Friday, July 31, 2026
Google search engine
Home Blog Page 183

Liga 2 Belum Kelar, Gresik United Mulai Inventarisir Pemain

0
SELESAI: Skuat Gresik United saat melakoni babak 12 besar Liga 2 2023/2024 melawan PSBS Biak di Stadion Untung Suropati, Pasuruan. Berakhirnya perjalanan Gresik United membuat manajemen segera memutuskan masa depan pemain. (Official Gresik United)

Laga.id, Gresik – Perhelatan kompetisi Liga 2 2023/2024 telah memasuki babak semifinal untuk memperebutkan tiga tiket promosi ke Liga 1 musim depan. Tapi, bagi Gresik United, kompetisi kasta kedua sepak bola Tanah Air itu sudah berakhir.

Seperti diketahui, Gresik United tak mampu menggapai asa untuk bermain di liga teratas Indonesia musim depan. Pasalnya, tim yang identik dengan jersey warna kuning tersebut hanya mampu mengumpulkan 8 poin dari enam pertandingan di Grup Z babak 12 besar.

Impian melangkah ke babak semifinal pun pupus begitu saja. Dengan berakhirnya perjalanan di Liga 2 musim ini, CEO Gresik United Muhammad Allan menuturkan semua pemain sudah dikumpulkan sekaligus untuk bersilaturrahmi setelah menjalani kesibukan masing-masing.

Segera, setelah urusan pemain diselesaikan, dia tidak memaksa kepada pemain yang mau mencari klub lagi. Namun, dirinya tetap berharap pemain yang dipertahankan musim depan bisa fight lagi.

“Pasca masuk 12 besar di Liga 2. Manajemen segera menyelesaikan semua kontrak dan gaji pemain agar clear. Atas nama manajemen kami banyak mengucapkan terima kasih kepada pemain dan jajaran pelatih,” ujar Muhammad Allan, Senin (26/2/2024).

Sementara itu, Presiden Klub Gresik United Fandi Akhmad Yani mengatakan pasca pertandingan babak 12 besar semuanya ada kesibukan ditambah ada agenda pemilu. Ia menegaskan selama berkiprah di sepak bola, tidak ada cerita manajemen Gresik United tak bertanggungjawab kepada pemain, pelatih dan ofisial.

“Kita punya perjalanan panjang sampai babak 12 besar. Pengalaman ini kita dijadikan spirit kemajuan Gresik United kedepan. Penyelesaian kontrak pemain di akhir pertandingan, manajemen tetap komitmen (menyelesaikan),” katanya.

“Insya Allah semua diselesaikan sama manajemen. Setelah ini tim dibubarkan, mudah-mudahan pemain masuk dengan baik, dan keluar pun dengan baik,” tandasnya.

Untuk diketahui, Gresik United melaju ke babak 12 besar Liga 2 setelah mengalahkan PSCS Cilacap 3-0 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya 17 Desember 2023 lalu. Hasil itu mengantarkan tim kebanggaan warga Kota Pudak tersebut berstatus runner up babak penyisihan Grup 3 dengan raihan 19 poin dibawah Persela Lamongan yang mengumpulkan 26 poin.

Penentuan Penghuni Puslatda, KONI Jatim Gelar Tes Fisik Kedua

0
Direktur Bapel Puslatda KONI Jatim Irmantara Subagio. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur kembali menggelar tes fisik bagi para calon penghuni pemusatan latihan daerah (Puslatda). Seperti tes fisik pertama Januari lalu, fisik kedua dipusatkan di Gedung KONI Jatim, Surabaya, mulai Senin (26/2/2024).

Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim Irmantara Subagio mengatakan tes fisik kali ini adalah lanjutan dari tes fisik pertama. Diikuti oleh cabang olahraga (cabor) yang belum menjalani tes fisik pertama dan tes fisik ulang bagi atlet yang tidak memenuhi standar KONI pada tes pertama.

“Kami ingin melihat perkembangan proses latihan selama satu bulan ini. Kami berharap ada peningkatan kualitas atlet dalam berlatih selama ini supaya bisa dipastikan kondisi puslatda kita, apakah sesuai standar secara fisik,” kata Ibag, sapaan akrab Irmantara Subagio.

