dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

“Saya menjadi pelatih kepala tim Makau, tidak hanya tim U-23, tetapi saya juga pelatih kepala tim senior. Jadi bagi saya, penting untuk membawa para pemain dari tingkat muda ke tim senior,” ungkap Kenneth.

“Untuk kali ini, tim U-23, saya bisa bilang itu tim yang sangat muda karena kami memiliki 16 pemain, yang berusia di bawah 20 tahun, yang 10 di antaranya sudah dipanggil ke skuad senior,” imbuh pelatih berpaspor Hong Kong tersebut.

Makau U-23 diperkirakan menjadi tim kuda hitam di ajang ini. Mereka harus bersaing dengan Korea Selatan U-23, Timnas Indonesia U-23, dan Laos U-23 di Grup J yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Lebih lanjut juru taktik berusia 45 tahun itu mengakui bahwa Grup J bakal berlangsung sulit buat timnya. Sebab, ada Korea Selatan U-23 dan Timnas Indonesia U-23 yang diunggulkan bersaing memperebutkan posisi puncak.

Kendati demikian, Kenneth menyatakan akan memberi kesempatan main kepada para pemainnya secara merata. Dia ingin melakukan rotasi agar skuadnya memiliki jam terbang di ajang internasional.

“Tugas saya di Makau adalah mencoba membawa sebanyak mungkin pemain muda ke tim senior. Jadi saya sekarang sedang dalam proses ini. Kami akan bermain melawan lawan yang sangat tangguh, Korea, Indonesia, dan juga Laos,” ujarnya.

“Saya akan mencoba memberi para pemain lebih banyak rotasi untuk memberi mereka pengalaman berharga sehingga mereka dapat membawa pengalaman ini ke tim senior. Itulah yang saya harapkan ketika saya datang, ketika tim Macau datang ke Surabaya,” tambah Kenneth.

Makau sendiri, dari tim kelompok usia hingg senior, termasuk tim yang lemah di Asia. Mereka kerap jadi bulan-bulanan tim-tim kuat Asia Timur, Asia Barat, hingga Asia Tenggara dalam babak kualifikasi di berbagai ajang.

Makau U-23 juga tercatat belum pernah tampil di Piala Asia U-23 sejak pertama digelar pada 2013. Makau U-23 akan mengawali laga melawan Korea Selatan U-23 besok sore. (*)

Sirnas Padel, Potensi Jaring Atlet Level Dunia

0
TERBAIK: Pasangan Fitriani Sabatani dan Fitriana Sabrina menjadi pemenang Sirnas Padel 2025 untuk kategori Women’s Open pada ajang yang yang dihelat di Graha Padel Club, Surabaya, 28-31 Agustus kemarin. (Laga.id/istimewa Humas PB PI)

Laga.id, Surabaya – Gelaran Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel 2025 menjadi ajang penjaringan bakat-bakat untuk tampil di kancah internasional. Khususnya pada ajang FIP Asia Padel Cup di Doha, Qatar pada 17-24 Oktober 2025 mendatang.

Sebanyak 102 pasangan atlet dari berbagai penjuru Indonesia unjuk kemampuan pada Sirnas Padel 2025 yang sudah tuntas digelar di Surabaya pada 28-31 Agustus 2025. Pada turnamen ini dipertandingkan empat kategori: Men’s Open (41 pasangan), Women’s Open (18 pasangan), Men’s Bronze (32 pasangan), dan Women’s Bronze (11 pasangan).

Untuk kategori Men’s Open, pasangan Eskar Revilla dan Putu Adi Guna berhasil mencuri perhatian dengan meraih gelar juara setelah mengalahkan Patrick Tjandra dan Jose Antonio Macia.

Sementara di Women’s Open, Fitriani Sabatani dan Fitriana Sabrina menunjukkan performa gemilang untuk mengamankan posisi puncak, mengungguli Karyn Emeralda dan Jessy Rompies.

JUARA: Duo Eskar Revilla dan Putu Adi Guna berhasil menjuarai Sirnas Padel 2025 kategori Men’s Open yang dihelat di Graha Padel Club, Surabaya, 28-31 Agustus kemarin. (Laga.id/istimewa Humas PB PI)

Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) memberi apresiasi atas kiprah para atlet peserta, pengurus Pengprov PI Jawa Timur dan juga sponsor yang telah mendukung keberlangsungan turnamen ini.

“Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga langkah strategis untuk mencetak atlet padel Indonesia berprestasi di tingkat internasional,” kata Galih dalam keterangan resminya, Selasa (2/9/2025).

“Kami berharap semakin banyak talenta muda yang terjaring dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tambahnya berharap.

Pelaksanaan Sirnas di Surabaya merupakan yang ketiga pada tahun ini. Sebelumnya, ajang serupa dilaksanakan di Jakarta dan Bandung. Selanjutnya, kejuaraan ini akan berlangsung di Bali pada September 2025 mendatang. (*)