Hasil tersebut, kata Ibag menjadi salah satu penilaian dalam penentuan atlet yang akan dimasukkan dalam Puslatda dan didaftarkan untuk mengikuti PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

“Nanti, hasil tes ini kita koordinasikan dengan cabor kalau bagus mereka tinggal pemeliharaan yang belum kita akan berikan pendampingan,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa pada PON kali ini pihaknya memprioritaskan untuk memberangkatkan atlet peraih medali emas dan perak saat Babak Kualifikasi (BK) PON XXI 2024, sedangkan untuk peraih perunggu hanya yang berpotensi meraih hasil perak atau bahkan naik menjadi emas.

Pria yang juga Wakil Ketua II KONI Jatim itu mengatakan bahwa Bapel Puslatda Jatim akan terus memantau progres perkembangan atlet Puslatda dalam tes empat pilar yakni fisik, kesehatan, gizi, dan psikologi yang akan digelar dua bulan sekali.

Selain itu, akan ada program penguatan berupa training camp maupun try out atau try in untuk mematangkan persiapan atlet. Sehingga, diharapkan dapat mempertahankan bahkan melebihi perolehan medali di PON Papua lalu.

Berdasarkan evaluasi, hasil Babak Kualifikasi atau Pra PON sepanjang tahun 2023, sekitar 700-an atlet Jatim peraih medali emas, perak dan perunggu, ditambah pelatih sekitar 200 dan 45 mekanik bakal masuk dalam Puslatda Jatim 100/2024.

34 Pemain Jalani Seleksi Timnas Indonesia U-16

0
Nova Arianto
SELEKSI: Pelatih Timnas Indonesia U-16, Nova Arianto. (dok. PSSI)

Laga.id, Jakarta – Pelatih kepala Timnas Indonesia U-16 Nova Arianto akan kembali menyeleksi pemain pada gelombang ketiga.

Kali ini pilihan pemain bagi Nova lebih banyak, ada 34 pemain. Dua gelombang sebelumnya menggunakan 32 pemain.

Nova berharap di gelombang ketiga nanti dengan jumlah pemain yang lebih banyak dari dua gelombang sebelumnya, dia dapat menyeleksi lebih banyak pilihan pemain.

Sebelumnya, dia mengungkapkan belum akan mengumumkan nama-nama pemain dari tiap-tiap gelombang

Namun dia akan lebih dahulu mengumpulkan para pemain pilihannya dari gelombang pertama hingga ketiga, dengan terlebih dahulu mengkalkulasikan semuanya.

Selain itu dalam melatih dia punya gayanya sendiri. Seperti saat pemain seleksi lalai dalam teknik dasar, Nova langsung menasihatinya.

“Mereka rata-rata bermain di SSB, jadi saya melihat mereka membawa gaya dari masing-masing SSB atau akademinya,” kata Nova.

“Tapi saya ingin menunjukkan pada mereka ini lho cara main sepak bola sekarang. Saya mau pilih pemain yang benar-benar sesuai dengan filosofi saya, termasuk dengan tinggi badan,” imbuhnya.

Seleksi untuk gelombang ketiga ini akan berlangsung di Lapangan B Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta dari tanggal 25 hingga 28 Februari 2024.

Daftar Nama 34 Pemain Seleksi untuk Tim U-16:

Kiper
1. Atha Al Rasyid
2. Faizal Razaaq
3. Dava Aryula Siregar
4. Rendy Rezzaqu Mochtar
5. Davian Rayana D

Belakang
6. Nabil Mulya Nazwar
7. Feri Saputra
8. Muhammad Naufal Raka
9. Farik Rizqi
10. Krisna Priatmaja
11. Ghufran Al Ghazaly S.C
12. Rafif Zaki Saputra
13. Muhammad Alfariz Fhiliano
14. Raditya Arif Wicaksana
15. Hanif Sahregal

Tengah
16. M. Sutan Reihansyah A
17. Darrel Reswaranto
18. Gilang Fahri Pamungkas
19. Rayhan Nazril Maulana
20. Daffa Sayyidina Ikhbar
21. Handri Dimas Sulistyo
22. Mirza Amanbillah
23. Muhammad Fauzan
24. Ridho
25. M. Saka Ibrahim
26. Fahri Bahtiar
27. Satria Rizki Putra
28. Gabriel Krist Evandra
29. M. Algazani Dwi Sugandi

Depan
30. Ravza Aprian
31. Muhammad Mierza F
32. Allian Cahya Nazma
33. Sean Rahman Castor
34. M. Farel Affua Suprayitno

Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025: Kalah Lagi, Pelatih Milos Pejic Bakal Panggil Pemain Senior

0
KALAH: Pemain Timnas Basket Indonesia Lester Prosper (kanan) mencoba mengadang pebasket Australia Jordan Miles Hunter pada laga kedua Window 1 Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, kemarin (25/2/2024). Timnas Basket Indonesia harus mengakui ketangguhan Australia dengan skor 51-106. (FIBA)

Laga.id, Jakarta – Timnas Basket Putra Indonesia belum memetik satu pun kemenangan dalam dua laga Window 1 Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025. Timnas basket harus menelan kekalahan di kandang sendiri dari Australia dengan skor 51-106 di Indonesia Arena, Jakarta, kemarin (25/2/2024).

Hasil ini membuat Timnas Basket Indonesia menjadi juru kunci Grup A kualifikasi FIBA Asia Cup 2025. Pasalnya, sebelumnya Indonesia kalah pada laga perdana melawan Thailand dengan skor 56-73 di Nimbutr Stadium Bangkok, Thailand, Kamis (22/2/2024) lalu.

Rentetan negatif ini sejatinya sudah diprediksi. Dimana pelatih Timnas Basket Indonesia Milos Pejic memilih menggunakan pemain-pemain muda. Belum lagi waktu persiapan yang pendek.

Para pemain muda yang masuk dalam roster Milos Pejic diantaranya Ali Bagir, Julian Chalias, Daniel Salamena, hingga Hendrick Xavi Yonga. Sementara hanya Lester Prosper dan Kaleb Ramot Gemilang menjadi dua pemain dengan usia diatas 30 tahun.

Lester Prosper tak menampik kekalahan telak dari Australia akibat kurangnya chemistry dalam tim yang baru bersama dalam waktu singkat. Dia juga menilai jika Indonesia sangat membutuhkan pemain senior tambahan.

“Saya rasa sangat perlu (membutuhkan pemain senior lainnya). Kami juga hanya punya waktu (bersama) sekitar 10 hari. Jadi chemistry-nya, tidak seperti saat kami menghabiskan empat bulan bersama. Saya rasa tidak ada masalah. Saya pikir kami telah belajar,” katanya dikutip dari Antara.

Lebih lanjut Lester Prosper menyebutkan jika para pemain Timnas Basket Indonesia sudah memberikan penampilan terbaik. Selain itu, dia menilai para pemain muda khususnya mendapatkan pelajaran berharga dari kekalahan Australia.

“Saya rasa kami memberikan yang terbaik. Semua tahu bahwa Australia merupakan tim yang tangguh. Saya rasa ini sangat baik untuk pengalaman para pemain,” sebut pebasket berusia 35 tahun itu.

Pada kesempatan terpisah, pelatih Milos Pejic menyatakan kemungkinan gambaran skuat yang dibawanya pada November nanti tidak banyak berubah dengan dominasi pemain-pemain muda. Bedanya, kemungkinan menambah tenaga satu atau dua pemain senior ke dalam tim.

“Saya pikir saya akan tetap seperti ini. Kami ingin memberikan kesempatan kepada para pemain muda. Mungkin di Window berikutnya, kami harus memikirkan satu atau dua pemain yang lebih berpengalaman. Jendela berikutnya adalah November, kita punya cukup waktu dan kita lihat saja nanti ucap Milos Pejic.

Pelatih 55 tahun itu memilih realistis dengan tampil habis-habisan pada SEA Games 2025 Thailand mendatang daripada di ajang lebih besar FIBA Asia Cup 2025 di Arab Saudi. Menurutnya, peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final FIBA Asia Cup sangat sulit.

“SEA Games adalah target terbesar bagi Perbasi, atau bagi tim nasional, target terbesarnya. Anda tidak dapat mengambil medali emas di Piala Asia. Tapi di SEA Games mungkin (meraih emas),” pungkas Milos Pejic.